
Pagi harinya Lisa melihat papa nya dan Reyhan tengah bersiap-siap untuk menemui Aska, membuat Lisa menatap papa nya dengan perasaan kuatir, ia takut papa nya akan di sakiti, bukan menyakiti pisiknya, karena ada Reyhan, tapi ia takut papa nya akan di sakiti oleh perkataan Aska
" Papa, kurasa papa tidak perlu menemui mas Aska."
" Tenanglah, tidak perlu kuatir ada Reyhan juga."
Reyhan yang merasa kakanya sangat kuatir, ia pun langsung berbicara pada kakanya
" Kaka meremehkan aku? Aku ini seorang pelatih bela diri."
Lisa hanya pasrah melihat papa nya dan adiknya untuk menemui Aska di rumah yang dulu ia dan Aska tempati. Sebelum papa nya berangkat, Lisa memeluk papanya dan menepuk pundak Reyhan dan berpesan pada Reyhan
" Hati-hati di jalan, jangan ngebut, dan jaga papa."
Bagas mengangkat tangannya di kepalanya seperti hormat tentara
" Perintah laksanakan."
Setelah menempuh perjalanan satu jam, Bagas dan Reyhan sampai di rumah Aska. Bagas segera turun dari motor dan memencet tombol bell rumah Aska.
Ting-tong
Tidak perlu waktu lama, pintu telah di buka dan menujukan wajah lelaki yang menyakiti anaknya. Sedangkan Aska yang melihat papa mertuanya, ia sangat terkejut dan takut kerena ia telah menyakiti hati anaknya. Dulu Aska yang menjabat tangannya untuk meminta anaknya dan juga ia takut karena papa mertuanya tidak datang sendiri, melainkan bersama adik iparnya yang teknik seni bela dirinya tidak bisa di anggap remeh. Aska dengan gugup mempersilahkan mereka masuk
" Silahkan pa, Rey masuk dulu."
__ADS_1
Mereka pun langsung duduk di sofa. Bagas hanya diam, ia ingin Aska yang mulai pembicaraannya, setidaknya Aska menujukan rasa bersalahnya, tapi yang di tunggu tidak juga terlaksana, membuat Bagas mulai pembicaraannya terlebih dahulu
" Papa diam karena berharap kalau kamu membuka suara lebih dulu, setidaknya mengucapkan maaf meski hanya pura-pura."
Ucapan papa mertuanya sangat menohok, membuat Aska merasa seperti pecundang sepenuhnya, ia merasa sangat malu dan seperti tidak memiliki harga diri lagi untuk berhadapan dengan papa mertuanya , bagai mana bisa papa mertuanya masih menunggu kata maafnya dan memanggil diri sendiri dengan panggilan papa, di saat ia sudah menyakiti hati anaknya
" Kamu tau saat kamu meminta Lisa untuk jadi istrimu dan menjabat tangan papa di depan penghulu, bahkan papa meyakinkan diri papa sendiri kalau kamu layak untuk papa berikan tanggung jawab menjaga anak papa."
Aska hanya bisa diam sambil menundukan kepalanya, untuk mendengarkan ucapan papa mertuanya, karena di sini ia yang salah, jadi tidak ada hak untuk ia membela diri
" Kamu tau dulu papa menetang pernikahan kalian? Lalu papa melihatmu menjaga Lisa dari laki-laki yang menggodanya saat pulang kuliah, dari situlah papa merestui hubungan kalian."
Aska terkejut saat mengetahui kenapa papa Lisa tiba-tiba setuju dengan pernikahan mereka, jelas-jelas pada mulanya papa Lisa sangat getol menolak lamarannya
" Yang papa lupakan adalah mungkin kamu pandai menjaga Lisa, tetapi kamu bodoh untuk menjaga dirimu sendiri."
" Papa juga pernah bilang, jika ada wanita lain yang kamu inginkan maka kembalikan tanggung jawab yang pernah papa berikan ke padamu, saat itu kamu tolak mentah-mentah ide itu, oleh sebab itu papa kemari ingin mengambil kembali tanggung jawab yang pernah papa serahkan padamu."
Aska terkejut saat mendengar penuturan terakhir dari papa mertuanya, ia kira papa mertuanya akan meminta untuk di perbaiki keadaan rumah tangganya sama seperti orang tuanya, tapi ternyata papa Lisa mengambil kembali anak tercintanya dari Aska. Aska tidak bisa menjawab ucapan apapun dari papa mertuanya, ia hanya diam
" Buang saja barang Lisa yang ada di sini, papa bisa memenuhi keperluan Lisa sendiri, kalau begitu papa pamit."
Bagas berdiri dari duduknya yang di ikuti oleh Reyhan dan Aska. Bagas berjalan ke arah pintu untuk meninggalkan pintu rumah itu. Sekarang hanya tersisa Reyhan dan Aska, mereka berdua saling menatap. Setelah itu pandangan Reyhan turun dan fokus pada pusat inti dari Aska. Sedangkan Aska yang di tatap, bergidik ngeri, ia membayangkan yang tidak-tidak
" Aku sudah melihatnya kemarin, sebaiknya kamu segera periksa ke rumah sakit, siapa tau tuh senjata impoten gara-gara tendangan kak Lisa, dan sebelum aku pamit, aku akan menepati janjiku pada kak Lisa."
__ADS_1
Reyhan langsung memegang kerah baju Aska, lalu ia langsung melayangkan pukulan pada Aska
Bruk...
Aska terjatuh karena tidak mempersiapkan diri dari serangan mendadak adik iparnya. Reyhan langsung menindih tubuh Aska, lalu memberi beberapa pukulan lagi pada wajah Aska
Bruk.. Brukk... Bruk...
Wajah Aska menjadi lebam-lebam dan luka pada bibirnya. Reyhan masih belum puas hanya dengan memukul Aska, ia langsung menjambak rambut Aska, hingga mengakibatkan beberapa helai rambutnya ikut rontok di tangan Reyhan, lalu Reyhan berdiri dan langsung merapihkan pakaiannya, lalu ia memutuskan untuk pergi, sebelum pergi ia langsung berbicara lagi
" Itu sebagai balasan karena kamu berani melukai fisik kak Lisa, untuk balasan sakit hati kak Lisa tunggu saja waktunya."
Lalu Reyhan benar-benar meninggalkan Aska sendiri. Reyhan langsung membonceng papa nya untuk kembali ke rumah. Reyhan benar-benar marah melihat kaka perempuan satu-satunya di sakiti, bahkan pernah di lukai secara fisik oleh lelaki itu, karena Arga telah memberi tau nya
Flashback
Saat Reyhan akan pulang ke rumah dari kampus, ia melihat mobil yang keluar dari pekarangan rumahnya, ia pikir mobil itu adalah mobil Aska, jadi ia mengejar mobil itu dan menghadangnya, tapi setelah berhasil memberhentikan mobil itu, yang keluar bukanlah Aksa, melainkan sosok lelaki dewasa yang asing, yang tidak ia kenali, lalu Reyhan segera turun dari motornya dan minta maaf
" Maaf pak, jika saya menggangu bapak, saya salah mengenali orang, karena bapak keluar dari pekarangan rumah saya."
Reyhan menundukan badanya, lalu langsung meminggirkan motornya untuk memberikan akses lewat mobil yang di hadapannya. Arga yang di hadang oleh Reyhan masih berdiam diri di samping mobilnya sambil memandang Reyhan, lalu ia langsung mengulurkan tanganya, dan uluran tanganya di sambut oleh Reyhan
" Perkenalkan nama saya Arga, atasan kaka kamu di kantor, dan sekaligus lelaki yang ada di samping kaka kamu dalam video itu."
Pada mulanya Reyhan sangat terkejut dan baru menyadari bahwa lelaki di hadapannya ini ada di dalam video kakanya
__ADS_1
" Saya Reyhan pak, adiknya kak Lisa."
Setelah itu Arga langsung menceritakan tentang Lisa dengan sangat detail yang di alami oleh Lisa. Termasuk rasa cintanya pada Lisa, ia tidak ingin mencari muka, tapi ia butuh orang yang bisa mengawasi Lisa dan selalu di samping Lisa, karena menurut Arga, Lisa butuh orang yang bisa di andalkan. Itulah kenapa Reyhan sangat marah, lalu menghajar kaka iparnya, dan menyukai Arga untuk menjadi kaka iparnya yang baru. Reyhan tau kalau kakanya masih dalam proses penyembuhan luka di hatinya, tapi bagi Reyhan, obatnya adalah memiliki lelaki baru