Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 12 Makan siang


__ADS_3

Hari ini Lisa menjadi Lisa yang dulu, saat Lisa di terima menjadi sekretaris Arga, wajahnya sangat ceriah sambil tersenyum, lalu ia langsung menyapa Arga yang baru saja sampai


" Selamat pagi pak."


Beberapa saat Arga terkejut dengan perubahan Lisa, bukan'kah ia kemarin memeluk Lisa yang sedang menangis, tapi kali ini Lisa tersenyum seperti tanpa beban. Meski begitu Arga juga memutuskan untuk tidak terlalu ikut campur dengan urusan Lisa


" Iya pagi."


Setelah itu Arga langsung pergi ke ruangannya, ia mulai di sibukan untuk memeriksa file-file yang menumpuk di meja. Arga terlalu fokus dengan file-file hingga tidak menyadari kalau jam makan siang sudah tiba. Putri baru saja pulang sekolah, ia memasuki ruangan Lisa


" Mama...Putri datang!"


Lisa terkejut saat mendengar panggilan mama dengan suara yang sudah ia hapal, ia langsung berdiri, lalu melangkah ke depan sedikit, setelah itu ia menunggu Putri yang sedang berlari ke arahnya. Setelah melihat Putri semakin dekat, Lisa langsung berjongkok sambil merentangkan ke dua tangannya dengan senyuman lebar. Putri langsung berhambur ke pelukan Lisa dengan sangat kencang, hingga Lisa terhayung ke belakang. Kini Lisa terjatuh telentang bersama Putri yang ada di atas tubuh Lisa, akan tetapi mereka tertawa terbahak-bahak. Arga yang mendenger suara berisik, ia langsung menoleh ke arah suara tersebut, ia sangat terkejut saat melihat Lisa dan anaknya berbaring di lantai dengan posisi Putri di atas Lisa. Arga langsung menghampiri mereka, lalu mengangkat Putri dan membantu Lisa untuk berdiri. Arga menatap Putri dan Lisa bergantian karena mereka masih tertawa. Lisa dan Putri sadar kalau mereka sedang di perhatikan oleh Arga, akhirnya mereka menghentikan tawanya, lalu langsung menatap ke arah Arga. Arga hanya menggeleng-gelengkan kepala saat melihat kelakuan Lisa dan Putri. Arga langsung menatap ke arah Putri


" Kenapa tiba-tiba Putri ke kantor papa?"


" Putri ingin makan siang bersama mama dan papa seperti teman-teman Putri."


Arga bingung harus menjawab apa, ia takut kalau permintaan Putri terlalu merepotkan Lisa. Kini Arga sedang di hadapkan dengan pilihan yang sulit, kalau ia menolak, ia takut Putri sedih, tapi kalau ia menerima tawaran Putri, ia takut kalau Lisa sudah memiliki janji bersama orang lain. Putri dan Arga menatap Lisa dengan penuh harap. Lisa merasa lucu saat di tatap oleh Putri dan Arga, ia pun memutuskan untuk mengerjai mereka berdua


" Maaf..."


Lisa bisa melihat kalau keisenganya berhasil, karena melihat air mata Putri yang menggenang, sebelum membuat Putri menangis, Lisa melanjutkan kalimatnya

__ADS_1


" Maafkan mama jika nanti jatah makan siang Putri di habiskan oleh mama."


Putri yang awalnya akan menangis, tapi berubah menjadi mata yang berbinar. Putri heboh bertepuk tangan karena senang, sedangkan Arga menampilka senyuman lebar. Mereka langsung pergi ke restoran terdekat, lalu mereka memesan makanan. Mereka makan sambil terawa dan sambil saling suap-suapan. Setelah selsai makan siang, Arga memutuskan untuk mengantar Lisa pulang, karena pekerjaan Lisa sudah selsai


" Lisa, mari saya antar pulang."


" Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri."


" Putri mohon mama tidak menolak tawaran papa."


Putri memasang wajah memelas pada Lisa. Lisa yang melihat wajah memelas Putri, ia pun memutuskan untuk menerima tawaran Arga, ia tidak ingin mengecewakan Putri


" Baiklah Putri, mama menerima di antar oleh papa Putri."


Mereka langsung masuk ke dalam mobil. Lisa dan Putri duduk di kursi belakang, sementara Arga duduk di bangku kemudi. Sepanjang perjalanan Lisa dan Putri terus mengobrol sambil tertawa. Putri menceritakan kejadian tadi pagi di sekolahnya pada Lisa. Arga yang sedang menyetir, ia sesekali melihat ke arah kaca sopin sambil tersenyum, ia merasa seperti memiliki keluarga yang lengkap, dan ingin memiliki Lisa, mungkin kalau ia mendapatkan Lisa, hari-hari ia dan Putri sangat bahagia, tapi ke inginan itu Arga tepis jauh-jauh mengingat status Lisa yang masih menjadi seorang istri dari Aska, apa lagi Lisa mati-matian memperjuangkan Aska, jadi tidak mungkin kalau ia bisa mendapatkan Lisa


" Kalau saja aku bisa mendapatkan Lisa, mungkin hari-hariku dengan Putri akan bahagia, tapi tidak mungkin aku bisa mendapatkan Lisa. Lisa masih memiliki suami, bahkan Lisa mati-matian ingin mempertahkan rumah tangganya." batin Arga


Mereka sampai di depan rumah Lisa. Lisa langsung berpamitan pada Putri dan Arga


" Putri, mama turun dulu iya."


" Iya mama."

__ADS_1


Putri menjawab sambil tersenyum bahagia pada Lisa. Lisa langsung mencium kening Putri sekilas


" Pak, terima kasih, maaf jadi merepotkan bapak."


" Tidak apa-apa, Lisa. Saya juga berterima kasih karena kamu telah meluangkan waktu untuk Putri."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia langsung masuk ke dalam rumahnya, ia langsung membersihkan diri, setelah selsai, ia memutuskan untuk duduk di sofa sambil menunggu suaminya pulang. Lisa tersenyum bahagia, mengingat kejadian kemarin malam, ia tidak menyangka kalau perjuangannya mendapatkan suaminya kembali bisa terwujud. Lisa mendangar suara mobil yang masuk ke dalam pekarangan rumahnya, ia melebarkan senyumannya, ia yakin kalau suaminya sudah pulang. Lisa langsung berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu, lalu ia langsung meraih tangan suaminya untuk ia cium, dan di balas oleh Aska yang mencium kening Lisa. Lisa langsung memeluk suaminya, tapi tubuhnya menegang saat Lisa menghirup aroma parfum yang berbeda dari parfum tadi pagi, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu ia memberanikan diri untuk bertanya


" Mas, apa mas ganti parfum, karena aroma parfum yang mas pakai sangat berbeda dari parfum tadi pagi?"


Aska sangat terkejut karena istrinya bisa mengenali aroma parfum lain, tapi setelah beberapa detik, ia menormalkan kembali wajahnya, ia langsung mengajak Lisa duduk di sofa. Lisa bisa melihat kalau suaminya sangat terkejut atas pertanyaanya, tapi ia memilih untuk diam


" Maaf, tadi aku mengantar Sella untuk check up kandungannya, karena aku seharian di kantor, aku meminta parfum Sella untuk aku pakai."


Lagi-lagi Lisa harus merasakan sakit, saking bahagiannya ia lupa kalau suaminya masih harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Lisa mencoba memahami dan menerima posisi suaminya, ia juga tidak ingin kalau suaminya menjadi berdosa karena lepas tanggung jawab ke pada anaknya sendiri


" Iya sudah mas, mas lebih baik mandi, aku tau mas sangat lelah."


" Baiklah."


Aska langsung berjalan menaiki tangga meninggalkan Lisa yang masih berada di ruang keluarga. Aska menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh ke arah Lisa, ia menatap nanar punggung Lisa


" Lisa aku minta maaf."

__ADS_1


Setelah itu Aska melanjutkan langkah kakinya untuk ke kamar. Setelah suaminya pergi Lisa mencoba menangkan hatinya, ia mencoba berpikir positif pada suaminya, tidak dapat Lisa pungkiri kalau ia sangat kuatir dan takut dengan banyaknya interaksi suaminya dengan Sella yang pernah menjadi idaman suaminya, ia takut kalau suaminya mencintai Sella lagi. Iya selucu itu'lah hidup, kadang kita tidak pernah sadar kalau telah melukai hati orang lain, tapi di saat itu juga hati kita tanpa sadar di sakiti oleh orang yang sangat kita percaya


__ADS_2