Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 24 Konferensi pers


__ADS_3

Arga hanya bisa menatap Lisa dalam diam saat melihat mata Lisa berkaca-kaca setelah menerima panggilan telpon dari papa mertuanya. Arga berpikir mungkin sekarang papa mertuanya juga ikut menyalahkan Lisa, jadi sangat tidak mungkin untuk menghadirkan mertuanya di konferensi pers nanti. Keterkejutan Arga bertambah saat melihat Lisa tertawa dan tersenyum memandanginya, membuat ia mengerutkan keningnya karena bingung


" Bapak tau, kalau saya sangat beruntung karena pernah menikahi mas Aska."


Arga hanya diam, ia membiarkan Lisa untuk melanjutkan ucapanya


" Karena saya memiliki sosok orang tua lagi yang menyayangi saya selain orang tua saya sendiri."


Arga merasa bangga dan terkesan melihat Lisa, meski sudah di sakiti oleh Aska, tapi Lisa masih bisa menemukan alasan positif karena Lisa telah berhubungan dengan Aska

__ADS_1


" Oh iya, papa juga mengatakan kalau mereka akan hadir di konferensi pers besok, pak."


Kini Arga tau, kalau orang tua Aska memang sangat bijaksana, mereka tau kalau anaknya yang salah dan mereka juga mau mengakui kesalahan anaknya, karena banyak dari orang tua yang lebih memihak pada anaknya, walau pun jelas-jelas mereka tau anaknya yang salah


...****************...


Waktu yang di tunggu-tunggu Lisa akhirnya tiba juga, di mana ia akan melakukan pembalasan terhadap dua orang yang menyakitinya secara berutal. Lisa sudah duduk di kursi yang di sediakan di depannya sudah banyak media dan wartawan yang akan merekam di setiap hal yang akan ia katakan dan lakukan. Lisa tidak menyangka yang berminat pada rumah tangganya sangat banyak, yang ia lupa adalah ia telah melibatkan Arga yang pastinya berpengaruh besar. Selain itu juga masyarakat Indonesia sendiri yang sangat tertarik dengan masalah perselingkuhan. Lisa merasa tertekan dan takut membuat kesalahan, tapi ia juga merasa senang karena di sampingnya telah duduk orang-orang yang mendukungnya secara mati-matian. Di sana ada ke dua orang tuanya, ke dua orang tua Aska dan juga Arga


Lisa menundukan kepalanya sambil menghapus air matanya, karena saat bicara tadi, Lisa berkali-kali mengeluarkan air matanya, karena ia sedih, tapi hanya sedikit, ia membiarkan air matanya terus mengalir, agar orang-orang melihat ia seperti tersiksa dan bersimpati ke padanya, agar bisa merugikan Aska dan Sella. Setelah Lisa menyelsaikan pembicaraannya, Arga membuka suara dan menjelaskan semuanya. Tentang Arga yang membantu Lisa dan mulai simpati, hingga ia menyadari kalau perasaan lain tumbuh di hatinya. Arga juga menjelaskan kenapa bisa bersama Lisa di mall, termasuk Lisa yang minta ijin pada Aska tentang kepergian Lisa bersama Arga. Arga juga memberikan bukti-bukti yang memperkuat argumennya sehingga orang-orang akan lebih percaya. Arga sudah memikirkan segala resikonya, ketika ia mengatakan tentang perasaannya. Arga tidak ingin mengambil resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari jika ia berbohong. Arga juga menegaskan kalau ia yang mencintai Lisa, atau bisa di bilang cinta sepihak. Karena Lisa masih menjujung tinggi rasa cintanya pada suami yang telah tega mengakiti hatinya. Lalu sekarang giliran ke dua orang tua Aska yang angkat bicara, mereka menyampaikan permohonan maaf atas segala tindakan yang di lakukan anaknya, sekaligus memperkuat argument yang di berikan Lisa. Meski ke dua orang tua Aska sempat terkejut dengan pengakuan Arga, tapi ke dua orang tua Aska memahami dan merelakan bahwa Lisa berhak bahagia, pernikahan anaknya dan menantunya benar-benar tidak bisa di selamatkan karena ulah anaknya sendiri. Sekarang tugas ke dua orang tua Aska hanya membantu Lisa untuk menuntut keadilan, agar semuanya menjadi jelas. Acara konfenrnsi pers hari ini berjalan dengan lancar, Lisa lega karena telah memberikan serangan balik dan menunggu hasil dari respon masyarakat pada Aska. Lisa langsung di peluk oleh ke dua orang tua Aska dengan cara bergantian, mereka sebenarnya merasakan malu pada Lisa, tapi mau bagai mana Lagi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa

__ADS_1


" Sekali lagi papa minta maaf nak, maafkan papa yang tidak bisa mendidik Aska, rasanya papa malu punya anak seperti Aska."


Lisa hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak butuh maaf dari papa mertuanya, Lisa tau kalau ke dua mertuanya merasa tidak enak hati, tapi ini bukan kesalahkan ke dua mertuanya, ini adalah kesalahan Aska sendiri


" Papa jangan terus minta maaf, papa tidak salah, jangan terus menyalahkan diri sendiri pa."


Kini air mata Lisa langsung mengalir, nafasnya sangat sesak, sudah dua orang yang menyalahkan diri sendiri karena masalahnya, yaitu papa nya dan papa mertuanya. Dellon langsung menghapus air mata Lisa


" Jangan menangis."

__ADS_1


Lisa menjawab dengan anggukan kepala. Sekarang mereka memutuskan untuk pulang. Lisa pulang bersama ke dua orang tuanya dan di antar oleh Arga, sedangkan ke dua orang tua Aska, memilih untuk menemui Aska


__ADS_2