
Sudah 3 hari semenjak kejadian itu, Lisa juga sudah tidak pernah mengangkat telpon dari mantan mama mertuanya, bahkan ia sudah 1 hari mematikan ponselnya, karena ia tidak ingin lagi di ganggu oleh keluarga itu, terlebih lagi saat menghubungi Arga yang tidak pernah aktif, membuat ia tidak ingin lagi mengaktifkan ponselnya. Sebenarnya Lisa ingin sekali bertanya di mana alamat Arga ke pada orang tua Arga, karena jepang itu terlalu luas, tapi mengingat ia telah membuat mereka kecewa, untuk itu ia hanya mengurungkan niatnya dan berharap akan ada ke ajaiban yang datang. Lisa juga sudah 3 hari termenung di dalam kamar, ia mengingat kembali kebersamaannya bersama Arga dan Putri, ia hanya bisa tersenyum getir
" Maaf, aku selalu menyakitimu, seharusnya aku tidak berharap untuk kamu kembali lagi padaku, karena mengingat akulah yang menyebabkan kamu pergi jauh, seharusnya aku membiarkan kamu melupakan aku, iya aku memang wanita yang egois, tidak pernah memikirkan perjuanganmu."
Lisa bergumam sendiri, hingga satu tetes kelur dari pelupuk matanya. Tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu dari luar kamarnya
Tok-tok
Lisa langsung menghapus air matanya, lalu langsung menyuruh orang yang di luar untuk masuk
" Masuk!"
Liana masuk ke dalam kamar anaknya, setelah mendapatkan ijin dari anaknya, ia langsung duduk di samping ranjang, ia bingung harus berbicara apa, karena Aska dan keluarganya datang di saat yang tidak tepat, di saat anaknya sedang patah hati. Lisa langsung bertanya lebih dulu
" Ada apa ma?"
" Di ruang tamu ada Aska dan ke dua orang tuanya, mereka ingin bertemu denganmu."
" Usir saja mereka ma, aku sangat membenci mereka semua, aku benci karena mas Aska telah menyakiti hatiku berkeping-keping, dan gara-gara mas Aska juga, aku memberika jawaban maaf, lebih memilih pergi ke rumah sakit, dari pada Arga. Aku sudah tidak ingin berurusan lagi dengan mereka ma."
Liana hanya menghela nafas, bagai mana pun juga ia tidak enak kalau harus menyuruh mereka pulang, tanpa anaknya yang berbicara pada mereka, ia takut kalau mereka akan datang lagi nantinya
" Sayang, lebih baik kamu temui mereka, mama tidak ingin kalau mereka akan datang lagi."
__ADS_1
Ucapan mamanya memang ada benarnya menurut Lisa, ia memang harus menemui mereka, agar mereka tidak datang lagi ke rumahnya, tanpa mengucapkan apapun lagi, ia langsung keluar dari kamarnya, lalu langsung menuruni tangga, ia tidak peduli dengan penampilannya yang sangat kacau. Lisa duduk di samping papa nya, tanpa basa-basi ia langsung bertanya pada mereka
" Ada apa kalian datang ke rumah? Apa kalian belum puas telah membuat saya kehilangan orang yang saya cintai?"
Lisa berbicara dengan sangat formal, seolah-olah orang-orang yang ada di depannya itu seperti rekan kerjannya. Key menatap Lisa terheran-heran, semenjak ia menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit, lalu Lisa tidak kunjung datang juga, dan bahkan Lisa tidak pernah lagi mengangkat telponnya, membuat ia sangat bingung. Aska juga sangat terkejut dengan pertanyaan dari Lisa
" Lisa, apa kamu sangat kelelahan?"
" Iya saya memang sangat lelah karena terus di ganggu olehmu! Ada apa kamu kemari?!"
" Lisa, aku kesini, ingin melamarmu, dan ingin kita memulai lagi untuk membuka lembaran baru, aku mohon berikan aku kesempatan lagi, satu lagi aku juga tidak suka kalau kamu memanggil diri kamu dengan panggilan saya, kenapa seolah-olah kita seperti rekan kerja?"
" Seharusnya kamu punya malu, seharusnya kamu menikahi wanita idamanmu itu, Sella! Bukan saya, dan terserah saya mau pakai bahasa formal atau apa, itu hak saya."
" Sella sudah keguguran, dan sekarang Sella juga menjadi gila."
" Hahaha....Hahaha..."
Bukannya kasihan, tapi Lisa malah tertawa, seolah-olah ucapan Aska adalah sangat lucu
" Itu adalah balasan untuk orang-orang jahat seperti kalian, tapi saya sebenarnya tidak rela, kenapa Sella harus secapat itu gila, seharusnya Sella merasakan bagai mana sakitnya menjadi aku! Dan seharusnya Tuhan membiarkan kamu mati saja, agar tidak terus-terusan mengusik hidupku!"
Entah kenapa Lisa merasa sangat tidak adil kalau Sella gila begitu saja, banyak rasa sakit hati yang Sella torehkan padanya, tapi bagai mana pun juga menurut Lisa itu adalah balasan, Tuhan sudah memberikan Sella dengan ganjaran yang setimpal
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu ingin melamar saya? Apa karena wanita idamanmu sudah menjadi gila?!"
" Lisa, aku tulus mencintaimu, aku menyadari kebodohanku, saat aku berpisah denganmu, aku menyadarinya kalau perasaan aku masih ada untukmu."
" Maaf, tidak ada lagi cinta untukmu, cintaku sudah sepenuhnya milik Arga."
Aska menghela nafasnya, seharusnya ia sadar kalau ia tidak pantas melamar Lisa lagi, apa lagi Lisa sudah memberikan ia kesempatan saat itu, tapi ia sia-siakan lagi, tapi ia 3 hari yang lalu menerima pesan singkat dari Arga. Arga menuliskan, kalau ia di tolak oleh Lisa, dan kemungkinan Lisa masih mencintainya. Arga juga meminta Aska untuk menjaga Lisa, karena tugasnya untuk menjaga Lisa sudah selsai, dan Arga juga mengatakan kalau ia akan pergi ke jepang. Di situlah keyakinan Aska untuk melamar Lisa lagi, tapi ternyata dugaanya salah, Lisa sudah tidak mencintainya lagi
" Bukan'kah Arga sudah tidak ada di Indonesia? Arga juga pergi ke jepang untuk melupakanmu, bagai mana bisa kamu mengatakan mencintai Arga? Bukan'kah seharusnya kalian menikah karena cinta kalian tidak bertepuk sebelah tangan?"
Lisa hanya menghela nafas berat saat mendengar pertanyaan dari Aska yang brrtubi-tubi
" Raga Arga memang tidak ada di Indonesia, tapi bayangan Arga akan tetap ada di ingatanku, aku memang terlambat menyadarinya kalau aku mencintainya, tapi aku akan menunggu Arga kembali."
Kini Lisa tidak lagi memanggil dirinya dengan panggilan saya, suaranya juga sudah pelan, saat ia mengungkit lagi nama Arga, nama lelaki yang sudah meninggalkan Indonesia selama 3 hari, lelaki yang pergi jauh untuk melupakannya
" Sekali lagi aku minta maaf mas, cinta tidak bisa di paksakan, aku sudah sangat mencintainya, tolong hargai keputusanku."
Aska menghela nafas berat, panggilan mas yang ia rindukan akhirnya bisa ia dengar lagi dari mulut Lisa, tapi sayang hati Lisa bukan untuknya lagi, tapi untuk lelaki lain, lelaki yang menemani Lisa saat terjatuh oleh keegoisannya saat itu. Namen Aska juga tidak ingin menyerah begitu saja, walau pun sekarang Lisa mencintai Arga, tapi ia yakin kalau suatu saat Lisa juga bisa melupakan Arga, seperti Lisa melupakan ia dan menggantikan nama Arga di hati Lisa
" Aku hargai keputusanmu, aku juga mengerti dengan perasanmu yang tidak bisa mencintaiku lagi, tapi boleh aku menjadi sahabatmu, aku siap mendengar keluh kesahmu."
Aska berharap dengan menjadi sahabat, ia bisa mendapatkan hati Lisa kembali, ia berharap kalau ke bersamaanya dengan Lisa, akan memberikan kesan untuk Lisa mengingatnya
__ADS_1