
Lima Tahun Kemudian
New York
jam 6:00 pagi
ruang makan winston
Jova memasuki ruang makan "Morning semua" ucapnya
"Morning" jawab semua orang
jova mengerutkan kening lalu menatap sekeliling mencari sesuatu , Jovi menunjuk ke bawah tangga dengan dagunya sambil menahan tawanya
"Hei gadis cantik kesayangan, kenapa duduk disana" jova menghampiri gadis kecil berusia lima tahun yang meringkuk dibawah tangga dengan wajah muram
"Kakak nakal, dia tak mau meminjamkan laptopnya" air mata gadis itu mulai menetes di pipi gembulnya
"Sayang, jangan menangis nanti cantiknya hilang" jova menggendong tubuh kecil itu lalu menyeka airmatanya
Jovi yang tak tahan lagi menonton drama didepannya langsung tertawa keras dan mendapat tatapan tajam dari seorang wanita di seberangnya , ia langsung menutup mulutnya
"Sekarang katakan dimana laptopmu sayang" tanya jova lembut
"Dikamar" jawab gadis itu
"Kenapa tidak menggunakan laptop sendiri?" tanya jova
saat ia kecil sebagai anak paling besar, opa buyut dan ayahnya selalu menjaga martabatnya didepan adiknya, tidak pernah menyudutkannya atau menyalahkannya didepan orang.
Saat ini jova melakukan hal sama pada sang kakak gadis kecil dalam gendongannya
"Dulu Naomi menghancurkan sistem keamanan di kantor papa nya Alicia, sekarang mereka sudah menggunakan jasa IT yang lebih canggih laptop Naomi tak bisa menembusnya, harus pakai laptop kakak baru bisa" lapor Naomi
"Ayah Alicia pasti stress sekali menghadapi gadis menyeramkan ini " ucap Jovi sambil tertawa yang langsung mendapat tatapan tajam dari jova, ia pun langsung menutup mulutnya
"Apa kesalahan mereka sayang?" tanya jova
"Dulu saat sekolah ia mengatai Naomi anak haram , sekarang sudah home schooling dia masih melakukan hal sama" adu Naomi
"Kakak akan menghancurkan mereka untukmu" ucap pria kecil yang duduk menatap piring didepannya dengan dingin
"Tidak, aku akan menghancurkannya dengan tanganku sendiri, dia menggangguku jadi aku yang memberinya pelajaran kak" sang kakak hanya mengangguk
__ADS_1
"Sekarang makanlah, untuk berkelahi online orang juga butuh tenaga" tegur sebuah suara dingin , Jovi kembali tertawa yang langsung mendapat tatapan dingin empat orang didepannya
"Ok mom" jawab sepasang anak kembar itu
"Pesankan satu set laptop terbaru untuk Naomi" titah jova melalui panggilan ponselnya lalu memutuskan sambungan dan mereka memulai sarapan mereka dengan tenang
"Kamu butuh sesuatu sayang?" tanya Jovi pada ponakan laki lakinya setelah sarapan mereka selesai, pria kecil itu menggeleng dingin
"Huh, sombong" omel Jovi tak serius
"Uncle Vi , untuk sombong butuh skill " tegur Naomi membuat Jovi kembali terbahak bahak
"Anak siapa sih ini, gemesin" Jovi langsung menyerang pipi gembul yang meronta ronta itu
"Aku akan membawa Naomi dan Nobert ke kantor, kamu... "
"Aku diantar kak Jovi saja" jawab Joyce cepat "Kak turunkan aku di rumah sakit"
"Kalian pulang jangan kesorean, besok kita liburan ke Paris , pesawat pagi" ucap Jovi pada jova , jova mengangguk
mereka pun berpisah di pintu utama , jova membawa dua kurcacinya ke kantor , sementara Jovi mengantar adiknya ke rumah sakit dulu baru ke kantor
tiga puluh menit perjalanan, jova dan dua kurcaci kecilnya tiba di ruangan kantornya. ada dua meja kecil disudut ruangan , letaknya tak jauh dari meja jova
"Yesss laptop baru" pekik Naomi senang "thank you dad" jova mengangguk
Naomi duduk, lalu dengan wajah dingin jari jarinya bergerak lincah di tuts keyboard, satu jam berlalu wajah dinginnya semakin dingin. keringat muncul di pelipisnya
Nobert menekan bell , masuklah seorang laki laki "Ya CEO muda" sapa pria itu
"Tolong berikan segelas orange Juice dan dua gelas air putih hangat, terima kasih Nellson" ucapnya sopan tapi dengan nada dingin , Nelson mengangguk lalu keluar ruangan. tak lama ia kembali membawa pesanan Nobert.
"Tolong berikan air hangat itu pada CEO Winston" titahnya ia mengambil orange Juice dan memberi pada adiknya lalu menyeka kening adiknya dengan tissue
"Bergeserlah, kakak akan melihatnya" Naomi mematuhi kakaknya, ia bergeser ke samping
Nobert dengan wajah dinginnya mulai melakukan sesuatu dengan laptop sang adik , tapi setelah setengah jam ia masih gagal
"halooo anak anak, apa kalian merindukan uncle yang tampan dan mapan ini?" tanya Jovi yang baru muncul
Nobert dan jova menatapnya dingin lalu kembali ke laptop masing masing sementara Naomi menggeleng dengan wajah polosnya "Tidak" jawabnya, Jovi langsung menyerangnya sampai gadis itu berteriak geli. keringat mulai muncul di pelipis Nobert, Naomi mendekatinya
"Bagaimana kak?" tanya Naomi serius dengan wajah dingin
__ADS_1
"Lihatlah kak, gadis ini sungguh berkepribadian ganda , sebentar wajahnya lucu, tiba didepan laptop wajahnya menyeramkan" adu Jovi membuat jova melirik kedua kurcacinya
"Bantu Nobert dulu, kerjaanku hampir selesai " titah jova dengan wajah dingin, ia tau Nobert butuh bantuan
Jovi melangkah ke arah laptop baru Naomi, Nobert sedikit bergeser , Jovi menatap serius laptop itu , wajahnya berubah dingin, tangannya bergerak lincah disana
"Dia tak sadar, dia juga berkepribadian ganda" umpat jova sambil melanjutkan pekerjaannya
satu jam Jovi belum berhasil menyelesaikan misi kedua keponakannya, bahkan pekerjaan jova sudah selesai , ia menatap dua pria beda usia didepannya yang memasang wajah dingin sementara Naomi sudah tidur di ruangan pribadi jova
"Ada apa?" tanya jova menghampiri mereka
"NAW-King kak, belum bisa" Jovi menunjukkan layar laptopnya
"Bergeserlah" jova mengambil posisi didepan laptop Naomi dan menggerakkan jarinya lincah disana
"Protect IP kak" ucap Jovi
"Sudah daritadi" jawab jova dingin
"Jovi mengambil posisi di laptop Nobert , ikut membantu sang kakak, 40 menit kemudian Jova menyeka keringatnya
"Done " ucap jova puas
"Rasakan" ucap Nobert
"Hahahaha sekali tembak dua burung" ucap Jovi penuh misteri , jova mengangguk
"waspadalah dia akan melakukan perlawanan" imbuh Jovi
"Kalau dia berani melawan putri kecil kesayanganku, cobalah untuk maju, aku akan menyembah kakinya jika dia maju" balas jova juga penuh misteri, Jovi terbahak bahak
"Gadis kecil ayo pulang , musuhmu sudah rata" jova mengangkat tubuh kecil itu dan mengecup pipinya
"Matikan VPN tadi" ucap Naomi setengah ngantuk, Jovi menepuk keningnya dan segera menjalankan ucapan Naomi
"Siapa jemput Joyce?" tanya jova
"Jeremy" jawab Jovi , jova langsung membawa dua kurcacinya keluar ruangan
ya dulu Joyce menggunakan kekuasaan mencari kesalahan masa lalu dokter obgyn yang menanganinya lalu menekannya dan memintanya menyatakan kandungannya yang berisi empat bayi hanya berisi dua bayi
rencana Joyce membelokkan rencana awal yang sudah disusun keluarga winston, saat Joyce pergi ia membawa serta sepasang bayi kembarnya ke New york
__ADS_1
untuk mengalihkan perhatian, Jeremy menggunakan pesawat pribadinya dengan tujuan Kuala Namo - Dubai , tapi Jeremy memindahkan Joyce dengan jet temannya rute Kuala Namo - Taiwan dari Taiwan menggunakan jet pribadi lain menuju new york
Nathan dan keluarga Wellington sempat menyelidiki semua hal tentang Winston dan Steward, ia tidak mendapat apapun sebab smua sudah direncakan secara rapi