
Arga duduk untuk menunggu Lisa, ia tesenyum sambil memegang dadanya yang bedegup sangat kencng karena melihat ekspresi dari Lisa. Arga bisa melihat Lisa yang baru bangun tidur, di tambah semburat merah, mungkin karena malu pada dirinya
" Dasar bodoh, bagai mana kamu bisa bahagia, saat melihat wanita yang kamu cintai sedang sedih."
Arga bergumam merutuki hatinya yang masih bisa bergetar di saat hati wanita yang di cintainya hamcur bekeping-keping
Arga juga tadi sudah menata sarapan yang telah di belinya di balkon, ia ingin menyatap sarapan bersama Lisa sambil menikmati udara pagi dan matahari yang menyegarkan di pagi hari agar pikiran Lisa lebih segar dan terbuka. Lisa keluar dari kamar, lalu ia mencari keberadaan Arga, ia melihat Arga yang sedang berada di balkon. Lisa menghampiri Arga dengan perasaan malu, tapi ia berusaha untuk mengabaikannya dan bersikap biasa saja, agar hubungannya bersama Arga tidak merasa canggung
" Silahkan duduk, ayo kita segera sarapan, makannya sudah hampir dingin."
" Iya pak."
Arga dan Lisa menikmati makanan dalam diam, Arga menikmati momen-momen seperti ini, sebenarnya Arga merasa bersalah karena mengambil kesempatan dalam kesempitan, tetapi Arga hanya menghargai dan menikmati segala hal yang di takdirkan dengan mereka. Sedangkan Lisa, ia merasa beruntung dengan adanya Arga di setiap ia sedang kesulitan, bahkan Arga bisa membuatnya nyaman, seperti saat ini Arga tidak banyak bicara dan selalu ada di sampingnnya menikmati sarapan pagi dengan sinar hangat matahari dan udara pagi. Selesai sarapan pagi Arga dan Lisa tetap duduk di balkon. Arga memilih tidak bekerja sampai menunggu perasan Lisa jauh lebih baik, lalu Arga memutuskan untuk bertanya pada Lisa
" Lalu apa keputusanmu saat ini?"
Lisa masih diam membisu, ia tidak kunjung menjawab atas pertanyan yang di berikan oleh Arga, hanya saja Lisa berkali-kali menghela nafas membuat Arga takut kalau pertanyaannya salah
" Menurut bapak setelah saya di perlakukan seperti itu saya akan melakukan apa?"
Arga menghela nafas saat mendengar pertanyaan dari Lisa, dan ia pun menjawab pertanyaan itu sesuai yang ada di dalam otaknya
" Kalau kamu bertanya pada saya, tentu saya akan memilih untuk berpisah, setelah perbuatannya sudah tidak masuk akal untuk di pertahankan, tapi itu menurut saya, karena saya hanya sebagai penonton, sedangkan kamu yang menjalani dan merasakannya. Jika kamu masih mencintai dia, itu terserah kamu, keputusan apa yang akan kamu ambil."
Lisa yang mendengar jawaban dari Arga, ia hannya mengangguk-anggukan kepalanya pelan, ia senang kalau Arga tidak memaksannya, tapi ia juga sudah membuat keputusan dari semalam
__ADS_1
" Cinta saya memang masih ada untuknya, tapi rasa benci dan rasa sakit hati saya lebih mendominasi. Mungkin bermain-main sedikit dengan mereka akan lebih menyenangkan."
Arga menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan dari Lisa, lalu tiba-tiba ponsel Arga bergetar
Dret....dret...
Arga langsung melihat ponselnya karena ada pemberitahuan masuk di ponselnya, ternyata itu adalah tindakan Lisa kemarin menjadi viral
" Tindakan kemarin yang kamu lakukan telah menyebar dan menjadi viral, kamu ingin saya mengapusnya atau bagai mana?"
Lisa mengambil ponsel Arga tanpa bicara, lalu ia langsung melihat video yang beredar, di sana ia bisa melihat wajah Aska, Sella, dirinya, dan Arga yang terpampang jelas, banyak komentar juga yang membelanya, tapi Lisa kawatir kalau video yang beredar mempengaruhi pamor dan citra dari Arga, yang nantinya akan berdampak pada perusahaan Arga, maka ia membuat keputusan untuk menghapus saja video itu, masih banyak hal yang bisa ia lakukan untuk membalas perbuatan pada ke dua orang tersebut. Lisa langsung mengembalikan ponsel Arga, lalu ia memandang Arga dengan perasaan bersalah
" Maafkan saya karena terus menyeret bapak dalam masalah saya, bahkan bapak terekam dalam video tersebut, lebih baik bapak segera menghapusnya, ssbelum rekan bisnis bapak melihatnya."
" Jangan pikirkan tentang saya, pikirkan saja masalahmu lebih dulu. Jika kamu ingin membalas dendam, video ini sangat membantu, lagi pula jari-jari netizen lebih menakutkan dari pembunuh bersenjata."
" Kita bisa membuat pres komfirmasi untuk meluruskannya dan juga membuat pukulan telak pada mereka berdua, apa lagi kalau orang tua Aska bisa hadir."
" Saya tidak ingin melibatkan orang tua, pasti ke dua orang tuaku dan orang tuanya akan terkejut setelah melihat video ini beredar. Saya yakin mereka berdua akan sibuk mencariku."
" Baiklah, pikirkan semuanya dengan cara yang matang, saya akan mengantar kamu pulang."
" Saya lebih baik di antar pulang ke rumah orang tua saya saja pak."
Arga mengangukkan kepalanya, mungkin akan lebih baik kalau Lisa pulang pada orang tuanya. Arga dan Lisa pun langsung masuk ke dalam mobil, lalu Arga langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak ada obrolan yang tercipta di dalam mobil hingga sampai ke pekarangan rumah orang tua Lisa. Lisa keluar dari mobil di ikuti dengan Arga, pada mulanya Lisa tidak memperbolehkan Arga untuk masuk, karena ia takut kalau suasananya akan tambah kacau, tapi pada akhirnya ia pun menyetujui ucapan Arga, karena Arga ingin menjelaskan kemana Lisa pergi semalam. Arga tidak ingin membuat suasana tambah kacau
__ADS_1
" Lebih baik bapak pulang saja, saya tidak ingin urusannya tambah kacau."
" Saya ingin masuk ke dalam."
" Saya mohon bapak pulang saja."
" Saya tidak bisa Lisa, saya ingin masuk ke dalam, tolong msngerti saya."
Lisa tidak enak pada Arga, akhirnya ia menuetujui arga untuk masuk dengan menganggukan kepalanya. Lisa langsung mengetuk pintu rumah orang tuanya
Tok-tok
Pintu rumah itu terbuka, menampilkan sosok papa nya yang menampilkan eskpresi terkejut. Lisa langsung berhambur memeluk dan menumpahkan tangisannya pada papa nya yang menyayanginya dan mencintainya sepenuh hati, ia adalah bernama Bagas Ramadan. Lalu dari belakang mama Lisa yang bernama Liana muncul, ia pun ikut bergabung memeluk Lisa, setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya masing-masing. Bagas langsung menyuruh mereka untuk masuk
" Mari masuk dulu."
Mereka langsung duduk di kursi ruang tamu, sedangkan mama Lisa ingin ke belakang, tapi Arga langsung menghentikan mama Lisa
" Ibu di sini saja, ada hal yang ingin saya bicarakan pada bapak dan ibu, saya yakin ibu juga butuh waktu untuk bersama Lisa."
Liana langsung duduk di samping suaminya, melihat itu Arga langsung melanjutkan kembali ucapannya
" Kenalkan nama saya Arga, atasan Lisa di kantor dan sekaligus lelaki yang ada di samping Lisa pada video yang tengah beredar. Maaf karena semalam saya tidak langsung mengantar pulang Lisa ke rumah bapak, karena pada hari itu saya tidak mungkin langsung mengantar pulang Lisa dengan keadaan seperti itu, jadi saya membawa Lisa ke apartemen saya, tapi tenang saja saya hanya mengantarkan anak bapak ke apartemen saya, setelah itu saya pergi untuk memberikan waktu pada Lisa."
" Tidak apa-apa nak, terima kasih sudah menjaga anak bapak dan maaf kalau merepotkanmu."
__ADS_1
" Iya tidak apa-apa, saya tidak merasa di repotkan pak."