Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 19 17+


__ADS_3

Entah kenapa mendengar jawaban dari Arga, Lisa merasa senang, Arga melangkah ke arah Lisa, lalu menggandeng Lisa menuju arah kamar yang ada di apartemennya. Jika tadi Lisa merasa sangat menggebu-gebu, setelah memasuki kamar bersama Arga, ia merasa gugup, dan jantungnya berdetak lebih cepat


" Saya mau ke kamar mandi dulu pak."


Arga hanya menjawab dengan anggukan kepala. Di dalam kamar mandi Lisa membasuh wajahnya dan berkumur, lalu mencoba untuk menangkan diri, ia berkali-kali menghela nafasnya, setelah itu ia langsung keluar dari kamar mandi, ia melihat Arga yang sedang duduk di samping ranjang


" Aku akan ke kamar mandi sebentar, kalau kamu berubah pikiran, kamu bisa keluar dari kamar ini, dan gunakan waktu untuk kamu berpikir selama saya ada di kamar mandi."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah di dalam kamar mandi Arga langsung membasuh mukanya, ia memandangi wajahnya di cermin, ia mencoba meyakinkan diri, apa yang akan ia lakukan selanjutnya dengan Lisa, tapi walau pun begitu, ia berharap saat keluar dari kamar mandi tidak menemukan Lisa di kamarnya, yang berarti Lisa berubah pikiran. Namen harapan Arga pupus setelah ia membuka pintu kamar mandi, ia masih melihat Lisa yang berdiri menghadap ke arahnya. Arga mendekati Lisa dengan perlahan-lahan, lalu ia membelai wajah Lisa dan menempelkan keningnya pada kening Lisa


" Sekarang belum terlambat untuk mundur, kalau nanti kamu ingin berhenti, saya tidak bisa jamin untuk menghentikannya."


" Saya tidak akan berhenti!"

__ADS_1


Lisa menjawab dengan penuh keyakinan dan tekad. Arga mengecup kening Lisa, ke dua matanya, pipinya, hidungnya dan saat akan mencium bibir Lisa, ia langsung menatap ke arah mata Lisa, setelah itu barulah ia menempelkan bibirnya pada bibir Lisa. Arga melakukannya dengan perlahan-lahan, karena ia berharap Lisa tau kalau ia sangat mencintainya. Pada mulanya Arga hanya menempelkan bibirnya pada bibir Lisa, namen dengan perlahan ia mulai mencium bibir Lisa. Kini mereka saling berciuman berbagi sailva dan memainkan lidah mereka, saling membelit sehingga menimbulkan suara nafas, dan membuat nafsu Arga maupun Lisa meningkat. Arga semakin memper dalam ciumannya, dengan menahan tengkuk Lisa, sedangkan Lisa meremas rambut Arga. Ke duanya mulai kehabisan nafas membuat Arga menyudahi ciumannya pada bibir Lisa, dan memberi jeda untuk mereka menghirup udara


" Saya tidak bisa berhenti sekarang, maaf."


Arga langsung mencium bibir Lisa lagi, lalu dengan perlahan-lahan ciumanya turun ke dagu dan leher Lisa. Arga menghirup dalam-dalam aroma Lisa, ia langsung menjelajahi leher Lisa, dan memberikan kissmark di leher Lisa. Arga menggiring Lisa menuju ranjang, lalu merebahkan tubuh Lisa dengan perlahan, dan menindih tubuh Lisa. Ciuman ke duanya masih berlanjut, tapi akal sehat Arga pun muncul, walau hanya sedikit, tidak seharusnya ia melakukan ini, masih banyak cara lain untuk membantu wanita yang ia cintainya. Arga mengumpulkan sisa-sisa ke warasanya dan memutus ciumannya, lalu ia menatap Lisa dengan sayu karena menahan gairah yang ada


" Saya tidak bisa, bukan berarti kamu tidak menggairahkan. Saya sangat menginginkannya, tapi saya tidak ingin kamu nanti menyesalinya."


" Sebodoh inikah aku, bukan'kah sebelum menikah aku mememiliki perinsip, tidak segan-segan untuk mengutuk penghianatan dan tidak akan memberikan toleransi, tapi kenapa sekarang perinsip itu hilang, kenapa hancur begitu saja dan setelah menikah aku memiliki perinsip kalau pernikahan itu menjaga komitmen sampai mati, menjaga perasan orang tuaku, dan orang tuanya." batin Lisa


Menurut Lisa pernikahan itu harus menjaga komitmen, ia harus menjaga janji saat akan menikah dan janji pada orang tuanya, orang tua Aska dan janji dengan tuhan. Pada awalnya Lisa tidak bisa mengabaikannya, apa lagi jika ia mengingat-ingat dulu di mana saat ia ingin menikah di usia yang terbilang sangat muda, bahkan ayahnya dulu tidak mengijinkannya untuk menikah, tapi Lisa dan Aska terus berusaha keras meluluhkan hati ayahnya, sampai pada akhirnya ayahnya menyetujui pilihannya. Jika Lisa tidak memikirkan orang tuanya dan orang tua Aska, mungkin akan mudah untuk Lisa melepaskan Aska, tapi kini Lisa tidak bisa pura-pura bodoh hanya karena sebuah komitmen yang tidak di anggap oleh pihak lainnya, sudah saatnya Lisa untuk mengakhiri semuanya. Hatinya sudah mati untuk laki-laki bernama Aska. Jika dulu Lisa ingin mengabdikan diri untuk suami, tapi sekarang tidak lagi, dan sekarang ia juga ingin menyakiti orang-orang yang telah menyakitinya


" Jangan pernah salahkan aku, kalau aku akan menyakiti kalian, karena aku bukanlah sosok wanita yang kejam, tapi aku akan membalas kalian semua, karena kalianlah yang membuat aku jadi sosok kejam." batin Lisa

__ADS_1


Setelah lelah berpikir, Lisa memutuskan untuk tidur, sudah cukup ia memikirkan masalahnya bersama Aska, sekarang ia ingin melupakanya untuk beberapa jam, agar besok otaknya bisa untuk berpikir. Pagi hari Lisa bangun dengan perasan bingung, ia memandangi ruangan itu, ia tidak mengenal ruangan itu. Lisa langsung duduk, ia langsung berpikir kalau dirinya telah di culik, di tengah kepanikanya ia mendengar pintu di ketuk


Tok-tok


Lisa langsung mengeratkan selimutnya, memasang kesiagaan kalau yang masuk akan berbuat macam-macam, tapi setelah melih pintu di buka dan menampilkan sosok Arga, membuat ia mengingatnya bagai mana ia berakhir di kamar ini, membuat pipinya memanas karena merasa malu. Arga yang melihatnya hanya tersenyum mendekati ranjang di tempat Lisa menyembunyikan wajahnya di dalam selimut, ia langsung meletakan paper bag di atas meja


" Bersihkan dirimu, lalu pakailah baju ini, saya tunggu di depan untuk sarapan."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil masih menyembunyikan wajahnya di selimut. Arga masih tersenyum melihat tingkah Lisa, lalu ia pun langsung keluar dari kamar. Setelah mendengar pintu di tutup, Lisa langsung membuka selimutnya, lalu langsung mengumpat pada dirinya sendiri


" Dasar bodoh! Bagai mana bisa kamu semalam menjadi wanita memalukan."


Lisa langsung turun dari ranjang, lalu langsung merapihkan ranjang, setelah selsai ia masuk ke dalam kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2