Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
bab 11 - Perselisihan Charlos dengan cathie


__ADS_3

Jam setengah sembilan, Joyce yang dalam pelukan Gerald , memasuki rumah Charlos sambil tertawa, sesekali Gerald mengecup keningnya


Trapppp


sebuah tangan besar menarik lengan mungil milik Joyce dan menyembunyikan di belakang punggungnya


"Tuan muda Mouis, apakah tidak sebaiknya sebelum mengajak istri orang, anda sekalian mengajak suaminya" tanya Nathan dingin, ia menatap tajam pada Gerald yang tertegun


Tadinya Nathan sedang berbincang dengan mertuanya, karena bunyi klakson mobil Gerald, membuat Nathan turun hendak menjemput istrinya, karena ketiganya tak kunjung kembali ke ruang keluarga, Charlos dan Catherine turun menyusul mereka


Joyce yang melihat orang tuanya, langsung berlari dalam pelukan ayahnya karena takut sekali dengan wajah penuh amarah suaminya, ia memegangi perutnya yang mendadak kram


"Nathan ayolah, Joyce adik sepupuku" ucap Gerald


"Aku tak peduli siapa anda, setau saya mertua saya tidak memiliki keponakan, dan bila anda mau mengajak istri orang keluar harusnya anda meminta ijin pada suaminya" tegas Nathan, tangannya mengepal erat lalu melangkah maju.


Joyce mau menghampiri suaminya karena takut timbul perkelahian, tapi Charlos menahannya dalam pelukan dan menggeleng . Charlos sendiri di posisi sulit sebab ini adalah kesalahan putri kesayangannya jadi ia memilih diam melihat keadaan . cathie mengambil alih memeluk putrinya agar suaminya bisa lebih mudah membuat keputusan saat dibutuhkan


"Keluarga terhormat memiliki didikan sendiri, saya rasa anda memahami hal ini, untuk kedepannya harap anda menjaga batasan anda pada ISTRI SAYA" tegas Nathan lagi masih terus berjalan maju kearah Gerald tanpa mengurangi tatapan tajamnya


"Well, baiklah, aku minta maaf, kedepannya aku tau harus berbuat apa"


"Terima kasih" ucap Nathan dingin sambil menatap pintu utama, Gerald yang paham segera menuju masuk untuk berpamitan pada Charlos dan cathie serta Joyce


"Dad, mom , Joyce... Gerald pulang dulu ya" pamit nya , Charlos dan cathie tersenyum sambil mengangguk


"Hati hati di jalan" ucap keduanya


"Kak, maaf" ucap Joyce lirih hendak maju tapi cathie menahan sambil memeluknya erat


"Tidak apa apa, jaga kesehatan, juga keponakanku" ucap Gerald tersenyum dan tangannya hendak mengelus perut cathie


"Jangan sentuh istriku" hardik nathan yang sudah menahan tangan Gerald


"Kak" pekik Joyce , cathie langsung menutup mulut Joyce , Joyce terdiam, Nathan menghempaskan tangan Gerald


"Lain kali bila kamu menyentuh istriku, aku akan mematahkan tanganmu" ucap Nathan dengan nada tinggi


"Hati hati di jalan nak" ulang Charlos, Gerald langsung mengangguk dan beranjak ke pintu utama


"Kalian istirahatlah, kami juga mau istirahat" pamit Charlos yang menyerahkan putrinya pada Nathan cathie menahan lengan ayahnya tapi Charlos tetap menyerahkan putrinya pada Nathan dengan menarik pinggangnya pelan


"Selamat malam" ucap cathie tersenyum


"Malam mom dad" ucap Nathan , sementara Joyce hanya mengangguk sambil menunduk


Nathan menarik pinggang mungil istrinya naik ke lantai dua, wajahnya masih sangat sangar sekali.


Saking takutnya Joyce pada suaminya, ia tidak fokus, dan hampir saja tersungkur dari tangga , dengan cepat tangan kanan Nathan meraih pegangan tangga sekaligus mendekap sang istri. wajahnya pias seketika, wajah Joyce tak kalah pucat ia memeluk perutnya


"pelanlah joycelyn" ucapnya dengan nada tinggi akibat terkejut dia langsung mengangkat tubuh kecil itu naik ke lantai dua dan menurunkannya di depan pintu kamar


Joyce yang awalnya takut dengan wajah kemarahan suaminya, ditambah hampir jatuh, berakhir bentakan suaminya menjadi seperti orang ling lung, tatapannya kosong


"Joyce masuk" tegas Nathan , tapi istrinya hanya diam, dengan kesal ia mengangkat tubuh istrinya dan meletakkannya agak kasar diranjang, lalu bergegas mengunci pintu dan menghampiri istrinya


"Sebenernya apa maumu hah?" tanyanya lagi yang belum sadar dengan keadaan istrinya , istrinya tak bergeming membuat emosinya makin tinggi , ia meraih bahu Joyce dengan kasar, tapi Joyce masih diam dengan tatapan kosong


intuisinya sebagai seorang dokter mendadak bekerja, ia sadar istrinya sudah tidak baik baik saja.


"Joyce.. Joyce... " ia memanggil pelan sang istri , rasa takut mulai menyerangnya


"Sayang.. jangan menakutiku, sayang... , jawab sayang" panggil Nathan pelan, ia memeluk tubuh kecil itu dengan penyesalan


karena istrinya masih diam saja, Nathan segera menggantikan pakaian istrinya dengan pakaian agak longgar


sungguh melihat seluruh tubuh istrinya adalah keindahan tiada batas bagi Nathan , hanya saja ada hal lebih penting yang harus ia tangani yaitu kondisi istrinya


akhirnya Nathan memutuskan menghubungi mertuanya via ponsel, tak lama kedua mertuanya mengetuk pintu kamar


"Astaga kenapa Joyce seperti ini?" tanya cathie, ia mulai menangis


"Apa kamu menyakitinya?" tanya Charlos, Nathan menggeleng


"Tidak dad, kami hanya berselisih paham dan .. aku sedikit emosi.. sebelumnya Joyce hampir terjatuh di tangga tadi , lalu jadi begini" Nathan menjelaskan dengan pelan, ia malu sekali mertuanya mengetahui masalah dalam rumah tangganya


Charlos menghela nafas lalu ia mengambil tubuh putrinya dan memeluknya lalu berbisik

__ADS_1


"Joyce, ini Daddy sayang, Daddy ada disini, tak akan ada yang menyakitimu lagi, sayang jangan begini, kasihan mommymu menangis khawatir padamu , kasihan juga bayimu"


"Sayang sadarlah.. Daddy dan momy ada disisimu, kami sangat mencintaimu dan tak akan meninggalkanmu" Charlos terus berbisik dan meremas jari kecil putrinya yang terasa sangat dingin, mencoba memberikan kehangatan dan kekuatan


berulang ulang Charlos membujuk putrinya, akhirnya Joyce menangis kencang dan sadar dari shock nya, ia memeluk sang ayah.


hati Charlos sakit sekali melihat putrinya menangis seperti itu, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa, dia sadar itu semua berawal dari putrinya


setengah jam kemudian, Joyce mulai tenang, sang ibu mengajaknya membersihkan diri karena ia baru dari luar rumah dan tengah mengandung


Charlos mengajak Nathan keluar kamar menuju balkon, di balkon ia mengeluarkan rokok dari sakunya , menawarkan pada Nathan, Nathan menerimanya, lalu mereka berdua merokok dalam diam.


beberapa menit kemudian Charlos mulai bicara


"Dulu... Daddy sangat egois dan keras kepala, amat sangat keras kepala, bahkan sampai menyakiti mommymu"


"Dad memiliki segalanya tapi kehilangan hal paling berharga yaitu anak istri Daddy, itu penyesalan terbesar dalam hidup Daddy"


"Saat meraih mereka kembali, Daddy kehilangan banyak hal, yaitu hati keluarga"


"Saat kecil, Joyce sering mendapat tekanan dari lingkungan rumah dan sekolah serta lingkaran lain di luar rumah, bahkan tekanan yang tidak mampu di terima anak seusianya"


"Puncaknya tiap kali ia tertekan, ia akan kejang, atau tak sadarkan diri, masalah ini yang membuat semua keluarga lebih memperhatikan dan lebih mengalah pada Joyce, kalau orang diluar akan menyebutnya dimanjakan"


"Untuk masalah hari ini, Daddy tidak membenarkan perbuatan Joyce, tapi coba belajarlah menyampaikan isi hati & isi pikiranmu dengan cara terbaik yang bisa diterima kedua belah pihak"


"Istrimu sedang mengandung, dad takut dia tak mampu menerima tekanan , dan... " Charlos menghentikan ucapannya


Nathan yang sejak tadi diam mendengar ucapan mertuanya kini sangat memahami situasi dan kondisi sang istri


"Baik dad, Niel paham harus bagaimana, maafkan Niel dad"


Charlos tersenyum sedih, ia merangkul bahu menantunya lalu mengajaknya masuk menemui Joyce .


"Sayang..." panggil Nathan , tapi Joyce duduk diam saja diranjangnya


"Sayang " panggil Charlos, Joyce langsung memeluk sang ayah dan mulai menangis


setengah jam kemudian , tangisan Joyce mulai mereda , Charlos memintanya istirahat dan meninggalkan keduanya. Charlos memberikan waktu agar mereka bicara dari hati ke hati . ia segera mengajak istrinya kembali ke kamar


"Nathan itu dokter, dia tau harus bagaimana" Charlos meraih pinggang istrinya keluar kamar


"Kamu dan Joyce sama saja, sama sama tukang ngambek" omel Charlos, cathie hanya mencebik


"Kenapa mau?" sindir cathie yang merajuk


"Limited edition" jawab Charlos sambil mengecup kening istrinya


"Sana cari yang baru, biar aku juga cari suami baru" omel cathie yang membuat Charlos menatapnya tajam


"Katakan sekali lagi Catherine Alexa winston" ucap Charlos dengan suara dingin dan nada agak tinggi . membuat cathie langsung diam dan menunduk lalu melangkah ke kamar mandi


tak lama ia keluar dengan hidung dan mata agak merah, ia masuk ke dalam selimut lalu menariknya sampai ke leher dan memeluk guling memunggungi suaminya


Tak lama Charlos mematikan lampu kamar, menghidupkan lampu tidur, menarik selimut dan segera memejamkan matanya


setelah cathie mendengar nafas teratur suaminya, perlahan ia bangkit dan membawa ponselnya menuju kamar tamu. lalu menguncinya dari dalam


Sementara dikamar lain, Nathan mencoba bicara baik baik dengan Joyce tapi Joyce malah memilih tidur karena sudah lelah menangis dan masih sakit hati pada suaminya


Nathan memilih menukar pakaiannya dengan piyama, lalu mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur , masuk kedalam selimut sambil mengusap perut istrinya yang telah membuncit


"Maafkan Daddy ya sayang" Nathan mengusap perut istrinya penuh penyesalan


******


Tengah malam Charlos terbangun karena meraba disampingnya tak ada istrinya, ia langsung duduk dan menatap sekeliling, istrinya memang tidak dikamar, ia mengambil iPad dan memeriksa cctv, setelah tau istrinya di kamar tamu, ia kecewa sekali dan menghembuskan nafas kasar


"Sampai kapan aku harus mengalah padamu lexa?" gumamnya kesal lalu membaringkan tubuhnya dan melanjutkan tidurnya


Jam 06:00


Seperti biasa keluarga Winston sudah berkumpul di meja makan, Cintami melayani makanan dua cucu bungsunya , ada Fenny & Chen Hao juga. mereka sengaja makan bersama karena mengetahui Joyce pulang ke rumah.


Joyce turun bersama Nathan, Catherine mengambilkan makanan untuk Charlos, Joyce mau mengambilkan suaminya tapi Nathan melarang


"Duduklah, kamu tidak begitu sehat, ada banyak pelayan disini" titah Nathan, Joyce langsung duduk kembali, ia tidak mau berdebat dengan sang suami

__ADS_1


Semua makan dengan tenang, hanya saja aura mencekam sangat terasa dimeja makan karena wajah Charlos sangat menyeramkan


"Sayang, kamu jangan kemana mana, aku ada pertemuan dengan Mr Steward mengunjungi lokasi proyek, aku usahakan pulang secepatnya" pamit Nathan usai sarapan, Joyce hanya mengangguk lalu berdiri


"Duduklah, jangan mengantarku, kamu istirahat ya" Nathan mengecup keningnya, berpamitan pada sekeluarga istrinya dan bergegas ke lokasi proyek


Charlos ikut berdiri dan hendak berangkat, cathie mengikutinya dari belakang


"Mau kemana hari libur Alex?" tanya Cintami


"Ada urusan pekerjaan mi" jawab charlos datar,Cintami mengangguk sambil menghela nafas. setelah mencium kening ibunya Charlos langsung berjalan ke pintu utama dengan cathie di belakangnya


Charlos masuk ke mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun apalagi mencium kening istrinya seperti biasanya , hal ini membuat pikiran negative Catherine muncul.


"Sudahlah , mungkin ia sudah bosan padaku" ucap cathie dalam hati lalu segera masuk ke dalam rumah


ia melihat Joyce , Jordan , Jordi, Cintami sedang ngobrol ceria dengan Feny dan Chen Hao di ruang keluarga. cathie melewati mereka lalu menukar pakaiannya. ia memilih ke kantornya yang berada tak jauh dari rumahnya.


setelah mengirim pesan pada mertuanya akan ke kantor, cathie langsung mengemudikan mobil milik Joyce keluar halaman rumah


sebelum ke kantor ia singgah ke cafetaria depan komplex rumahnya untuk membeli sedikit makanan ringan


saat antrian pembayaran dikasir, Abraham menyapanya.


"Hei gadis kecilku" sapa Abrahaham tersenyum


"Hei kak, kenapa bisa disini? dengan siapa disini? kapan balik indo? kenapa tidak mengabari?" tanya Cath , Abraham menatapnya datar dengan tangan di lipat didada


"Aku menjawab yang mana duluan?"


cathie tertawa mendengar ucapan Abraham , Abraham mengacak rambut cathie yang tingginya hanya sebatas dadanya


"Hei, aku sudah tua kak" ucap cathie sambil manyun


"Usia sudah tua tapi kelakuan tidak berubah" balas Abraham tertawa


setelah keduanya melakukan pembayaran, mereka melakukan sedikit perbincangan, berakhir Abraham ikut cathie ke kantor untuk membahas sedikit konsep design bangunan untuk bersantai ya kedua bayi Joyce nanti


Sore jam empat Charlos pulang kerumah, ibunya menyambutnya, Charlos heran istrinya tidak menyambutnya


"mana lexa mi?" tanya Charlos


"Kekantor " jawab Cintami tersenyum


"Alex masuk dulu ya mi" pamitnya, Cintami mengangguk


Charlos memeriksa cctv kantor istrinya, ia menggerakkan rahangnya melihat sang istri sedang tertawa ceria bersama Abraham


Charlos segera membersihkan diri, ia mau menjemput sang istri dan menegur Abraham , tapi saat selesai mandi, ia melihat ruangan istrinya sudah kosong . ia memeriksa GPS sang istri. radar menunjukkan sang istri dalam perjalanan pulang. ia memilih menunggu sang istri di kamar


sepuluh menit kemudian, cathie memasuki kamarnya, ia terkejut melihat suaminya duduk di ranjang menatapnya tajam


"Hebat sekali kamu bisa berduaan dengan laki laki setengah harian di kantor" bentak Charlos dengan suara menggelegar, cathie diam dan berjalan masuk ke kamar mandi


"Ku bicara denganmu" teriak Charlos marah, merasa istrinya mengabaikannya, cathie berjalan cepat memasuki kamar mandi dan menguncinya


Sekitar lima belas menit, cathie keluar dari kamar mandi dengan mata dan hidung yang bengkak. ia melewati sang suami dan berjalan menuju walk in closet


melihat istrinya habis menangis, Charlos tidak membentak istrinya lagi, ia hanya menatapnya tajam.


tak lama cathie keluar membawa koper dan handbag menuju pintu keluar kamar, baru saja tangannya menggapai gagang pintu, sebuah tangan besar sudah menekan pintu


"Mau kemana?" tanya Charlos dingin


"Hanya ingin liburan beberapa hari" jawab cathie pelan


"Dengan abraham?" tanya Charlos dengan nada mengejek cathie menghembuskan nafasnya kuat kuat dan memejamkan matanya


"Minggir kak" ucapnya dengan nada dingin sekali


"Aku tak mengijinkan kamu pergi dari kamar ini" jawab Nathan tak kalah dingin


cathie masuk kembali ke walk in closet dan mengenakan pakaian rumahan,lalu berjalan ke laci, menelan sebutir obat tidur lalu masuk kedalam selimut memejamkan matanya, tak butuh waktu lama ia sudah tidur pulas


Charlos menatap wajah polos itu dengan tatapan sulit di artikan, ia akhirnya memilih masuk ke ruang kerja


tengah malam Charlos kembali kekamar, istrinya masih tertidur , ia sudah melewatkan makan malamnya, Charlos membangunkannya tapi tetap tak bergeming.

__ADS_1


__ADS_2