
"Sayang mari kita pulang" ajak Nathan pada Joyce yang sudah tenang dipelukan ayahnya, Joyce mengangguk
"Maafkan aku" bisik Nathan yang sudah menggendong sang istri
"Tidak apa, aku hanya terkejut mendengar suaramu seperti petir" ucap Joyce tersenyum
"Kamu tidak protes saat Daddy dan papa marah tadi siang" protes Nathan, Charlos tertawa
"Daddy berteriak menghadap ke George , kamu berteriak ditelinga Joyce, tentu saja istrimu terkejut" ledek Charlos, Nathan menatap datar mertuanya
"Ayo pulang, anak anak sebentar lagi harus makan dan mandi" ajak Nathan
"Aku jalan kaki saja, mana ada pimpinan digendong , nanti orang tak segan padaku" bisik Joyce, Nathan tertawa dan menurunkannya
Dua keluarga besar itu segera turun ke lobby dengan Limousine milik keluarga Wellington yang sudah menunggu di depan pintu utama rumah sakit
"Siapa yang mengurus hospital , hotel, resort, pent house, apartemen, mall mommy kalian?" tanya Charlos pada cucu kembarnya ketika dalam perjalanan pulang ke mansion, ketiganya saling menatap lalu saling menunjuk, Charlos menatap mereka datar
"Aku seperti melihat 4J dulu saat di tanya opa, Mi" ucap Catherine pada cintami sambil tertawa, Cintami mengangguk ikut tertawa
"Lucunya 4J dan 3N ini tidak menunjuk Joyce dan Naomi" imbuh Feny ikut tertawa
"Kalau mereka menunjuk adik mereka, aku akan merendam mereka malam ini" ucap Nathan dengan muka datar , yang lain tertawa hanya flora yang mencubitnya
"Mereka laki laki sejati, tak mungkin menunjuk Naomi" omelnya
"Kenapa keluarga kita minim perempuan?" celutuk Jordy "Jadinya kita semua harus mengalah, kalau lebih banyak perempuan, kita yang dimanja manja"
Catherine langsung mencubit pinggangnya dengan keras "Aduh ampun mi, lepas mi please" pekiknya
"Rasakan mulutmu itu" omel Jordan
"Kakak ipar, bicaralah baik baik, jangan main fisik" ucap Fenny dengan sedih memeriksa bekas cubitan cathie di pinggang Jordy , kesayangannya setelah Joyce
"Kamu terlalu memanjakannya makanya begini" omel cathie pada Fenny, mereka mulai mau berdebat
"Sudah sudah, kalian mau berdebat didepan anak anak?" tanya Cintami membuat keduanya diam seketika
Charlos dan Chen Hao memilih diam dan tidak mau tau daripada menjadi korban amukan istri mereka yang kerap bertengkar karena Jordy dan Joyce
""Kalian belum menjawab pertanyaan grandpa" ulang Charlos ke point' pertanyaan
__ADS_1
"Biar Opa, grandpa, papi yang memikirkan untuk kami, otak kami tidak muat lagi" jawab Noah dengan wajah dinginnya
"Anak siapa sih ini, kenapa ucapannya begini" Jovi mencium paksa pipi Noah yang langsung meronta
"Lepaskan uncle, lepaskan, aku bukan perempuan, jangan cium! aku anak ayah bucin itu dan Bu dokter cantik itu" pekiknya menunjuk ke orangtuanya
"Kenapa tak menyebutku dokter tampan?" protes Nathan
"Karena Opa dan grandpa lebih tampan" jawab Nobert asal
seisi mobil tertawa melihat kelakuan pria pria dimobil itu sampai mobil berhenti di halaman mansion milik Joyce .
Antonio dan Flora sudah menyetujui undangan Cintami yang mengajak mereka menginap supaya semua memiliki suasana kehangatan berkumpulnya keluarga
Tiba di mansion semua langsung membersihkan diri , dalam satu jam smua sudah berada di ruang keluarga yang berada di taman belakang, sebenarnya itu adalah ruangan anak anak untuk bersantai dan bermain , tapi mendadak menjadi ruang keluarga
"Ehem..." ucap Charlos menatap Jovi datar
"Mom... " rengek Jovi sambil memeluk sang ibu
"Push up 500x, Noel yang menghitung, kalau curang , kalian berdua push up 1000x" titah Charlos , Jovi mengangguk lemas lalu berjalan ke sudut ruangan diikuti ibunya dan cintami
"Mengikuti putraku di hukum" jawab cathie sambil menunduk "Mami juga" jawab Cintami, Jovi adalah buah hatinya
"Hukuman dibatalkan, jangan sampai melibatkan Mommy kalian lagi dalam pertarungan apapun, bisa bisa mommy kalian kena pukulan nyasar" Tegas Charlos
"Maafkan Jovi dad" ucapnya penuh sesal
"Pergilah bantu keponakanmu menghajar si Adam Adam itu" usir Cintami, tujuannya mau sang cucu terhindar dari amarah ayah mereka yang merupakan putranya
"Baik angin" Jovi menghampiri tiga keponakannya yang tengah berpesta pora dengan perusahaan Adam yang sudah bangkrut total sejak tadi sore
"Jova, kenapa Adam bisa sempat menyakiti Joyce dan kamu dan Jovi diam saja?" tanya chenhao
"Ku Chang, mereka bertiga, ibu anak itu, mulutnya seperti di lem alteco, sangat rapat, mereka tidak pernah memberi tau apapun yang mereka alami pada kami berdua , mungkin mereka takut kami mengirim lawannya ke neraka" jawab jova sopan
"Selama ini Naomi hanya bercerita mau melawan Alicia, tidak mungkin kami ikut melawan anak balita, yang kami bisa hanya menyediakan fasilitas untuk Naomi menghajar lawannya, anggap saja mengasah bakat tehnologinya, eh tau tau ayahnya malah membela musuhnya " sindir jova pada Nathan
"Jangan bawa bawa aku, aku tak terlibat, Adam membayar jasa perusahaan IT mereka, mereka CEO perusahaan Naw-King, aku hanya keluar sebagai juru bicara kalau ada kontrak besar untuk mereka" tunjuk Nathan pada Noah dan Noel
"Tapi karena faktor usia , mereka menerima klien juga via Aspri, mereka tidak tau apa apa tentang klien mereka, karena mereka bekerja pada yang membayar jasa mereka, mereka juga tidak tau tentang perselisihan Alicia dengan adik mereka" Bela Antonio
__ADS_1
"Baiklah , saya paham" jawab Chen Hao
"Tiga anak itu sangat hebat ya, tapi tidak seru" omel Fenny membuat Cintami tertawa
"Memang tidak seru, mukanya semua dingin dan datar seperti mereka" tunjuk flora pada Nathan dan Antonio "Untung ada Naomi, hidup kami penuh warna sejak ada Naomi"
"Setuju, dia menggemaskan sekali" puji Fenny
"Laki laki ada proporsi masing masing, mereka anak hebat dan genius" tegas Cintami membela cicit laki lakinya
"Lihatlah Charlos, Antonio, Nathaniel, 4J .. mereka semua pria hebat, perpaduan mereka bersatu dalam diri 3N" imbuh Cintami , semua setuju dengan pendapat Cintami
Tak lama Naomi datang dengan perawatnya sambil menangis membuat smua orang terkejut
"Kenapa sayang?" tanya Nathan langsung menggendong putrinya
"Alicia sudah berjanji akan berteman dengan Naomi, tapi dia memutuskan komunikasi" ucap Naomi sedih
"Kamu yang bertanggung jawab" ucap jova pada Nathan
"Hei, kalian semua terlibat, kenapa aku saja yang tanggung jawab?" protes Nathan, semua hanya menatapnya datar
"Baiklah .." ucapnya pasrah "Begini sayang, bisa jadi ponsel Alicia rusak atau hilang sehingga tidak bisa dihubungi, bersabarlah sampai ia memiliki ponsel baru untuk bisa terhubung lagi"
"saat kita pulang ke Indonesia nanti. sayang akan kembali bersekolah, tak ada yang meledek putri cantik papi ini lagi, disana sayang akan mendapat banyak teman baru yang banyak" bujuk Nathan, Naomi mengangguk dan menyeka airmatanya , tak lama ia sudah bergabung dengan ketiga kakaknya
"Dad akan membuat grup keluarga, supaya mempermudah komunikasi kita selama di Paris" ucap Charlos karena ia yang memiliki seluruh kontak orang yang ada disana. semua mengangguk
Saat Grup sudah selesai di buat, Nathan mengerutkan kening melihat sebuah kontak di dalam, MY ENEMY , itu adalah nomor kontak yang dulu dia ambil dari ponsel istrinya saat istrinya hamil dengan tulisan MY ONE
"Dad ini nomor siapa?" tanya Nathan pada Charlos, Charlos menunjuk jova
"Kenapa? malu karena tak pernah menyimpan nomor ponsel kakak iparmu sendiri?" sindir jova asal. Nathan hanya memasang wajah datar
Sebuah bongkahan batu besar, sudah terangkat dari dada Nathan. Dimasa lalu ia menganggap istrinya kabur dengan kekasih gelapnya yang bernama my one. Begitupun karena besarnya rasa cintanya pada istrinya , ia bersedia menerima masa lalu istrinya selama lima tahun terakhir dan menerima istrinya kembali tanpa syarat meskipun dia tetap merasa kesesakan dihatinya yang telah hilang total begitu mengetahui my one diponsel istrinya adalah kakak ipar pertamanya
Sekarang sisa satu masalah yang belum mampu Nathan selesaikan dalam rumah tangganya, istrinya selalu memiliki jarak dengannya, memposisikan dirinya sebagai orang asing, kecuali bila ada orang lain atau keluarga , barulah istrinya bersikap seolah mereka pasangan bahagia . begitu sisa mereka , sang istri kembali membangun dinding diantara mereka dan bersikap dingin
Nathan masih mencari solusi atas hal ini demi kelanjutan rumah tangganya dan masa depan anak anaknya
yang paling Nathan sesalkan adalah pernah berbuat kesalahan fatal, dimana tadinya ia mencoba membuat istrinya menyerah padanya dengan melimpahkan pekerjaan ternyata membuahkan salah paham yang besar , istrinya merasa harga dirinya terluka lalu membencinya dan selalu bersikap dingin padanya
__ADS_1