
Tiga mingguan kemudian
karena dia keluarga besar sudah lengkap , mereka mengurus smua bisnis joycelyn yang berada di eropah . Nathan berserta tiga putranya dibantu ayahnya dan ayah mertuanya serta ipar iparnya selama tiga mingguan , kini semua sistem sudah rapi , Aspri yang akan mengurus sisanya .
tiba waktunya mereka akan pulang ke Indonesia karena anak anak harus sekolah , Nathan juga harus bekerja
Cintami, Jova dan Jovi kembali ke New York dengan jet pribadi milik Jova
Chen Hao membawa Jordi dan istrinya pulang menjenguk orangtuanya sekaligus perusahaan mereka di Taiwan dengan jet pribadi milik Chen Hao
Jordan langsung berangkat ke London mengurus perusahaannya dengan jet pribadi milik Charlos
Sementara Antonio, Flora, Charlos, Catherine, Nathan, Joyce, 4N pulang dengan jet pribadi Wellington bersama koki, ART, perawat, pengawal mereka menuju Indonesia
Selama perjalanan di penuhi celotehan Naomi membuat rasa lelah mereka berkurang, Nathan sendiri menjadi memiliki waktu bersama sang istri
Dan saat tiba di Villa hari sudah mulai gelap, mereka segera makan malam, membersihkan diri dan beristirahat.
Naomi yang belum terbiasa, malam itu tidur bersama Noah sesuai permintaan sang kakak yang sangat over protective
Nathan bergabung dengan istrinya yang sudah tidur pulas, ia membiarkan istrinya beristirahat sebab ia tau istrinya kelelahan setelah ia gempur habis habisan selama di jet pribadi
esok paginya Sabtu
jam 06:00
ruang makan Villa Wellington
Seluruh keluarga Wellington menyelesaikan sarapan dengan tenang, usai sarapan pelayan menghidangkan buah dan puding di meja makan yang sudah dibersihkan
"Pa , besok mama dan Joyce akan survey sekolah untuk anak anak" lapor flora
"Besok Minggu" jawab Antonio menatap istrinya datar
"Kami sudah membuat janji dengan pihak yayasan pa" terang flora
__ADS_1
"Aku sudah membeli sekolah di sudut komplex ini, mulai Senin akan menjadi NAWIS , alasannya supaya anakku yang jenius bisa bersekolah dengan strata yang sesuai skill mereka bukan mengikuti peraturan kuno masuk di strata yang sesuai usia. itu disebut pembunuhan karakter" ucap Nathan "Senin mereka akan sekolah disana"
Antonio mengacungkan jempol dan tersenyum
"Hari ini mama dan Joyce bisa belanja di supermarket, aku dan papa akan ngopi sambil mengawasi anak anak bermain di area permainan mall, sehabis dari mall kita akan ke pantai " imbuh Nathan, dua orangtua itu mengangguk
"Maaf kak, hari ini aku tak bisa , aku ada.." ucap Joyce
"Akhir pekan adalah waktu bersama ke keluarga, aku tak melarangmu menjadi dokter karena itu kesenanganmu, aku hanya minta kamu ada dengan anak anak akhir pekan" ucap Nathan dengan nada tinggi
Joyce langsung terdiam dan menunduk
"Ayo kita berangkat" potong Antonio menghindari perselisihan anak dengan menantunya
Joyce naik keatas menyiapkan pakaian ganti untuk suami dan anaknya karena mereka akan bermain air sehabis dari mall
sepanjang hari itu mulai berangkat sampai kembali ke villa, Joyce hanya diam tak bersuara, wajahnya murung, ia hanya sesekali menjawab pertanyaan sang mertua bila diperlukan
Nathan sendiri tidak berniat menolerir istrinya apalagi mengajaknya berdamai , Nathan memilih diam dan mengeraskan hatinya . ia merasa sangat kecewa pada sang istri yang sangat ia cintai itu, karena istrinya bahkan tak bersedia mundur selangkah mengalah demi kebahagiaan keluarga
Tak terasa perselisihan itu telah berlangsung selama dua bulan, sampai sore itu Nathan menjemput sang istri pulang kerja seperti biasa . Nathan mengajaknya bicara
"Joyce.. aku ingin bicara" ucap Nathan dengan mata tetap fokus menatap jalan didepannya
"Katakan" jawab Joyce singkat , Nathan menepikan mobilnya, lalu menatap sang istri yang menunduk
"Aku melihatmu tak bahagia bersamaku, aku memberikan kebebasan padamu untuk mencari kebahagiaanmu, bila suatu hari kamu lelah, hubungi aku, aku akan menjemputmu. Aku akan merawat anak anak dengan baik" ucap Nathan dengan menatap dalam pada sang istri
"Baik kak, besok pagi saat anak anak sekolah, aku akan berangkat" jawab Joyce pelan , hatinya serasa sangat sesak suaminya memintanya pergi begitu saja.
"Baik, jaga diri baik baik, aku akan selalu sama, mencintaimu sepenuh hidupku" tutup Nathan , ia melajukan mobilnya kembali menuju rumah orangtuanya , menutupi rasa sakit di dadanya karena istrinya bahkan menyetujui langsung untuk meninggalkannya
Tiba di rumah, Joyce segera membersihkan diri, lalu beristirahat setelah meminta ijin pada mertuanya untuk tidak ikut makan malam karena badannya kurang sehat
Joyce meminum sebutir obat tidur lalu berbaring di kasur besar milik putrinya , kasur yang sudah dua bulan ia tiduri, tak lama ia sudah mendengkur halus menuju alam mimpi .
__ADS_1
Nathan mengantar sang putri ke kamarnya, ia bisa melihat sang istri tidur pulas , hatinya semakin kecewa pada sang istri, setelah menyelimuti kedua wanita kesayangannya itu, Nathan mau mematikan lampu, tapi ia tak sengaja menyenggol tas sang istri hingga isinya berhamburan , Nathan segera memungut barang sang istri
Tak sengaja matanya menatap toples kecil berisi obat , Nathan mengambilnya dan membacanya, sebagai dokter ia tau itu obat penenang
"Papi itu obat mami, kembalikan ke tas mami, nanti mami mencarinya" ucap Naomi
"Ini obat mami?" tanya Nathan sambil mengecup pipi putrinya, Naomi mengangguk
"Sayang kemarilah" Nathan mengajak putrinya untuk duduk di pangkuannya di sofa , Naomi menurutinya
"Mami sering minum obat ?" tanya Nathan , Naomi mengangguk
"Dulu hanya itu, sejak pulang kesini mami selalu sakit, beberapa kali mami hampir pingsan tapi mami bilang tak boleh memberi tau siapapun, Naomi harus menjaga rahasia" Naomi langsung menutup mulutnya karena ia sudah membocorkan rahasia
"Sayang, mami sakit dan meminta dirahasiakan, kalau tiba tiba terjadi sesuatu dengan mami, Naomi mau kehilangan mami? tanya Nathan lembut , Naomi langsung menggeleng
"Baiklah ceritakan pada papi , papi adalah dokter, papi akan mengobati mami jika papi tau sakitnya" bujuk Nathan pelan
"Sejak disini, setiap hari mami sakit, tiap pagi mami muntah , malam kepala mami selalu sakit, sudah sering hampir pingsan, tapi mami bilang harus jaga rahasia supaya semua tidak khawatir, mami hanya meminum obatnya saja lalu setelah membaik mami pergi bekerja"
Nathan berpikir sesaat, setelah minum obat akan bekerja berarti bukan hanya obat tidur yang di minum sang istri
"Papi takut mami salah minum obat dan makin sakit, papi mau memeriksa obatnya dulu, Naomi tau dimana obat mami?"
Naomi mengangguk, ia segera turun dari pangkuan ayahnya,, dan berjalan ke laci paling bawah meja kerjanya sambil membawa kantungan plastik.
Nathan memeriksa dan membaca semua obat itu, hatinya serasa ingin meledak
"Celyn kejamnya dirimu" batinnya penuh luka , ia segera memeriksa tas sang istri secara keseluruhan , sampai ia membuka dompet istrinya yang tercantum brand kenamaan dunia, ia pun membukanya, ada sebuah resleting tersembunyi didalam, Nathan kembali memeriksanya dan ia menemukan apa yang ia mau . Nathan langsung menyimpan semua barang istrinya kedalam tasnya
"Sayang, bolehkan papi membawa mami kekamar supaya papi bisa menjaga mami yang sedang sakit, malam ini sayang tidur sendiri ya, sayang mau mami lekas sembuh kan?"
"Iya Pi. obati saja mami, Naomi bobo sendiri malam ini"
"Terima kasih sayang" Nathan segera mengangkat sang istri ke kamarnya setelah mengecup pipi sang putri
__ADS_1