Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 8 Mandul


__ADS_3

" Jangan kamu pikir aku sama seperti wanita-wanita yang lainya, yang akan menangis ketika istananya di hancurkan, aku akan tetap mempertahankan istanaku. Silahkan tanggung sendiri akibat merebut suami orang. Silahkan kamu meratapi nasib ketika anakmu nanti lahir yang akan di hina oleh semua orang atas perbuatanmu sendiri. Sudahlah, aku tidak ingin panjang lebar, aku permisi."


Lisa mengambil tasnya dan memutuskan untuk meninggalkan cafe. Sebelum itu Lisa melihat ke seluruh orang-orang yang tadi menghinanya secara terang-terangan tanpa tau kebenarannya. Lisa melihat Arga yang masih menatapnya, ia biarkan saja, ia putuskan untuk keluar cafe. Baru beberapa langkah, Sella berbicara pada Lisa, tepatnya bukan bicara, tapi sebuah teriakan


" Kalau aku menjadi kak Lisa, aku memilih untuk mundur, karena kak Lisa tidak bisa memenuhi kewajibanya menjadi seorang istri! Selama 3 tahun kak Lisa menikah, tapi kak Lisa belum bisa memberikan mas Aska anak, harusnya kak Lisa malu!"


Lisa diam mematung, tubuhnya bergetar saat mendengar ucapan dari Sella, ia seperti di jatukan ke dalam jurang. Lisa memejamkan matanya, ia mencoba menahan amarah, ia mencoba berusaha tetap tenang


" Kalau aku jadi kak Lisa, aku akan malu karena kak Lisa mandul!"


Kesabaran Lisa sudah benar-benar habis, ia memutarkan tubuhnya sambil melihat Sella yang masih terduduk. Lisa menatap Sella dengan tatapan marah, hingga membuat tubuh Sella bergetar karena mendapat tatapan darinya. Lisa melangkahkan kakinya perlahan mendekati Sella. Sella semakin ketakutan, ia melihat ke arah kanan dan kiri. Lisa menyadari kalau sedang meminta pertolongan, atau Sella menginginkan belas kasih dari orang-orang yang masih menatapnya, tapi sayangnya orang-orang itu sama sekali tidak ingin menolong Sella. Lisa bersyukur karena masyarakat indonesia sangat benci dengan para pelakor. Lisa sampai di depan Sella, ia ingin sekali menarik rambutnya dan menamparnya, tapi batas sadar Lisa masih bisa berpungsi di saat-saat seperti ini. Lisa menarik tangan Sella sambil tersenyum mengejek, lalu merapihkan rambut Sella dan bajunya


" Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, kenapa kamu bisa mengatakan kalau aku mandul, hanya karena aku tidak hamil selama 3 tahun menikah."


Lisa langsung bertepuk tangan sambil tertawa, seolah-olah ucapannya lucu. Setelah membuat Sella terkejut dengan ucapan Lisa, setelah itu Lisa melanjutkan ucapannya untuk lebih mempermalukan Sella


" Bukan'kah kamu sudah tau, kalau aku menikahi mas Aska dari mas Aska tidak memiliki apa-apa, kita sama-sama berjuang dari nol, hingga mas Aska sukses, tapi setelah sukses kamu yang aku anggap sebagai seorang adik, bahkan berani menggodanya hingga kamu hamil mengandung anaknya. Lalu kenapa kamu bisa mengatakan kalau aku mandul? Lucu sekali kamu, asal kamu tau, aku menunda kehamilanku hanya untuk membantu mas Aska, sedangkan kamu dengan bangga mengatakan kalau kamu sedang mengandung anak dari suamiku. Sepertinya kamu sudah tidak memiliki rasa malu, karena sekarang mas Aska sukses."


Lisa melihat wajah Sella terlihat pucat, dan matanya berkabut, itu menandakan kalau Sella akan menangis. Sebelum Lisa melihat tangisan dramanya yang memuakan, ia mengambil gelas berisi jus yang ada di sebelah meja, setelah itu Lisa langsung menyiram ke kepala Sella sambil tersenyum mengejek, lalu membisikan kata-kata yang ia yakin masih bisa di dengar orang

__ADS_1


" Kamu tau? Kamu sangat kotor, karena kamu sampah dalam rumah tanggaku, aku harap jus itu bisa membersihkan tubuhmu yang kotor."


Sella langsung terduduk sambil menangis tersedu-sedu


" Lisa! Apa yang kamu lakukan?!"


Lisa mengenal suara yang berteriak padanya tanpa berbalik badan, ia tau kalau suaminya sangat marah. Aska langsung mendorong tubuhnya ke belakang dengan sangat keras. Seharusnya laki-laki itu melindungi Lisa, tapi bahkan ia mendorong Lisa ke belakang. Lisa pasrah jika ia harus terjatuh menimpa meja, tapi ia merasakan kalau tubuhnya di tahan dari belakang, ia torehkan kepalanya untuk memastikan, siapa yang menolongnya, tapi lagi-lagi lelaki itu adalah Arga


" Terima kasih pak."


" Sama-sama Lisa."


" Lepaskan aku mas, aku ingin pergi, urusi saja wanita murahan itu."


" Minta maaf padanya, aku akan melepaskanmu!"


Aska berbicara sambil menatap Lisa dengan tatapan tajam. Lisa yang mendengar ucapan dari suaminya, ia sangat marah, ia tidak ingin minta maaf


" Aku tidak merasa melakukan kesalahan, jadi jangan menyuruhku untuk minta maaf."

__ADS_1


" Cepat minta maaf Lisa! Sebelum aku."


Aska menghentika ucapannya


" Sebelum apa mas? Rasa sakit yang mas berikan padaku sudah sangat banyak, jadi bagiku sudah tidak masalah. Bukan'kah Mas sudah pernah menamparku dan yang lebih menyedihkannya lagi mas menghancurkan hatiku berkeping-keping, lalu mas mau dengan cara apa lagi ingin menyakitiku? Jika semua cara sudah pernah mas lakukan."


Tubuh Aska menegang, ia melonggarkan cengkaramannya, sehingga bisa membuat Lisa buru-buru melepaskan pergelangan tanganya. Lisa menatap manik mata suaminya, ia ingin suaminya memahami kalau ia sangat marah pada suaminya, tapi Lisa lebih marah pada dirinya sendiri, yang masih tetap mencintai suaminya sama besarnya sebelum suaminya menyakitinya. Entah berapa lama mereka saling menatap, hingga mereka di sadarkan oleh suara Sella yang manja dan sambil memeluk lengan Aska


" Maaf mas, aku tidak bermaksud untuk bertengkar dengan istri mas, tapi aku hanya ingin berbicara dari hati ke hati dengan kak Lisa, tapi aku malah kembali melukai hati kak Lisa, maaf mas, aku salah."


Lisa tersenyum, ia merasa Sella sangat hebat, bukan'kah tadi Sella yang mengikis habis kesabarannya dengan mengatainya mandul, tapi sekarang Sella memutar balikan pakta di hadapan suaminya. Lisa tertawa sambil menatap Sella dan suaminya secara bergantian


" Ekting kamu sunggu jelek Sella, aku yakin kamu tidak akan menjadi artis, jadi berhentilah untuk berekting."


Lisa tersenyum mengejek pada Sella. Lisa mendengar orang-orang pengujung cafe mulai membelanya dan mulai menyumpah serapahi Sella dan suaminya, tidak lupa dengan janin yang ada di perut Sella. Lisa melihat suaminya menatapnya semakin tajam, tapi tatapan itu tidak membuat Lisa takut, ia ingin kembali menorehkan luka yang sama seperti yang ia rasakan


" Mas lihat, bahkan sebelum bayi itu lahir, sudah banyak orang yang membenci dengan ke hadirannya."


Aska tidak menjawab ucapan dari istrinya, tapi giginya bergemelutuk. Lisa melihat gigi suaminya begemelutuk, itu menandakan kalau suaminya berada di ambang kesabaranya, akan tetapi ia belum puas untuk membuatnya marah. Lisa terus mengucapkan kata-kata hingga membuat suaminya marah, dan langsung mengangkat tangannya ke udara bersiap akan menamparnya, tapi ia tidak menutup mata, ia ingin melihat suaminya menamparnya. Namen belum sempat suaminya menamparnya, Lisa merasa tubuhnya di tarik ke belakang oleh sesaorang

__ADS_1


__ADS_2