
paginya
Minggu pagi
Joyce bangun jam 09:00
ia bangun kesiangan, dia bergegas menggeser tangan besar di perutnya tapi bukan lepas, malah makin erat pelukan yang ia dapat , Joyce baru sadar tubuhnya tidak berbenang sama sekali
"Geser kak"
"ART sudah pulang, jadi tidurlah sebentar lagi"
"Aku mau mandi kak"
"Aku tak rela"
"lepaskan atau aku marah" omel Joyce membuat Nathan yang sudah mandi dan berpakaian santai itu langsung duduk
"pelanlah jangan buru buru" ucap Nathan pelan, Joyce mengangguk, ia membawa selimut sampai ke kamar mandi, Nathan tertawa kecil melihat kelakuan istrinya yang malu malu seperti anak kecil
setelah istrinya mandi, ia mengajak sang istri turun sarapan di samping gedung pent house mereka
"Kita makan dibawah, ada resto baru disebelah" ajak nathan yang langsung menggandeng lengan kecil istrinya
Tiba di resto super ramai itu, Nathan mengambil posisi di sudut ruangan, posisi kesukaan istrinya karena tidak ada orang lalu lalang disekitar tapi bisa melihat seluruh sudut restoran
Joyce memesan ikan bakar dan kentang rebus , Nathan memesan dua porsi beef steak . Saat makanan terhidang , joyce makan dengan sangat lahap. Nathan yang baru selesai memotong kecil kecil steaknya langsung mendorong ke hadapan sang istri.
Joyce langsung memakan dengan lahap sementara Nathan juga mulai makan steaknya .
"Mau es krim yoghurt strawberry?" tanya Nathan setelah keduanya selesai makan, Joyce mengangguk dengan mata berbinar , Nathan pun segera memesannya
tak perlu menunggu lama Joyce sudah menghabiskan dua porsi yoghurt
"Ayo kita ke mall" ajak Nathan sambil menggandeng lengan sang istri menuju pintu keluar
"Kak, kita belum bayar, aku tidak bawa dompet karena tadi buru buru" ucap Joyce malu, Nathan tertawa pelan dan menarik lengan istrinya ke sebuah sudut ruangan
"Baca nama resto ini"
__ADS_1
"Wellingston restaurant" eja Joyce lalu menatap suaminya
"Ya willington dan Winston, aku membuka resto ini untukmu, resto ini berjalan dengan management Jordi, tadinya aku buka untuk memenuhi masa ngidammu, tapi malah super ramai, anggap saja lucky"
"Kalau mau makan, langsung pesan saja atau langsung kesini, tidak perlu membayar, akhir bulan pihak managemen Jordi akan memotong laba bagianmu"
"laba bagianku?" beo Joyce lagi
"ya karena resto ini milikmu , hanya harus membagikan persen laba untuk Jordi" terang Nathan, Joyce mengangguk paham
"Terima kasih"
"Kenapa terima kasih, harusnya aku yang terima kasih, anakku yang makan meminjam mulutmu" ucap Nathan tertawa , Joyce mengangguk
"Meja tadi hanya khusus untukmu, tidak untuk tamu, selain kamu dan orangtua kita , tak ada yang bisa menempatinya" lagi lagi Joyce hanya mengangguk
Joyce tak heran resto ini begitu ramai karena adiknya memang spesialist dalam hal ini, akhirnya Joyce hanya mengangguk saja
"Bagaimana kalau kita ke pantai makan seafood setelah belanja di mall?" tanya Nathan, Joyce mengangguk
selama perjalanan joyce menatap konsep bangunan dan konsep resto tadi di iPad sang suami yang didesign adiknya jordan, ia sangat menyukainya
Nathan melangkah ke toko perhiasan Dunia W&co , dia membeli empat buah kalung dengan liontin NAW, dua ukuran kecil, dua ukuran dewasa, lalu meminta petugas membungkusnya
"NAW?" tanya Joyce
"Kalian semua milikku jadi harus pakai initialku" ucap Nathan dengan pongah membuat Joyce tertawa . Nathan terkesima karena ini pertama kali ia melihat Joyce tertawa bebas seperti itu, terlihat sangat cantik sekali
"Dokter bilang anak kita keduanya laki laki, aku menyiapkan nama untuk mereka Noah Allan Wellington dan Noel Allan Wellington" ucap Nathan
"Tapi dokter tidak bisa melebihi kehendak Tuhan, jadi aku menyiapkan dua nama lagi kalau anak kita perempuan Naomi Alexa Wellington dan Nathania Alexa Wellington" imbuh Nathan , Joyce hanya mengangguk
"Kalau kelak anakmu bertambah apa namanya?" tanya Joyce
"Laki laki aku beri nama Nobert Allan Wellington, Naori Alexa Wellington" jawab Nathan membuat Joyce menatapnya datar
"Aku sudah menyusun nama untuk anak anak kita, kita cukup mencetak terus" bisik Nathan sambil tertawa membuat Joyce mencebik
"Kalau begitu belikan dua kalung lagi sebagai cadangan kalau memiliki anak lagi" pinta Joyce, Nathan mengangguk dan memesan dua lagi kalung berharga fantastis itu dengan penuh senyuman.
__ADS_1
Nathan sekalian membeli gelang indah yang berinisial NAW juga
Setelah pesanan di serahkan pada Nathan, Nathan langsung mengalungkan kalung keleher istrinya dan memasangkan gelang di pergelangan kecil istrinya , dia juga mengenakan kalung itu kelehernya sendiri
"Kini tinggal menunggu mereka lahir, aku akan mengalungkan kalung ini sendiri dileher mereka" ucap Nathan bahagia, Joyce mengangguk
"ayo kita ke pantai, adikmu ada buka resto di pantai, makanannya sungguh lezat sekali, anehnya dia tidak makan udang dan kepiting tapi dia menjual dengan taste yang sangat lezat"
"Kakak pernah kesana?" tanya Joyce dingin
Nathan sadar istrinya mencurigainya "Aku membaca komentar di Internet , ribuan komentar memuji udang dan kepitingnya" jawab Nathan membuat Joyce mengangguk
"Kami bisa memakan udang dan kepiting, tapi harus memastikan keduanya dimasak dalam kondisi masih hidup atau masih segar, tapi ya jaman sekarang banyak koki nakal, menyulap dengan yang tidak segar saat proses di kuali" ucap Joyce membuat Nathan mengangguk , ia bertambah memahami sang istri
"ingin makan udang bakar?" tanya Nathan , Joyce mengangguk
Nathan mengemudikan mobil menuju arah pantai, begitu tiba, Joyce langsung membuka pintu mobil dan berlari ke arah air .
Nathan dengan cepat mematikan mesin mobil dan mengunci pintu sambil berlari mengejar sang istri
"Sayang, pelanlah, kamu sedang hamil" ucap Nathan sangat pelan sekali, wajahnya pias. ia memeluk istrinya
"Maafkan aku" ucap Joyce yang ikut pias sambil mengusap perutnya dengan penyesalan
"Tidak apa apa, ayo kita main air" ajak Nathan , ia melepaskan sepatu sandal karet sang istri dan menyerahkan entah pada siapa
Joyce menebak itu pengawal dari mertuanya tapi dia tak mau pusink , itu hal yang biasa dia alami sejak kecil
setelah puas bermain air dan berpoto Poto, Nathan mengajak Joyce ke resto tepi pantai milik Jordi
resto itu amat sangat ramai sekali, tapi sebuah meja kosong sudah tersedia makanan telah disiapkan untuk Joyce
mereka segera duduk, Joyce menatap makanan itu dengan berbinar
"cucu tangan lalu makanlah" ucap Nathan, ia mengambil air mineral dan menuangkan ke tangan istrinya lalu memberi sabun cair steril . setelah istrinya mencuci tangan, ia ikut mencuci tangan .
mereka makan dengan sangat lahap karena makanannya benar sangat enak sekali
usai makan Joyce menikmati angin pantai sambil menatap resto milik adiknya yang seolah tak berhenti berganti pengunjung bahkan harus antri di resepsionis menunggu meja pesanan mereka kosong
__ADS_1
Joyce bangga sekali pada saudara saudaranya yang sukses di bidang masing masing