
Arga tau kalau Lisa sangat canggung padanya, untuk itu ia langsung menurunkan Putri dari gendongannya. Arga yang mengetaui Putri sangat menyayangi Lisa, ia bermaksud untuk meninggalkan mereka berdua, karena kedepannya mungkin Putri tidak pernah bertemu lagi dengan Lisa
" Papa akan pergi, Putri bisa bermain bersama mama sampai sore, biar nanti sopir papa yang jemput Putri."
Putri hanya menjawab dengan anggukan kepala. Arga langsung mengelus kepala Putri sambli tersenyum, lalu ia langsung melihat ke arah Lisa
" Pergilah jalan-jalan bersama Putri, tidak perlu kembali ke kantor."
Arga langsung melangkahkan kakinya
" Tunggu pak.."
Arga menghentikan langkah kakinya saat di panggil oleh Lisa, ia langsung berbalik ke arah Lisa, ia menunggu apa yang akan di katakan Lisa
" Kenapa kita tidak jalan-jalan bertiga, anggap saja sebagai tanda perpisahan dan terima kasih saya."
__ADS_1
Lisa juga tidak tau, kenapa bisa mengatakan itu yang pasti Lisa bisa merasakan kesedihan yang di alami oleh Arga. Lisa juga berpikir, mungkin ini untuk memberikan kenangan indah pada Arga, sebagai ucapan terima kasih karena telah banyak membantunya dan juga tanda ucapan perpisahan bersama Arga. Arga terkejut saat mendengar ucapan dari Lisa, tapi ia juga merasa senang karena bisa menyimpan kenangan dan potret impian keluarga yang ia bayangkan bersama Lisa, walau pun hanya sehari
" Boleh'kah saya mengajukan permintaan ke pada kamu?"
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Saya minta sehari saja untuk berpura-pura jadi istri saya dan mama untuk Putri, setelah itu saya akan melepaskanmu dan tidak akan mengganggumu."
Lisa yang mendengar permintaan Arga, ia merasakan hatinya tercubit, ia juga bisa merasakan kesedihan yang di alami Arga, lalu ia langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Arga yang melihat jawaban dari Lisa, ia tersenyum lebar. Arga mengajak Lisa dan Putri masuk ke dalam mobil untuk menikmati impiannya. Setelah sampai di mobil Lisa mengingat permintaan Arga, untuk fokus pada mereka berdua. Lisa mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Aska, sebelum mematikan ponselnya. Setelah mendapat balasan dari Aska dan mendapat ijin, lalu Aska juga bilang kalau ia akan pulang terlambat, karena ada meeting. Lisa langsung mematikan ponselnya. Lisa dan Putri sedang bernyayi dan sambil menggoyang-goyangkan badan mereka. Sesekali Lisa dan Putri tertawa, saat Putri dengan sengaja mengganti liriknya, atau keliru dengan liriknya, dan itu semua tidak luput dari pandangan Arga, walau pun Arga tetap fokus pada kemudi, tapi ia sesekali melirik mereka, untuk merekam momen yang mungkin tidak bisa ia nikmati lagi. Mereka berjalan-jalan ke mall, untuk membeli beberapa baju sehari-hari Putri, selain itu Putri bisa bermain di time zone. Tidak terasa waktu sudah sore, banyak yang di lakukan oleh mereka, dari berbelanja, menemani Putri di time zone. Kini mereka menunggu waktu untuk melihat Frozen 2 di bioskop. Arga hanya ingin menghabiskan waktunya seperti keluarga yang lain, yang berjalan-jalan sambil berbelanja bulanan. Sambil menunggu waktu untuk menonton bioskop. Putri meminjem ponsel Papa nya untuk berfoto
" Papa, Putri pijam ponsel papa, untuk berfoto bertiga."
Arga menyerahkan ponselnya pada Putri. Tapi karena tangan Putri kecil, jadi usahanya tidak berhasil. Arga memutuskan untuk meminta bantuan pada orang lain
" Tolong bisa bantu saya untuk berfoto?"
__ADS_1
" Bisa pak."
Orang tersebut mengambil ponsel yang di serahkan Arga. Lisa merasa sangat canggung, tapi orang yang akan mengambil fotonya menyuruh Lisa untuk mendekat
" Mama nya tolong geser, biar lebih dekat."
Mendengar itu dan mengingat janjinya, ia pun bergeser untuk lebih mendekat dari mereka. Mereka pun selsai berfoto. Arga berjanji akan memasang foto tersebut di dalam kamarnya, karena foto tersebut seperti layaknya keluarga kecil yang bahagia. Lisa tersenyum saat melihat hasil foto tersebut, pikiranya melayang, ia membayangkan memiliki anak bersama Aska, lalu berfoto seperti itu, mungkin akan sangat membahagiakan. Kini waktunya untuk masuk ke dalam bioskop. Lisa dan Arga yang menggandeng tangan Putri yang ada di tengah-tengah. Baru beberapa langkah, Arga menghentikan langkah kakinya, karena tiba-tiba Lisa diam mematung. Arga mencoba bertanya berkali-kali, tapi Lisa tidak menjawab pertanyan Arga. Lisa hanya memandang ke satu arah, membuat Arga mengikuti ke arah pandangan yang Lisa lihat. Di sana Arga melihat suami Lisa bersama wanita yang ia ketahui yaitu selingkuhannya, membuat dadanya bergemuruh marah, melihat wanita yang di cintainya di permainkan, dan di sakiti kembali oleh laki-laki yang sama, tapi ia tidak ingin gegabah, sedangkan Lisa sendiri terlihat nafasnya memburu menahan amarah. Arga yang melihat Lisa akan bergerak ke arah suaminya, ia langsung menghadang jalannya
" Minggir pak, saya ingin menghampiri mereka."
" Lisa, dengarkan saya, saya tau kamu marah, tapi dengan kita melabrak mereka, kita tidak akan mendapatkan hasil."
" Lalu saya hanya harus berdiam diri begitu pak?"
Suara Lisa bergetar karena menahan amarah dan tangisan yang ia tahan
__ADS_1
" Kita akan ikuti mereka, setelah itu kamu bebas melakukan apa pun Lisa."
Mendengarkan ucapan Arga, Lisa hanya mengangguk, tadi pikirannya tidak bisa bekerja secara normal, kini Lisa mengikuti mereka berdua, siapa tau Aska hanya melakukan tugasnya sebagai seorang ayah. Arga menelpon sesaorang kepercayannya untuk mengantarkan Putri pulang. Arga tidak ingin kalau Putri melihat hal-hal yang tidak sepantasnya di lihat dengan usianya. Setelah Putri pergi, Arga menemani Lisa duduk diam, mengamati pintu yang akan di gunakan Aska dan Sella untuk keluar dari bioskop. Arga bisa melihat kalau Lisa beberapa kali menghela nafas, ia mengelus punggung Lisa, untuk mencoba menenangkan. Setelah 2 jam Arga dan Lisa menunggu mereka keluar dari bioskop, lalu mereka langsung mengikuti dengan jarak yang aman, tapi masih bisa di dengar oleh mereka. Tidak ada yang aneh dari pembicaran mereka, hanya sekitar bayi yang ada di dalam kandungan Sella. Pada awalnya Lisa sudah tenang karena ternyata suaminya hanya melakukan tunggung jawabnya, tapi kini hati Lisa seperti di hantam oleh batu, hancur berkeping-keping dan kepingannya tambah sulit untuk di satukan kembali. Suami yang sangat ia cintai dan percaya, tega menghancurkan hatinya sampai tidak tersisa. Sakitnya di selingkuhi dan di tinggalkan, masih bisa ia tahan, akan tetapi demi bersama Sella, suaminya tega menjebak dirinya, karena Lisa mendengar kalau suaminya berpura-pura untuk kembali pada dirinya hanya untuk melancarkan rencana suaminya dan Sella, karena di sini Lisa mendengarkan kalau Sella menagih janji, bahwa Aska akan segera betcerai dengan Lisa, karena sudah 1 bulan lebih Aska masih belum juga menceraikan Lisa, hingga membuat Sella marah.Aska juga mencoba menenangkan Putri, kalau rencana mereka akan segera berhasil, karena Aska merasa kalau Arga sangat tertarik pada Lisa. Sella yang mendengar hal itu, ia pun kembali tenang. Lisa sudah tidak bisa tenang lagi, ia langsung menghampiri mereka berdua, setelah sudah di belakang mereka, Lisa langsung menendang tepat di pusat milik Aska, hingga Aska mengaduh ke sakitan, sedangkan Putri, ia sangat syok dengan serangan yang tiba-tiba