Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 15 - berusaha mengambil hati istri


__ADS_3

Nathan yang baru selesai mandi, segera menyirami tubuh istrinya dengan shower air hangat, lalu mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan mengangkatnya ke ranjang mewah mereka


Tubuh seputih susu, yang tampak semakin indah dengan perut buncit itu membuat darah Nathan memanas, ia kembali menaiki sang istri dengan perlahan, melihat tak ada perlawanan dari sang istri, Nathan akhirnya mengulangi olah raga mereka yang ketiga kalinya


"aku lapar" ucap Joyce dengan wajah datar sesuai membersihkan diri dari kamar mandi


Nathan terkekeh lalu berkata "gantilah pakaianmu, kita makan diluar, pikirkan apa yang ingin kamu makan"


masih dengan wajah datar Joyce masuk ke walk in closet, ia mengenakan terusan sederhana diatas lutut , ia tampak sangat cantik sekali.


Joyce memeriksa lehernya, ia takut ada bekas gigitan suaminya tapi belum menemukan


"Tenanglah, aku tidak meninggalkan tanda kepemilikan di tempat yang terlihat karena aku tau kamu bekerja , juga... pemalu" ucap Nathan yang tiba tiba sudah berada dibelakang sang istri. Joyce menghembuskan nafas lega lalu berjalan keluar kamar


ia mengambil sandal sepit dengan tumit rata "jangan pakai itu , mudah tergelincir" tegur Nathan, ia berjongkok mengambil sepatu sandal karet dari brand ternama Amerika lalu mengenakan dikaki mungil sang istri yang memang sudah tidak bisa berjongkok lagi akibat ada bayi kembar di perutnya yang besar


"Terima kasih" ucap Joyce lalu berjalan keluar menuju lift dengan Nathan dibelakangnya


sampai di restoran western pilihan istrinya, wajah Nathan yang terlihat segar terus memasang senyuman sehingga menjadi pusat perhatian wanita wanita sekeliling, Joyce memasang wajah dinginnya dan berjalan cepat


tak mau hubungan yang baru saja membaik kembali memburuk dengan sang istri, Nathan berjalan cepat memeluk pinggang sang istri


"Sudah tebar pesonanya? " Nathan menganggap itu bentuk cemburu sang istri yang gengsinya tinggi, tak mau memperparah suasana ia mengeluarkan rayuan mautnya


"Ada istri yang super cantik disampingku, untuk apa aku menebar pesona? aku tersenyum agar dunia tau betapa bahagianya aku memiliki istri secantik mu" jawab Nathan membuat Joyce diam dan mengambil meja bagian sudut .


setelah keduanya selesai makan, Nathan mengajak istrinya jalan jalan ke pasar malam, menikmati kuliner


alasan Nathan membawa istrinya karena ia tau wanita kalangan atas rata rata tidak pernah diijinkan keluarganya ketempat seperti itu, tapi sikap humble sang istri pasti menyukai tempat seperti itu


sampai di pasar malam, Joyce hanya diam menatap sekeliling, lalu ia menjulurkan tangannya


"Mau apa sayang?" tanya Nathan


"Uang" jawab Joyce dengan muka datar, membuat Nathan langsung tertawa dan menyerahkan dompetnya pada sang istri


saat hendak membayar, Joyce menatap datar pada suaminya "kenapa?" tanya Nathan


"uangmu hanya dua ratus ribu" ucapnya merajuk, Nathan terkejut, ia memeriksa dompet yang dikembalikan sang istri, ia terkejut benar saja uangnya hanya dua ratus ribu rupiah, sisanya poundsterling , euro dan USD dalam jumlah lumayan


Nathan mendadak pusink, apalagi istrinya tampak merajuk, ia menatap sekeliling, ia melihat logo ATM di ujung selatan pasar malam , lalu menatap sekeliling dan menemukan tenda tempat makanan yang menyediakan kursi meja makan


"Ayo sayang" ajak Nathan sambil menarik pinggang sang istri "Duduk disini, jangan kemana mana, disini ramai aku tak mau ada yang menabrakmu, aku segera kembali membawa banyak uang untukmu" bisik Nathan, Joyce mengangguk senang


"lima ratus ribu saja, jangan banyak banyak, bisa membuat kita celaka" ucap Joyce, Nathan mengangguk


sambil menikmati minuman dan camilan yang tadi dibelinya bersama sang suami, Joyce menatap sekeliling, ia merasa ada mata menatapnya tajam tapi tak menemukan apa apa . ia memilih diam


tak lama Nathan datang menyerahkan uang lima ratus ribu rupiah pada sang istri, Nathan benar benar tidak mau mencari masalah dengan sang istri jadi ia menuruti kemauan sang istri meskipun di tas tangannya masih banyak rupiah yang ia tarik dari ATM tadi tanpa sepengetahuan sang istri


Joyce tampak berbinar kembali melihat uang dari suaminya, Nathan merasa heran dengan tingkah aneh sang istri yang gembira dengan uang sejumlah itu, Nathan bahkan bisa memberi lebih banyak.

__ADS_1


"Mana dompetmu sayang?" tanya Nathan


"Ada kamu yang membayar, untuk apa aku membawa uang? bahkan aku tak membawa ponsel" jawab Joyce sambil memilih jajanan yang dia mau , Nathan menatap istrinya penuh arti sambil terus menepis orang yang berada disisi istrinya, takut perut istrinya tertabrak


Brakkkkkk


sebuah keras suara memicu perhatian orang orang yang langsung berlari ke arah suara, Nathan langsung meraih tubuh sang istri dan memeluknya erat takut ditabrak orang lain


Joyce ikut melihat apa yang terjadi, ternyata seorang gadis terjatuh, mata Joyce langsung menatap dingin orang tersebut setelah melihat wajahnya yang acak acakan tersiram kuah makanan


"Maaf nona, saya tidak sengaja" jawab seorang wanita berwajah blasteran dengan tinggi 175 cm


"Tak sengaja katamu? sekarang pakaian mahalku sudah kotor, kau harus menggantinya, tiga puluh juta rupiah" teriak gadis itu , sang penabrak hanya menatap gadis itu datar


suara pengunjung meneriaki gadis itu karena permintaannya keterlaluan untuk baju murahan yang dipakai gadis itu


"Sayang jangan ikut campur urusan orang, ayo kita pulang, netizen semakin ramai" ajak Nathan meraih pinggang sang istri


"Aku mau melihat akhir drama pemerasan ini" jawab Joyce ditelinga sang suami , Nathan mengangguk sambil melindungi sang istri dari dorongan penonton, tak lama ada beberapa orang ikut menonton di sekeliling Nathan dan Joyce , tapi herannya jarak ruang mereka semakin lebar tanpa desakan orang lain membuat Joyce leluasa menonton


penabrak membuka ponsel dan menunjukkan sesuatu kepada patty, lalu berbisik, wajah patty langsung pias


"masih butuh ganti rugi?" tanya wanita yang berdiri itu , patty menggeleng , matanya melihat adanya Joyce dan Nathan , ia menatap penuh kebencian pada Joyce dengan cepat ia berlari ke arah Joyce ada sesuatu berkilatan di tangannya


Joyce terkejut hanya bisa menutup muka dan mata dengan kedua tangannya


brakkkkkk


Joyce yang merasa cukup lama tidak ada pergerakan pada dirinya pelan pelan membuka matanya, ia melihat suaminya tengah memunggunginya dan menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh tegap itu


setelah Joyce lebih menyadari situasi, ia bisa melihat jelas suaminya sudah sangat siap mewakilinya menerima tikaman patty untuk melindunginya tapi mungkin ada hal lain terjadi


"Tuan muda sebaiknya anda ke rumah sakit, kaki anda terluka, orang ini biar kami mengurusnya" ucap Stevan


"Jaga nyonya muda" titah Nathan, Stevan mengangguk, Nathan bergerak maju


krekkkkkk


aggggg


terdengar suara patahan tulang


dan raungan histeris


krekkkkkkk


aggggggg


terdengar kembali patahan tulang


dan raungan histeris

__ADS_1


nathan menginjak lengan patty sampai remuk , untung saja Stevan menggunakan tubuh besarnya menghalangi pandangan Joyce yang memucat dan mau menghampiri suaminya


"Nyonya muda tetaplah disana, anda sedang hamil, jangan biarkan aku kehilangan tanganku juga karena menyentuhmu karena menghalangimu maju" ucap Stevan dengan wajah datar , Joyce langsung diam tak berani bergerak. ia tau bagaimana laki laki di keluarganya kalau ada yang menyakitinya dan ibunya jadi kurang lebih tau juga apa yang Nathan lakukan didepan sana


"Pastikan dia tidak menghirup udara segar lagi" ucap Nathan dingin "Sekali lagi aku bertemu denganmu, otak busukmu akan ku keluarkan dari tengkorakmu"


Nathan langsung berjalan ke arah Joyce, ia merentangkan tangan sambil tersenyum , Joyce maju memeriksa kaki suaminya tapi Nathan menahannya


"perutmu sudah membesar, tak mampu berjongkok, ayo pulang" ajak Nathan memeluk sang istri


"Tuan muda anda harus ke rumah sakit" tegas Stevan yang khawatir


"Istriku ini dokter kalo kamu lupa" balas Nathan membuat stevan menggaruk kepalanya karena ucapan bossnya memang benar , ia yang telat sadar


"Biar aku yang mengemudi"


"Sampai matipun aku tak akan membiarkan wanita menyupiri aku" ucap Nathan membuka pintu mobil untuk istrinya, setelah memasangkan seat belt ia berputar ke arah kursi pengemudi


sampai di rumah, Joyce mengobati kaki suaminya, Nathan terus menjerit dan meringis kesakitan


"aku sudah berusaha pelan kak" ucap Joyce dengan wajah datar


"sun pipiku, aku akan bahagia dan bisa mengurangi sakitnya" rengek Nathan berulang ulang


akhirnya Joyce mengabulkan kemauan suaminya dan terus mengobatinya


setelah selesai mengobati, ia menyimpan peralatan medisnya di ruangan kerja suaminya , disana ia melihat sebuah lemari kaca berukuran sangat besar berisi Poto potonya sejak kecil sampai Poto terbaru beberapa hari lalu.


ada juga Poto pernikahan mereka berukuran 50 inch di dinding , Tak mau terlena Joyce segera keluar ruangan dan masuk kekamarnya , ia melihat suaminya sudah berada diranjang mengenakan piyama yang tadi dia letakkan di sofa


Joyce mengambil piyamanya sendiri lalu ke kamar mandi membersihkan diri.


"Kak, aku ada request" pinta Joyce saat sudah berbaring di ranjang dengan posisi menyamping, ia menghadap suaminya, perut buncitnya menyulitkan dia mengambil posisi lain


"Katakan" balas Nathan menatap bola mata istrinya yang tampak sendu, tapi ia tiba tiba teringat sesuatu


"Kalau mengenai kejadian tadi, kita tak membahasnya lagi sayang" potong Nathan cepat


"Tapi kak" ucap Joyce ragu


"katakan" ucap Nathan


"Patty,, dia.. bisakah kakak melepas..." Nathan meletakkan telunjuk ya di bibir mungil sang istri


Joyce langsung terdiam, ia segera berbalik dan memunggungi suaminya


"Susahnya menghadapi mood bumil" batin Nathan yang melihat situasi tak menguntungkan, istrinya mulai merajuk atau mungkin kecewa permintaannya tidak dipenuhi


benar saja, tak sampai 10 menit, istrinya langsung bangkit


"Mau kemana?" tahan Nathan , Joyce hanya menggeleng lalu berusaha bangkit tapi Nathan tetap tak melepasnya

__ADS_1


__ADS_2