Air Mata Lisa

Air Mata Lisa
BAB. 6 Menemani Putri


__ADS_3

Hari ini Lisa di sibukan dengan laporan-laporan yang menumpuk, akibat pekerjaan yang Lisa tinggalkan selama 3 hari. Lisa menyusun laporan dengan sebaik mungkin, meski konsentrasinya berpecah belah, karena urusan rumah tangganya yang belum menemukan titik terang. Bahkan Lisa tidak melihat tanda-tanda suaminya akan pulang ke rumah, ia merasa hubungannya sudah semakin jauh, dan mama mertuanya selalu rutin menghubunginya untuk menguatkan hati ia, ia juga hanya meyakinkan mama mertuanya bahwa ia akan berjuang untuk ke utuhan rumah tangganya


Tok-tok


Lisa terkejut saat mendengar ketukan di meja kerjanya, ia langsung melihat ke depan, lalu ia langsung berdiri sambil membungkukan badan pada Arga


" Ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu?"


" Kamu baik-baik saja'kan? Kalau kamu merasa tidak sehat, kamu bisa pulang setelah menyelesaikan laporan itu."


" Saya baik-baik saja pak."


" Iya sudah kalau begitu."


Arga langsung melangkah pergi meninggalkan Lisa, setelah itu Lisa duduk kembali dan mulai fokus pada laporan yang menumpuk, tapi baru saja Lisa mengetikan beberapa kata di laptopnya, ia melihat atasanya tersenyum di depan mejanya


" Hari ini kamu bisa lembur?"


" Sepertinya saya bisa pak."


" Baiklah, saya akan menjemputmu, Putri ingin jalan-jalan ke dufan bersamamu. Kamu tenang saja, saya akan menghitungnya sebagai lembur."


" Itu tidak perlu pak, saya akan menemani Putri tanpa di bayar, karena sebagai permintaan maaf saya pada Putri, saat saya tidak bisa menemaninya ke dokter gigi."


" Baiklah kalau begitu, asal kamu tidak menututku karena tidak di berikan upah."


Senyuman Arga tersirat di bibirnya, termasuk Lisa yang ikut tersenyum


" Lisa, kamu pulanglah untuk bersiap-siap, tidak mungkin kalau kamu mengenakan baju kerja."


" Baik pak, kalau begitu saya pulang dulu pak."


Arga hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lisa langsung pulang


...****************...


Lisa sudah siap-siap dengan baju kaos warna putih dan dengan setelan celana jeans

__ADS_1


Tin..tin..


Lisa buru-buru keluar saat bunyi kelakson mobil atasanya. Lisa langsung masuk ke dalam mobil, ia sangat terkejut saat atasanya juga memakai kaos putih dan Putri juga memakai kaos putih, meski pun sebuah kebetulan, tapi ini seperti sebuah keluarga kecil, terlebih lagi saat Lisa melihat senyuman dari Putri, ia bisa melihat kalau Putri sangat bahagia


" Pasti Putri sangat merindukan sosok seorang ibu. batin Lisa


Setelah menempuh perjalan tidak terlalu lama, mereka sampai di dufan, setelah memarkirkan mobil, mereka bergegas keluar dari mobil. Putri menggandeng tangan Arga dan Lisa, lalu mereka menuju pintu masuk. Lisa dan Putri menunggu Arga yang sedang mengantri membeli tiket, sambil sesekali tersenyum ke arah mereka. Setelah Arga mendapatkan tiket, mereka masuk ke wahana yang di inginkan Putri.


" Pa, kak, ayo kita masuk ke bianglala."


Mereka hanya menjawab dengan anggukan kepala. Arga mengangkat tubuh Putri agar mudah masuk ke bianglala, kini giliran Lisa yang masuk ke bianglala, Arga memegangi bianglala yang akan di naiki Lisa. Setelah selsai menaiki bianglala, mereka menuju kedai yang menjual gula kapas


" Kak Lisa, tolong gendong Putri. Putri mau lihat pembuatan gula kapas."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu menggendong Putri


" Putri, gendongnya sama papa, iya?"


" Tidak mau pa, Putri mau sama kak Lisa."


Lisa menyadari kalau Arga merasa tidak enak. Tiba-tiba hujan turun. Arga langsung mengambil alih untuk menggendong Putri, lalu ia langsung menggenggam tangan Lisa. Lisa sangat terkejut atas perlakuan Arga, tapi ia juga hanya mengikutinya agar cepat sampai di tempat berteduh. Setelah sampai di tempat untuk mereka berteduh, Arga langsung menurunkan gendongannya


" Putri, tunggu di sini bersama kak Lisa, papa akan membeli payung dulu."


" Iya pa."


Arga langsung berlari ke arah penjuan payung. Setelah mendapatkan payung, Arga berniat untuk mengambil alih Putri yang tertidur di gendongan Lisa


" Sini, biar saya gendong Putri."


" Tidak usah pak, nanti Putri sakit karena baju bapak basah."


" Baiklah, maaf karena saya merepotkanmu."


Lisa hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia memang merasa tidak pernah di repotkan. Mereka langsung menuju mobil, Arga memayungi Lisa dari samping, hingga sampai di mobil. Arga langsung melajukan mobilnya pergi ke rumah Lisa. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka sampai di depan rumah Lisa. Lisa akhirnya memutuskan untuk menawarkan pakaian pada Arga


" Sebaiknya bapak mampir dulu ke rumah saya, ada baju suami saya yang belum di pakai."

__ADS_1


" Tidak perlu, terima kasih karena sudah mau ikut."


Hacuh...


" Sebaiknya bapak masuk saja, sebelum tambah parah pak."


" Baiklah, tapi sebaiknya kamu ijin dulu pada suamimu, bahwa kamu akan membawa saya ke dalam rumah."


" Bapak juga sudah mengetahui tentang rumah tangga saya, jadi itu tidak perlu."


Lisa mengajak Arga masuk ke dalam rumah dengan posisi ia menggendong Putri. Setelah membaringkan Putri di sofa, Lisa langsung menuju kamarnya, ia mengambil baju Aska yang belum pernah Aska pakai, lalu ia memberikan baju itu pada Arga


" Ini pak, silahkan bapak ganti baju di kamar mandi sana."


Lisa menujuk kamar mandi tamu


" Iya, maaf merepotkanmu."


Arga langsung berlalu pergi, sementara Lisa pergi ke dapur untuk membuatkan teh, lalu ia pun duduk di sofa sebelah Putri sambil menunggu Arga. Pintu rumah itu masih terbuka lebar, karena Lisa takut timbul finah, kalau ia membawa seorang lelaki saat suaminya tidak ada. Arga selsai memakai baju itu, ia langsung mendekati Lisa


" Sampaikan terima kasih dan maaf pada suamimu, karena saya telah memakai bajunya."


" Tidak perlu pak, baju itu tidak akan pernah terpakai."


Baru saja selsai bicara, Arga dan Lisa di kejutkan dengan kedatangan Aska yang ada di depan pintu. Arga langsung menghampiri Aska


" Maaf, saya masuk ke dalam rumah anda, saat anda tidak ada, tapi anda jangan salah paham"


" Saya tidak peduli kalau anda memiliki hubungan dengan Lisa atau tidak, kalau pun anda memiliki hubungan dengan Lisa, itu jauh lebih baik, karena akan mempermudah perceraianku dengan Lisa."


Lisa tidak menyangka dengan jawaban dari suaminya, begitu besar ke inginan suaminya untuk bercerai. Seharusnya Lisa sadar dari kalau hati suaminya bukan lagi untuknya, bahkan saat melihat ia bersama lelaki lain, suaminya tidak marah, melainkan suaminya sangat senang karena ingin segera bercerai


" Lisa, terima kasih atas waktunya hari ini, saya akan mengembalikan bajunya besok, dan untuk pak Aska, sekali lagi saya minta maaf, karena saya telah memasuki rumah anda saat anda tidak ada, kalau begitu saya permisi."


" Tidak perlu berterima kasih pak."


Arga menggendong Putri dengan hati-hati. Lisa mengikuti Arga untuk memayunginya hingga di samping mobil, karena masih hujan deras. Setelah mobil Arga menghilang, Lisa kembali masuk ke dalam rumah, ia melihat suaminya yang duduk di sofa. Lisa berniat untuk melewatinya, ia sudah tidak ingin bertengkar, tapi pergelangan tangannya di cekal oleh suaminya. Lisa tetap membelakangi suaminya, ia menunggu apa yang akan suaminya katakan, tapi sudah beberapa menit Aska tidak mengatakan apa-apa padanya, lalu Lisa menghempaskan tangan suaminya yang mencekel tangannya

__ADS_1


__ADS_2