
'Tapi bila tidak dikembalikan maka.." Antonio menjentikkan jarinya , sejumlah pengawal membawa masuk sebuah kerangkeng besar lalu membuka penutupnya isinya harimau jantan yang tengah lapar
"Leon sudah seminggu belum makan, kalian akan kumasukkan kedalam jika tidak mengembalikan"
"Saya akan mengembalikan sekarang, ambil semua aset saya saja" begitu jawab delapan dari 10 orang
"Yang akan mengembalikan, silahkan langsung temui Istri saya sekarang, di ruangan tersebut" Charlos menunjuk ruangan kaca . pengawal menggiring delapan orang itu menemui Catherine
tersisa dua orang yang sudah terduduk dilantai karena kaki mereka lemas, bahkan celana mereka basah karena mengompol
"Tuan, ambil seluruh aset saya, tapi tidak bisa menutupi uang yang saya ambil, karena uang itu sebagian 50 persen masuk ke Tuan George" ucap Mr. Alfred
"kalau begitu tangan kakimu akan jadi santapan Leon" ucap Antonio menyeringai
"jangan Tuan, anak istri saya harus makan, sisanya bisa anda ambil pada tuan George, saya ada bukti transfernya" jawab Alfred penuh rasa takut
"Tunjukkan bukti transfer pada putraku Jovi, kalau benar, kembalikan sisanya pada istri saya" ucap Charlos dingin, Alfred mengangguk lalu menyambar ipadnya
"Sisa kamu, kembalikan atau jadi santapan Leon?' tanya Antonio membuat George ngompol seketika
"Saya tak punya uang sebanyak itu, kalau 30 persennya masih ada dan berupa aset. karena saya memakainya untuk berjudi"
"Lemparkan dia ke kandang Leon" titah Charlos , pengawal segera menyeret george
"Tunggu... " ucap seseorang yang baru tiba dari pintu masuk , pengawal tidak berhenti karena bukan perintah Tuan mereka
"Tuan Winston kumohon hentika. sesaat" ucap pria itu
"Berhenti" titah Charlos dingin "Katakan"
"Aku akan menyerahkan sahamku pada kalian untuk menebus kesalahan keponakanku, ia penerus tunggal keluarga kami, kumohon maafkan dia" pinta paman George langsung berlutut
"Sahamnya tidak seberapa, tidak cukup menutupi dosanya, sekalipun asetmu saya ambil semua tetap tidak akan cukup" ucap Charlos makin dingin
"Aku akan menjadi pelayanmu seumur hidupku setelah menyerahkan saham dan asetku beserta asetnya. kumohon lepaskan dia"
Joyce merasa iba, ia menyentuh lengan ayahnya dan menatap penuh permohonan tanpa suara. sebagai anak yang sudah dididik dengan baik oleh keluarga, ia tau aturan bahwa saat suami atau orangtua sedang membicarakan hal penting atau membuat keputusan, wanita tidak dapat ikut menyela.
"Putriku menerima, serahkan data aset dan sahammu dan berikan semua pada putraku jova" titah Charlos
__ADS_1
"terima kasih nona besar , terima kasih, saya mohon maaf sebesar besarnya pada keluarga Wellington dan Winston " ucap pria tua itu
Joyce berdiri menghampiri pria itu dan membungkuk tanda sopan , tak disangka George mengeluarkan sesuatu yang berkilauan dari sakunya lalu berlari ke arah joycelyn . pengawal dan tamu masih membeku karena terkejut
Nathan dengan sigap langsung berlari mendorong istrinya ke arah Antonio, ia siap menerima hunusan George untuk istrinya ke tubuhnya
BRAKKKKKK
Suara keras terdengar, ternyata sebelum pisau mengenai Nathan , Charlos sudah menahan pisau dengan tangannya dan memberi tendangan maut untuk George, ia maju menghajar George
"jaga menantuku" Antonio yang sudah menyerahkan menantunya pada tubuh jova, ia langsung ikut menerjang George
pengawal hanya bisa menonton saja , dua menahan paman George agar tidak masuk dalam pertarungan
Nathan langsung berlari memeriksa istrinya "Sayang kau baik baik saja?" wajahnya pias seketika , ia memeluk istrinya dengan kuat "aku tak tau bagaimana aku hidup kalau tidak ada kamu" gumamnya , masih bisa di dengar jova dan Joyce
"Jaga istrimu , aku akan menghabisinya" ucap jova menatap dingin ke arah kumpulan ayahnya
"Hubby sudah" cathie berlari memeluk pinggang suaminya dari belakang , tapi Charlos tak berniat melepas George yang sudah tak sadar diri dengan wajah dan tubuh berlumuran darah
"Dia hampir membunuh putriku apa kau tau hah? aku akan membunuhnya" teriak Charlos marah sambil hendak maju menerjang George lagi
"kak aku takut" pekiknya sambil menangis mengeratkan pelukannya, Charlos langsung membeku
Dari pertarungan itu, pengawal sendiri merasa ciut melihat pukulan demi pukulan sadis yang di keluarkan oleh Antonio dan Charlos bekas ketua mafia yang kini sudah digantikan penerus mereka
"lemparkan dia ke kandang Leon" hardik Nathan yang memeluk istrinya kuat , pengawal melemparkan tubuh George ke kandang harimau itu, dalam sekejap tubuhnya tercabik cabik, ajal langsung menjemputnya, pamannya langsung pingsan menyaksikan adegan mengerikan itu
kini dia keluarga itu hidup dalam pikiran masing masing
Charlos sibuk menenangkan istrinya yang mengobati tangannya sambil menangis
Antonio sibuk mengurus paman George dan Leon pada pengawal
jova sibuk mengurus para hadirin untuk duduk kembali
Jovi sibuk mengurus tiga putra kembar Nathan hanya menatap dingin ke arah kerangkeng, ia tak mau anak anak itu melihat kejadian buruk tapi mereka malah lebih ingin tau
Nathan terus memeluk istrinya , yang tak rela ia lepas sejak insiden tadi .
__ADS_1
setengah jam kemudian Cintami dan flora datang bersama Naomi, melihat Charlos terluka Naomi langsung menangis dan minta digendong
Cintami juga terkejut melihat keadaan putranya "Siapa melukaimu hah?" tanyanya gusar
"orangnya sudah mati" bisik jova sambil memeluk sang buyut, Cintami mengangguk
"Grandpa baik baik saja, jangan menangis, hati grandpa sakit melihat air matamu" Charlos mempraktekkan gaya seperti mau pingsan sambil memegang dadanya, cathie menangis sambil tertawa, Naomi menyeka airmatanya lalu menciumi Charlos bertubi tubi
"Kalian baik baik saja?" flora mengecek tiga cucunya , mereka mengangguk
"Tak seharusnya kalian membiarkan anak anak menonton kekerasan, ayo pulang anak anak" omel flora pada Nathan dan Antonio , keduanya hanya diam
"Tidak, itu seru, opa dan grandpa sangat hebat, sekali tendang saja orangnya terpental" ucap Noel , Antonio langsung menutup mulut Noel , flora menatap suaminya datar
"Papa berkelahi didepan anak anak?" tanya flora
"Ya opa sangat hebat sekali Oma, musuhnya tak sempat bergerak" Antonio kini menutup mulut Nobert
"Oma tak boleh marah, orang jahat itu mau membunuh mami dan papi dengan pisau, jadi opa marah" bela Noah, membuat flora terkejut dan memutar tubuh Joyce dan Nathan
"Kalian baik baik saja?" tanya flora khawatir "kenapa papa tidak menghabisinya beraninya dia mau membunuh anak anakku" omel flora
"Grandpa dan opa sudah menghajar orangnya" bela Noah lagi "Dia sudah mati"
"Bagus kalau sudah mati, papa hebat" puji flora
Ucapannya berbanding terbalik dengan ucapan awalnya tadi membuat Nathan dan Joyce menahan tawanya , Antonio dan tiga cucunya memasang wajah datar
"Kamu juga, Badanmu sebesar ini, juga jago berkelahi, bagaimana orangnya bisa mau membunuhmu? " tanya flora sambil memukuli putramu "Bagaimana mama hidup kalau tidak ada kamu hah?"
"Ma pukulnya di rumah saja, ada banyak tamu" ucap Antonio mengingatkan
benar saja semua mata sedang menatap flora yang memukuli dada putranya, ia menunduk malu masuk ke pelukan suaminya , Nathan tertawa terbahak bahak
seluruh dunia tau Antonio dan Nathan adalah orang yang sangat mengerikan apalagi mereka ketua mafia, tapi semua juga tau mereka sangat mencintai istri mereka dan selalu mengalah . banyak orang salut atas penghargaan mereka pada istri mereka
"Kalian masuklah ke sana" tunjuk Antonio pada istri dan cucunya kecuali nobert
Charlos duduk di kursi pemimpin, disisi kirinya ada Joyce, Nathan, Nobert, Antonio, Stevan duduk berbaris . dikanannya ada Catherine, Cintami , sky duduk berbaris
__ADS_1
"Mari kita mulai rapatnya" pimpin Charlos .
"Tunggu" sebuah suara wanita datang dari pintu masuk, derap kaki terdengar berjalan cepat ke arah mereka, Charlos memutar kursinya menghadap arah suara . semua ikut menatap ke arah sama