Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 9 - kembali bekerja


__ADS_3

Sampai di rumah Antonio, Cintami dan Allena sudah mempersiapkan bahan masakan yang diminta oleh Joyce dengan kreasi mereka sendiri , tinggal memandu flora memasak sesuai permintaan cucu perempuan semata wayang mereka


Joyce duduk dimeja makan menatap sang mertua memasak sampai selesai, lalu ia makan dengan sangat lahap, seluruh keluarga hanya menatapnya datar


"Kalian tidak makan? ayo makan, ini enak sekali , Joyce mau tambah" tanya Joyce polos , semua menggeleng


Allena mengambilkan nasi tambahan buat Joyce yang makan seperti orang kelaparan seminggu


"Pelan lah, tak ada yang merebut makananmu , smua ini milikmu seorang" tunjuk Nathan pada makanan di meja makan , Joyce mengangguk dan terus menghabiskan makanannya


selesai makan , Nathan menggendongnya ke ruang keluarga, semua mengikuti di belakang mereka . tak sampai sepuluh menit joyce yang tadinya duduk disamping Nathan sudah tidur dalam pelukannya. semua orang saling bertatapan lalu tertawa


"Cucumu menyayangimu" ucap Antonio pada sang istri sambil tertawa , flora mengangguk dan smua ikut tertawa


"Bersabarlah , bumil moodnya mudah berubah, jangan melukai hatinya" pesan Antonio pada putranya , Nathan mengangguk sambil tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang tidur penuh kedamaian . lalu mengangkat tubuh kecil itu kekamarnya


setengah jam kemudian, art memanggil Nathan menyampaikan Joyce tengah menangis . Nathan berlari kekamar diikuti Antonio dan Flora karena keluarga Winston sudah pulang kerumah mereka


"Kenapa menangis" tanya Nathan panik


"Kenapa meninggalkan aku sendiri. jahat" Joyce mulai menangis。Nathan memeluk dan mengusap punggungnya sambil mengecup kening Joyce


"Maafkan aku, aku hanya ke bawah mencari susu hamil melalui aplikasi, aku ingin kamu dan anak kita sehat" jawab Nathan , Joyce hanya diam


"Mau makan sesuatu sayang?" tanya flora , Joyce tampak berpikir sesaat tapi menggeleng


"kenapa? kamu harus makan, anak kita bisa kelaparan sayang" ucap Nathan


"Apa saja asal papa yang memasaknya" jawab Joyce dengan mata berbinar


Sebagai anak seorang sultan sekaligus anak kepala mafia Italia, sejak lahir sampai tua Antonio belum pernah ke dapur, kali ini menantunya ingin memakan masakannya tentu saja membuatnya menatap menantunya datar


Sayangnya Antonio malah mendapat tatapan datar kembali dari putra dan istrinya


"papa ingin cucu kita ngiler hah?" tanya sang istri merajuk , pertanda bukan hal baik bagi Antonio


"baiklah. papa akan memasak" jawabnya pasrah lalu berjalan ke dapur


dua jam berlalu, perjuangan Antonio di dapur menghasilkan sepiring telur dadar atau omelette agak kehitaman alias rasa hangus dihidangkan di meja makan

__ADS_1


Joyce yang sejak tadi memperhatikan sang mertua memasak merasa sangat bahagia . saat ART menghidangkan nasi putih, Joyce segera memakannya dengan lahap.


"Sayang, jangan dimakan lagi, kita beli saja ya" bujuk Nathan


"Tidak, ini enak sekali, anakku menyukai masakan opanya" ucap Joyce dengan riang , mulutnya penuh makanan. ada rasa bangga dihati Antonio masakan pertamanya habis tak bersisa


setelah selesai makan Joyce pun merasa mengantuk


"Minum vitamin dan susumu dulu, baru tidur" ucap Nathan sambil menyodorkan susu dan vitamin Joyce . Joyce dengan cepat menghabiskannya. Nathan pun menggendong sang istri ke kamarnya . belum tiba di kamar Joyce sudah tidur pulas dalam pelukan Nathan


\=\=\=\=\=\=


Dua Minggu berlalu,


kandungan Joyce sudah memasuki trimester keduanya , moodnya sudah kembali normal, ia memaksa masuk kerja dan pindah ke pent house kembali . Jangan lupakan mode dinginnya juga sudah kembali


Nathan hanya bisa menuruti kemauan Joyce dengan sangat berat hati


Pagi ini mereka bersiap berangkat kerja, Nathan teringat sesuatu


"Mana ponselmu?" tanya Nathan , Joyce membuka paswordnya dan menyerahkan ponselnya pada nathan Nathan bisa melirik angka yang dimasukkan adalah tanggal tunangan mereka , Nathan tersenyum tipis dan memasukkan nomor ponselnya di ponsel Joyce lalu menelpon ke ponselnya sendiri. lalu mengetikkan ❤️ My Husband ❤️ di penyimpanan contact


"Kemana?" tanya Nathan


"Kerja" jawab Joyce dingin


"Bersamaku atau tidak kerja sama sekali" tegas Nathan , Joyce hanya bisa menurut


saat Nathan menurunkannya diloby Joyce bergegas turun "Terima kasih sudah mengantar" ucapnya dingin lalu masuk ke rumah sakit. Nathan hanya menggeleng kepala melihat kelakuan istrinya


tiba diruangannya terlihat belasan toples kaca tersusun rapi dimejanya, isinya aneka manisan dan asinan buah, ada juga buah buahan segar rasa asam seperti strawbery, jeruk , mangga.


Joyce mengambil satu strawbery dan memasukkan kemulutnya, rasanya sangat menyegarkan , ia kembali menyuapkan strawbery ke mulutnya. setelah dirasa cukup ia memeriksa data pasien dan meminta suster memulai panggilan antrian


Joyce larut dalam pekerjaannya, ia terlihat kelelahan, tiba tiba pas di jam makan siang, mesin pemanggil antrian pasien macet tidak dapat di gunakan


"sepertinya jam makan siang tidak dapat digunakan, sebaiknya anda makan dulu dokter Joyce" saran susternya, Joyce mengangguk , ia segera kluar ruangan dan berpapasan dengan Catherine yang hendak masuk ke ruangannya


"Mommy" sapa Joyce

__ADS_1


"Ayo kita makan siang di cafetaria adikmu, mom membawakan sup tom yam buatan ibu mertuamu" ajak cathie seraya menarik tangan putrinya lembut


sampai di cafetaria milik Jordi, cathie membuka kemasan makan , menu khusus bumil, baru saja Joyce mau makan sebuah tubuh tinggi besar duduk disampingnya , cathie dan Joyce mendongak


"Mom" sapa Nathan, cathie tersenyum


"makanlah, mommy membawakan makan siang mu dan Jordi" Nathan mengangguk, cathie mulai membuka kemasan untuk menantunya sementara Joyce makan dengan lahap sekali


"Pelanlah, tak ada yang merebut makananmu" ucap Nathan mengusap puncak kepala Joyce, Joyce mengangguk tapi terus makan


"Tambah mom" pintanya, cathie tertawa dan menambahkan makanan putrinya


Jordi datang dengan pelayan yang membawa segelas susu bumil, tiga gelas Juice jeruk


setelah pelayan menghidangkan minuman, Jordi mulai makan bersama .


"kak, sebaiknya kamu pulang saja, wajahmu pucat sekali, kasihan bayimu" tegur Jordi


"pasien masih banyak, sebentar lagi aku pulang kalau sudah selesai kerja" jawab Joyce masih terus makan, Jordi melirik Nathan , Nathan mengambil ponsel dan mengirimkan pesan lalu kembali makan


usai makan siang cathie pulang ke rumahnya, Joyce dan Nathan kembali ke ruangan masing masing, sementara Jordi sedang melakukan perhitungan dengan anak buahnya


setelah memeriksa dua pasien, nomor antrian berakhir "dokter pasien mengatur ulang jadwal mereka menjadi besok, tugas kita selesai" lapor suster , Joyce mengangguk, ia pun merasakan kantuk teramat sangat, ia tertidur di kursi kebesarannya dengan kepala terbaring di meja , pulas sekali Joyce tidur


Nathan yang melihat istrinya tidur dengan posisi tak nyaman melalui cctv, segera berpamitan pada calon rekan bisnisnya , padahal ia tengah membicarakan project ratusan miliar , ia minta asprinya Stevan menggantikannya


"Maaf , nyonya muda saya sedang mengandung, tapi bersikeras bekerja, Pimpinan saya tak tahan melihat istrinya diposisi begitu, ia menjemputnya" Stevan menjelaskan sambil menunjuk ke cctv


"Pemimpin keluarga yang hebat pastinya bisa dipercaya memimpin perusahaan dan project ini, mana berkas yang harus di tanda tangani, saya siap dengan kerjasama ini" ucap Mr Steward klien Nathan dari new york, seketika Stevan terpana


ia tadinya takut tak mampu menggantikan bosnya membicarakan project ini ternyata sang klien salut pada sikap pimpinannya dan langsung setuju tanpa basa basi lagi


mereka segera menandatangani kontrak kerjasama dan berjabat tangan


"Dana akan dikirim bagian keuangan ke rekening pimpinan anda, selanjutnya bisa hub asisten saya Robert" Mr Steward segera permisi


"sepertinya aku pernah melihat istri dokter Nathan" ucap Mr Steward pada asistennya Robert


"Ya itu Dokter Joycelyn Alexa Winston, dokter spesialist jantung yang pernah menyelamatkan ibu anda saat di London, anda memanggilnya celyn" jawab Robert " Dulu ibu anda hendak menjodohkan anda dengannya"

__ADS_1


"Jadi Dia istri dokter Nathaniel?" tanya Mr Steward kecewa sekali, seperti orang patah hati , Robert mengangguk "sepertinya begitu"


__ADS_2