Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 43 Hamil


__ADS_3

Pernikahan Lisa sudah memasuki usia 3 bulan, dan selama itu juga mereka belum pernah bertengkar sama sekali, terutama saat Arga di rumah, Lisa dan Arga akan menghabiskan waktu untuk bercanda tawa, apa lagi sekarang Lisa hanya di rumah saja, ia hanya fokus untuk mengurus suami dan Putri, membuat ia lebih banyak waktu untuk mereka. Lisa tadi sudah membeli test ke hamilan, karena sudah 1 bulan ini ia merasakan mual, dan lelah, untuk itu ia membeli test kehamilan, karena yang Lisa tau, itu adalah tanda-tanda hamil. Lisa menunggu hasil test kehamilanya di dalam kamar mandi, dengan hati yang was-was, memang selama ini Arga tidak pernah menuntut soal anak pada Lisa, tapi tetap saja, bagi Lisa memiliki seorang anak dari Arga adalah ke inginan terbesarnya setelah menikah. Setelah beberapa menit, Lisa mengangkat test kehamilanya, ia langsung memejamkan mata sesaat sambil berdo'a


" Ya Tuhan, mudah-mudahan saja dugaanku benar."


Setelah mengatakan itu Lisa langsung membuka matanya, ia melihat garis dua yang masih samar-samar di sana, membuat ia langsung tersenyum lebar saat melihat garis dua di test kehamilanya


" Aku hamil, alhamdulilah, terima kasih Tuhan."


Lisa langsung bersujud untuk mengucap syukur, ia tidak peduli dengan lantai kamar mandi yang basah, ia sangat bahagia, karena Tuhan sudah memercayainya dengan memberikan momongan. Setelah bersujud, Lisa langsung keluar dari kamar mandi sambil meletakan test kehamilanya di saku celana santainya, ia langsung keluar dari kamar, untuk menunggu ke pulangan Putri, karena sudah 2 minggu Lisa di larang untuk menjemput Putri oleh Arga. Arga menyuruh Lisa untuk istirahat lebih banyak, karena melihat Lisa yang seperti kelelahan. Lisa duduk di sofa ruang tamu. Tidak lama Putri pun pulang, ia langsung masuk ke dalam rumahnya sambil berlari kecil menghampiri Lisa. Lisa langsung berdiri sambil tersenyum saat melihat Putri yang berlari kecil. Putri langsung menyalami tangan Lisa dengan mencium punggung tangan Lisa, lalu Putri langsung tersenyum menatap Lisa


" Keadaan mama bagai mana? Apa mama jauh lebih baik?"


Saat mendengar pertanyaan dari Putri, Lisa langsung berjongkok, untuk mensejajarkan tingginya dengan Putri


" Mama sudah jauh lebih baik sayang. Putri, apa mau memiliki adik?"


" Tentu saja ma, Putri ingin sekali memiliki adik."


" Sayang, mama sekarang sedang hamil, kamu akan segera memiliki adik."


" Serius ma?"


" Iya sayang."


" Yeh... Yeh.... Akhirnya Putri akan memiliki adik."


Putri sedikit melompat-lompat ke girangan, menurut Putri kebahagiannya semakun bertambah, dari ia memiliki seorang mama, dan sekarang ia akan memiliki seorang adik


" Terima kasih mama, sudah mau memberikan Putri adik."


Lisa hanya mengangguk sambil tersenyum, terutama saat melihat Putri yang sangat kegirangan, ia merasakan sangat bahagia, lalu Lisa langsung memeluk Putri, seperti biasa Lisa akan selalu memeluk Putri, dan di balas pelukannya oleh Putri. Setelah berpelukan, Lisa langsung mengajak Putri untuk mengganti pakaian sekolahnya


" Ayo ganti baju sayang."


" Ma, Putri ganti baju sendiri, mama di sini saja, Putri sudah mau memiliki adik, jadi Putri tidak mau manja lagi sama mama."


" Baiklah, kalau begitu, kalau perlu apa-apa panggil mama."


" Iya ma."


Putri langsung berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya, sementara Lisa duduk lagi di sofa sambil tersenyum, tatapannya terus menatap ke arah Putri yang berjalan menaiki tangga. Setelah itu ia langsung mengambil ponselnya di atas menja, untuk memberi tau'kan ke dua orang tuanya kalau ia sedang hamil, ia langsung menekan tombol memanggil ke nomer mama nya. Setelah di angkat, Lisa langsung berbicara lebih dulu.


" Hallo ma, bagai mana kabar mama?"

__ADS_1


" Baik sayang, kalau keadaanmu bagai mana? Kemarin mama bertemu dengan suamimu, kalau kamu akhir-akhir ini tidak enak badan."


" Aku baik-baik saja ma, bahkan jauh lebih baik sekarang, karena aku sekarang sedang hamil ma."


" Kamu hamil sayang?"


" Iya, aku hamil, dan untuk usia kehamilannya aku juga masih kurang tau, karena aku hanya menggunakan test kehamilan, mungkin ke dokter kandungannya nanti ma sama mas Arga."


" Iya sayang, alhamdulilah kalau kamu hamil."


Liana langsung bersujud di ruang tamu, karena ia memang sedang duduk di ruang tamu, ini adalah sujud syukur, ia sangat bahagia karena anaknya baru saja 3 bulan menikah, tapi sudah mendapatkan calon buah hati. Bagas yang baru saja pulang dari kantor, ia melihat istrinya yang sedang bersujud, ia langsung bertanya pada istrinya dengan perasaan heran


" Ma, kamu kenapa?"


Liana langsung berdiri lagi, ia langsung tersenyum pada suaminya


" Pa, Lisa hamil."


" Mama serius Lisa hamil?"


" Iya pa, ini kalau mau berbicara sama Lisa "


Liana langsung menyerahkan ponselnya pada suaminya. Bagas langsung mengambil ponsel yang di serahkan istrinya, lalu meletakannya di telinganya


" Sayang, apa benar yang di katakan mama, kalau kamu hamil?"


" Alhamdulilah, kalau begitu, selamat iya nak, akhirnya kamu akan menjadi ibu dari anakmu."


" Iya pa, terima kasih pa."


" Apa sudah memberi kabar pada mama mertuamu nak?"


" Belum pa, nanti aku akan kabarin mama mertuaku."


" Iya sudah, kalau begitu papa tutup telponnya."


" Iya pa."


Mereka langsung memutuskan sambungan telonnya. Setelah itu Lisa juga langsung menelpon mama mertuanya. Setelah di angkat Lisa langsung bertanya lebih dulu


" Hallo ma, apa kabar?"


" Baik sayang, kamu bagai mana kabarnya? Sudah 1 bulan kamu tidak main ke rumah mama."

__ADS_1


" Aku juga baik-baik saja, ia ma maaf, aku akhir-akhir ini tidak enak badan."


" Kalau sakit jangan di diamin dong sayang, nanti tambah parah, apa kamu sudah ke dokter?"


" Belum ma, aku belum ke doter kandungan."


" Maksud kamu apa sayang?"


" Aku hamil ma."


" Kamu hamil sayang?!"


" Iya ma."


" Alhamdulilah, akhirnya mama akan mendapatkan cucu baru, selamat iya sayang, semoga kamu dan bayimu selalu sehat-sehat."


" Iya ma, terima kasih, amin ma, iya sudah kalau begitu aku tutup dulu telponnya iya ma."


" Iya sayang."


Lisa langsung menutup sambungan telponnya, lalu langsung meletakan ponselnya di atas meja. Tidak lama Arga pulang, dengan senyuman yang mengambang di bibirnya. Setelah menikah memang Arga sangat berbeda dari biasanya, ia sekarang lebih banyak tersenyum dengan siapa saja, termasuk dengan karyawan kantornya. Lisa yang melihat suaminya pulang, ia langsung lari kecil ke arah suaminya


" Sayangku.....!"


Itu lah tingkah konyol Lisa setiap menyambut suaminya pulang, ia langsung meraih tangan suaminya, lalu mencium punggung tangan suaminya dan di balas dengan mencium keningnya oleh suaminya


" Mas, sudah pulang? Tumben?"


" Kalau pekerjaanku tidak terlalu menumpuk, untuk apa berlama-lama di kantor, aku bahkan lebih bahagia kalau selalu ada di rumah dan menemani istri tercintaku."


" Ah.. Sayang! Aku jadi baper."


" Aku suka kalau kamu baper, setidaknya kamu akan selalu memikirkan aku setiap saat."


" Mas bisa saja."


" Putri kemana sayang?"


" Putri di kamarnya mas, katanya sekarang Putri mau ganti baju sendiri."


" Baguslah kalau tidak manja lagi, biar aku saja yang tambah manja sama kamu sayang."


Arga mencubit pelan pipi Lisa sambil tersenyum lebar

__ADS_1


...****************...



__ADS_2