
"Niel, Joyce tak ada yang menjaga di sini, kembali lah ke rumah, ada mamamu dan ibu mertuamu yang bisa merawatnya" Ucap Antonio pada putranya saat mereka merokok di balkon
"Akan Niel bicarakan dengan Mommy, hanya beliau yang bisa memintanya pindah tanpa perselisihan" jawab Nathan, Antonio mengangguk
Seminggu kemudian, akhirnya Nathan pindah kembali ke rumah orangtuanya karena sang istri benar benar harus di jaga intensive oleh dua ibunya, Cintami juga fenny , benar saja seminggu kepulangan mereka, Joyce sudah berangsur angsur membaik
Hubungan kedua keluarga itu pun semakin membaik karena mereka sama sama belajar saling memahami satu sama lain
Sabtu sore , Tiga N di hukum Nathan berenang 15 putaran karena keuangan salah satu perusahaan mereka mengalami masalah dan mereka terlambat mengetahui
Sementara Naomi tidak di hukum sebab saat kejadian , Naomi sedang sakit di pent house ayahnya .
Antonio dan Charlos tidak ambil pusink melihat tiga cucunya dihukum, karena bagi mereka selain menyehatkan tubuh sang cucu, itu juga latihan kedisiplinan dan tanggung jawab .
Tapi bila Naomi yang di hukum , ada kemungkinan akan terjadi perang dunia ke seribu dalam keluarga mereka , karena mereka selalu menganggap Naomi masih kecil padahal usianya hanya jeda beberapa menit dari ketiga kakaknya meski badan ketiga kakaknya jauh lebih besar dari badannya karena postur mereka mengikuti postur sang ayah sementara postur Naomi mengikuti postur Joyce dan Catherine yang kecil mungil
"Saat besar nanti, Naomi akan sekolah di Amerika, Naomi akan menjadi seorang dokter" celoteh Naomi sambil memainkan game di Ipadnya dalam pangkuan charlos
"Tidak boleh" ucap Charlos, Antonio dan Nathan serempak, tegasnya juga serempak
Naomi menurunkan ipadnya dan menatap ketiganya dengan bingung. Bukan hanya Naomi yang bingung. Bahkan Cintami, Fenny, Cathie dan Flora juga bingung
"Sekolahnya disini saja, jangan jauh jauh, nanti opa merindukanmu" tolak Antonio
"Papi juga"
"Grandpa juga"
lima wanita beda generasi dan usia itu menatap ketiganya dengan arti tatapan masing masing
"Adik bayimu saja nanti sekolah di Amerika" imbuh charlos membuat smua orang kini menatapnya
"Ia laki laki, biarkan ia meraih cita cita setinggi langit, dua keluarga ini masih mampu membiayainya" imbuh charlos membuat semua ternga-nga menatap Charlos
"Grandpa posesif sekali" omel Naomi dan melanjutkan bermain ipadnya
"Aku yang menemani si bungsu sekolah nanti" ledek Catherine menggoda sang suami
"Aku akan mengurungmu dikamar, coba saja" ancam Charlos membuat Cintami tertawa , ia berjalan ke arah kolam renang dan duduk di kursi santai menatap tiga cicit nya yang sudah menyelesaikan hukuman dari ayah mereka tapi masih berenang
ia menatap kearah Charlos sambil tersenyum, Charlos sangat posesive seperti ayah dan opanya. Ehm.. opanya ...
Flash Back On
Charles mengenal Cintami saat keduanya menempuh pendidikan di Paris . Cintami bekerja sebagai asisten dekan di kampus mereka
__ADS_1
Mulai mereka berpacaran sampai menikah, hubungan Charles dengan Cintami tidak di restui oleh keluarga Winston karena usia Cintami delapan tahun di atas Charles , Cintami juga bukan dari keluarga ternama.
Winston memutuskan keuangan Charles yang bersikeras menikahi Cintami hingga akhirnya Charles bekerja keras menafkahi istrinya yang sedang hamil bayi kembar mereka karena Cintami sudah tidak bekerja
Tapi saat Cintami melahirkan putra kembarnya , mereka kehilangan satu putra kembar mereka karena berat badan sang bayi tidak mencukupi hingga tersisalah satu bayi yang mereka beri nama Charlos Alexander Winston
Saat Charlos berusia tiga tahun, Cintami kembali mengandung dan karena beban biaya hidup cukup berat, Charles kembali ke Indonesia dengan anak istrinya
Dibantu teman temannya, ia membangun usahanya tapi Faktor masih Muda dan tidak banyak pengalaman, usahanya bangkrut karena dana perusahaan digelapkan sahabatnya yang kabur dengan uang yang di curi
Setelah bangkrut , Cintami pun siap melahirkan bayi perempuan mereka , Charles yang tidak memiliki uang lagi, memohon maaf juga memohon pada Winston untuk membantunya
Winston yang memang merindukan anaknya , menerima kembali anak cucunya , Cintami dan anak anaknya dibawa pulang ke rumah keluarga Winston . Cintami melahirkan bayi perempuan, Charles dan ayahnya sangat menyayangi Feny sebagai keturunan pertama bahkan satu satunya wanita di keluarga mereka.
sayangnya saat Feny berusia tiga bulan dan Charlos berusia empat tahun, Charles berpulang kerumah Tuhan, ia terkena kanker paru yang sudah stadium akhir.
Charles sudah lama tau penyakitnya tapi menutupi dari keluarganya , ia sangat mencintai sang istri sehingga tak mau membuat istrinya bersedih
Alasan utama pulang ke Indonesia sebenarnya mengembalikan keturunannya kepada keluarga Winston sebelum ia berpulang ke rumah Tuhan
Keluarga itu merasa sangat terpukul dan sangat kehilangan putra tunggal keluarga Winston tersebut
Sejak saat itu Cintami dan kedua anaknya tinggal bersama Winston, ia yang menghidupi memberi yang terbaik dan mendidik Cintami, Charlos dan Fenny
Saat usia Charlos sembilan tahun , sebagai anak yang genius, ia melanjutkan pendidikannya di London, ia mengambil jurusan IT dan programmer.
Di usia 36 tahun, Cintami yang terlahir amat cantik sekali dengan tubuh setara model kelas internasional tentu menjadi incaran banyak pria , tapi ia memilih fokus pada anak anaknya dan tidak memikirkan pasangan dalam hidupnya
Tapi walau bagaimanapun juga, sebagai wanita yang masih muda ia memiliki kebutuhan biologis , untuk menggunakan jasa pria bayaran ia tak sanggup menanggung konsekuensi bila diketahui anak anaknya , akhirnya ia menggunakan alat alat yang tersedia di pertokoan untuk mengisi kebutuhan biologisnya sendiri
Beberapa kali Winston tak sengaja memergoki Cintami sedang berusaha memenuhi kebutuhan biologisnya dengan peralatan yang dibelinya merasa sedikit iba , tapi mau meminta menantunya menikah lagi, ia juga tak rela cucunya kehilangan kasih sayang
Akhirnya suatu malam ia memanggil Cintami ke ruangan kerjanya yang berada di lantai dua
"Duduklah Cintami" titahnya, Cintami mengangguk dan mengambil posisi duduk didepan meja mertuanya
"Aku tak suka bertele tele aku langsung ke poinnya saja " Winston menatap menantunya yang sangat cantik itu
"Sebagai seorang pria, sepeninggal mami mertuamu, aku memiliki kebutuhan biologis , sebagai seorang pria yang setia, aku tidak suka jajan diluaran. kini aku memberimu dua pilihan, pertama aku akan menikah lagi , lalu aku memiliki istri baru, kami akan memiliki anak anak lagi, warisan otomatis akan jatuh pada anak anakku bukan untuk anak anakmu"
wajah Cintami sedikit pias karena terkejut atas ucapan mertuanya , ia tak mau anaknya hidup susah seperti ia dan suaminya dulu , alasan ia bertahan di rumah ini, tidak meladeni pria yang mengejarnya adalah karena ingin anaknya hidup bahagia tak kekurangan , ia tak mendapat apapun tak masalah asal anaknya tercukupi
"Pilihan kedua, kamu menjadi istriku, tapi hanya private, hanya kamu dan aku yang mengetahui status ini, agar mental anak anak stabil dan tidak jadi Buah bibir orang diluar sana, kewajibanku adalah menafkahimu dan anak anakmu lahir batin, kewajibanmu menjadi istriku adalah melayaniku selayaknya seorang istri berbakti pada suami tapi hanya saat berduaan. ingat hanya kita berdua yang tau"
"waktumu lima belas menit memutuskan pilihan pertama atau kedua , aku akan mandi sebentar lagi aku kembali kesini" Winston meninggalkan ruang kerja dan memasuki sebuah pintu yang menjadi penghubung menuju kamarnya
__ADS_1
Cintami semakin terkejut tapi wajahnya tak sepias tadi lagi , ia berpikir sesaat , hingga lima belas menit berlalu, Winston sudah kembali dengan pakaian santai serta wajah yang segar , Aroma mint seorang pria jantan menguar dari tubuh Winston
"Bagaimana Cintami? kalau kamu setuju dengan pilihan kedua, kamu tanda tangani surat nikah ini, kalau kamu tidak setuju, kamu bisa kembali kekamarmu"
Cintami akhirnya menandatangani surat nikah dihadapannya , Winston tersenyum dan mengangguk. ia berdiri dan berjalan ke arah Cintami lalu mengusap kepalanya lembut
"Punggungku sangat pegal, bisa bantu aku mengoleskan minyak?" tanya Winston , Cintami menunduk dan mengangguk malu
Winston menarik lengan langsing yang sangat halus itu perlahan menuju kamarnya, ia mengunci pintu, ia mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur , lalu menyerahkan lotion pada cintami dan melepaskan pakaiannya sendiri hingga sisa kain kecil penutup senapannya. Winston berbaring telungkup
Cintami memalingkan wajah karena malu, ia sangat tergoda dengan tubuh kekar mertuanya terutama perutnya yang kotak kotak di usia empat puluh sembilan tahun tersebut
dengan jantung berdegup kencang, Cintami mulai mengoleskan lotion ke punggung Winston, tangan halus itu mulai memijat lembut punggung yang keras dan kekar itu , sekitar sepuluh menit , Winston membalikkan tubuhnya dan terlentang
"Pijatanmu sangat lembut, aku menyukainya" Cintami hanya mengangguk malu, ia melanjutkan memijat dada dan perut Winston
"Kalau kamu malu, biar aku yang memijatmu, ucap Winston, ia menarik tangan langsung itu hingga terbaring disampingnya lalu mengukungnya , Cintami menatap ke samping, ia malu sekali
"Biar aku lepaskan sebelum aku memijatmu" Winston mengangkat baju terusan tanpa lengan Cintami ke atas dan melepaskannya lalu melepaskan kaitan penyangga lampu kembar berukuran super besar itu. lampu itu seolah akan meluap tumpah karena terlalu besar
Cintami menyerahkan botol lotion pemberian mantan mertua yang baru saja menjadi suaminya "Aku tak butuh lotion itu, nanti aku pakai lotion alami saja, dari sini" ucap Winston sambil mengusap tangannya di sawah bawah Cintami membuat Cintami makin Malu
Perlahan Winston mengecup bibir tipis warna pink muda alami itu , lalu mel -umatnya lembut, ia menggigit sedikit bibir itu hingga sedikit terbuka, Winston mengabsen seluruh isi rongga mulut manis itu , sebelah tangannya menari di lampu kembar istri barunya.
Cintami yang terbuai mulai membalas perlakuan Winston, mereka terlibat perang mulut yang makin panas hingga akhirnya Winston turun menyusu dengan rakus
Cintami menekan kepala Winston ke lampu kembarnya, Winston seorang pria dewasa yang berpengalaman memainkan perannya mendominasi permainan dengan lihai
Cintami menutup mulutnya dengan tangannya agar mulutnya tak mengeluarkan suara , tapi Winston menarik tangan itu
"Kamar ini kedap suara, berteriak lah sepuasmu, aku suka mendengarnya" bisik Winston, Cintami mengangguk
Winston mengarahkan senapannya ke sawah basah Cintami , Cintami bisa melihat ukuran mantan mertuanya itu sungguh benar benar sangat besar sekali, lebih besar dan lebih panjang dari almarhum suaminya
blashhhh
Saat memasukkan senapannya, Winston bisa merasakan senapannya seperti dipijat didalam sana, benar benar sangat sempit karena Cintami merawat dirinya dengan sangat baik
"aggggg " teriak Cintami membuat Winston tersenyum , ia mulai memompa sang istri perlahan, makin lama makin cepat
"Pi.. cum... " pekik Cintami membuat Winston tersenyum penuh kemenangan ,
"Bagaimana rasanya sayang" bisik Winston ditelinga istri barunya , Cintami memalingkan wajah karena malu tapi Winston menangkap wajahnya kembali menatapnya dalam
"Enak Pi..., enak sekali" jawabnya, Winston tersenyum "Berbaliklah" pintanya sambil mengangkat tubuh indah itu agar membelakanginya lalu ia kembali menancapkan senjatanya dari belakang
__ADS_1
sebagai pria dewasa yang sangat berpengalaman, ia memanjakan Cintami sepuasnya di malam pertama mereka , berulang kali mereka melakukannya sampai Cintami terbaring lemah
"Terima kasih sayang" bisik Winston ke sekian kalinya "Aku sangat menyukai malam ini' Cintami mengangguk