Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 45 Akan melahirkan


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat yang di lalui Arga, Lisa, dan Putri, bahkan sekarang kehamilan Lisa juga sudah memasuki usia 9 bulan. Sekarang Lisa sedang menunggu ke pulangan Putri dari sekolah, ia memang semenjak hamil tidak pernah melakukan apa pun selain menyiapkan baju ganti Arga, karena Arga selalu melarangnya setiap Lisa melakukan sesuatu yang menurut Arga terlalu berat, dan Lisa juga tidak pernah membantah setiap apa pun yang di katakan Arga, karena bagi Lisa, Arga adalah lelaki yang sangat baik, perhatian, dan penyayang, untuk itu ia selalu menuruti ucapan Arga. Putri pulang bersama Arga karena Arga akhir-akhir ini selalu menyempatkan waktu untuk menjemput Putri, dan lebih banyak waktu untuk Arga selalu berada di rumah


" Mama...! Putri pulang!"


Putri berlari kecil menghampiri Lisa yang sedang duduk di sofa. Lisa langsung berjongkok sambil tersenyum. Putri langsung mencium tangan Lisa, lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri, lalu langsung mencium perut buncit Lisa. Arga yang melihat Putri langsung mencium perut Lisa, ia langsung menegornya


" Cuci tanganmu dan cuci mukamu, terus ganti baju, kasihan mama dan dedek bayinya kalau harus mencium bau kringatmu."


" Hehe, baik pa."


Putri langsung berlari kecil masuk ke dalam kamarnya, untuk mencuci tangan, mencuci muka dan mengganti baju. Arga langsung ke kamar mandi tamu, lalu langsung mencucu muka, dan mencuci wajahnya, setelah itu langsung mendekati Lisa yang sedang duduk di sofa. Lisa langsung menyalami suaminya, tidak lupa ia juga mencium punggung tangannya. Arga langsung mencium kening Lisa sekilas, setelah itu Arga mengelus perut buncit Lisa, sambil sesekali ia mencium perut Lisa, membuat Lisa tertawa karena geli. Putri yang baru keluar dari kamar, ia melihat papa nya yang sedang bermanja-manjan pada Lisa, lalu ia langsung berlari kecil mendekati mereka berdua, setelah sampai Putri langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Lisa


" Papa jangan selalu bermanja-manjaan, karena yang boleh bermanja-manjaan sama mama, hanya Putri dan dede bayi."


Arga yang mendengar ucapan dari Putri, ia hanya mengelus dada, memang semenjak Lisa hamil memasuki usia 5 bulan kehamilannya, Putri selalu melarang Arga untuk bermanja-manjaan pada Lisa


" Hahaha, ada-ada saja kelakuan Putri!"


Lisa tertawa karena Putri selalu saja melarang Arga bermanja-manjaan pada Lisa. Lisa langsung mengelus kepala Putri sambil bertanya tentang kegiatan Putri di sekolah. Lisa akan selalu mendengarkan cerita Putri di sekolah, bahkan Lisa juga selalu mengatakan kalau dede bayi juga ikut senang mendengar cerita dari Putri, karena bagai mana pun juga Lisa sudah menganggap Putri seperti anak kandungnya sendiri, jadi ia selalu mencoba menjadi ibu yang baik untuk Putri. Jadi seperti itulah setiap hari kegiatan Lisa, hanya mendengar cerita dari Putri, setiap kali Putri pulang sekolah, bahkan Putri juga bercerita sambil mengelus perut buncit Lisa, hingga di balas dengan gerakan kecil di dalam perut Lisa. Arga juga selalu menimbrung setiap kali Putri bercerita, dan sesekali juga ia menjahili Putri, hingga Putri mengadu pada Lisa dengan suara manjanya, agar Lisa membela Putri. Arga yang melihat kaki Lisa bengkak, ia langsung memijat kaki Lisa dengan pelan-pelan. Arga tentu sangat paham, karena akan selalu terjadi di usia kehamilan tua, tapi tetap saja selalu membuat ia kuatir. Arga berdiri, ia berjalan untuk mengambil air hangat di baskom, untuk merendam kaki Lisa, tapi kakinya terhenti saat mendengar suara ringisan dari Lisa. Arga langsung menatap wajah Lisa dengan perasaan kuatir sambil menghapus kringat Lisa


" Sayang, kamu kenapa?"


Putri langsung bangun dari pangkuan Lisa, ia duduk di samping Lisa denga perasaan kuatir juga


" Punggungku sakit mas."

__ADS_1


Lisa meringis ke sakitan. Arga mengingat-ingat tanggal melahirkan Lisa yang di beritahukan oleh dokter saat mereka melakukan check up rutin


" Sepertinya kamu sudah mau konteraksi deh, ayo kita berangkat ke rumah sakit, agar lebih jelas."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Arga yang melihat jawaban dari Lisa ia langsung memanggil bi Ida untuk membawa tas perlengkapan Lisa dan perlengkapan bayi yang di siapkan jauh-jauh hari


" Bi Ida...!"


Bi Ida langsung lari mendekati majikannya, karena ia sedang berada di dapur


" Iya den."


" Tolong ambilkan tas yang sudah saya siapkan di samping sofa, lalu bawa ke mobil saya."


" Baik den."


" Putri, kamu duduk di depan iya."


" Iya papa."


Setelah itu Putri langsung masuk, termasuk supirnya juga. Bi ida langsung memasukan tas itu ke bagasi. Setelah itu supir Arga langsung melajukan mobilnya untuk ke rumah sakit. Arga yang mendengar ringisan Lisa, ia semakin kuatir


" Pak Adit, tolong sedikit lebih cepat."


" Baik den."

__ADS_1


Adit melajukan mobilnya sedikit kencang, tapi ia masih tetap menjaga kesalamatan, bagai mana pun juga keselamatan lebih penting. Arga mengusap kringat Lisa yang semakin banyak, rasa kuatirnya bahkan semakin bertambah


" Sabar iya sayang, sebentar lagi kita sampai."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Putri juga sangat kuati dengan kondisi Lisa, ia selalu berdo'a, agar Lisa dan dede bayinya tidak kenapa-kenapa


" Tuhan, semoga mama dan dede bayi tidak terjadi apa-apa, semoga mereka baik-baik saja. Amin." batin Putri


Putri berkali-kali mengucapkan kata-kata itu, ia sangat kuatir dengan kondisi Lisa. Adit juga menyetir sambil sesekali melihat ke arah ke dua majikannya, terutama pada Lisa, ia juga sangat kuatir pada Lisa, dan ia merasa mobil sangat lambat di saat situasi seperti ini, apa lagi jalanan mulai banyak mobil dan motor yang berlalu-lalang, tapi Adit bersyukur karena tidak macet, apa lagi sekarang sudah waktunya orang-orang pulang kerja, jadi akan banyak mobil dan motor yang berlalu-lalang. Arga juga mengusap kringat istrinya sambil berdo'a untuk Lisa dan anaknya


" Tuhan, semoga istriku dan anakku baik-baik saja. Amin" batin Arga


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka sampai di parkiran rumah sakit. Arga langsung mengangkat tubuh Lisa masuk ke dalam rumah sakit, lalu ia berteriak ke suster


" Sus, tolong istri saya."


" Baik pak."


Lisa langsing di letakan di atas ranjang dorong, lalu ia langsung di bawa ke ruangan tempat pemeriksaan, karena ia akan di priksa untuk memastikan akan melahirkan atau tidak


" Bapak harap tunggu di luar."


Arga hanya menjawab dengan anggukan kepala. Adit langsung meletakan tas itu di kursi ruang tunggu. Putri duduk di ruang tunggu dengan perasaan kuatir. Sedangkan Arga terus saja mondar-mandir di ruang tunggu, ia sangat kuatir


Putri langsung mendekati papanya yang sedang mondar-mandir

__ADS_1


" Papa, bagai mana keadaan mama, apa mama dan dede bayi baik-baik saja?"


" Putri tenang, mama sedang di priksa oleh dokter."


__ADS_2