AFTERNOON WITH YOU

AFTERNOON WITH YOU
Egi yang malang.


__ADS_3

...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


"Belum selesai kak." Ucap Gia panik.


"Gia dan Egi, kalian berdua yang masih mengerjakan, cepat kumpulkan!" Tegas pengawas. Saat Gia akan angkat bicara lagi tiba-tiba Egi mendahuluinya.


"Kak, tolong beri waktu 15 menit lagi untuk mengerjakan. Saya mohon!" Pinta Egi dengan mata berbinar-binar.


"Baiklah, kk akan kasih waktu kalian 15 menit lagi untuk mengerjakan! Jangan saling bekerja sama atau menyontek! Setelah 15 menit, kalian harus kumpulkan. Saya mau mengantar dulu setengah soal dan jawaban murid ke ruang guru." Ucap pengawas.


"Yang terakhir mengumpulkan harus mengantarkan setengahnya ke ruangan." Perintah pengawas.


"Baik kak!" Jawab Egi dan Gia bersamaan sambil mengangguk.


Beberapa menit kemudian...


Egi dengan cepat langsung mengumpulkan jawabannya ke meja, di susul Gia yang mengumpulkannya juga. Egi merapih-rapihkan semua lembar jawaban para murid, ia berniat untuk mengantarkan sendiri semua lembar jawaban ini ke ruang guru.


"Egi!" Panggil Gia, Egi langsung beralih menatapnya.


"Semua ini biar aku saja yang bawa ke ruang guru." Ucap Gia berniat berbaik hati.


"Biar aku saja, gapapa!" Ucap Egi sambil tersenyum.


"Gak Egi, biar aku saja!" Ucap Gia kekeh sambil merebut semua kertasnya dari Egi.


"Kamu pasti abis capek kan karna berlari? Itu sebabnya kamu kesiangan." Lanjutnya menebak. Egi hanya terdiam.


"Sudahlah lebih baik kamu istirahat saja, biar aku saja yang bawa semua jawaban ini ke ruang guru." Ucap Gia.


"Baik kalau begitu." Ucap Egi sambil mengangguk kemudian ia pergi keluar kelas duluan.


Setelah Egi berlalu. Kini Gia sendirian di dalam kelas. Sembari merapihkan semua lembar jawaban, ia melihat kertas ujian milik Egi belum di beri nama. Gia langsung bergegas keluar memanggil Egi.



"Egi! Egi! Egiiiiiiii..." Gia keluar kelas mencari-cari Egi. Tapi Egi tak ada di luar kelas entah kemana?

__ADS_1


Kemudian Gia ingin berbaik hati menuliskan namanya di kertas ujian miliknya. Saat akan menulis nama Egi, tiba-tiba ia mengurungkan niatnya. Lalu ia kembali teringat ketika Egi sering mendapat nilai bagus di setiap mata pelajaran dan setiap tugas.


Gia ingin sekali mendapatkan nilai yang bagus seperti Egi. Gia yakin kali ini nilai ujian Egi akan mendapatkan nilai yang bagus melebihi Adi karna Egi lebih pintar dari Adi. Kalau ia menukar jawabannya dengan milik Egi, ia pasti akan mendapat nilai yang jauh lebih bagus melebihi Adi dan harapannya untuk mendapatkan hadiah mobil dari kedua orangtuanya akan segera tercapai.


Kemudian Gia langsung mengurungkan niat baiknya, lalu ia mulai menuliskan namanya sendiri di kertas ujian milik Egi dengan cepat. Setelah itu kertas ujian yang tadi Gia kerjakan yang tadinya akan di beri nama Adi, kini ia ganti jadi nama Egi. Ia langsung tersenyum puas setelah melakukannya.


Kemudian Gia langsung membawa semua lembar jawaban milik para siswa ke ruang guru dengan berjalan berjingkrak-jingkrak senang. Setelah itu ia pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.


.....


Sesampainya di Kantin.


Gia membeli double patty lalu memakannya dengan lahap sambil senyum-senyum sendiri mengingat kelakuannya hari ini yang berhasil menukar jawabannya dengan milik Egi, si siswa yang di nobatkan sebagai siswa paling pintar di kelas dan si pemenang olimpiade.


Kemudian ia melihat Egi yang sedang berdiri di dekat tangga, sepertinya ia sedang menelepon seseorang. Gia mulai berjalan mendekatinya.


"Iya, kamu jangan lupa minum vitamin! Nanti pulang sekolah aku akan kesana." Ucap Egi di telpon kemudian menutupnya.


Gia penasaran, Egi berteleponan dengan siapa? Kemudian ia menghampirinya.


"Hai Egi!" Sapa Gia.


Egi Langsung menoleh ke arahnya.



Kemudian Egi mengangguk sambil tersenyum lalu berniat pergi.


"Egi, kamu mau kemana? Baru saja aku datang, kamu sudah mau pergi lagi." Tanya Gia agak kesal.


"Ah iya maaf, tapi aku mau masuk kelas dulu, mau menghafal." Jawab Egi.


"Nanti saja masuk kelasnya! Masih lama kok 20 menit lagi. Setidaknya ngobrol dulu sebentar sama aku." Ucap Gia dengan senyum manisnya.


"Baiklah, mau ngobrol apa?" Tanya Egi.


"Ah... Mmm... Ngobrol??" Gia berpikir sejenak, ia bingung harus memulai percakapan dari mana.


"Kaki kamu kenapa?" Tanya Gia.


Kemudian Egi teringat saat tadi ia berangkat, ia berlari mengejar bus sampai terjatuh dan lututnya menimpa batu. Setelah mengingat kejadian itu, Egi langsung menjawab.


"Tadi aku jatuh."


"Jaatuhhhhh? Dimanaaa? Kok kamu bisa Jatuhhh?" Tanya Gia khawatir dengan nada panik.

__ADS_1


"Tadi di jalan aku lari terburu-buru, itu sebabnya." Jawab Egi. Gia langsung semakin khawatir.


"Kasian kamu Gi!"


"Sudah ya, aku mau ke kelas dulu!" Pamit Egi lalu saat akan pergi, Gia lagi-lagi terus mencegatnya.


"Tunggu sebentar! Kita belum selesai bicara! Ada yang mau aku tanyain lagi sama kamu." Ucap Gia berusaha mencegah Egi agar tak pergi.


"Apa?"


"Kamu tadi telponan sama siapa?" Tanya Gia. Egi langsung mengernyitkan alisnya karna Gia memberi pertanyaan yang menurut Egi aneh.


"Kenapa kamu tanya begitu? Tanya Egi balik.


"Aahhh... Aku cuman nanya saja. Hihi!" Ucap Gia tergesa-gesa.


Egi hanya diam tanpa menjawab dan malah menatap Gia aneh. Menurut Egi, Gia tak pantas bertanya seperti itu tentang kepribadiannya, Gia bertanya seperti itu seperti layaknya menginterogasi seseorang.


"Egi, kamu marah ya aku nanya gitu?" Tanya Gia. Bukannya menjawab, tiba-tiba Egi malah mengendus-endus.


"Bau apa ini?"


Gia kaget dengan pertanyaan Egi yang sepertinya mencium aroma sesuatu.


"Bau apa? Disini gak bau apa-apa." Tanya Gia.


"Gak tau! Baunya busuk sekali seperti bau bangkai." Egi semakin mengendus-endus dan mencari aroma bau itu hingga mengendus-ngendus ke arah Gia.


"Bau ini dari kamu!" Ucap Egi setelah mencium aroma seragam Gia yang bau. Egi langsung mundur sembari menutup hidungnya. Gia langsung kaget.


"Seragam kamu kenapa bau banget? Apa kamu gak pakai parfum sampai sebau itu?" Tanya Egi sambil terus menutup hidungnya.


"Baunya bukan dari seragam aku Gi, kayaknya itu bau dari tanaman." Ucap Gia menepis perkataan Egi.


"Sudah jelas-jelas itu dari bau kamu! Kalau gak percaya, kamu cium saja sendiri." Ucap Egi lalu pergi meninggalkannya.


Gia jadi malu sendiri setelah Egi mengatakan kalau dirinya bau. Gia langsung mencium aroma seragamnya yang ternyata benar-benar bau akibat kemarin kehujanan dan belum sempat ia keringkan. Kemudian Gia kembali lagi ke kantin untuk membeli parfum.


Setelah selesai istirahat, kelas kembali di mulai. Para murid kembali mengerjakan ujian. Gia masih menyimpan unek-unek pada Egi yang tadi menurutnya, Egi telah menghinanya karna mengatainya bau. Lalu ia berniat ingin balas dendam dengan mengisi soal ujiannya dengan asal-asalan lalu menulis namanya dengan nama 'Egi' bukan nama 'Adi' lagi.


Kemudian setelah selesai, ia menukarnya sama seperti biasa yang ia lakukan pada Adi waktu itu, yaitu setelah semua lembar jawaban di kumpulkan.


Jangan tanyakan apakah Gia berhasil menukar jawabannya dengan Egi atau tidak? Tentu saja berhasil, karna pengawasnya sangat lalai dalam mengawasi. Dan ini menjadi kesempatan yang paling bagus untuk Gia. Meskipun pengawasnya ada, Gia punya trik dan teknik khusus untuk mengelabui pengawas, bagaimanapun caranya agar ia selalu berhasil menjalankan rencananya.


...----------------...

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2