
Tubuh Lisa langsung bergetar, ia langsung menarik tangan adiknya untuk mengantarkannya ke bandara. Air mata Lisa tidak bisa di bendung lagi, ia memeluk pinggang adiknya sangat erat, ia menyalurkan rasa takutnya jika Arga dan Putri benar-benar mininggalkannya. Lisa mencoba untuk menghubungi Arga, namen suara operator yang menginformasikan jika nomer yang di hubunginya sedang tidak aktif, selalu menyambungkan ke indra pendengaranya. Lisa semakin erat mengeratkan pelukanya pada adiknya sambil menggigit bibir bawahnya, lalu ia terus berdo'a semoga ia tidak terlambat untuk mencegah keberangkatan Arga dan putri. Sesampainya di bandara, Lisa langsung berlari ke pintu pemberangkatan, ia menyusuri pandangannya ke seluruh tempat itu, ia berharap bisa menemukan Arga. Lisa membaca papan jadwal ke berangkatan pesawat, ia membacanya dengan teliti sambil memegang dadanya yang terasa takut kehilangan mereka. Reyhan berhasil menyusul kakanya setelah ketinggalan jejak dari kakanya, lalu ia langsung membantu kakanya untuk menemukan jadwal ke berangkatan pesawat. Reyhan melihat jadwal penerbangan ke jepang yang akan pergi 15 menit lagi, lalu ia langsung mengatakanya pada kakanya
" Kak, keberangkatan pesawat ke jepang hanya memiliki waktu 15 menit lagi."
Lisa yang mendengar ucapan dari adiknya, ia langsung pergi mencari kursi-kursi untuk mencari keberadaan Arga, lalu ia semakin menangis karena waktu pencariannya sudah habis, dan ia sudah tidak bisa masuk. Pesawat yang pergi menunju jepang itu sudah berangkat, membuat Lisa terduduk sambil menangis. Lisa menangis semakin kencang, ia menyadari kebodohannya yang telah menolak Arga, ia juga tidak peduli menjadi pusat perhatian orang-orang, karena hatinya sangat sakit, harus kehilangan orang yang ia cintai. Reyhan langsung duduk, ia langsung menarik kakanya dalam pelukannya
" Dek, Arga dan Putri meninggalkan kaka sendiri. hiks...hiks..."
Reyhan hanya bisa mengelus punggung kakanya, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, karena ia juga bingung harus berbicara apa pada kakanya. Inilah yang Reyhan takutkan, akhirnya terjadi juga, kakanya akhirnya menyadari kebodohanya, walau pun sudah terlambat, ia juga merasakan apa yang kakanya rasakan
" Dek, jelas-jelas kaka. Hiks...Hiks.. Sudah memakai cincin darinya dan setuju untuk menikah denganya."
Lisa mengatakannya dengan terputus-putus, dan semakin kencang menangis. Semakin banyak orang yang mengelilinginya, tapi Lisa masih tetap tidak peduli, walau pun dirinya menjadi pusat perhatian. Akhirnya Reyhan menyampaikan unek-uneknya dari kemarin-kemarin
" Inilah yang aku takutkan kak, itu kenapa aku sangat marah, aku berarap kaka segera menyadarinya sebelum terlambat, tapi pada akhirnya kaka tetap saja terlambat menyadarinya."
" Kaka memang sangat bodoh dek, kaka tidak pernah menyadarinya kalau kaka juga sangat mencintai Arga."
__ADS_1
Lisa sekarang merutuki kebodohannya, karena ia tidak menyadari kalau ia juga mencintai Arga, dan cinta Arga sama sekali tidak bertepuk sebelah tangan
" Kira-kira apa Arga akan kembali lagi ke indonesia?"
" Tentu kak, tapi bang Arga tidak tau kapan akan kembali, yang jelas ia kembali jika sudah benar-benar melupakan kaka."
Reyhan mengatakan dengan jujur apa yang Arga ucapkan saat di cafe, membuat tangisan Lisa semakin menjadi-jadi, dadanya merasakan sesak, dan tubuhnya seperti di hantam batu, merasakan nyeri di seluruh tubuhnya, saat mendengar jawaban dari adiknya
" Apa Arga akan benar-benar melupakan kaka? Jika benar, maka kaka adalah wanita yang paling bodoh, karena telah menolak lelaki yang paling sempurna."
" Ayo kak, kita pulang."
Reyhan langsung melepaskan pelukanya dari kakanya, ia langsung menghapus air mata kakanya. Lisa menatap orang-orang sekelilingnya yang menatap ia, ia menyadari kalau ia seperti menjadi wanita gila, karena telah menangis di tengah-tengah kerumunan orang-orang. Reyhan memeluk pinggang kakanya sambil berjalan, ia tau kalau kakanya sudah tidak memiliki tenaga untuk keluar dari parkiran. Setelah di parkiran, Reyhan langsung melajukan motornya untuk pulang, ia masih merasakan kalau kakanya masih meneteskan air mata, tapi ia tetap fokus pada jalan,karena keselamatan adalah jauh lebih penting dari segala apapun, hingga ia sampai di pekarangan rumahnya. Lisa langsung turun dari motor, lalu berjalan memasuki rumah dengan kaki yang lemas sambil di ikuti adiknya dari belakang. Lisa saat akan menaiki tangga, ia sudah akan terjatuh, tapi Reyhan dengan sigap menahan tubuh kakanya, lalu langsung mengangkat tubuh kakanya untuk menaiki tangga, ia tau kalau kakanya sudah tidak memiliki tenaga untuk sekedar berjalan, hingga ia sampai di depan pintu. Lisa langsung membuka pintu menggunakan tangan kirinya, agar ia bisa masuk. Reyhan langsung meletakan tubuh kakanya di atas ranjang, lalu ia juga duduk di atas ranjang
" Sekarang lebih baik kaka istirahat, jangan terus menangis."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Reyhan langsung keluar dari kamar kakanya, ia memberikan kakanya waktu untuk sendiri. Reyhan langsung duduk di sofa ruang tamu, dengan wajah yang sangat lelah, karena ia lelah melihat kakanya menangis. Bagas dan Liana baru saja datang, ia melihat wajah anaknya seperti lelah, dan seperti ada sesuatu, lalu mereka berdua langsung duduk di ruang tamu, dengan Bagas yang duduk di sofa depan anaknya, sedangkan Liana duduk di samping anaknya
__ADS_1
" Rey, sebenarnya kamu kenapa, apa putus dengan pacarmu?"
" Rey, baik-baik saja ma, yang tidak baik-baik saja adalah kak Lisa, dia sedang istirahat sekarang, dia sedang menyesali keputusan bodohnya saat itu, setelah bang Arga pergi ke jepang untuk melupakannya."
Bagas dan Liana hanya bisa menghela nafasnya, mereka memang sudah sangat setuju dengan Arga, apa lagi mereka sudah mengetahuinya kalau Arga adalah lelaki yang sangat baik dan perhatian
" Penyesalan memang tidak datang di depan, seharusnya kakamu itu berpikir terlebih dahulu, sebelum menolak Arga. Arga adalah lelaki yang sangat baik, sangat lembut, perhatian, bisa di lihat dari cara Arga yang menyayanginya, sekarang mama akan ke kamar kakamu dulu."
Reyhan hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Liana langsung menaiki tangga, lalu setelah di depan kamar anaknya, ia langsung mengetuk pintu kamar itu
Tok-tok
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam, membuat Liana masuk ke dalalam kamar anaknya, di sana ia bisa melihat anaknya yang sedang menangis sesegukan dengan wajah yang di tutupi dengan kedua tangannya. Liana langsung duduk di samping ranjang, lalu ia langsung menarik anaknya dalam pelukannya
" Sabar sayang, semuanya akan baik-baik saja, mama yakin kalau Arga akan kembali lagi padamu, jadi jangan menangis, Arga dan Putri hanya membutuhkan waktu untuk menghilangkan rasa kecewanya."
Entah kenapa tiba-tiba saja mulut Liana berbicara demikian, jelas-jelas kata-kata itu tidak ada di dalam pikirannya. Lisa yang di peluk oleh mamanya, ia hanya menjawab ucapan mamanya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak yakin kalau Arga akan kembali lagi padanya, apa lagi ia tau dari adiknya, kalau Arga pergi karena ingin melupakannya
__ADS_1