Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 41 Menjemput di bandara


__ADS_3

Sudah 1 minggu semenjak ke pergian Arga, Lisa masih saja diam di kamar, ia habiskan seluruh waktunya hanya di kamar saja. Sepi, sunyi, dan sangat merindukan, itulah yang di rasakan Lisa, entah berapa lama ia akan menunggu Arga kembali padanya lagi, ia juga tidak tau, yang ia tau hanya akan selalu menunggu Arga kembali dan tetap mencintai Arga


Tok-tok


" Masuk."


Liana melangkah'kan kakinya masuk ke dalam kamar anaknya, ia duduk di tepi ranjang. Liana langsung berbicara berbohong, karena yang di bandara bukanlah adiknya, tapi orang yang Lisa tinggu selama 1 minggu ini


" Sayang, bisa tolong jemput tante Amel di bandara?"


" Kenapa harus aku ma? Mama itu kakanya tante Amel!"


" Mama, memang kakanya, tapi dia meminta kamu yang menjemputnya."


Lisa menghela nafas kasar, hari ini pertama kalinya menurut ia mama nya sangat menyebalkan


" Ma, tolong mengerti kondisiku."


" Mama, tidak peduli, sekarang kamu siap-siap, Reyhan sudah menunggumu di ruang tamu."


" Baiklah, mah."


Lisa akhirnya mau tidak mau mengiyakan apa yang di suruh oleh mama nya, ia langsung pergi bersiap-siap, sedangkan Liana langsung keluar dari kamar Lisa. Setelah sekitar 30 menit, Lisa selsai bersiap-siap, sekarang ia langsung keluar dari kamarnya, lalu langsung mendekati Reyhan dan mama nya yang sudah duduk di ruang tamu


" Lama sekali kak, sudah mau telat nie."


" Baiklah, ayo kita berangkat, ma, aku dan Reyhan berangkat dulu."


" Iya sayang, hati-hati."


" Iya ma."


Reyhan dan Lisa langsung masuk ke dalam mobil, karena mereka akan menjemput, jadi Reyhan membawa mobil. Reyhan langsung melajukan mobilnya hingga sampai ke tempat parkiran, mereka langsung ke bandara. Lisa mengingat kembali kejadian saat ia menangisi Arga, ia tersenyum getir, saat mengingat kejadian itu. Tiba-tiba saja pandangannya melihat ke arah lelaki yang berdiri sambil membelakinginya, ia melihat lelaki itu persis seperti Arga, hingga tanpa ragu ia langsung lari ke arah tersebut, lalu langsung memeluk lelaki itu dari belakang, ia merasa sangat bahagia, bahkan air matanya sudah ada di pelupuk matanya


" Arga, aku sangat merindukanmu, aku tidak mau kehilanganmu lagi."

__ADS_1


Lelaki itu dengan perlahan melepaskan tangan Lisa yang berada di pinggangnya, lalu ia langsung membalikan badannya


" Maaf, sepertinya anda salah orang."


Lisa yang masih belum menyadari lelaki itu bukan Arga, ia langsung mendongkakan kepalanya menatap ke arah wajah lelaki tersebut, setelah melihatnya, ternyata benar ia salah mengenali orang, air mata yang akan keluar sebagai tanda kebahagiaan, tapi sekarang sebagai tanda kesedihan


" Maaf."


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Lisa, sedangkan lelaki itu, ia langsung pergi karena melihat wanita yang memeluknya menangis, ia takut kalau orang-orang menyalahkannya. Setelah lelaki itu pergi, Lisa langsung terduduk lemas, ia langsung menangis sekencang-kencangnya. Reyhan langsung memeluk erat kakanya dari belakang


" Dek, aku sangat merindukan Arga hiks....Hiks..."


Reyhan hanya diam saja, ia tidak menyangka kalau kejadian ini akan terulang lagi, jelas-jelas kejadian ini baru saja 1 minggu yang lalu


" Dek, aku merindukan Arga, hiks.... Hiks..."


Reyhan masih tetap diam, ia juga sedikit heran, kenpa mama nya harus menyuruh kakanya ke bandara lagi. Lisa menjadi pusat perhatian banyak orang, membuat dua orang yang baru saja turun dari pesawat itu, penasaran, mereka adalah Arga dan Putri yang baru saja turun dari pesawat. Arga menepuk pelan Reyhan, membuat Reyhan menengok ke belakang


" Bang."


" Dek, aku kangen Arga, aku sungguh-sungguh sangat merindukannya. Hiks...hiks..."


Arga hanya diam, ia tidak menanggapi ucapan Lisa. Lisa menyadari pelukan lelaki di belakangnya bukanlah pelukan adiknya, aroma tubuh yang memeluknya adalah aroma khas Arga, membuat ia melonggarkan pelukannya, lalu langsung menengok ke arah belakang, ia melihat Arga yang sedang tersenyum


" Apa ini mimpi, atau jangan-jangan aku sudah gila." batin Lisa


Lisa berpikir ia gila, karena melihat lelaki yang di depannya adalah Arga, lelaki yang ia rindukan, tapi ia tidak percaya kalau Arga sudah benar-benar kembali


" Kamu, kamu."


Lisa langsung menyubit tangannya sendiri, untuk memastikan kalau lelaki yang di depannya adalah Arga, ternyata benar ia tidak mimpi, dan ia juga tidak gila, lelaki di depannya benar-benar Arga. Lisa langsung memeluk Arga sangat erat sambil menangis


" Hiks...hiks... Jangan pernah tinggalkan aku lagi, aku tau aku bodoh, aku tau aku salah, aku mencintaimu, aku merindukanmu, Arga, hiks...hiks..."


Lisa tidak merasa malu untuk mengakui perasaannya pada Arga, ia tidak ingin lagi ke hilangan Arga untuk yang ke dua kalinya, karena Arga adalah lelaki yang sangat berharga. Arga juga membalas pelukan Lisa, ia tersersenyum saat mendengar penutiran Lisa, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan

__ADS_1


" Aku juga mencintaimu Lisa."


Lisa langsung melepaskan pelukannya, ia langsung memegang ke dua pipi Arga


" Aku pikir kamu tidak akan pernah kembali lagi, aku pikir kamu akan benar-benar untuk melupakan aku hiks...hiks..."


Arga mengambil ke dua tangan Lisa yang sedang memegang pipinya, lalu ia memegangnya


" Mana mungkin aku akan pergi untuk selamanya, jujur saja hari-hari di lalui tanpa kamu sangat sulit buatku Lisa, aku tidak pernah melupakanmu walau pun hanya sedetik, otakku terus saja memutar kenangan kita."


" Kamu harus janji, kamu tidak akan pernah meninggalkan aku lagi."


" Aku janji Lisa, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi."


Kini mata Lisa beralih menatap ke arah Putri, ia langsung berdiri, lalu langsung mendekati putri. Lisa berjongkok, untuk mensejajarkan tingginya dengan Putri, lalu ia langsung memeluk Putri, termasuk putri juga membalas pelukan dari Lisa


" Maafkan mama sayang, maafkan mama. Mama janji akan menjadi mama yang baik, beri mama kesempatan untuk menjadi mamamu yang baik."


" Putri, pikir mama tidak menginginkan Putri lagi, Putri pikir mama marah sama Putri."


" Mama tidak pernah marah sama Putri, hanya saja mama kemarin-kemarin terlalu banyak masalah, sekali lagi maafkan mama."


" Mama tidak perlu minta maaf, mama tidak salah, Putri sayang mama."


" Mama juga sayang Putri."


Arga juga langsung berdiri, ia masih tersenyum mendengar ucapan Lisa dan Putri, ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan


Lisa dan Putri langsung melepaskan pelukannya. Arga memutuskan untuk mengajak mereka pulang, karena dari tadi menjadi pusat perhatian


" Lisa, Putri, Rey, ayo pulang."


Mereka hanya mengangguk, Reyhan langsung menggenggam tangan Putri, sedangkan Lisa menggenggam tangan Arga. Mereka semua berjalan menuju ke parkiran. Setelah sampai di parkiran, Lisa langsung menujukan cincin yang di berikan Reyhan saat itu


" Arga, lihat, aku setuju menikah denganmu secepatnya."

__ADS_1


Arga hanya menanggapi dengan senyuman, membuat Lisa menjadi semakin bahagia, akhirnya ia mengerti, kenapa mama nya memaksanya untuk datang ke bandara, ternyata bukan tantenya yang di jemput, melainkan lelaki yang sudah membuat ia terus menangis


__ADS_2