
Mereka sampai di rumah orang tua Lisa, karena Arga memutuskan untuk melamar Lisa lagi di depan ke dua orang tua Lisa, menurut Arga jauh lebih baik jika pernikahannya di percepat, ia tidak ingin memberikan ruang untuk Aska, terlebih lagi Lisa juga sudah setuju untuk menikah dengannya. Arga dan Lisa duduk di ruang tamu, dan termasuk ke dua orang tua Lisa, sedangkan Putri di ajak bermain di depan rumah oleh Reyhan, karena Reyhan tidak ingin Putri mendengar pembicaraan orang dewasa
" Begini pak, bu, saya tidak ingin berbasa-basi lagi, kedatangan saya ke sini, saya ingin melamar Lisa untuk menjadi istri saya, saya tau saya tidak sopan karena melamar anak bapak dan ibu tanpa orang tua saya, tapi menurut saya lebih cepat jauh lebih baik, saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melamar anak bapak dan ibu."
" Kalau bapak terserah Lisa saja nak Arga, bapak tidak bisa memberikan keputusan, semuanya bapak serahkan pada Lisa, karena yang akan menjalani pernikahan adalah Lisa. Lisa menurutmu bagai mana? Semua keputusan ada padamu, papa tidak ingin kamu menyesalinya lagi."
Lisa tersenyum dengan wajah tersipu malu, ini memang bukan pertama ia di lamar oleh lelaki, tapi kali ini merasa lebih bahagia dari lamaran sebelumnya oleh Aska
" Aku, aku mau pa."
Lisa menjawab pertanyaan papanya dengan sangat gugup, sementara Liana hanya tersenyum saat melihat anaknya sangat gugup
" Alhamdulilah, kalau Lisa menerima saya, tapi pak, bu, saya minta menikahnya untuk di percepat, saya tidak ingin menunda pernikahan terlalu lama."
" Nak Arga tenang saja, kalau nak Arga ingin secepatnya menikah dengan Lisa, bapak dan ibu akan usahakan mencari hari yang bagus dan cepat untuk pernikahan kalian, bapak juga merasa jauh lebih baik kalau pernikahan kalian di percepat."
Menurut Bagas memang jauh lebih baik jika pernikahanya di percepat, ia juga tidak ingin kalau anaknya nanti dekat lagi dengan Aska, walau pun ia tau kalau anaknya menolak Aska, tapi tetap saja ia kuatir kalau nanti anaknya bisa memberikan peluang untuk Aska lagi, dan mengakibatkan pernikahannya berantakan, apa lagi ia juga sangat setuju dengan Arga. Arga adalah lelaki yang sangat cocok menurut Bagas
" Terima kasih pak, bu, karena mau mempercepat pernikahan ini."
" Iya nak Arga, kita akan bicarakan tanggal pernikahan nanti malam, nak Arga bawa orang tuamu ke sini, kita diskusikan hari pernikahannya nanti malam."
__ADS_1
" Baik pak, kalau begitu saya juga harus pamit pak, bu, untuk membicarakan ini pada orang tua saya."
" Iya nak, ini bawa mobil Bapak saja, agar kalian tidak perlu naik taksi."
Bagas memberikan kunci mobil pada Arga
" Baik pak, terima kasih."
" Sama-sama nak Arga."
Arga langsung keluar mendekati Putri dan Reyhan yang sedang bermain di sana, di ikuti Lisa juga
" Putri, ayo pulang."
Reyhan hanya menjawab dengan anggukan kepala.
" Baiklah Sayang."
Lisa langsung memeluk Putri sekilas, lalu langsung mencium kening putri dan pipi kanan kiri Putri
" Lisa, aku pulang dulu iya."
__ADS_1
" Iya mas Arga, hati-hati."
Mereka semua tersenyum saat mendengar Lisa memanggil Arga dengan embel-embel mas. Arga dan Putri langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukan mobilnya itu untuk pulang
...****************...
Setelah banyak rintangan yang di lalui Arga dan Lisa, hari ini ia akan mengikat janji suci. Apa lagi setelah kepulangan Arga 1 minggu yang lalu dan langsung melamar Lisa lagi, jadi sekarang adalah hari pernikahan mereka. Lisa sudah siap dengan kebaya putih, riasan di wajahnya dan kerudung yang membuat Lisa semakin cantik, bahkan aura kecantikan Lisa membuat Lisa lebih cantik dua kali lipat dari biasanya. Lisa sedang duduk di kamarnya, sedang menunggu Arga mengucapkan ijab kobul, lalu Lisa akan berjalan menemui Arga di bawah sana. Lisa bisa mendengar suara Arga yang sedang mengucapkan ijab kobul dengan suara yang sangat mantap. Lisa langsung meneteskan air mata saat mendengar orang-orang yang hadir mengatakan
" Sah."
Pintu kamarnya langsung terbuka, menujukan wajah mamanya untuk mengajak Lisa turun menemui lelaki yang kini telah sah menjadi suaminya
" Ayo kita turun sayang."
" Iya ma."
Lisa langsung menghapus air matanya perlahan, yang membasahi pipinya tadi. Lisa langsung menuruni tangga sambil memegang tangan ibunya, ia melihat Arga yang duduk dengan gagah di depan papa nya. Setelah sampai di bawah, Arga langsung menoleh ke belakang, ia langsung tersenyum saat melihat Lisa. Jantung Lisa berdebar lebih cepat, membuat tangannya berkeringat dingin, ia langsung duduk di samping Arga, dengan di bantu oleh mamanya. Arga dan Lisa langsung menanda tangani buku nikah, dan berkas yang di serahkan oleh penghulu. Arga langsung memasangkan cincin pada Lisa, lalu Lisa juga memasangkan cincin pada Arga. Mereka berdua terus saja tersenyum, senyuman bahagia yang di perlihatkan oleh mereka membuat orang yang hadir di sana juga merasa sangat bahagia. Lisa bisa merasakan tangan Arga yang ada di pucuk kepalanya, ia merasapi setiap kata yang di ucapan oleh Arga, ia juga mengadahkan tangannya ke atas untuk mengamini do'a dan harapan Arga ke padanya. Arga membacakan do'a dan janji yang ia ikrarkan untuk istrinya yang memegang pucuk kepala istrinya, ia berharap bisa menjadi kepala keluarga yang bisa menjaga dan menuntun istrinya menuju ke dalam rumah tangga yang di ridoi oleh sang maha pencipta, agar ia dan istrinya bisa bahagia. Lisa langsung mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan Arga, lalu langsung mencium tangan Arga, ada do'a dan harapan yang Lisa panjatkan di sana.
" Yeh... Yeh... Akhirnya Putri sekarang punya mama, sekarang Putri bisa tinggal bersama mama Lisa terus."
Suasana haru dan sakral tiba-tiba saja penuh dengan gelak tawa saat mendengar suara Putri yang ke girangan dengan melompat-lompat, sambil mendekati Arga dan Lisa. Setelah di sampai, Putri langsung memeluk Arga dan Lisa, begitu juga mereka saling berpelukan bertiga sambil tersenyum saat melihat tingkah Putri yang sangat menggemaskan. Semua yang hadir di sana bisa merasakan kebahagiaan keluarga kecil itu, semuanya ikut tertawa dan mendo'akan untuk kebahagiaan mereka. Hanya satu orang yang merasakan sakit hati menggebu-gebu, melihat orang yang ia sia-siakan kini sudah berbahagia dengan lelaki lain, ia sangat menyesali keputusannya saat itu, kenapa ia bisa memilih wanita lain dari pada Lisa, kini hanya kesunyian dan rasa sepi yang menamaninya, tapi ia juga tidak ingin bersikap egois, ia adalah Aska, lelaki yang terus saja menyesali atas perbuatannya di masa lalu. Aska juga berpikir merelakan mantan istrinya bahagia bersama lelaki lain jauh lebih baik, mungkin itu bisa menebus kesalahannya di masa lalu
__ADS_1
" Lisa, semoga kamu bisa selalu bahagia bersama Arga, dan mungkin mengiklaskanmu aku bisa menebus kesalahanku yang telah aku perbuat selama ini. Maafkan aku karena terus saja menyakitimu, semoga saja Arga lelaki yang baik untukmu dan bisa terus nembuatmu bahagia." batin Aska