
Paginya Cintami bangun seperti biasa pukul setengah lima, setelah berhasil menggeser lengan besar mantan mertuanya dari pinggangnya, ia segera membersihkan diri di kamar mandi.
usai mandi melalui conecting door ia menyiapkan pakaian dan tas kerja suaminya itu di gantungan lalu turun membuatkan sarapan.
Tepat pukul enam pagi, Winston sudah turun dengan pakaian santai, Cintami menatapnya lalu tersenyum dan mengambilkan sarapan untuk winston
mereka sarapan tanpa suara , usai sarapan Cintami pergi ke paviliun belakang membawa ipadnya untuk membaca novel, tujuan utamanya tak ingin bertemu dengan mantan mertuanya
satu jam ia asyik berselonjor kaki dengan novelnya, sampai tak sadar sang suami sudah duduk disampingnya cukup lama, ia menyadari saat hendak mengambil Juice jeruk dimeja disampingnya
"Pi..." sapanya sopan lalu duduk tegak
"Novelmu sepertinya lebih menyenangkan daripada menemaniku" sindir Winston membuat Cintami diam sesaat lalu tersenyum
"Ada apa papi ke belakang?" tanyanya sopan
"Mencarimu" jawab Winston langsung ke poin
"Ya ada apa Pi?" tanya Cintami makin formal
"Aku tidak suka kamu memakai nada bicara seperti itu padaku, aku bukan bossmu, aku suamimu" ucap Winston pelan, ia menekankan bagian akhir kalimatnya agar Cintami paham sedang bicara dengan siapa
"Baiklah baiklah, ada apa papi?" tanya Cintami yang lagi lagi memilih mengalah
"Kenapa tidak menemaniku, kamu tau jelas aku libur"
"Maaf tadi aku kira papi kerja di rumah jadi tidak mau mengganggu"
"Bisakah mengarang alasan yang lebih baik daripada itu?"
__ADS_1
"Maaf jika aku salah" jawab Cintami , Winston segera melangkah pergi, Cintami membiarkannya pergi dan melanjutkan membacanya
sekitar setengah jam, Cintami segera kembali ke kamar, ia merasa badannya kurang sehat sejak pagi, ingin berbaring sebentar. sampai di kamar ia mencari sesuatu didalam tasnya tapi tak menemukan
"Kamu cari ini?" tanya Winston menatap sang istri , Cintami yang melihat pil tidurnya ada ditangan suaminya hendak mengambil obat itu tapi Winston malah memeluknya erat
"Kalian wanita, kenapa suka sekali bersikap seolah tidak ada apa apa? kenapa wanita suka sekali menggunakan obat tidur untuk menyimpan rasa sakitnya? apakah aku sudah melukaimu terlalu dalam hingga kamu butuh obat tidur dosis tinggi seperti ini. aku minta maaf atas semua kesalahanku?
"Aku minta maaf cemburu berat pada mantan kekasihmu yang mengundangmu reuni berduaan, hingga mengabaikanmu sebulan"
" aku minta maaf tidak menghubungimu selama kamu pergi, karena aku takut Charlos yang terlalu pintar yang selalu mau tau segalanya menyadap ponselmu dengan tujuan baik ingin menjagamu"
"Aku minta maaf sudah membentak mu karena masih cemburu buta tapi kamu tidak menenangkan aku malah mau pergi meninggalkan aku sampai aku berpikir kamu mau kembali pada mantanmu"
"Aku menyesal, aku berusaha tidak mengulangi lagi, kumohon maafkan aku, berbagilah kesedihan denganku bukan dengan menelan sendiri"
Cintami terkejut sekaligus sedih mendengar ucapan mantan mertuanya itu. yang ternyata cemburu pada mantan kekasihnya sehingga terjadi banyak hal diantara mereka . tapi ia memilih diam karena masih sakit hati dibentak Winston
"Kalau papi membentakku lagi, aku akan pergi, dan tidak kembali lagi" jawab Cintami datar
"Aku sudah katakan , bibir indahmu ini tidak boleh mudah mengucapkan perpisahan, aku tidak suka, tidak pernah akan ada perpisahan kecuali oleh kematian, kamu paham? aku tak akan membiarkanmu meninggalkan aku" Winston menyesap kuat bibir tipis itu sampai Cintami meringis kesakitan dan menepuk dada Winston minta di lepaskan
Winston hanya melepaskan sesaat, ia kembali meraih tengkuk sang istri dan Mel -umatnya , kali ini dengan lembut, perlahan ia mendorong dan merebahkan istrinya diranjang besar itu , ia tak melakukan apa apa, hanya menikmati bibir tipis itu sampai Cintami bersedia membalasnya
ia mengangkat tubuh istrinya masuk dalam pelukannya lalu merebahkan kepala sang istri didadanya
"Gadis nakal, jangan berani pergi, aku tak sanggup membayangkan hidup sendirian tanpamu, aku hampir gila" ucap Winston mengecup kening istrinya
"Siapa bilang aku pergi berdua dengan thimoty? aku membawa beberapa sahabat wanitaku" tanya Cintami
__ADS_1
"Aku membaca pop up pesan chatmu ia mengundangmu candle light dinner berdua"
"Dia memang mengajakku , itu hak dia, tapi bukan kewajibanku memenuhinya, aku sengaja membawa banyak teman agar ia sadar aku menolaknya. dengan begitu ia tidak sakit hati sampai mendendam dan kelak tidak menghubungi aku lagi" Cintami menjelaskan, Winston terdiam
"Aku tau papi pencemburu aku selalu berusaha menghindari hal yang membuat papi cemburu jadi aku melakukan hal hal yang bisa menuntaskan masalah sampai ke akar agar papi tidak cemburu lagi "
"Maafkan aku" ucap Winston "kamu pernah cemburu?" tanya winston
"Semua orang pernah cemburu" jawab Cintami
"Kenapa aku tidak tau?" tanya Winston
"Suamiku yang tampan ini seorang pengusaha terkenal, sangat kaya, sangat atletis, banyak ****** selalu menempel, bagaimana bisa tidak cemburu?" tanya Cintami membuat Winston tertawa
"Istriku bisa bahasa kasar ya? sampai menyebut orang lain ****** ya?" tanya Winston, Cintami mencebik
"Lalu kenapa diam saja kalau cemburu?"
"Aku harus bagaimana? bertengkar dengan para ****** itu dan mempermalukan keluargaku? atau bertengkar dengan suamiku yang selalu meniduriku tiap malam, bukan meniduri ****** itu?" tanya Cintami
"Pintar" puji Winston
"Aku memilih menguras habis tenaga suamiku di ranjang daripada tenaga suamiku terkuras oleh para ****** itu"
Winston sangat salut dengan cara berpikir dan cara bersikap istri cantiknya yang sangat cerdas ini
"Katakan bagaimana kamu menguras tenagaku kalau kamu yang selalu kalah hummm?' tanya Winston ditelinga Cintami
"Apa kamu puas diranjang bersamaku?" bisik Winston lagi , Cintami mengangguk "sampai kewalahan" Winston tertawa
__ADS_1
Begitulah mereka melewati hari hari bahagia mereka, tiap malam mereka berbagi peluh sampai usia senja mereka masih saja sangat mesra di saat berduaan . Sampai ajal memisahkan mereka.
FLASHBACK OFF