
Setelah menyusun rencana dengan matang, Charlos menghubungi kedua putra lainnya memberitau perihal Joyce, keduanya sangat marah sekali
"Dad akan mudah tertangkap kalau masih dalam kota, apalagi jet kita pernah masuk ke pekan baru, Costa Nostra bisa melacak semua itu" ucap jova dingin
"kamu punya pendapat?" tanya Charlos
"Jeremy adalah kepala mafia di New york, dia punya kuasa tiada batas disini, aku akan menghubunginya untuk memindahkan Joyce ke sini tanpa terdeteksi"
"dad mom pulang kerumah saja, pastikan dad pura pura tidak terlibat atas hilangnya Joyce , bahkan dad harus meminta tanggung jawab ke Nathan"
Charlos menyetujui perencanaan sang putra, dan mereka mulai menyusun rencana dengan matang sekali
\=\=\=\=\=
sebulan kemudian
Sabtu jam 09:00
kandungan kandungan Joyce memasuki bulan ketujuh, perutnya membuncit tapi dia tetap memaksa bekerja bahkan mengambil kelas yoga dan kelas renang rutin bumil sesuai anjuran sang ibu
saat memasuki pent house Nathan, ia melihat sang suami tengah tertidur dengan pulas, ia membawa pakaiannya dan membersihkan diri di kamar mandi lain supaya tidak mengganggu sang suami
usai mandi ia menjulurkan kakinya yang agak bengkak di sofa , nyaman sekali rasanya bagi Joyce
tak lama ponselnya berdering, ia melihat nama My One di ponselnya, ia tersenyum lalu berjalan ke balkon untuk menjawab panggilan.
panjang lebar ia berbicara dengan pria di seberang sana
"ya, dia bukan menyukaiku, tapi mementingkan anaknya, setelah anaknya lahir aku akan menitipkan pada mertuaku, dengan begitu mom dad bisa melihat mereka juga"
"......."
"ya pernikahan kami berakhir saat bayinya berusia tiga bulan, aku sendiri akan kembali ke London"
"....."
__ADS_1
"dia hanya akan menaikkan jabatan ku dari ARTnya menjadi baby sitter anak anaknya, sejak awal menikah dia memang sangat sengaja menindasku"
"....."
"Baiklah, aku akan mengabarimu saat sudah di London, sampai bertemu di London, aku mencintaimu" Joyce memutuskan sambungan ponselnya
joyce tidak menyadari ada Nathan yang mendengar semua ucapannya dari balik dinding sambil mengepalkan tangannya, Nathan berpikir Joyce bicara dengan kekasihnya yang Nathan tak tau siapa itu
"mana ponselmu" tanya Nathan dingin menjulurkan telapak tangan kanannya
Joyce menatap suaminya dingin lalu segera melewati suaminya untuk masuk kekamar, tangan kirinya menahan lengan joyce
"Jangan membuatku marah, mana ponselmu?' tanya nathan dengan suara berat
"Apakah kamu tidak mengerti apa yang disebut privacy?"
"Tidak ada privacy dalam hubungan suami istri" tegas Nathan dengan nada agak tinggi
"Aku amat tidak menyukai seseorang menyentuh benda pribadiku, lebih tidak menyukai pemaksaan, paswordnya ultahku" Joyce menundukkan kepalanya , matanya memerah, ia meletakkan ponselnya di tangan besar yang menjulur kearahnya lalu menepis tangan besar dilengannya, ia melangkah cepat menuju kamarnya, karena air matanya sudah menetes kepipinya .
"maafkan aku, aku cemburu" bisiknya sambil mencerukkan kepalanya di leher sang istri, ia mengusap usap perut buncit istrinya, sebelah tangannya mengembalikan ponsel istrinya ke tangan istrinya , ia menggiring istrinya ke ranjang dan membaringkannya, mematikan lampu kamar, menyalakan lampu tidur, ia pun berlutut sambil mengecup perut sang istri
"Maafkan papi sayang, papi terlalu mencintai mamimu sampai cemburu sekali jika mami bicara dengan laki laki lain" ia berbicara dengan bayinya
Joyce memalingkan wajahnya , Nathan naik ke atas tubuhnya dan mengukungnya
"Bergeserlah" ucap Joyce dingin
"Aku tak akan menyentuhmu kecuali kalau kamu mengijinkan, jadi tenanglah" Joyce melihat kesungguhan dimata Nathan , ia memalingkan wajah tapi Nathan meraup kedua pipinya
"Aku minta maaf, aku cemburu" ucap Nathan, Joyce menatap ke arah samping, Nathan yang tak kuat melihat bibir mungil itu segera menyesapnya
Joyce yang terkejut, membeku seketika, melihat tak ada perlawanan , Nathan semakin li -ar menjalani aksinya, tak lama Joyce memberontak, ia mendorong tubuh yang sama sekali tak bergeming
Nathan melanjutkan aksinya sampai Joyce sendiri larut dalam permainan suaminya, ia membalas dengan kaku. tak lama Nathan melepasnya untuk mengambil nafas. tapi berlangsung hanya sesaat, Nathan kembali menyesap bibir mungil itu
__ADS_1
tangan Joyce yang semula meronta dan mendorong Nathan, kini sudah dibahu Nathan , ia membalas Nathan dengan kewalahan karena belum pengalaman.
tangan Nathan menurunkan tali spaghety gaun tidur satin istrinya sampai ke lengan dan menurunkan penyangga , mulutnya secepat kilat berpindah dari mulut mungil Joyce menuju puncak lampu kembar istrinya yang seolah mau tumpah, dimana sebelumnya sudah berukuran besar sekali ditambah hamil membuat semakin membengkak
rinti -han demi Rin -tihan keluar dari mulut Joyce, ia menjambak rambut Nathan dan menekannya lebih dalam ke lampu kembar nya
otak Nathan berputar cepat, tanpa istrinya sadari, pembungkus senapannya sudah lepas, sambil menyusu rakus, tangannya turun ke sawah istrinya, satu jarinya langsung bermain disana, Joyce langsung sadar dan meronta, Nathan kembali menyerang bibir kecil itu dengan menuntut , hingga akhirnya pembungkus sawah itu bahkan sudah terlepas tanpa ia sadari
diluar kesadaran Joyce, senapan Nathan sudah memasukinya
"ag" pekik Joyce menahan nyeri tapi Nathan membungkam mulutnya dengan perang lidah, sebelah tangan bermain di puncak lampu kembar membuat Joyce kembali lupa diri
Nathan mulai bergerak memompa sang istri, Joyce memejamkan matanya, awalnya ia meracau, terakhir ia malah berteriak. ia ingin menolak, sayangnya tubuhnya menghianatinya . seolah mendamba . mungkin bayinya ingin dekat sang ayah
aggggg
Joyce berteriak, lahar panas meluap Darii sawahnya mengenai senapan Nathan
"sungguh sempit sekali sayang, aku mencintaimu" bisiknya terus memompa, mulutnya menyusu dengan sangat rakus. Joyce berteriak kencang membuat Nathan tersenyum penuh kemenangan
hingga akhirnya dua orang itu mengalami ledakan panas, Nathan langsung ambruk disamping istrinya
"Terima kasih sayang, i love u" bisiknya di telinga Joyce
Joyce hanya mengangguk sambil mengatur nafasnya yang tersengal sengal
Nathan menarik selimut, menutupi sampai ke leher sang istri yang sudah memejamkan mata, ia berbaring sambil memeluk istrinya dan ikut tertidur
Joyce yang tertidur, merasakan geli di tubuhnya, perlahan ia membuka matanya, ia terkejut melihat sang suami sedang diatasnya tengah memompanya perlahan
"Ssstt nikmati saja" bisik Nathan, ia menyusu dengan rakus membuat Joyce tak kuat . olah raga panas kembali berlangsung, Joyce berteriak lirih selama permainan, bagi Nathan itu serasa nyanyian merdu yang menambah semangatnya
hingga keduanya meledakkan lahar panas kedua kali, Nathan ambruk disamping istrinya sambil memeluk sang istri. mulutnya masih menyusu , seolah tak berniat melepaskan wadah minuman kesayangannya itu lagi.
setelah merasa nafas Joyce mulai stabil, Nathan mengangkat tubuh mungil itu ke toilet, membuka air hangat dan meneteskan aromaterapi lalu membiarkan istrinya berendam , ia sendiri mandi dengan standing shower
__ADS_1
Joyce menatap tubuhnya yang penuh dengan bekas gigitan suaminya dengan tatapan datar, ia lalu memejamkan matanya. bayangan permainan tadi kembali melintas di pelupuk matanya . ia kembali menginginkan suaminya tapi cukup malu mengungkapkannya