
Kini pandangan Lisa tertutup oleh bahu lebar dan kokoh dengan di balut jas mahal milik atasanya, ia memang melupakan kehadiran Arga karena sibuk dengan emosinya sendiri
" Sekali lagi saya minta maaf, telah mencampuri urusan rumah tangga kalian, tapi saya harap anda tidak akan lupa bahwa saya membenci seorang lelaki gagah yang memukul wanita, terlebih lagi dia istri anda sendiri."
Setelah itu tangan Lisa di tarik paksa oleh Arga untuk meninggalkan cafe. Arga membawa Lisa masuk ke dalam mobil, lalu ia menelpon sesaorang untuk membersihkan kekacauan yang ada di cafe. Di dalam mobil mereka tidak ada pembicaran, mereka hanyut dengan pikirannya masing-masing. Arga yang tidak ingin ikut campur dengan masalah yang di hadapi sekretarisnya, ia memilih fokus pada kemudinya. Sedangkan Lisa, ia mencoba untuk tidak menangis, walau pun dadanya merasakan sakit. Sudah cukup Lisa menangisi Aska, dan ia juga sangat malu dengan Arga, tapi tetap saja, ia gagal untuk menahan tangisanya, karena ia sekarang sudah menangis, tapi ia mencoba untuk tidak mengeluarkan suara, walau pun pipinya sudah di banjiri dengan air mata. Namen tetap saja, pada akhirnya Arga bisa mendengar isak tangisnya. Arga yang melihat Lisa menahan isak tangisnya, ia memilih untuk menghidupkan radio dan memutar volume radio sangat keras
" Sukurlah, pak Arga mengerti dengan keadaanku." batin Lisa
Arga memutuskan untuk tidak mengantar Lisa ke rumah, ia memilih pergi ke tempat lain, hingga mereka sampai di tempat yang sepi, tapi begitu nyaman karena di penuhi pepohonan. Arga langsung membuka sabuk pengamannya sendiri
" Saya akan keluar untuk meroko."
Lisa merasa heran dengan prilaku yang di tunjukan Arga, mengapa Arga membawanya ke pinggir kota hanya untuk meroko. Akhirnya Lisa mengerti maksud Arga, ia yakin kalau Arga ingin memberikan dirinya waktu, lalu Lisa menatap punggung Arga dari dalam mobil, yang membelakanginya di luar mobil
" Terima kasih pak." batin Lisa
Lisa bisa leluasan menangis sambil memukuli dadanya sendiri yang merasakan sakit. Setelah lama Lisa menangis, akhirnya ia tertidur pulas. Arga memutuskan masuk ke dalam mobil kembali, setelah melihat Lisa tertidur pulas. Setelah masuk ke dalam mobil, Arga langsung menyelimuti Lisa dengan jas nya, lalu langsung melajukan mobilnya untuk mengantarkan Lisa pulang. Arga mengemudi dengan sesekali melihat ke arah wanita yang sudah 5 tahun menjadi sekretarisnya, dulu Lisa adalah wanita yang ceria, tapi kini mengalami kejadian yang menyakitkan. Keadaan Lisa mengingatkan pada dirinya sendiri, saat awal-awal ke hilangan istri tercintanya, hanya saja bedanya Lisa di tinggalkan oleh penghianatan. Arga terus melirik ke arah Lisa, hingga pandangannya tertuju pada pergelangan tangan yang merah. Arga memutuskan untuk berhenti di apotik, ia langsung membeli salep untuk mengobati pergelangan tangan Lisa, lalu ia langsung mengobati tangan Lisa
" Ah.. Sakit."
Lisa berbicara sambil masih melanjutkan tidurnya. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, mereka sampai di depan rumah Lisa. Arga mencoba untuk membangunkan Lisa
__ADS_1
" Lisa, kita sudah sampai."
Lisa sama sekali tidak bangun, kemudian Arga msncoba untuk membangunkannya lagi
" Lisa, kita sudah sampai."
Tapi percuma saja, Lisa masih tetap tertidur pulas. Akhirnya Arga memutuskan untuk membiarkan Lisa tidur, lalu ia juga menurunkan kursi milik Lisa, agar Lisa bisa tidur dengan nyaman, setelah membenarkan posisi tidur Lisa, Arga juga menurunkan kursi miliknya, lalu ia juga mencoba untuk ikut tidur. Setelah sudah beberapa menit, Lisa juga terbangun karena lehernya merasa sakit, setelah sudah sadar sepenuhnya, Lisa sangat terkejut, karena ia menyadarkan kepalanya di bahu atasanya. Lisa mengangkat kepalanya perlahan, setelah itu ia mengingat kejadian kenapa ia bisa menyandarkan kepalanya pada bahu milik atasanya, tapi seberapa keras ia mengingatnya, tetap saja ia tidak ingat
" Kenapa aku tidak bisa mengingat apa-apa, benar-benar sangat memalukan." batin Lisa
Lisa memandang Arga dengan pandangan bersalah, dan berterima kasih, lalu Lisa mencoba membangunkan Arga, dengan menggoyangkan pergelangan tangan Arga. Tidak butuh waktu lama Arga bangun, hal pertama yang di lakukan Arga setelah membuka mata adalah memegang bahunya yang terasa pegal, memijat dan memutar bahunya, berharap rasa pegalnya hilang. Lisa meringis saat melihat Arga yang kesakitan karena ulah bodohnya
Arga menoleh ke arah Lisa sambil tersenyum
" Tidak apa-apa Lisa, keadaanmu sekarang mengingatkan saya pada diri saya sendiri setelah di tinggalkan istri saya, jadi saya hanya ingin membantumu."
" Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih pak, tapi kenapa bapak tidak membangunkan saya saja, agar saya bisa masuk ke dalam rumah?"
Dengan perasaan cemas, Lisa menunggu jawaban dari atasanya, ia takut pertanyannya menyinggung perasaan atasannya, karena jelas-jelas atasanya telah membantunya. Lisa terus memandangi wajah atasanya yang masih saja belum menjawab pertanyannya, hingga tiba-tiba atasannya tertawa sangat keras sambil memegangi perutnya sendiri, lalu ia memandang Lisa dengan pandangan geli
" Saya sudah berkali-kali untuk mencoba membangunkanmu, tapi tidak saya sangka kalau kamu tidur seperti kebo."
__ADS_1
Arga berbicara sambil masih tertawa terpingkal-pingkal, hingga membuat wajah Lisa memerah seperti tomat. Lisa menyadarinya kalau ia memang wanita yang susah di bangunkan saat sudah tertidur. Lisa yang malu pada atasannya, ia buru-buru membuka pintu mobilnya untuk melarikan diri, belum juga pintu mobil itu terbuka sempurna, Arga langsung menyerahkan kantong plastik putih kecil
" Lisa, ambil ini, ini adalah salep untuk mengobati pergelangan tanganmu."
" Iya pak, sekali lagi terima kasih pak, dan hati-hati di jalan."
" Iya sama-sama."
Lisa langsung turun dari mobil, ia langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya. Sementara Arga hanya memandangi Lisa yang semakin menjauh sambil tersenyum. Setelah masuk ke dalam rumah, Lisa langsung mengacak-acak rambutnya sendiri, ia merasa malu pada kelakuannya, hingga ia benar-benar melupakan kejadian hari ini yang sangat melelahkan
" Lisa, kamu itu wanita bodoh, bisa-bisanya kamu tidur di mobil, dasar memalukan."
Setelah itu Lisa memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum tidur, agar tubuhnya terlihat lebih segar. Setelah di dalam kamar, Lisa melihat ke arah foto pernikahanya, ia langsung berkali-kali menghela nafas berat sambil berbica sendiri
" Aku lelah untuk mempertahankanmu mas, aku sudah tidak sanggup untuk terus berjuang seorang diri."
Tidak terasa air mata Lisa mengalir begitu saja tanpa di suruh, jelas-jelas ia sudah melupakan kejadian tadi siang karena ulahnya yang tidur di dalam mobil, tapi kini ia mengingat kembali kenangan yang menyakitkan tadi siang
" Aku tidak tau kapan kamu akan menyesali perbuatanmu mas, aku tidak tau kapan kamu akan minta maaf padaku dengan tulus, yang jelas jangan salahkan aku, jika suatu saat aku melangkah mundur dan tidak ingin lagi bersamamu."
Walau pun Lisa tidak tau kapan suaminya akan menyesali perbuatanya sendiri, tapi ia yakin kalau suatu saat suaminya akan menyesali perbuatanya. Akhirnya Lisa memutuskan untuk membersihkan diri, ia sudah tidak ingin lagi mengingat kejadian menyakitkan tadi siang
__ADS_1