
Pesan singkat dari Doni.
^^^["Kamu sudah selesai UTS nya?"]^^^
Gia merasa risih melihat pesan dari Doni. Karna pria yang baru saja ia kenal selalu terus menanyakan kesehariannya.
"Kepo banget sih nih orang!" Gia langsung membalas pesannya.
["Sudah!"] Balas Gia.
^^^["Besok libur?"] Balas lagi Doni dalam pesan.^^^
Gia berpikir sejenak.
["Gak tau, belum ada info."]
^^^["Kalau begitu, besok kamu meliburkan diri saja! Jangan menunggu info. Percuma masuk kelas, biasanya setelah selesai UTS besoknya gak belajar, yang ada cuman JAMKOS (Jam kosong )."]^^^
Melihat perkataan Doni, Gia seperti mendapat pencerahan.
"Bener juga ya, yang di bilang Doni." Gumam Gia. Setelah itu ia kembali membalas pesan dari Doni.
["Ya sudah besok aku gak akan masuk! Makasih ya sudah mengingatkan😁"]
^^^["Sama-sama! Oya, btw besok kamu sibuk apa?"]^^^
["Gak sibuk apa-apa!"]
^^^["Ya sudah besok mau gak ketemu? Kita jalan-jalan."]^^^
Ajakan Doni membuat Gia langsung senang tak karuan.
"Woww.. Setuju sajalah siapa tau, nanti di traktir makan." Gumam Gia berharap sambil kegirangan. Kemudian ia kembali membalas pesan dari Doni.
["Boleh, jam berapa?"]
^^^["Jam 2 siang, gimana?"]^^^
["Okeeyyy!!"]
^^^["Sipp."]^^^
["Besok kamu naik motor?"] Tanya Gia penasaran.
^^^["Aku naik mobil."]^^^
Melihat balasan Doni, Gia langsung syok tak menyangka.
"Waahhh... Gak nyangka! Ternyata Gue gak salah pilih pacar! Ternyata dia bermobil. Anak orang kaya!" Gumam Gia senang.
["Oke, besok aku tunggu kamu di depan mall."] Balas lagi Gia.
^^^["Okey sayang."]^^^
*****
Keesokan harinya.
Gia bersiap-siap pergi kencan, ia berdandan di depan cermin sambil mengikat rambutnya.
"Ikat atau jangan? Jangan ah, biar nanti rambutnya terurai biar kelihatan lebih cantik." Gumamnya.
Tak lama kemudian, Gio datang.
"Kakak di mana hp Gio?"
"Di kakak, mau ngapain?" Tanya balik Gia sembari fokus menyisir rambut.
__ADS_1
"Siniin!" Pinta Gio dengan nada kesal. Gia langsung berbalik badan.
"Buat apa?" Tanya Gia dengan nada ketus.
"Gio mau main game!" Rengek Gio.
"Gak boleh! Hp nya mau di bawa dulu sama kakak!" Ketus lagi Gia.
"Di bawa kemana? Hp Gio gak boleh di bawa kemana-mana!" Gio terus merengek.
"Kamu ini main game terus! Biasanya kamu ini sering mainnya ke warnet sama temen-temen kamu!" Ucap Gia dengan nada kesal.
"Kakak ini kenapa sih gak beli hp saja? Kenapa harus pakai hp Gio terus? Seharusnya kakak bayar sewa karna sudah pinjam hp Gio beberapa kali!"
"Kamu ini sama kakak sendiri saja itungan!" Gia semakin kesal.
"Sudah cepetan bayar! Gio gak mau yaa sewa hp gratisan! Cepetan bayar! Uangnya mau Gio pakai ke warnet." Pinta Gio sambil mengulurkan tangannya layaknya anak kecil yang minta jajan sembari berjingkrak-jingkrak.
Gia hanya bisa pasrah memberikan uangnya pada Gio yang terus saja merengek di depannya.
"Nih! Sudah sana pergi!" Ucap Gia setelah memberi sepeser uang.
"Apaan nih 10 ribu? 10 ribu mana cukup! Biaya sewa hp Gio sekali pakai 50 ribu bukan 10 ribu."
"Mahal amat biaya sewanya!" Gerutu Gia.
"Ya iyalah! Segitu sih masih termasuk murah. Gio kasih kakak diskon harga adik-kakak." Ucap Gio sambil tersenyum nyengir. Dengan emosi Gia langsung mengeluarkan uang yang Gio pinta dari sakunya.
"Nih! Sudah sana pergi!" Ucap Gia sambil mengusir. Setelah itu Gio pergi.
Setelah bersiap diri, ia langsung turun ke bawah.
"Mama, Gia mau pergi kencan dulu yaa." Pamitnya.
"Sama siapa lagi? Awas kalau kamu kencan lagi sama anak majikan mama yang dulu!" Tanya ibunya sembari memberi peringatan.
"Bukan yang beristri lagi kan?" Ibunya mulai curiga.
"Enggak kok! Yang ini masih muda kok mah, baru lulus SMA." Jawab Gia.
"Baru lulus SMA? Gak salah kamu pilih cowok yang baru lulus SMA? Apa dia masih pengangguran? Kalo pilih cowok itu yang benar! Yang bergaji! Bukan yang baru lulus sekolah!" Tegas ibunya mulai menceramahi Gia.
"Dia gak pengangguran mah! Dia sudah bekerja." Tepis Gia.
"Beneran dia bukan pengangguran?" Tanya mamanya lagi merasa tak percaya.
"Beneran mah!" Jawab Gia singkat yang sepertinya tingkat kesabarannya sudah mulai tipis dan sudah tak kuat ingin segera pergi untuk menemui kekasih barunya.
"Baguslah kalau dia sudah bekerja, tapi kalau pengangguran juga gapapa, asalkan dia berasal dari keluarga kaya." Ucap ibunya yang membuat Gia terus mengangguk setiap kali ibunya terus berbicara maupun bertanya.
*****
Siang hari.
Gia menunggu kekasih barunya di luar Mall, ia sangat antusias ingin sekali menemui kekasih barunya. Apalagi kakinya sudah mulai gemetaran karna saking inginnya menemui kekasihnya dan jalan-jalan sambil di traktir. Itulah harapan Gia dalam benaknya sejak dari semalam.
Tak lama kemudian...
Satu angkot melaju dan berhenti di depan Mall, seorang pria muda turun dari angkot.
"Ini uangnya pak." Ucap pria itu sambil memberikan sepeser uang pada supir.
Setelah itu angkot pun melaju pergi.
"Itu siapa ya?" Gumam Gia sembari memperhatikan wajah pria itu.
"Oh jangan-jangan!" Gia langsung mengeluarkan ponselnya lalu membuka dating apps dan melihat wajah kekasih barunya yang bernama Doni di foto.
__ADS_1
Setelah di lihat, benar saja wajahnya memang hampir mirip seperti orang yang barusan turun dari angkot. Hanya saja yang di foto berkulit putih di banding yang baru saja turun dari angkot.
"Oh, bukan beda. Di foto ini ganteng, kalau yang itukan item dekil." Gumam Gia sambil meledek pria itu yang sedang berdiri memperhatikan ponselnya.
Tiba-tiba saja pria itu melihat ke arah Gia dan meniliknya dari kejauhan. Setelah itu ia menelepon dan menaruh ponselnya di telinganya. Dan ponsel Gia pun berbunyi menunjukan panggilan dari Doni. Gia pun langsung kaget.
Deringan ponsel Gia yang bernada tinggi pun berbunyi sampai kedengaran pria itu. Pria itu langsung tersenyum setelah memastikan perempuan yang berada tak jauh dari hadapannya itu ternyata gadis yang akan ia temui.
Meskipun dalam sedikit kejauhan, pria itu masih bisa mendengar nada dering Gia ketika ia menelponnya lagi hingga 3x untuk benar-benar memastikan.
Pria itu ternyata Doni. Ia langsung tersenyum senang dan berlari menghampiri Gia. Dengan panik Gia langsung memalingkan wajahnya dan berniat kabur. Namun rencananya gagal karna pria itu sudah memanggil-manggil namanya.
"Giaaa..."
"Giaaaa..."
"Giaaaaaa..."
Panggil Doni sambil berlari. Gia langsung berbalik setelah Doni sudah berdiri tepat di belakangnya sambil ngos-ngosan.
"Kamu Gia kan?" Tanya Doni.
"Kamu siapa?" Tanya Gia balik, pura-pura tidak tahu.
"Aku Doni!" Jawab Doni antusias.
"Doni?" Gia mulai kaget.
"Iya!" Doni mengangguk. Gia langsung tersenyum mengangguk.
Doni membuka dating apps memastikan orang yang di depannya ini Gia atau bukan? Setelah melihat foto Gia yang wajahnya mirip dengan orang yang ada di hadapannya. Doni merasa lega sekaligus senang.
"Benar! Kamu Gia. Syukurlah! Aku gak salah orang." Ucap Doni sambil ngos-ngosan. Gia hanya bisa cengengesan dengan raut wajah takut.
"Gia! Kamu cantik sekali!" Puji Doni sambil memeluk Gia tanpa malu di hadapan banyak orang yang lewat.
Gia hanya terdiam tanpa membalas pelukan Doni.
"Kamu Doni kan?" Tanya Gia lagi sambil melepas pelukan Doni, memastikan apa ini Doni atau orang yang mengaku-ngaku saja. Karna kulit orang ini sangat berbeda dengan yang di foto walaupun wajahnya memang mirip.
"Iya sayang. ini aku Doni! Yang di dating apps." Jawab Doni lalu kembali memeluk Gia. Gia langsung meneguk salivanya. Kemudian ia melepas paksa pelukan Doni dengan pelan.
"Kok muka kamu beda ya sama yang di foto?" Tanya Gia sambil cengengesan.
"Iya, itu fotonya hasil editan. Sengaja di edit biar di foto kelihatan ganteng." Jawab Doni sambil cengengesan. Gia ikut cengengesan.
"Ternyata Gue tertipu!" Batin Gia.
"Kamu tadi naik angkot?" Tanya Gia lagi.
"Iya sayang! Tadi aku naik angkot." Jawab Doni sambil terus menatap Gia dari atas sampai bawah.
"Oh, tapi kemarin malam kamu bilang mau naik mobil?" Tanya Gia lagi penasaran.
"Iya naik mobil! Mobil angkot!" Jelas Doni.
Jleeebbb!!
"Oohh... Hohoho... Iya-Iya!!!" Gia tertawa cengengesan sekaligus kesal sambil menahan sedih. Dalam batinnya ia berkata.
"Lagi-lagi Gue tertipu."
"Ayo masuk! Kita jalan-jalan." Ajak Doni.
Gia langsung mengiyakan ajakan Doni sambil menerima tangannya yang ingin menuntunnya dan ia berharap dalam hatinya semoga Doni mentraktirnya.
...----------------...
...Bersambung....
__ADS_1