
Orang-orang banyak yang berkerumun, setelah melihat tidakan Lisa yang membuat Aska dan Sella menjerit. Lisa kini ingin menampar Sella, tapi dengan cepat Arga menahannya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Bukan karena Arga membela Sella, tapi ia tidak ingin kalau Lisa di salahkan karena memukul wanita hamil, apa lagi sekarang banyak orang-orang berkerumun, jadi ai tidak ingin merugikan Lisa. Aska yang belum mengetahui yang menendangnya adalah Lisa, ia mengumpat serapah mengutuk orang yang melakukannya
" Dasar bodoh! Kenapa tidak mati saja!"
Saat rasa sakit Aska mereda, ia langsung menegakan badanya dan ingin membalas perbuatan orang yang telah menendangnya, tapi Aska terperangah saat melihat orang yang ada di depannya. Walau pun begitu Aska mencoba mendekati Lisa dan langsung memegang tangan kanan Lisa. Lisa hanya diam saja, menunggu drama yang akan di mainkan oleh Aska. Aska memegang tangan Lisa dan menatapnya dengan tatapan sendu. Lisa yang melihat Aska pura-pura menyedihkan, membuat Lisa muak
" Sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya mengantar Sella untuk membeli perlengkapan bayi."
Lisa diam sesaat, lalu ia tertawa terbahak-bahak, ia merasa selama ini hanya di bodohi oleh Aska, bahkan saat ia memergoki Aska. Aska masih bisa mengucapkan kebohongan. Lisa langsung menghempaskan tangan Aska
" Aku baru tau kalau lembur kantor semacam pelacuran."
Aska hanya diam saat mendengar ucapan Lisa
" Jadi kamu kembali hanya ingin menjebakku bersama pak Arga? Jadi selama ini kamu selalu mencari tau tentang prilaku pak Arga kepadaku hanya ingin menjebak kita berdua?"
Lisa langsung tertawa lagi dengan air mata yang mengalir deras. Kini orang-orang semakin banyak berkergerumbul dan merekam apa yang sedang terjadi
" Kamu manusia atau bukan?! Aku adalah wanita yang dulu kamu minta pada papanya untuk kamu jaga, tapi kini hanya kamu ingin bersama wanita lain, kamu mempermalukan aku dan menjebakku, seolah-olah aku yang selingkuh!"
Orang-orang mulai berbisik-bisik dan memandang sinis pada Aska dan Sella yang kini hanya bisa diam mematung. Aska sangat malu jika Lisa sangat berani berteriak-teriak di mall dan kini banyak orang yang mengelilingi mereka. Aska yang merasa tidak menguntungkan bagi dirinya dan Sella, ia langsung menggandeng tangan Sella untuk pergi dari hadapan Lisa dan orang-orang yang seperti sedang menjara dirinya. Lisa sangat marah, saat melihat Aska menggandeng tangan Sella untuk menjauh darinya
" Berhenti kalian! Aku bilang berhenti!"
__ADS_1
Pada awalnya Aska tetap mengajak Sella tetap melangkah, walau pun teriakan Lisa menggema di mana-mana, tapi usahanya gagal karena kini orang-orang yang bergerumbul tersebut menghalangi jalan mereka. Walau pun Aska berusaha membuka jalan, tapi hasilnya nihil tidak membuahkan hasil. Aska langsung membalikkan badan, ia langsung menatap Lisa karena pergi pun tidak akan berhasil
" Kita akan bicarakan ini di rumah, jangan seperti anak kecil yang membuat masalahnya menjadi konsumsi publik, benar-benar sangat memalukan."
" Lebih baik menjadi anak kecil, dari pada jadi sampah yang tidak bisa di daur ulang!"
Lisa mendekati ke dua orang yang telah membuatnya mati rasa, yang masih tersisa hanya kebencian dan ingin menghancurkan mereka berdua. Orang-orang mulai mengumpat dan menyumpah serapahi Aska dan Sella, bahkan orang-orang itu mentertawakan mereka secara terang-terangan. Tidak ada satu pun dari mereka yang merasa iba atau kasihan, walau pun mereka melihat perut buncit Sella
" Dengarkan aku baik-baik, aku setuju kita bercerai, tapi aku akan membalas dendam rasa sakit yang aku rasakan pada kalian."
Setelah mengatakan itu, Lisa menghampiri Sella, tapi Arga menahan bahunya. Lisa memberikan senyuman pada Arga, untuk meyakinkan, karena Lisa tidak akan mengotori tangannya. Lisa hampir berhadap-hadapan dengan Sella, tapi Aska menghadangnya, dengan kekuatanya Lisa mendorong Aska ke samping. Entah kekuatan dari mana Lisa bisa mendorong Aska ke samping, mungkin karena rasa sakit hatinya membuat ia kuat. Lisa berhadap-hadapan dengan Sella. Sella adalah sumber kehancuran rumah tangganya. Lisa berdiri tegak sambil memberikan senyum smiraknya, membuat Sella ketakutan sambil meremas gaun yang ia pakai
"Hahahaha... Kenapa tubuhmu menjadi gemetar? Kamu takut padaku? Tenang saja, aku tidak akan mengotori tanganku untuk memukul sampah, karena aku takut nodamu mengotori tanganku."
Plakk...
Lisa yang mendapatkan tamparan, ia tersenyum meremehkan dan tertawa semakin keras, walau pun pipinya merasa panas. Sella tersadar kalau tindakannya semakin membuat keadannya terpojok, karena kini orang-orang menghinanya habis-habisan. Aska yang melihat keadaan semakin buruk dan mengakibatkan tidak baik untuk Sella, ia berusaha untuk melindungi Sella, ia takut nannti Lisa akan membalasnya, akan tetapi kegiatannya terhenti setelah Arga berbicara padanya
" Berhenti, jika kamu berani memegang Lisa, akan saya buat usahamu bangkrut."
Awalnya Aska tidak menggubris ucapan Arga, tapi ia sekarang benar-benar diam, Setelah Arga melanjutkan ucapannya lagi
" Saya tidak pernah bermain-main dengan yang saya ucapkan. Jika usahamu bangkrut, saya tidak yakin kalau wanita itu masih mau bersamamu, dan termasuk anakmu yang ikut menanggungnya."
__ADS_1
Aska hanya bisa diam dengan perasan marah, karena ia tidak bisa mengabaikan ucapan Arga, karena dirinya masih di bawah Arga, apa lagi setelah ini iya yakin kalau orang tuanya tidak akan memberikan bantuan padanya. Lisa mengelus pipinya sambil tersenyum mengejek, ia langsung mengelus perut Sella. Sella langsung melangkah mundur, ia sudah benar-benar takut. Lisa yang melihat Sella takut, ia tersenyum lebar. Lisa meludah pada telapak tangannya sendiri, lalu ia langsung mengoleskan ludahnya pada pipi Sella
" Karena kamu sampah, aku hanya membantu membersihkan wajah penuh sampah milikmu. Sampah memang lebih cocok dengan sampah."
Orang-orang sangat terkejut melihat tindakan Lisa, akan tetapi mereka juga bertepuk tangan , menurut mereka tindakan Lisa lebih menohok dan mempermalukan pasangan sampah di hadapannya. Lisa langsung menabrak bahu Putri di ikuti oleh Arga dari belakangnya, tanpa berbalik badan Lisa langsung berbicara lagi
" Aku akan membuat kalian merasa bahwa di dunia ini tidak ada yang mengharapkan kalian."
Setelah Lisa dan Arga pergi, Aska dan Sella hanya bisa berdiam diri, karena orang-orang masih mentertawakannya sambil menghina mereka habis-habisan
" Sampah, bertemu dengan sampah, memang sangat cocok."
" Punya istri sudah cantik, tapi masih ganjen aja."
" Bersyukur cuma di tendang, kalau aku sudah aku potong tuh burung."
" Cantik sih, tapi sayang, yang bawah buat satu lobang rame-rame."
" Kasihan anaknya, tidak tau apa-apa, setelah lahir dia akan tau orang tuanya seperti sampah."
Sella merasakan terhina dan malu, ia ingin sekali berteriak untuk menyalurkan isi hatinya, tapi ia tidak cukup berani untuk melawan banyaknya orang-orang yang berkerumun mengelilinginya. Aska sudah tidak tahan lagi dengan mereka, ia langsung berteriak
" Berhenti..!"
__ADS_1
Aska langsung merangkul Sella untuk membelah kerumunan, memang sangat sulit untuk keluar dari kerumunan itu, karena oranh-orang mendorong mereka, tapi akhirnya mereka bisa keluar dari kerumunan itu