
Lisa tersenyum mendengar ucapan Arga, ia sangat senang karena Arga semakin hari tingkahnya semakin manja
" Mas, aku ada sesutu yang ingin aku bicarakan, ayo duduk."
Lisa menarik lengan suaminya untuk duduk di sofa. Arga dan Lisa duduk di sofa, sambil menyampingkan tubuhnya, mereka saling menatap, sedangkan Arga menatap Lisa dengan wajah yang serius, dan wajahnya sangat tegang, apa lagi selama menjalin pernikahan belum pernah memiliki masalah
" Mas, tidak lucu, kenapa harus menatap aku dengan wajah yang serius?"
Arga menghela nafas berat, ia sudah sangat tegang dan menyiapkan telinganya untuk mendengar yang di bicarakan Lisa, tapi Lisa bahkan masih berbicara dengan santainya
" Apa yang ingin sayang bicarakan?"
" Hahaha..! Mas, jangan memasang wajah tegang gitu, emangnya apa yang akan aku bicarakan hingga wajah mas tegang?"
Arga yang mendengar tawa Lisa, ia pun langsung tersenyum
" Apa yang ingin sayang bicarakan?"
Lisa langsung mengambil test kehamilan di dalam saku celananya, lalu langsung memberikannya pada Arga
" Mas, aku hamil, dan sebentar lagi aku akan jadi mama dari anakku."
Arga langsung mengambil test kehamilan dari Lisa, lalu ia langsung melihat garis dua yang masih samar-samar
" Alhamdulilah!"
Arga tersenyum lebar, lalu ia langsung bersujud di lantai, sebagai sujud syukur karena Tuhan telah memberikan calon buah hati. Sementara Lisa, ia langsung berdiri, ia melihat Arga yang sedang bersujud. Setelah bersujud, Arga langsung berdiri, lalu langsung memeluk Lisa dengan pelukan hangat. Lisa juga membalas pelukan Arga
" Terima kasih sayang, sudah memberikan aku calon buah hati."
" Jangan berterima kasih mas, kita juga berjuang tiap malam untuk mendapatkan calon buah hati, dan alhamdulilah, sekarang kita mendapatkannya."
Tiba-tiba saja Putri yang baru keluar dari kamar, ia melihat Papanya dan Lisa yang sedang berpelukan, ia langsung berlari kecil mendekati mereka berdua, hingga ia sampai di samping mereka
" Mama, papa, Putri juga mau di peluk oleh kalian, jangan pelukan bertiga saja sama calon dede bayi, Putri juga tidak ingin di lupakan oleh kalian!"
Arga dan Lisa langsung melepaskan pelukannya sambil tersenyum, lalu mereka langsung berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Putri, setelah itu mereka langsung memeluk Putri secara bersamaan, akhirnya mereka bertiga saling berpelukan. Mereka bertiga sangat bahagia, karena akan mendapatkan keluarga baru. Setelah beberapa menit, mereka melepaskan pelukannya. Kini Lisa langsung menatap ke arah Arga
__ADS_1
" Mas, mau makan dulu atau mandi dulu? Atau sudah makan siang di luar?"
" Aku belum makan siang sayang, tadi aku ingin segera pulang, apa lagi tadi juga Putri menelpon aku sebisa mungkin untuk segera pulang, jadi aku tidak sempat untuk makan siang."
Mata Lisa langsung beralih ke arah mata Putri
" Sayang, kenapa kamu menyuruh papa untuk segera pulang?"
" Putri sudah tidak sabar untuk papa tau kalau mama sedang hamil, dan Putri tau mama belum memberi tau kehamilannya ke pada papa, untuk itu Putri menelpon papa agar cepat pulang."
" Tapi Putri itu memangganggu papa bekerja sayang. Lain kali tidak boleh seperti itu, kasihan papa, nanti kerjaannya semakin menumpuk."
Putri merasa sangat bersalah, saat mendengar ucapan dari Lisa
" Maafkan Putri ma, lain kali Putri tidak akan melakukan itu lagi."
Lisa yang mendengar permintaan maaf dari Putri, membuat ia tidak enak hati
" Putri tidak perlu minta maaf sama mama, Putri tidak salah, hanya saja mama tidak tega melihat papa yang terburu-buru pulang."
Arga yang mendengar percakapan yang tidak mengenakan, mau pun ucapan Putri atau ucapan Lisa yang sama-sama seperti merasa bersalah, ia langsung membuka suara
" Baik mas."
Mereka langsung berjalan ke arah meja makan, lalu mereka langsung duduk. Lisa mengambil nasi dan lauk, untuk Arga, Putri dan ia sendiri
" Ini kamu yang masak sayang?"
" Iya mas, lagian aku tidak memiliki pekerjaan, jadi aku masak."
" Sudah berapa kali aku bilang, kamu jangan melakukan apapun, aku tidak mau tau, mulai besok kamu jangan masak lagi, kamu harus istirahat yang banyak, masak biar bibi Ida saja."
Lisa merasa sangat bersalah dengan Arga, menurut ia Arga memang terlalu berlebihan untuk melarangnya melakukan ini dan itu, tapi ia juga tau, kalau Arga semata-mata hanya tidak ingin ia tidak kenapa-napa, dalam arti Arga sangat menyayanginya
"Iya mas, maaf, aku tidak akan memasak lagi"
" Sudahlah, sekarang lebih baik kita makan dulu."
__ADS_1
" Iya mas."
" Putri sayang, mau di suapin sama mama?"
" Tidak usah ma, Putri sudah mau punya adik, tentu saja Putri harus melakukan apapun sendiri, nanti malu sama adik, kalau Putri sudah besar, tapi semuanya masih di bantu oleh mama."
" Baiklah kalau begitu sayang, kamu memang anak pintar."
" Tentu dong ma."
Arga hanya tersenyum mendengar percakapan Putri dan Lisa. Mereka makan tanpa bersuara, hanya terdengar suara dentingan sendok saja. Arga makan sambil sesekali melirik ke arah Lisa, ia sebebarnya bukan tidak menyukai masakan Lisa, bahkan ia sangat menyukai masakan Lisa, tapi ia tidak ingin terjadi apa-apa terhadap Lisa, terutama dengan kondisi Lisa yang akhir-akhir ini terlihat pucat dan terlalu capek, apa lagi sekarang ia juga sudah tau alasannya kalau Lisa sedang hamil, itu membuat ia tidak ingin Lisa melakukan aktivitas terlalu berat, karena ia takut terjadi apa- apa pada Lisa. Sedangkan Putri makan sambil tersenyum, ia tau kalau papa nya tidak ingin terjadi apa-apa pada Lisa, sedangkan ia juga tau kalau Lisa sangat menyukai memasak, dan membuat Lisa terlihat seperti bersikap kanak-kanakan
" Ternyata lucu kalau orang dewasa sangat peduli sama pasanganya, sama-sama merasa bersalah." batin Putri
Setelah 15 menit, mereka selsai makan
" Ma, Putri ke kamar dulu, ada PR yang harus Putri kerjakan."
" Baiklah sayang, kalau ada soal yang susah, kamu panggil mama iya."
" Iya ma."
Putri langsung berjalan ke arah kamarnya, di meja makan tinggal ada Arga dan Lisa. Lisa langsung menumpuk piring kotornya. Arga yang melihat itu, ia langsung melarang Lisa
" Sayang, biarkan saja, biar bibi Ida yang merapihkan semuanya, sekarang kita ke kamar, kamu istirahat, sementara aku akan mandi."
" Baiklah mas."
Arga langsung menuntun Lisa menaiki tangga, untuk ke kamarnya. Setelah di kamar Lisa langsung duduk di atas ranjang, sementara Arga masih berdiri sambil menatap mata Lisa
" Sayang, kamu sekarang harus banyak istirahat, kamu tidak boleh terlalu capek, nanti sore kita akan pergi ke dokter kandungan, agar kita tau usia bayi dalam kandunganmu."
" Iya mas."
Arga langsung mencium bibir Lisa sekilas, tidak lupa mencium kening dan ke dua pipinya
" Iya sudah, aku mau mandi, kepalamu di sandarkan di kepala ranjang, karena kamu baru saja selsai makan."
__ADS_1
" Iya mas."
Lisa langsung menyadarkan kepalanya di kepala ranjang