
Senin
jam 07:00
WIH (Wellingston International Hospital)
Setelah seminggu mengisi waktu menemani keluarganya, hari ini Joyce mulai bekerja
Menyadari kemampuan mengemudi yang sangat minim membuat Joyce sadar diri dan tidak berani mengendarai salah satu dari mobil koleksi ayahnya dan saudara saudaranya meskipun mereka mengizinkan , jadilah Feny membelikan Honda Brio mungil yang ia rasa cocok dengan Joyce
Mengendarai mobil Honda Brio terbaru pemberian Feny, Joyce yang kemampuan mengemudinya sangat seadanya akhirnya tiba di Rumah Sakit dengan selamat
saat berjalan dengan wajah dingin menuju ruangannya, Joyce berpapasan dengan Nathan yang juga hendak menuju ruangannya , Joyce menundukkan kepalanya sedikit tanda hormat lalu segera masuk ke ruangannya dengan posisi wajah bertahan tetap dingin
"Suster silahkan mulai panggilan antrian" titah Joyce tegas setelah membaca history kesehatan pasien yang tertumpuk di mejanya
"Baik dokter" jawab sang suster lalu menjalankan perintah tuannya
Pasien Joyce meluber antriannya, banyak pasien dari berbagai penjuru Indonesia datang ke Medan hanya untuk konsultasi kesehatan dengan Joyce
Joyce yang jam kerjanya dari jam 08:00 SD jam 16:00 akhirnya lembur sampai jam 22:00 baru tiba di rumah.
Selama sebulan berlangsung demikian, ia selalu lupa akan makan siang atau makan malamnya demi membantu dan menghargai pasiennya
Hingga akhirnya Charlos ke rumah sakit secara diam diam menemui Antonio dan Nathan
"Kenapa Joyce bisa pulang sampai jam sepuluh malam?" tanya Charlos dengan wajah dingin
"Pihak management dan aku bahkan sudah memanggilnya, mengingatkannya tapi dia mengabaikan kami, dia masih seperti itu, lalu saya harus bagaimana? tidak mungkin memecatnya" ucap Antonio bingung
"Kalau diperlukan , kamu bisa memecatnya" ucap Charlos merasa itu ide yang baik
'Kau gila? rumah sakit akan bangkrut di viral netizen karena memecat seorang dokter profesional dengan predikat terbaik" omel Antonio
"Dan kamu diam saja tanpa tindakan?" tanya Charlos menatap tajam pada Nathan
Charlos sudah frustasi, karena jam kerja Joyce, dia di intimidasi oleh anggota keluarganya sampai tak berdaya.
__ADS_1
"ehemmm... baiklah uncle, aku akan mengurusnya hari ini juga" ucap Nathan, Charlos mengangguk
"Sebentar lagi aku bisa diusir ibuku dari rumah kalau putriku masih lembur seperti ini" ucap Charlos frustasi
"tenanglah, besok Joyce akan pulang tepat waktu" ucap Nathan dengan yakin
"aku pegang ucapanmu Nathan" tak lama Charlos bergegas keluar, ia harus kembali ke kantor karena ada zoom meeting dengan ke empat putranya menyangkut pembangunan proyek yang sedang mereka kerjakan
Setelah kepulangan Charlos, Nathan memanggil pihak managemen dan resepsionis rumah sakit dan memberi mereka surat perintah resmi mengenai sistem appointment dan jumlah pasien untuk pasien dokter joycelyn. Hal itu diterapkan mulai besok
Dan besoknya saat sistem di berlakukan, Joycelyn langsung meradang. Jam 16:00 saat ia pulang kerja. Ia langsung menemui resepsionis sekaligus costumer service
"Kenapa kalian membatasi pasien saya? apakah kalian tau mereka sebagian datang dalam keadaan tidak baik baik sekali, ada pula yang datang dari jauh untuk konsultasi kesehatan mereka"
"Pasien jantung, adalah pasien yang sebagian adalah pasien emergency, bila terlibat melakukan pertolongan, bisa berakibat fatal" tanya Joyce pelan , dingin, penuh tekanan
"Maafkan kami dokter Joyce tapi ini bukan wewenang kami, kami hanya menjalankan perintah" cs menunjukkan surat perintah resmi yang di tandatangani Nathan
"Dimana Ruangan Dokter Nathan" tanyanya dengan suara semakin pelan tapi semakin dingin
"Ijinkan saya bertemu dokter Nathan" pinta Joyce dingin pada seorang wanita berpakaian blazer hitam, dalaman yang menunjukkan belahan dadanya yang berukuran lumayan besar dengan rok yang ukurannya 1,5 jengkal diatas lutut, bedak sangat tebal sekali dan aroma parfum menyengat
"Silahkan Dokter Joyce" dengan semangat wanita itu membawa dokter Joyce masuk. karena sudah di pesankan oleh atasannya
Joyce bisa melihat ada beberapa bekas gigitan di leher bagian bawah wanita yang mencepol dengan rapi rambutnya , Joyce hanya menatapnya datar dan mengikutinya
"Dokter Joyce ingin bertemu Dokter Nathan" lapor wanita itu dengan genit , ia telah menurunkan dalaman bajunya lagi supaya belahannya semakin jelas terlihat
"Ya, anda bisa keluar clara" titah Nathan dingin
"Bila anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya" imbuh Clara lagi dengan makin genit
"Keluar, saya mau bicara dengan tamu saya" usir Nathan dengan intonasi makin tinggi membuat Clara mencebik , lalu keluar dengan tidak ikhlas
"Duduklah dokter Joyce " titahnya dengan intonasi sudah menurun tapi nadanya tetap dingin "katakan ada apa " imbuh nya
"Kenapa anda membatasi pasien saya sepihak tanpa konfirmasi, Dokter Nathan?" tanya Joyce dingin
__ADS_1
"Sebagai seorang pimpinan, saya memiliki kewajiban menjaga banyak hal terkait rumah sakit, mulai dari kesehatan seluruh team, dan nama baik rumah sakit"
"Apakah saya mengganggu rumah sakit ini?"
"Anda cukup pintar mengetahui jawabannya tanpa perlu saya explain tapi baiklah agar anda memahami konteksnya, bila anda bekerja secara berlebihan akan merusak kesehatan anda dan berimbas sakitnya anda yang mempengaruhi kinerja serta nama baik rumah sakit " jawab Nathan tegas
"Anda memikirkan pasien apa yang saya tangani? bagaimana kondisi mereka? mereka bahkan datang dari jauh, menolak mereka sama dengan mengecewakan mereka, apalagi mereka tidak dalam kondisi baik baik saja, saya berharap anda mengembalikan jam kerja saya" Joyce menatap tajam pada nathan
"Bagaimana anda mengobati pasien anda bila kesehatan anda sendiri tidak bisa anda jaga? mengenai jam kerja maaf saya ikut SOP" balas Nathan
"Atau anda mau menggunakan abuse power?" tanya Nathan dengan nada mengejek membuat emosi Joyce makin naik
"Anda..." ucap Joyce yang langsung menghentikan ucapannya karena sadar nadanya meninggi pada atasannya yang telah menghinanya membawa statusnya sebagai anak pemilik rumah sakit
Joyce memejamkan mata sesaat, menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya, saling marahnya air matanya sudah disudut pelupuk matanya
"Baiklah, terima kasih atas waktunya, saya permisi " pamit Joyce yang langsung berdiri dan membalikkan badannya, ia tak ingin terlihat lemah dengan jatuhnya airmatanya dihadapan pria angkuh dihadapannya
dengan cepat Joyce melangkah ke pintu keluar , air matanya terburu jatuh di pipinya. sebelum ia sampai di pintu utama sebuah tangan besar menahan lengannya
"Dokter Joyce ponsel anda...." Nathan menghentikan ucapannya melihat air mata di pipi Joyce, ia segera mengambil sapu tangan dari sakunya lalu menyeka airmata Joyce yang langsung memalingkan wajahnya
Joyce merebut ponsel dari tangan Nathan lalu dengan cepat ia keluar ruangan membawa sapu tangan Nathan yang masih membeku
Clara yang melihat Joyce menangis langsung masuk ke ruangan Nathan
Arghhhhhh teriak Nathan
"Dokter Nathan, dokter Joyce .. dia" ucap Clara
prankkkkkk
Nathan membanting benda di mejanya
"KELUARRRRR" bentaknya, Clara dengan cepat langsung keluar ruangan
Nathan menjambak rambutnya kasar , ada rasa bersalah membuat gadis kecil itu menangis . hatinya tak nyaman tapi dia juga tidak berdaya, Charlos memaksanya mengambil langkah extreme.
__ADS_1