
Sella benar-benar marah dengan mereka semua, jelas-jelas bukan suami mereka yang ia rebut
" Ini karena kami semua manusia yang simpati dengan manusia lain, yang suaminya di rebut oleh ular berbisa."
Sella memilih untuk pergi, karena ia sudah tidak tahan dengan cacian dan makian yang mereka tunjukan padanya. Sebelum Sella benar-benar pergi, ia masih bisa mendengar orang-orang itu memakinya
" Bagus kalau kamu pergi dari sini, kalau bisa pergi saja dari muka bumi ini, musnah sekalian."
...****************...
Sanksi sosial masih harus di jalani Aska dan Sella, kemana pun mereka pergi, mereka akan mendapatkan pandangan yang tidak mengenakan dan juga cacian. Aska dan Sella juga tidak tau sampai kapan mereka akan tetap melalui itu semua. Hal ini juga di pengaruhi oleh beredarnya video yang kembali membuat masyarakat semakin geram pada mereka, karena ternyata kejadian pertengkaran Aska, Lisa dan Arga, beberapa minggu yang lalu juga di rekam dan di unggah akun gosip. Bahkan setelah berminggu-minggu dan berganti menjadi bulan, tapi keadaan tidak juga kunjung meredam justru semakin memanas, karena orang-orang terus membagikan video yang beredar. Teror dari orang-orang tidak di kenal terus saja masuk menghubungi nomer ponsel Aska dan Sella, membuat mereka merasa tertekan karena mereka merasa semua mata sedang mengawasi mereka dan siap untuk menghukum mereka. Apa lagi beban mental yang harus di tanggung Aska juga bertambah saat hari ini, ia akan mengadapi sidang putusan perceraiannya, setelah beberapa sidang menguras pikiran dan materi. Lisa bisa melihat perubahan pisik Aska yang memprihatinkan, mata yang menghitam, badan yang mengurus, dan rambut yang berantakan, membuatnya semakin menyedihkan. Sedangkan Aska harus menerima kenyataan kalau Lisa jauh lebih baik dan lebih menawan saat berpisah denganya, membuat kenang-kenangan awal mereka menikah terlintas di pikirannya. Aska mulai menyesali keputusannya, seandainya ia tidak terjebak dengan kebahagiaan sesaat, pasti sekarang hidupnya akan tenang bersama Lisa. Kini Aska harus menelan pil pahit akhibat perbuatannya, karena sambil menunggu hakim yang akan membacakan keputusan mereka, ia bisa melihat Lisa yang sedang bersandau gurau dengan Arga. Aska juga melihat pakaian yang di gunakan oleh Lisa dan Arga, memiliki warna yang sama dan panduan yang mirip, ia merasa kalau Lisa dan Arga merencanakan untuk memakai baju yang senada dan seirama. Bahkan Lisa sedang tertawa, seoalah-olah tanpa beban dan sesekali memukul lengan Arga yang melontarkan candaan, membuat Aska berpikir kalau sidang ini tidak berpengaruh pada Lisa, dan hanya ia yang merasa tertekan, bahkan kehadiran ia seolah tidak mengusik Lisa sama sekali, dan pandangan Lisa tertuju hanya pada Arga. Setelah sidang selesai di bacakan oleh hakim, Lisa langsung menghampiri Arga sambil tersenyum lebar. Arga langsung mengelus kepala Lisa, seolah-olah kalau mereka mengatakan berhasil mengalahkan Aska, tapi bukan'kah itu memang kenyataan, karena kebahagiaan sedang di rasakan Lisa, sedangkan Aska sedang hidup dalam kesengsaraan dan penyesalan. Lisa dan Arga lebih dulu meninggalkan ruangan persidangan. Aska berpikir kalau ia tidak akan berhadapan dengan Lisa dan Arga lagi, tapi ternyata dugaannya salah, karena kini Lisa dan Arga sedang menghadang jalannya
" Ini tidak seru sama sekali, ternyata hanya sampai sini perlawanan yang mas Aska berikan?"
Lisa sedang mencoba memprovokasi Aska, tetapi Aska hanya diam tidak bergeming, melainkan Sella yang kini membalas pertanyaan Lisa
__ADS_1
" Itu karena kamu menjual tubuhmu untuk melawan kami, coba saja tidak ada bantuan dari Arga."
Sella berdecik mengatai Lisa, membuat Lisa ingin tertawa, karena Sella dengan tidak tau malu mengatakan itu, seolah Sella lupa dengan perbuatanya
" Tentu saja, setidaknya aku lebih baik darimu, aku menggoda seorang lelaki yang memiliki kedudukan tinggi dan finasial yang baik, bukan seperti dirimu."
Sella merasakan kekalahan dengan ucapan Lisa, karena Lisa mendapatkan tangkapan ikan lebih besar darinya, membuat Sella iri kembali pada Lisa, kenapa Lisa selalu lebih beruntung darinya, jelas-jelas kalau di lihat-lihat ia lebih baik dari Lisa, ia memiliki wajah cantik dan body seksi, tapi kenapa keberuntungan selalu berpihak pada Lisa, di tambah ia harus mendapatkan cacian dan makian hanya untuk menikmati hidup yang layak, seperti memiliki suami pengusaha, sedangkan Lisa dengan mudah menikmati hidupnya yang di impikannya tanpa harus berjuang, tetapi Sella tidak ingin kalah di hadapan Lisa, ia kembali memberikan perlawanan
" Terserah, tetapi kamu harus ingat jika lelakimu lebih memilih aku dan membuangmu. Aku akan menikmati hasil perjuanganmu saat membantu mas Aska membangun usaha."
" Aku suka dengan sikap percaya dirimu, tapi aku rasa kamu juga harus segera mempersiapkan diri untuk kembali ke kehidupan lamamu, menjadi gelandangan!"
Sella akan membalas ucapan Lisa, tapi karena Aska berteriak lebih dulu
" Apa?!"
__ADS_1
Sella beralih menatap Aska, yang sedang memegang ponselnya, dengan wajah yang menunjukan terkejutan dan sangat marah. Tanpa mengucapkan apa pun Aska menarik tangan Sella untuk menjauh dari Lisa dan Arga, karena ada hal mendesak yang harus ia urus. Sebelum mereka menjauh, Lisa kembali meneriaki Sella
" Persiapkan otakmu untuk kali ini, karena mengandalkan tubuhmu tidak akan membantu mas Aska!"
Lisa tersenyum saat melihat Aska tergesah-gesah setelah menerima panggilan telpon dari sesaorang, karena Lisa tau panggilan telpon seperti apa yang Aska dapatkan. Aska dan Sella langsung masuk ke dalam mobil, lalu Aska langsung melajukan mobilnya untuk pergi ke tempat usahanya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit Aska dan Sella sampai di tempat usaha Aska, mereka melihat tempat dengan keadaan yang sangat kacau. Banyak paket-paket yang berserakan di luar gedung, Aska dan Sella langsung memasuki gedung untuk bertanya pada kepercayaannya. Aska dan Sella sampai di depan kepercayaan Aska, ia adalah bernama Aldi
" Kenapa banyak paket yang berserakan di luar, dan apa isi paket itu?"
" Seperti yang saya katakan di telpon tadi pak, kalau banyak paket yang datang, itu isinya adalah produk dari kita, mereka mengembalikan produk kita."
" Apa alasan mereka mengembalikan produk kita? Apa ada yang kurang barang-barangnya?"
"Bukan kurang pak, tapi mereka tidak ingin menjalin kerja sama lagi bersama kita pak."
Aska langsung mengacak-acak rambutnya dengan kasar, jika semua orang menolak kerja sama dan membatalkan kontrak mereka, bisa di pastikan usahanya akan di ambang kebangkrutan. Aska mencoba berpikir untuk mengatasi keadaannya, lalu ia langsung mencoba menghubungi orang-orang sekitarnya untuk meminta bantuan, tetapi tidak ada orang yang menjawab panggilan telponnya, bahkan orang-orang itu meriject panggilan telponnya. Tidak ada pilihan lain selain menjual barang-barang itu dengan harga yang murah, yang penting saat ini bisa menutupi untuk biaya produksi dan menggaji karyawannya, tetapi hal itu bahkan tidak bisa di lakukan karena ada satu perusahaan yang menjual kualitas dan jenis yang sama dengan harga yang sangat murah. Aska tidak menyangka jika hal buruk terus menimpa pada ia akhir-akhir ini
__ADS_1