
" The real lempar batu sembunyi tangan."
" Suami tidak tau malu, mengorbankan istrinya hanya demi wanita penggoda."
" Pelakor semakin meraja lela, suami pilih tinggalkan istri sah."
" Tidak tau malu, suami mencoba memutar balikan pakta."
" Wanita tidak tau di untung, sudah di anggap adik, eh malah merebut suaminya."
Itu adalah judul artikel dan masih banyak lainnya yang kini tengah beredar di TV, majalah, koran, dan juga media sosial. Lisa membacanya dan melihat respon masyarakat yang di berikan ke padanya. Lisa bersyukur karena respon dari masyarakat sangat banyak. Bayak orang-orang yang memihak Lisa, dan memberikan cacian pada Aska dan juga Sella, tapi yang menarik perhatiannya adalah respon orang-orang yang memuji Arga, yang bersikap gentlmen yang berdiri dengan gagah di samping Lisa. Karena pada mulanya Lisa ketakutan jika orang-orang akan meragukannya dengan kehadiran Arga. Namen Lisa bersyukur ada Arga yang selalu mendukung dan membantunya, tapi Lisa belum bisa menerima perasaan Arga. Masih ada ketakutan untuk memulai hubungan baru dan fokusnya masih upaya pembalasaan rasa sakit hatinya untuk dua orang tersebut. Saat ini Lisa akan bersiap untuk mengambil tindakan baru, yaitu segera melayangkan gugatan cerai di pengadilan negri agama
...****************...
Sedangkan kini Aska dan Sella sedang kelabakan menghadapi keadaan mereka, wajah mereka sedang ada di mana-mana dan menjadi perbincangan hangat bagi orang-orang. Aska dan Sella bahkan mematikan ponselnya, karena dari tadi banyak yang menelponnya, untuk menanyakan kebenaran tentang berita, bahkan juga teror untuk mereka. Kini mereka tidak bisa keluar rumah, karena banyak orang-orang yang berkerumun di depan rumah mereka, entah mereka tau dari mana identitas dan alamat rumahnya, tapi yang jelas Aska dan Sella kini tidak bisa bernafas lega. Aska melihat pak RT yang membubarkan orang-orang yang berkerumun di depan rumah Aska. Aska bermaksud ingin mengucapkan terima kasih pada pak RT, karena telah membubarkan orang-orang tersebut, tapi kenyatan malah kembali menamparnya
" Terima kasih pak RT."
" Mohon maaf pak Aska, saya di sini ingin mewakili warga sekitar yang merasa terganggu dengan keributan yang pak Aska sebabkan, dan saya juga mendengar laporan kalau pak Aska membawa wanita yang bukan muhrimnya untuk tinggal di sini, oleh sebab itu saya mohon pada pak Aska untuk meninggalkan rumah bapak sementara waktu."
Aska sangat marah, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah buah dari kesalahanya, seharunya ia lebih berhati-hati dalam bertindak yang tentu saja akan memperkeruh keadaan. Namen tiba-tiba Sella keluar, ia langsung mengenterupsi pembicaraannya pada pak RT tanpa bisa di cegah
" Bapak ini RT, harusnya bapak bisa menenangkan warganya, ini rumah mas Aska! Bapak punya hak apa untuk mengusir kami?!"
Suara keras dari Sella, mengundang orang-orang untuk mendatangi mereka dan membuat keadaan menjadi tidak terkendali, karena warga khususnya ibu-ibu mulai mengatai, mengumpat dan menghina Aska dan Sella. Bahkan ibu-ibu itu membawa sayuran busuk, telor busuk ke halaman rumah mereka dan memberikan sumpah serapah yang akan berlanjut dengan tindakan fisik. Melihat itu pak RT membubarkan warga dan Aska mengajak Sella untuk masuk ke dalam rumah. Aska mengemasi barang-barang mereka, untuk menginap di hotel, ia berpikir mungkin akan jauh lebih baik untuk saat ini, sampai keadaannya membaik
__ADS_1
" Ayo kita pergi ke hotel Sella, mungkin akan jauh lebih baik."
" Baik mas."
Aska mengajak Sella untuk menginap di hotel tempat mereka menginap, tapi saat mereka keluar rumah, mereka di kejutkan dengan keadaan mobilnya penuh dengan coretan kata-kata kotor dan bau yang menyengat karena sayuran busuk dan telur busuk, kini bertambah dengan banyak kotoran ayam yang ada di mobil dan halaman mereka. Aska memilih untuk mengabaikannya, ia memutuskan untuk segera pergi sebelum keadaan semakin tidak terkendalikan lagi. Namen saat akan melajukan mobilnya, ia merasa ada yang salah dengan mobilnya, sehingga ia memilih turun dan langsung memeriksa mobilnya, ia mendapati ban mobilnya kempes karena di tusuk oleh benda tajam, ia ingin minta bantuan pada tetangga, tapi sangat tidak mungkin karena mereka hanya melewati dan mencibir. Aska langsung menelpon montir untuk memperbaiki mobilnya, itu pun Aska harus menunggu montir karena menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk montir itu sampai ke tempat Aska. Di saat menunggu montir datang, Aska memilih untuk bersandar di samping mobilnya, untuk menghirup udara segar yang di ikuti Sella di sampingnya. Tiba-tiba ada orang yang menghampiri mereka
" Satu malamnya berapa mbak?"
" Maksudnya apa?"
Sella sangat ke bingungan dengan maksud pertanyaan dari lelaki tersebut
" Satu malamnya mbak berapa? Satu juta? Atau dua juta?"
Aska paham dengan pertanyaan dari lelaki tersebut, ia langsung menonjok lelaki yang seenaknya merendahkan dan melecehkan Sella, tapi hanya di balas dengan kekehan oleh lelaki yang ada di hadapanya, lalu lelaki itu langsung meludahi Sella, tepat pada wajahnya. Aska hampir ingin memberikan pukulan lagi pada lelaki itu, tapi kata-kata lelaki itu lebih menohok
Lelaki itu sekarang sedang tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya, seolah-olah kejadian seperti ini adalah super lucu. Hal itu menjadi tongtonan warga yang memberikan tepuk tangan meriah karena pertunjukan yang mereka saksikan, menggambarkan isi hati mereka ke pada Aska dan Sella, bahkan kini mereka ikut melontarkan kata-kata yang tidak enak di dengar
" Sampah masyarakat nih mereka berdua."
" Dua-duanya sama-sama sakit jiwa. Apa lagi dengan wanitanya sudah di kasih tempat tinggal, sudah di kasih kerjaan, eh malah merebut suaminya, dasar wanita tidak punya otak! ."
" Udah tidak tau malu, hidup lagi."
" Untung bunting, kalau tidak bunting, sudah aku lucuti pakaiannya, terus di tarik oleh orang satu kampung."
__ADS_1
" Najis banget deh liat bentuknya seperti ini."
Sahut-sahutan dari warga, seoalah seperti monster yang mengurung mereka berdua, membuat Aska dan Sella hanya bisa pasrah dengan yang di alaminya sekarang. Bersyukur ada taksi jadi Aska dan Sella memilih naik taksi, dan segera meninggalkan tempat tersebut. Setelah check in di sebuah hotel, Aska langsung merebahkan badanya, ia merasakan sangat lelah dan ingin segera istirahat. Baru memejamkan mata, Aska di kejutkan dengan getar ponselnya
Dret...dret..
Aska melihat nama Lisa di sana, ia langsung mengangkat telponya. Lisa langsung bicara lebih dulu
" Apa bisa bertemu besok?"
" Baik, di restouran dekat hotel 21."
Setelah Aska mematikan telponnya, ia melihat Sella yang memasang wajah marah
" Ada apa lagi kalian berencana bertemu?!"
" Harus ada yang kami bahas."
" Aku ikut!"
" Tidak perlu, kamu ingin keadaan kita bertambah kacau bagi kita?"
" Itu juga karena istri mas yang mandul itu!"
" Berhentilah berbicara, lebih baik kita sekarang istirahat."
__ADS_1
Aska lebih memilih untuk mengabaikan ocehan Sella, karena ia besok harus bertemu Lisa