
Pagi jam 06:00
keluarga Winston ditambah Chen Hao dan Nathan tengah sarapan bersama di ruang makan keluarga Winston
Cathie nampak pucat tapi ia masih melayani suaminya sarapan dalam diam setelah semua berangkat bekerja, Fenny kembali ke rumahnya, Cintami pergi arisan bersama Allena, tersisa Charlos dan Catherine, Catherine segera kembali ke kamar tapi Charlos menahannya
"Kamu sakit?" tanyanya dingin
"Aku baik baik saja" jawab cathie tak kalah dingin lalu menepis tangan suaminya dan naik ke kamarnya, tak lama ia keluar lagi dengan pakaian rapi
"Kemana?" tanya Charlos
"Kantor" jawabnya dingin
"Kantor sudah ditangani Jordan" ucap Charlos dingin
"Aku memeriksa dokumen" jawab cathie semakin dingin lalu beranjak ke pintu utama , Charlos menatapnya tubuh mungil itu datar
Charlos memilih datang ke kantor Peter untuk berkumpul dengan tiga sahabatnya setelah memeriksa cctv benar sang istri sudah di kantor
jam 17:00
sore hari Charlos kembali ke rumah, rumahnya sepi, ART yang membukakan pintu
"mana nyonya muda dan nyonya besar?" tanya Charlos
"Nyonya besar disebelah , bersama nyonya muda Feny, Nyonya muda belum pulang, Tuan" jawab ART
Charlos mendadak perasaannya tak enak , ia memeriksa cctv, istrinya sejak siang sudah tidak di kantor. ia memeriksa GPS ponsel sang istri radarnya berada di kantor
ia membuka laptop dan memeriksa keberadaan sang istri melalui GPS di liontin kalung berlian istrinya ternyata dikamarnya
Charlos frustasi sekali istrinya meninggalkannya lagi, ia masih sangat kesal dan semakin marah pada sang istri
seminggu berlalu
Charlos tidak mencari sang istri, ia masih sangat keras hati.
ibu, adik dan anak anaknya mulai menanyakan keberadaan sang istri, ia hanya menjawab tidak tau
sebulan berlalu.
seorang pengacara mendatangi rumahnya, menyerahkan dokumen perceraian membuatnya terkejut
"Tidak ada perceraian, kecuali saya mati baru saya akan menceraikan istri saya" ucap Charlos marah , akhirnya pengacara berpamitan
Charlos mulai merasa ketakutan kehilangan sang istri, ia mencoba membobol telekomunikasi anak anaknya, dia gagal membobol telekomunikasi putranya , saat membobol telekomunikasi Joyce, ia berhasil masuk dengan mudah tapi tidak menemukan apapun tentang istrinya
istrinya tau persis putrinya tidak paham tekhnologi dan mudah di bobol jadi dia tidak menghubungi Joyce .
tidak mendapat info tentang sang istri, Charlos malah menemukan hal lain di ponsel putrinya yaitu chat antara putrinya dengan seseorang yang belum dia ketahui siapa
"Kamu menolakku karena tunanganmu, ternyata kamu malah menikah dengan orang lain yang bukan tunanganmu"
__ADS_1
"Aku menikah karena insiden, setelah setahun kami akan bercerai, itulah perjanjian kami, jadi setelah anakku lahir kami berpisah"
"Bagaimana nasib anakmu?"
"Aku tak ingin ada perang keluarga yang akhirnya akan melukai anak anakku yang tak berdosa, jika itu terjadi lebih baik aku bunuh diri, aku memilih menyerahkan anakku pada mertuaku jadi orang tuaku bisa melihat anak anak dari dekat, aku sendiri akan kembali ke London"
"Awalnya aku tidak ikhlas melihatmu menikah tapi melihat keadaanmu aku kasihan jika anakmu tidak memiliki orangtua lengkap, tetaplah pertahankan rumah tanggamu"
"Sejak awal dia tidak menyukai aku, dia memperlakukan aku dengan tidak baik , dia menjadikan aku ART di pent housenya, tujuannya melukai harga diriku dan dia berhasil, setelah ini dia akan menaikkan jabatan ku menjadi baby sitter anaknya. buat apa aku bertahan? aku berhak bahagia, aku akan melanjutkan impianku sebagai dokter di London, dia sudah mendapatkan penerus , aku tidak menuntut apapun padanya, itu adil buat kami berdua"
"Bagaimana anak anakmu?"
*Aku akan menjenguk mereka sesekali"
"Kapan kalian berpisah? tidak perlu kembali ke London, dia masih bisa mencarimu, datanglah ke New york , kakakmu juga ada di New york, mereka memiliki rumah sakit juga disana"
"Akan aku pikirkan lagi"
Charlos mengeratkan rahangnya setelah membaca chat putrinya dengan temannya itu , dia bahkan tidak pernah tau apa yang terjadi dengan putrinya selama ini karena ia kira Nathan akan membahagiakan putrinya, ternyata banyak hal yang dialami putrinya di luar sepengetahuannya
Charlos membasuh wajahnya dengan air, dia butuh udara segar untuk berpikir , jika salah langkah ia takut putrinya nekat memilih bunuh diri sementara istrinya masih menghilang bahkan meminta cerai.
malam hari Charlos meminta dia putranya menemuinya
"Anak anak, ada yang ingin Daddy bicarakan, tapi berjanjilah tidak menggunakan emosi"
kedua putranya hanya menatapnya malas
"menyangkut Joyce" keduanya langsung menatapnya serius
"Katakan dimana ibu kalian baru Daddy akan memberitahu karena dua hal ini berkaitan"
"mom sudah memutuskan hidup sendirian dad, beliau tak akan kembali lagi, kata mom semua ini dia serahkan pada Daddy" jawab Jordan malas
"Kalian gila? mendukung orangtua bercerai?" tanya Charlos
"Dad yang menyakiti mom sehingga mom pergi, jadi mau salahkan siapa?" tanya Jordi datar
"Joyce tidak bahagia, dia mengalami siksaan mental oleh Nathan" ucap Charlos
"Bedebah, aku akan membunuhnya" twins langsung berdiri dan beranjak keluar
"Kakakmu berjanji akan bunuh diri kalau kita ikut campur" tegas charlos membuat twins berbalik menatap sang ayah
"Duduk" titah Charlos
"Sekarang bisa katakan dimana mommy kalian?" tanya Charlos
"New york" jawab Jordi asal, Charlos terkejut
"Kalau begitu, dad akan mengirim Joyce ke New york supaya ibumu bisa menjaganya, dad buat dulu planning matang"
"mom dipekan baru, tapi dia tidak mau bertemu dad lagi selamanya karena dad suka membentaknya " ucap Jordan malas
__ADS_1
"suka membentaknya? 20 tahun terakhir baru sekali ini dad membentaknya karena mom mau mencari suami baru" jawab Charlos mengusap wajahnya kasar "hanya suami bodoh yang tak marah"
twins menahan tawa mereka, ternyata masalah cemburu, dan ibunya ikut bersalah
"Mommy kalian sama dengan Joyce, suka mengambil" omel Charlos membuat twins terbahak bahak
"Sudah sudah, lalu kak Joyce bagaimana dad"
"besok pagi kita temui mommy, dad akan menitipkan Joyce pada Mommy sementara waktu sampai anaknya lahir. baru mengirim Joyce ke New york" twins mengangguk
esoknya, mereka menggunakan jet pribadi milik keluarga Winston untuk berangkat ke pekan baru
saat tiba didepan sebuah rumah petak sederhana, Charlos meminta anaknya tidak langsung turun, ia menatap lama ke rumah itu, 30 menit kemudian, cathie nampak keluar membawa selang hendak menyiram bunga.
Charlos langsung turun dari mobil
"Kalian pergilah, satu jam lagi baru kembali"
dalam beberapa detik, Charlos sudah berada di hadapan istrinya, menatap istrinya dalam. diluar dugaan, awalnya Charlos mengira cathie akan berteriak atau marah , cathie malah tersenyum
"Masuklah kak" ucap cathie dan dia lebih dulu masuk "Duduklah" dia menunjuk sofa didepannya
"Sayang.. aku minta maaf, ayo kita pulang" ajak Charlos yang tidak bersedia duduk , ia langsung menarik istrinya masuk dalam pelukannya
istrinya tidak memberontak, juga tidak membalas, ia hanya diam , akhirnya Charlos melepaskan pelukannya "sayang"
"Duduklah kak" ucap Catherine tenang , akhirnya Charlos duduk
"Sayang ayo kita pulang" ajak Charlos dengan mata penuh harapan, cathie lagi lagi hanya tersenyum
"Kak, maafkan aku, hampir dua bulan disini, aku sudah sangat nyaman sendirian, kita memang tidak cocok bersama, sebaiknya kita... "
"Tidak, tidak ada perpisahan, aku hanya akan menceraikan mu kalau aku mati" tegas charlos
"Baiklah, sekali lagi aku minta maaf, kita tidak bisa bersama, aku ingin sendirian menenangkan diri dan melewati hari tua ku , anak anak sudah sukses, aku tak ada pengharapan lagi"
"Sayang, aku tak bisa, aku tak mau, kamu tidak bisa meninggalkan aku, aku tak mampu hidup tanpa kamu"
"Maafkan aku kak, terima kasih atas semuanya , mari kita berpisah baik baik" cathie bertahan pada prinsipnya
sejak Charlos membentak dan mengabaikan amarahnya, juga tidak mencarinya sama sekali selama beberapa waktu, ia merasa hati dan cinta Charlos sudah memudar untuknya, jadi dia memutuskan mundur dan hidup sendirian supaya Charlos bisa memulai hidup baru . awalnya sulit karena ia sudah bergantung pada laki laki itu sepenuhnya, mulai dari hatinya sampai cintanya bahkan nyawanya. tapi kelakuan Charlos menyadarkannya hati manusia mudah berubah
"Kalau kamu ingin disini, aku akan menemanimu disini, kecuali aku mati, baru aku akan siap berpisah denganmu" tegas charlos
"Kalau kakak ingin disini silahkan, aku akan menemani kedua putraku di New york" -jawab cathie tenang tapi tegas
"Atas yang terjadi aku minta maaf, aku berusaha tak akan mengulangi lagi" ucap Charlos" ia berjalan ke arah cathie "tapi kamu ingat, kamu hanya milikku, tidak ada perpisahan, aku tak bisa hidup tanpa kamu"
wajah cathie berubah dingin "Terserah padamu kak, aku sudah membuat keputusan, tak ada yang bisa mengubahnya, sekarang pulanglah"
"Kami belum di beri minum, bagaimana bisa mom mengusir kami pulang?" tanya Jordan yang langsung mengecup pipi ibunya, Jordi berebut memeluknya
"Mom kurus sekali, mom baik baik saja?" tanya Jordi kaget. "kita ke rumah sakit" ucap Charlos langsung berdiri
__ADS_1
"Kalian semua duduklah" ucap cathie tenang tapi auranya sangat menakutkan , smua segera duduk
"Mom baik baik saja, hanya ingin sendirian, biarkan mom hidup tenang, kalian sudah sukses smua, mom tak ada beban lagi" ucap cathie sambil tersenyum membuat dua putranya menatapnya datar