
"Angin .." panggil Nathan membuat Cintami tersadar dari lamunannya
"Ah ya... " jawab Cintami
"Ayo kita makan" ajak Nathan , Cintami mengangguk
"1,2,3 ayo makan" panggil Nathan , ketiga putranya langsung bergegas membersihkan diri dan menyusul ke ruang makan
dua keluarga itu makan dengan tenang dan tanpa suara, sampai usai makan lagi lagi Naomi lah yang terus berceloteh menghidupkan suasana ceria keluarga itu
"Saat usia kandungan Joyce tujuh bulan nanti, aku ingin mengadakan selamatan, dihadiri oleh rekan dan relasi kita" Antonio menyampaikan pendapatnya
"aku beri saran, aku agak ragu kalau empat anak itu menjadi pusat perhatian, mereka kurang nyaman di keramaian" Chen Hao yang memberi saran membuat keluarga itu diam dan berpikir
"Tak mungkin istrimu selalu disembunyikan dirumah" ucap flora pada Nathan dan menatap para keluarga
"anak nakal ini sangat posesive, selalu cemburu buta, kalau pernikahan tidak diumumkan , tiap ada laki laki bicara dengan Joyce saja , anak nakal ini akan menggila"
"Boleh mami memberi saran?" tanya cintami , Charlos Antonio mengangguk
"Acara tujuh bulan sebaiknya dihadiri keluarga saja supaya Joyce dan anak anak nyaman , untuk acara Akbar bukankah Desember nanti aniversary pernikahan orangtuamu nathan? saat itu kalian bisa memperkenalkan Joyce didepan umum"
"Setuju" sambar Antonio cepat diangguki yang lain
setelah diambil kesepakatan, semua segera kembali ke rumah masing masing untuk melewatkan waktu dengan pasangan masing masing
®®®®®®®®®®
Dikamar, Nathan menonton siaran berita sambil memeluk istrinya, Joyce menggambar abstrak dengan jarinya di dada sang suami
"Istirahatlah sayang, jangan memancing kalau belum bisa disentuh" omel Nathan membuat Joyce tertawa tapi tak menghentikan kegiatan nya
"Sayang, aku sudah memperingatimu, jangan macam macam" tegur Nathan lagi dengan suara serak karena hampir tak kuasa mengendalikan diri
peringatan Nathan tidak membuat istrinya patuh malah semakin gencar memainkan jarinya , Nathan segera meletakkan remote tv dan mengukung sang istri yang tertawa tawa
"Gadis nakal, kau harus bertanggung jawab menidurkannya" Nathan melepaskan boxernya dan mengambil lengan mungil istrinya, dia arahkan ke senapannya yang berdiri tegak , Joyce melepaskan tangannya dari senapan extra large suaminya lalu segera menghindar , Nathan menangkapnya lalu Mel -umat bibir mungil istrinya dengan semangat penuh
Nathan beranjak ke bagian lampu kembar raksasa istrinya yang semakin membesar apalagi setelah kehamilannya ini, semakin lebih besar lagi
__ADS_1
"Berapa size-nya sekarang sayang, semakin bertambah saja, aku menyukainya" tanya Nathan dan melanjutkan aksinya
"40 C "
"Wow pantas saja, dulu indah kini semakin indah, sayangnya sebentar lagi ada yang rebutan denganku" Joyce hanya tertawa
Nathan bermain cukup lama di tubuh mungil istrinya sampai satu jam kemudian mereka menyelesaikan olahraga mereka dengan pekikan dari keduanya
sepuluh menit kemudian Joyce kembali menggoda sang suami sampai senapannya kembali bangun mencari rumahnya , Nathan sudah bersiap menyerangnya tapi Joyce menahannya
"Kak... aku lelah, nanti kram" ucap Joyce membuat Nathan pusink seketika dan berbaring pasrah mencoba meredakan darahnya yang sudah menggelegak
"Kak..."
"Apa sayang"
"Aku besok boleh kembali bekerja? aku sedih sekali di rumah tak bisa bekerja apalagi sebentar lagi aku akan cuti" rengek Joyce
"Tidak, kamu tidak bisa bekerja, aku yang akan mengurus anak anak kita dan smua pekerjaanmu, kamu cukup tidur dan menjaga calon anak kita"
Joyce bangkit dan memainkan senapan sang suami yang dijadikan es krim sementara oleh Joyce, ia terus mengecup dan meng -ulum senapan besar itu
, Nathan menarik tubuh kecil itu , Joyce membuka lebar pahanya , tapi saat Nathan bersiap menyarangkan senapannya, Joyce langsung menutup kakinya membuat Nathan frustasi
"Kenapa lagi sayang"
"Besok aku bekerja, aku memberi dua babak lagi untukmu" Joyce melakukan negosiasi
"Baiklah tapi aku yang mengatur jam kerjamu, tak boleh lembur" jawab Nathan pasrah lalu bersiap memasuki sang istri, sang istri kembali menghindar
"Jam kerja seperti biasa tapi tidak lembur" tawar Joyce
"Aku yang mengatur atau tidak sama sekali" Nathan menyeringai tipis, ia menyadari trik sang istri
"Baiklah, baiklah" jawab Joyce cepat sebelum suaminya yang pintar itu berubah pikiran, Nathan pun segera menyerang sang istri dengan perlahan karena ada bayi mereka di rahim sang istri
setelah benar benar menyelesaikan dua babak, Joyce terkulai lemas dan tak mampu menggerakkan tubuhnya lagi "Terimakasih sayang, kamu sungguh luar biasa nikmat" bisik Nathan, Joyce hanya mengangguk , dan masuk ke alam mimpi
sepuluh menit kemudian Nathan membersihkan diri lalu mengenakan pakaiannya, ia harus bicara dengan orangtuanya
__ADS_1
dengan penampilan segar ia berjalan ke halaman belakang, benar saja orang tuanya sedang duduk bersantai didepan pintu ruang kerja anak anaknya
"Pa... Ma.. " sapanya
"Istrimu sudah K.O?" ledek Antonio, Nathan tertawa sambil mengangguk
"Istrimu sedang hamil, kendalikan dirimu" tegur flora
Flora tau putranya masih muda dan memiliki kebutuhan biologis tinggi, sama seperti suaminya yang sampai usia sekarang masih saja harus di layani tiap malam
"Harusnya mama bangga, putra mama yang tampan ini mampu memenuhi kebutuhan biologis menantu mama yang sedang hamil itu, mama tau sendiri hormon bumil sulit dikendalikan" jawab Nathan asal membuat flora mencebik, Antonio tertawa kecil
"Sudah sudah, jangan campuri urusan rumah tangga mereka, apalagi Joyce sedang hamil dan sangat sensitive" tutup Antonio
"Pa.. Ma... Joyce mulai Senin akan bekerja lagi" jawab Antonio pelan
"Apaaaa? kamu gila?" pekik flora dan Antonio bersamaan
"Kamu tak mampu menafkahi istrimu sampai istrimu harus bekerja dalam keadaan hamil?" tanya Flora dengan kesal
Pekikan mereka membuat tiga cucu mereka berhamburan keluar dari ruang kerja karena takut terjadi sesuatu dengan opa Oma mereka
"Bukan masalah uang, bekerja adalah kemauan Joyce, Niel tak tega menolaknya, kalau menolaknya pasti Joyce mengambek, jangankan Niel, papa saja tak mampu mengurus ngambeknya bumil kita itu"
Nobert mengangkat tangannya, meminta hak bicara , mereka sudah dididik dengan baik untuk tidak menyela pembicaraan oranglain apalagi yang lebih tua , Nathan menatapnya dan mengangguk menandakan diijinkan bicara
"Papi, ijinkan mami bekerja, mami mencintai pekerjaannya" pinta Nobert, Noel angkat tangan , Nathan menatapnya dan mengangguk
"Ya Pi . biar mami bekerja, papi bisa mengendalikan waktu kerjanya , jadi mami ada kegiatan dan tidak frustasi. Hospital itu milik keluarga kita, papi bisa mengatur dengan sistem" ucap Noel , Noah angkat tangan juga, Nathan menatapnya dan mengangguk
"Kalau kita menyayangi mami, kita harus menghargai apa yang mami sukai, mami suka pekerjaannya, kita harus mendukungnya, dengan begitu mami akan bahagia" ucap Noah "Noah yakin bukan karena uang mami ingin bekerja karena uang keluarga Double W tidak akan mampu mami habiskan sendirian"
Antonio sangat bangga dan salut pada pikiran cucunya yang mengutamakan kebahagiaan ibu mereka diatas segalanya diusia masih sekecil itu
"Benar kata anakmu, kebahagiaan istrimu diatas segalanya, papa jadi malu karena kalah dewasa dengan mereka" ucap Antonio, ia yang mengajarkan bersikap jantan disaat mengungkapkan suatu kesalahan
"Baiklah... Niel akan mengaturnya pa" tutup Nathan akhirnya, tiga anak anak itu sudah tidak kelihatan batang hidungnya karena kesibukan mereka
"Naomi mana ma?" tanya Nathan
__ADS_1
"Tadi ia nonton kartun, malah ketiduran " jawab flora tertawa "Dia sangat rewel karena mau punya adik, kamu harus lebih memperhatikannya" imbuh Antonio mengingatkan, Nathan mengangguk