Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 32 - Flora pingsan


__ADS_3

Jam empat pagi, Joyce bangun, ia sadar ia di kamar suaminya. Perlahan ia keluar agar tak mengganggu Nathan , ia kekamar Naomi sebentar. setelah beberapa saat ia kembali ke kamar Nathan untuk membersihkan diri.


usai mandi Joyce masuk ke walk in closet dan menyusun sedikit barang di koper ukuran kecilnya , sempat ia dengar suara air dari toilet, ia tau suaminya sedang mandi, setelah membawa barang yang benar dia butuhkan, ia segera keluar sambil menggeret koper kecilnya


Nathan duduk disofa menantinya dengan tatapan terluka


"Kak, aku pamit , aku titip anak anak ya" pamitnya. Nathan menatapnya sesaat lalu bangkit


"Anak mana yang mau kamu titip? Noah? Noel? Nobert? Naomi?" tanyanya "Atau... yang didalam sini?" imbuhnya, sambil mengusap pelan perut Joyce


Joyce menunduk dan menenangkan diri sesaat lalu kembali berpamitan "Aku duluan kak" Joyce menggeret kopernya ke pintu utama tapi Nathan langsung menariknya kedalam pelukannya


"Kenapa begitu kejam padaku?" tanya Nathan, matanya menghadap kelangit kamar supaya tidak meneteskan airmata , Joyce hanya diam


"Aku salah apa? kenapa tega meninggalkan aku? hummm?" tanyanya


"Kamu yang memintaku pergi" jawab Joyce dingin


"Noah yang meminta, memohon padaku melepasmu mencari kebahagiaanmu karena kamu tak bahagia disisi kami"


"Tapi tidak berarti kamu boleh merahasiakan kehadiran anakku ini" ucap Nathan sambil mengusap perut istrinya


"Sejak dulu aku selalu diam, belum pernah melawanmu, apapun yang kamu katakan aku telan bulat bulat, baiklah kali ini aku menjawabmu"


"Saat tiba , aku mau memberitahu bahwa aku tak bisa ikut kalian pergi, karena ada janji dengan dokter obgyn tapi selain tidak memberiku kesempatan bicara , kamu bahkan membentakku, daripada keberadaan kami berdua membuatmu tak nyaman, lebih baik aku menjaga jarak, demi anak anak aku sudah berusaha menghindari Pertengkaran, tapi kemarin kamu memintaku pergi, aku anggap itu pilihanmu sebagai jalan terbaik untuk kita"


Nathan terkejut, ia ingat saat itu ia marah pada sang istri tanpa memberi kesempatan pada sang istri menyelesaikan ucapannya, rasa bersalah muncul di hatinya mematahkan semua rasa negative yang selama ini muncul di hatinya pada istrinya


"Jadi kuharap jangan terus menghakimi aku lagi, introspeksi diri dan jaga diri baik baik, aku pergi"


Joyce mendorong Nathan yang sama sekali tak bergeming, ia mendorong semakin kuat


"Kamu sedang hamil, jangan meronta, kasihan anak kita" bisik Nathan menenangkan sang istri tapi si istri tetap berusaha mendorongnya

__ADS_1


"Bergeserlah, aku sangat membencimu, kumohon menyingkirlah"


"Tidak akan, kalian tidak bisa pergi kemana mana" tegas Nathan dengan suara pelan sambil mengusap perut sang istri


"Pilihanmu dua, aku tinggal di rumah orangtua ku atau aku menghilang dari hidupmu"


"Tidak bisa" tegas Nathan lagi


"Kalau begitu aku memilih meninggalkan dunia" tegas joycelyn membuat Nathan terkejut , lama ia membeku


"Baiklah, kamu bisa tinggal di seberang, tapi hanya seminggu" jawab Nathan akhirnya


"Keputusan ditanganku, bukan kamu" joycelyn langsung menarik kopernya keluar kamar


Flora yang kebetulan mengambil dompetnya yang tertinggal melihat Joyce menarik kopernya, dibelakang Joyce ada Nathan yang berwajah sangat sedih , flora langsung bertanya


"Mau kemana Joyce?"


"Mama.. maafkan Joyce.. joyce... "


dengan cepat Joyce berteriak , Nathan cepat mengangkat tubuh ibunya


"Baringkan mama di sofa , aku akan memeriksanya" titah Joyce langsung membuka koper mengeluarkan peralatan medisnya dan memeriksa sang mertua sambil menangis


"Mama mengalami shock, harus beristirahat" ucapnya masih sambil menangis


"Mama tidak boleh shock lagi sementara waktu" imbuhnya lemah


"Kamu pergi, aku takut..." jawab Nathan lalu segera membenahi peralatan istrinya memasukkan ke koper dan meminta pelayan membawa ke kamar, Joyce memilih diam


tak lama flora siuman dan Joyce memapahnya untuk duduk


"Ma.. maafkan Joyce" ucap Joyce penuh sesal

__ADS_1


"Joyce tidak kemana mana ma, dia hanya mau memeriksa pasien tadi" ucap Nathan cepat , flora mengangguk lemah


"Mama kira... "


"Mama istirahat ayo, jangan banyak pikiran, Joyce akan merawat mama" tukas Nathan cepat sambil mengangkat tubuh mamanya ke kamar, Joyce mengikuti dari belakang


Setelah merebahkan sang ibu, Nathan menelpon ayahnya


"Halo pa, mama tidak kembali ke sekolah, mama mau berbincang dengan Joyce" ucap Nathan


"Apa? tidak mungkin, apa terjadi sesuatu dengan mama? kamu jangan berdusta, papa pulang sekarang" bentak Antonio reflex


"Ehmm.. bukan pa, Joyce ehmm.." Nathan menjeda


"ada apa dengan menantuku? kamu menyakitinya?" hardik Antonio makin keras


"Joyce sedang hamil, jadi mama berbincang dengan Joyce" jawab Nathan membuat flora menatap Joyce


"Puji Tuhan, syukurlah, ya sudah biarkan mama berbincang dengan Joyce, nanti papa yang bawa anak anak pulang. Joyce ingin makan sesuatu?" tanya Antonio, ia ingat dulu saat Joyce hamil permintaannya selalu random


"Kamu mau makan sesuatu sayang? papa bertanya" tanya Nathan, Joyce menggeleng


"Tidak pa, katanya cukup melihatku saja dia sudah senang" jawab Nathan asal membuat Antonio dan Flora tertawa


"Mama istirahatlah" titah Nathan setelah memutuskan sambungan ponsel sang ayah


"Tidak, mama mau memasak untuk cucu mama ini" tolak flora sambil mengusap perut Joyce "Besok kita USG ya Joyce"


"Joyce sudah USG dua hari lalu ma" tolak Joyce sopan


"Tapi aku belum melihat keadaan anakku" protes Nathan membuat Joyce langsung terdiam dan memasang wajah datar karena suaminya menolak permintaannya


"Sekarang mama istirahatlah" ucap Joyce menaikkan selimut mertuanya dengan pelan "Kak Jaga mama ya, aku ke rumah mommy memberitau kandunganku" pamit Joyce dengan wajah dingin lalu melangkah keluar kamar mertuanya .

__ADS_1


"Kejar istrimu, tadi mama pura pura pingsan karena takut Joyce minggat" bisik flora , Nathan bergegas menyusul sang istri yang menuju pintu utama rumah


__ADS_2