Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 23 - Membawa Joycelyn


__ADS_3

setelah dua cucunya kembali kekamar , Antonio menghampiri Nathan


"Niel , papa tau kamu akan sulit tidur malam ini, tapi besok hari yang berat, legakan pikiranmu, tidurlah supaya besok bisa menyelesaikan masalahmu" Antonio menepuk bahu putranya memberi kekuatan padanya lalu menarik istrinya kekamar


"Pa... Ma.. Terima kasih " ucap Nathan tulus , kedua orangtuanya terus melangkah naik ke tangga sambil tersenyum


****


esok paginya Noah dan Noel sudah duduk di kursi makan sejak jam 05:30


Flora yang sedang menyiapkan sarapan, tertawa melihat semangat cucunya


"Mana papi , Oma?" tanya Noel tak sabaran


"Papi dan opa kalian di teras, dasar tak sabaran" jawab flora tertawa


"Tolong panggilkan Tuan Besar dan Tuan Muda untuk sarapan" titah flora pada pelayannya


"Baik nyonya besar"


Mereka segera sarapan tanpa suara , usai sarapan flora membuka suara


"Naomi sedang tidur jam segini, kalian mau apa?" canda flora menyadarkan empat pria di depannya


"Kami akan menunggu Naomi bangun Oma" jawab Noah penuh keyakinan


"Ya kah, kalau begitu kita berangkat sekarang, Niel kamu tinggallah disini, kami akan menjemput Naomi untukmu" Nathan langsung membelalakkan matanya


"Kamu mau pagar di kunci saat cctv memancarkan wajahmu di layar? mama dan papa sudah membicarakannya tadi malam"


"Biar Noah dan Noel yang masuk , mereka pasti membukakan pintu, mama akan bicara pada cintami untuk membawa Naomi sebentar kesini"


"Sebentar? dia akan selamanya bersama Niel ma"


"Sudah siang, nanti dibahas lagi, kalau menahan Naomi tanpa ibunya, dia akan menangis histeris, jadi kamu tunggu disini dan pikirkan cara supaya ibunya bisa tiba disini" ucap Antonio lalu membawa dua cucunya dan istrinya ke mobil


jam 06:30


Ruang makan mansion Winston


Paris


"Apakah Alicia masih melawan kesayangan uncle ini?" tanya Jovi saat baru hadir di meja makan


"Tidak, dia bahkan tidak punya sinyal " jawab Naomi sambil tertawa riang


"Kamu senang?" tanya Jovi, Naomi mengangguk


"Saat pulang, harus banyak belajar pada grandpa tentang IT " ucap jova yang sejak tadi diam. Nobert menunduk malu


mereka memulai sarapan mereka dengan tenang dan tanpa suara , seorang pelayan masuk memberitau ada tamu, jova melihat ke cctv


"Noah dan Noel" ucap jova pada Joyce . Joyce terkejut sekali dia sangat merindukan kedua putranya yang ia tinggalkan sejak usia dua bulan . matanya berkaca kaca . tapi ia sadar sesuatu . ia melirik dua anaknya sudah tidak ada


dengan cepat ia berlari menuju pintu utama, tapi dia terlambat, Naomi sudah dalam gendongan Antonio mertuanya , sementara Nobert dalam pelukan flora


Joyce menatap dua putranya yang menatapnya dalam diam , air mata nya jatuh menetes . ia menangis karena rasa bersalahnya


"Mom, kemarilah" Noah dan Noel maju sambil merentangkan tangan , Joyce berlutut dan memeluk keduanya sambil menangis.


ia kira ia akan mendapat amarah kedia putranya , tapi ia salah

__ADS_1


"Kami datang ingin mom tersenyum bulan menangis" ucap Noah sambil mengusap punggung ibunya dengan kaku, ia belum pernah memeluk siapapun selain Omanya


"Maafkan mami sayang" ucap Joyce sambil mencium pipi dua putranya bergantian


"Mami tidak salah, mami kerja menolong banyak orang , mami hebat" puji Noel bangga , Joyce menangis terus


"Mom jangan menangis, mom mau kami sedih?" tanya Noel, Joyce menyeka air matanya lalu mereka duduk di sofa


"Pa.. Ma.. maafkan Joyce, Joyce salah pada papa mama"


"Tidak kami tau apa yang Nathan lakukan, kamu hebat , menolong banyak orang " ucap flora mengalihkan pembicaraan karena ada empat cucunya. Joyce mengangguk paham


flora menatap datar pada Noah dan Noel lalu mencebik "kalian berdua pilih kasih, memeluk mami kalian dengan sukarela tapi susah disuruh memeluk Oma"


Cintami tertawa melihat flora merajuk "Apa kalian berempat tidak mencium Oma kalian?" tanya Cintami, keempatnya berlari mencium flora


"Opa juga mau" ucap Antonio dengan wajah datar, tiga cucunya menatapnya datar, hanya Naomi yang menciuminya


"Dasar arogan" omel Antonio sambil mengecup pipi Naomi


"Ma.. mereka.."


"Kita tidak membahas cucu mama ini.. mama merindukan mereka" potong flora , Joyce mengangguk


"Sayang, ayo kita beli laptop baru" bisik Antonio, Naomi terkejut tapi lebih berharap pada laptop baru. ia mengangguk "minta ijin momy dulu opa" jawabnya sopan


"Joyce, kami mau belanja untuk mereka berdua, selama ini kami belum membelikan apapun untuk mereka, ayo pergi bersama cintami juga" ajak flora , Cintami mengangguk pada Joyce . dengan berat hati Joyce menyetujuinya .


"Mana Tuan Muda?" tanya Joyce pada pelayannya


"Mereka sudah berangkat dari pintu samping, Nona muda" jawab pelayan, Joyce mengangguk


Antonio mengajak cucunya ke mall, lalu masuk ke store penjualan laptop, setelah memilih dua laptop termahal dan melakukan pembayaran, Antonio mengajak mereka berbelanja benda yang di butuhkan cucu mereka.


"Ayo kita makan" ajak Antonio ke restaurant jepang di mall itu , mereka berbelanja sangat banyak sekali .


Antonio memesan ruangan VIP, ruangan private supaya cucunya nyaman, mereka smua makan dengan tenang dan sopan.


flora salut dengan didikan Joyce pada sepasang cucunya itu , usai makan Naomi terus berceloteh dan membuat keluarganya tertawa


tapi ia tidak mau bicara dengan Noah membuat Noah kecewa dan sedih, ia duduk diam menyendiri tak bersuara , tentu saja Joyce menyadari


"Naomi, kenapa tidak berbincang dengan kak Noah?" tanya joyce


"Kak Noah jahat" jawab Naomi sambil mencebik


Noah sangat terkejut sekali, iamengangkat kepalanya dan menatap adiknya bingung


"Apa salah kak Noah?" tanya Noel bingung


"Ia membela Alicia , kak Noah jahat" ucap Naomi masih merajuk


"Siapa Alicia?' tanya Noah bingung


"Goldwell corp" jawab Nobert datar


"Goldwell corp? Adam?" tanya Antonio , Nobert mengangguk "Adam membuat cucu opa marah ?' Nobert menggeleng lalu mengangguk


"Nobert jelaskan sayang" pinta Antonio tegas tapi suaranya sangat pelan


"Dulu Naomi sekolah seperti biasa, tapi selalu di buli anak haram tak punya ayah oleh temannya, momy sudah kesekolah mengingatkan orangtua pelaku, tapi mereka memarahi mami. akhirnya mami memilih home schooling untuk kami"

__ADS_1


"Siapa pelakunya hah? Oma akan memukulnya" tanya flora dengan nada tinggi , sementara Antonio mengepalkan tangannya


"Saat itu Naomi memberinya pelajaran dengan mematikan sistem yang di distribusi ke rumah Alicia, mulai dari listrik, air, tv cable, internet" ucap Nobert membuat Noel menahan tawanya


"Lalu?" tanya Cintami yang ikut kepo , dia hanya tau Naomi suka menyebut Alicia yang mengganggu naomi tapi tak tau cerita sebenarnya


"Lalu ayahnya menghubungi momy dan memarahi mommy, setelah home schooling, Alicia sering memasukkan pop up Bulian dalam masa belajar demi membuat Naomi malu"


"Jadi setiap kali Alicia nakal, naomi memasukkan virus ke perusahaan ayahnya, sayang terakhir kali , kak Noah membantunya jadi Naomi marah pada kak Noah" tutup Robert


"Opa akan memukulnya untukmu" ucap Antonio marah


"Lau angin juga" imbuh Cintami


"Ayo kita pukul Adam sekarang" ajak flora tak kalah marah


"Tidak perlu, Noah akan membuat perusahaan itu bangkrut nanti malam, beraninya ia mengganggu adikku" ucap Noah dengan kesal , Antonio mengangguk


"Bukankah kamu yang menolongnya kak" sindir Nobert


"Dia membayar perusahaan kami untuk memprotect perusahaannya, kami tak tau dia mengganggu Naomi apalagi marah pada momy" jawab Noel


"Kami masih kecil, jadi tidak bisa bertemu klien, uncle Stevan yang menemui klien, jadi kami tak kenal mereka, hanya bekerja sesuai pembayaran" Noel menjelaskan demi meluruskan salah paham antara kakak dengan adiknya


"Jangan dibangkrutkan, nanti dia tak punya rumah lagi, besok pagi Naomi akan mematikan sistem dia lagi tapi kak Noah tak boleh menolongnya" pinta Naomi dengan muka lucu


"Kakak akan membantumu membuatnya kerepotan" ucap Noah. , Naomi mengangguk dan tertawa . ia menciumi pipi Noah


hati Noah sangat hangat sekali mendapat pelukan dari sang adik yang berwajah sama persis dengannya


Mereka tak sadar Joyce sudah tertidur di sofa , saat hendak pulang Cintami membangunkan Joyce tapi Joyce tak bergeming .


lalu masuklah sekelompok orang, ia melihat Nathan disana "Nathan, kamu"


"Lau angin , Nathan datang" ucap Nathan sopan sambil membungkuk , ia menatap Naomi dan Nobert dengan takjub


wajah Naomi benar benar fotocopy dirinya dan Noah . "Sayang... kemarilah.. Naomi.. Nobert"


Nathan merentangkan tangan, ia tak mau anaknya terkejut dengan langsung menghampiri mereka


Naomi menatap cintami, cintami mengangguk sambil tersenyum "Itu papi kalian" ucap Cintami lembut


Naomi langsung berlari ke arah Nathan , Nathan menggendongnya dan menciuminya, hatinya terasa hangat bisa menggendong putrinya yang imut imut itu.


"ehemmm" Antonio berdehem memberi kode pada Nathan untuk Nobert , Nathan menyerahkan Naomi pada ayahnya


"Boy, come on, give me big hug" Nathan merentangkan tangan


"Pergilah , itu papi mu" ucap Cintami saat Nobert menatapnya, Nobert berjalan dengan wajah datarnya ke arah Nathan


Nathan langsung memeluknya dan mengecup puncak kepalanya. tak lama ia melepas putranya karena ia tau Nobert tak nyaman


Nathan mengambil kembali putrinya dan menciuminya terus berulang ulang lalu menurunkannya, ia menatap istrinya


"Maaf lau angin, tapi kami harus bicara baik baik untuk rumah tangga kami" ijin Nathan sambil mengangkat tubuh mungil istrinya


"Siapa mau membawa adik saya" sebuah suara berat masuk keruangan itu dengan segerombolan orang


"Jova Jovi" sapa Nathan sopan , ia membungkuk sedikit dengan tetap menggendong istrinya


"Lepaskan Joyce" titah Jovi dingin

__ADS_1


"Saya membawa istri dan anak saya, tidak melanggar hukum atau aturan" jawab Nathan masih sopan, ia tak mau anaknya melihatnya dalam kondisi buruk


"Biarlah dia membawa Joyce, kita tidak berhak" ucap Cintami pada jova dan Jovi. keduanya menghela nafas berat lalu menggeser tubuh mereka , memberi jalan pada Nathan


__ADS_2