
Lisa hanya diam membisu, ia bingung dengan permintaan Aska, kalau ia menerima menjadi sahabatnya, ia takut kalau suatu saat Arga kembali dan salah paham pada hubungannya, kalau ia menolak permintaan Aska, ia merasa seperti balas dendamnya terus berlanjut, apa lagi Aska dan Sella juga sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal untuk mereka. Tiba-tiba saja Reyhan masuk ke dalam rumah, karena ia baru saja pulang dari kampus, ia menatap Aska dengan tatapan tidak suka masih sambil berdiri
" Ada apa kamu datang ke rumah kami? Apa kamu ingin menyakiti kakaku lagi? Apa pukulan saat itu belum puas untukmu?"
Aska menghela nafas pelan, di setuasi yang sedang menunggu jawaban dari Lisa, kenapa Reyhan harus datang, membuat Aska sedikit takut, ia mengingat kembali kejadian saat Reyhan memukulinya hingga babak belur, dan bahkan Reyhan menjambak rambutnya hingga rambutnya rontok
" Aku ke sini hanya, ingin bersahabat dengan Lisa."
" Hahaha....hahaha..."
Reyhan tertawa terbahak-bahak, ia merasa sangat lucu dengan ucapan Aska, bagai mana leleki itu mengajak kakanya untuk bersahabat, mengingat dulu menyakiti hati dan fisik kakanya
" Bersahabat? Sahabat seperti apa yang kamu inginkan? Ingat jangan main-main kalau kamu masih menyayangi nyawamu itu!"
Bagas yang dari tadi diam, ia pun langsung membuka suaranya, walau pun ia juga sangat tidak suka dengan keberadaan Aska, tapi ia sebagai orang tua, berusaha bersikap sopan
" Nak, jangan bersikap seperti itu pada tamu."
" Papa bilang lelaki ini tamu? Bukan'kah lelaki ini adalah sampah! Kalau dia bukan sampah, dia harusnya punya malu untuk tidak datang ke sini lagi!"
Reyhan semakin kesal dengan papa nya, bisa-bisanya papa nya mengatakan Aska tamu, dan harus di hargai, bukan'kah dulu Aska menyakiti kakanya tanpa rasa iba, lalu untuk apa, ia juga bersikap sopan pada Aska. Bagas hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak lagi mengeluarkan suaranya. Key pun memutuskan untuk minta maaf pada Reyhan
" Maaf nak, ini mama yang salah, karena tidak bisa mendidik Aska dengan baik, sekali lagi maaf, atas kesalahan yang sudah Aska buat pada kalian."
__ADS_1
Reyhan langsung menatap ke arah Key sambil tersenyum
" Mama, tidak salah apa-apa, hanya saja yang salah anak mama."
Lisa setelah beberapa menit diam, akhirnya ia pun memutuskan untuk menolak Aska jadi sahabatnya, ia tidak ingin lagi berurusan dengan keluarga Saputra
" Maaf mas, aku tidak ingin menjadi sahabatmu, itu sama saja kamu membuka luka lamaku kembali."
Lisa beralasan kalau itu akan membuat mengingat luka lamanya, jelas-jelas ia sudah tidak peduli, hanya saja ia tidak ingin saat Arga kembali, lalu Arga akan salah paham. Aska menghela nafas berat, ia sadar kalau itu akan membuat Lisa membuka luka lamanya, tapi ia juga tidak bisa mengalah begitu saja
" Lisa, aku hanya ingin bersahabat denganmu, setidaknya biarkan aku mendengar keluh kesahmu, agar aku tidak begitu merasa bersalah."
Sebelum Lisa menjawab Reyhan sudah menjawab ucapan Aska
" Aku berharap kamu selalu ingat, kesahalahan apa yang kamu lakukan dulu pada kakakku, agar kamu tidak melakukan kesalahan lagi pada orang lain yang mungkin saja akan menjadi korban selanjutnya!"
" Sekali lagi aku minta maaf, aku tau aku salah."
" Kalau kamu merasa bersalah, lebih baik kalian pergi dari rumah kami! Seharusnya kamu pergi jauh dari kehidupan kakaku kalau kamu masih tau malu."
Reyhan sangat muak saat mendengar kata maaf dari Aska, ia tau Tuhannya maha pemaaf, tapi luka yang Aska torehkan pada kakanya begitu banyak, dan kalau ia membiarkan mereka menjadi sahabat, ia juga takut kalau kakanya jatuh cinta lagi pada Aska, mengingat Aska adalah cinta pertama kakanya, ia ingin kakanya tetap mencintai Arga, karena Arga lah orang yang tepat menurut ia, dan itu juga itung-itung memberikan kakanya pelajaran, agar kakanya tidak mementingkan orang lain di atas perasaannya sendiri. Aska menghela nafas berat, akhirnya ia memutuskan untuk pulang
" Ma, pa, ayo kita pulang."
__ADS_1
Dellon dan Key hanya menjawab dengan anggukan kepala, pikiran mereka juga memang harus pulang, apa lagi Reyhan yang selalu menyudutkan anaknya, membuat mereka berdua sangat malu. Dellon langsung berpamitan pada mereka
" Pak Bagas, bu Liana, saya minta maaf atas perlakuan anak saya."
" Saya sudah memaafkan perlakuan anakmu terhadap anak saya, tapi sebaiknya jangan biarkan anakmu untuk datang kemari lagi, apa lagi kamu mendukungnya untuk melamar Lisa lagi. Saya sebagai orang tua, merasa anak saya itu terlalu mudah untuk kalian sakiti."
Dellon dan Key merasa seperti di tampar, walau pun hanya sebuah ucapan, tapi tetap saja rasanya seperti di tampar
" Iya kami minta maaf."
Mereka langsung keluar dari rumah itu dengan perasaan sangat kecewa, terutama Aska, ia sangat kecewa karena Lisa bahkan tidak ingin menjadi sahabatnya, jangankan untuk mendapatkan Lisa lagi, untuk dekat dengan Lisa saja sekarang tidak bisa, ia dan Lisa sekarang seperti langit dan bumi, sangat jauh sekali. Lisa langsung menaiki tangga lagi, untuk menuju ke kamarnya, karena memang sudah 3 hari semenjak kepergian Arga, Lisa menjadi penyendiri. Lisa langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lalu ia mengaktifkan ponselnya, ia berharap ada pesan masuk dari Arga, tapi tetep saja harapanya pupus, di ponselnya tidak ada pesan sama sekali. Lisa membuka galeri, ia melihat foto saat bersama Arga dan Putri, hingga tidak terasa air matanya menetes
" Arga, Putri, aku sangat merindukan kalian, aku berharap kalian segera pulang, dan kembali lagi padaku."
Lisa bergumam sendiri, ia selalu berharap orang yang di cintainya dan di sayanginya kembali
...****************...
Aska dan orang tuanya sampai di rumah. Aska langsung menghempaskan tubuhnya di sofa, ia sangat sedih. Key dan Dellon menghela nafas berat
" Saat itu papa sudah bilang, jangan menyesal dengan keputusaan yang kamu ambil Aska, tapi kamu selalu saja yakin, dan sekarang Lisa sudah sangat membencimu. Aska, papa minta kamu jangan lagi mengulangi hal yang sama jika suatu saat kamu menikah dengan wanita lain. Jadilah pelajaran dari yang semua kamu alami."
Aska hanya menjawab dengan menganggukan kepala, ia lelah dengan kejadian hari ini, terutama saat ia percaya diri akan di terima lamarannya, tapi ternyata pupus begitu saja, lalu saat ingin jadi sahabatnya juga, Lisa menolak, ia merasa seperti sudah jatuh ke dalam jurang, di tambah lagi harus tertima batu, itulah yang di rasakan Aska sekarang. Key hanya mengelus rambut Aska, ia merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi pada anaknya, tapi ini adalah buah hasil anaknya sendiri, jadi ia tidak bisa berbuat apa-apa
__ADS_1
" Mama berharap kamu benar-benar berubah nak, dan jangan lagi berpikir tentang Lisa untuk sementara, karena akan membuat hidupmu lebih sengsara, ini adalah buah hasil yang kamu tanam dulu."
Aska hanya menjawab dengan anggukan kepala lagi, ia masih enggan untuk menjawab ucapan ke dua orang tuanya