
Ruang Meeting
WIH
Paris
jam 13:00
"Selamat Siang, saya Charlos Alexander Winston mau mengumumkan sesuatu pada para hadirin" ucap Charlos membuka meeting
"Sebelumnya Opa saya Winston telah mewariskan Rumah Sakit Winston yang berada diseluruh dunia untuk ... Ibu saya Cintami Winston, Adik Saya Fenny Alexandra Winston , Istri Saya Catherine Alexa Winston, dan Putri tunggal saya Dokter Joycelyn Alexa Winston"
"Berhubung Opa saya sudah berpulang, dan ketiga wanita keluarga Winston tidak memiliki waktu menjalankan Winston International Hospital ketiganya menyerahkan sepenuhnya Hospital ini pada putri saya Joycelyn Alexa Winston"
"Kebetulan putri saya sudah menikah, dengan menantu saya Nathaniel Allan Wellington sejak beberapa tahun lalu dan memiliki empat anak kembar membuat putri saya tidak bisa terlalu active mengurus perusahaan ini, kedepannya management perusahaan dan kepemimpinan akan di pegang oleh putri dan menantu saya Joycelyn Alexa Winston dan Nathaniel Allan Wellington" Charlos menyerahkan mic pada cintami
"Dengan ini saya Cintami Winston , istri dari Tuan Charles Alexander Winston, menyerahkan Saham saya di Winston International Hospital pada Cucu perempuan saya Joycelyn Alexa Winston dan Suaminya Nathaniel Allan Wellington" Cintami menyerahkan mic pada Fenny
"Dengan ini saya Fenny Alexandra Winston , putri dari Tuan Charles Alexander Winston, menyerahkan Saham saya di Winston International Hospital pada Keponakan perempuan saya Joycelyn Alexa Winston dan Suaminya Nathaniel Allan Wellington" Fenny menyerahkan mic pada Catherine
"Dengan ini saya Catherine Alexa Winston , istri dari Tuan Charlos Alexander Winston, menyerahkan Saham saya di Winston International Hospital pada Cucu perempuan saya Joycelyn Alexa Winston dan Suaminya Nathaniel Allan Wellington" Cathie menyerahkan mic pada Charlos
"Sejak pernyataan diumumkan maka Hospital ini sudah resmi milik Putri kandung saya yang kini telah bernama Joycelyn Alexa Wellington bersama sang suami Nathaniel Allan Wellington" Tutup Charlos dan menyerahkan mic pada joycelyn
"Perkenalkan saya adalah Putri Tunggal dari Tuan Charlos Alexander Winston dengan Nyonya Catherine Alexa Winston , Saya pewaris tunggal dari Hospital ini, Nama saya adalah Dokter Joycelyn Alexa Wellington seorang dokter spesialist jantung, dan suami saya adalah Dokter Nathaniel Allan Wellington seorang dokter spesialis bedah, beliau juga CEO di beberapa perusahaan" Joyce menjeda kalimatnya lalu menatap hadirin
"Selama ini saya hanya berkecimpung di dunia kesehatan, bukan dari dunia bisnis, oleh sebab itu kedepannya suami saya yang akan memimpin management hospital ini, dimana beliau adalah seorang dokter profesional juga sehingga memenuhi persyaratan menjadi pimpinan, apa ada pertanyaan?"
semua diam , satu menit kemudian terdengar tepuk tangan meriah dari para investor dan calon investor
"Kami merasa aman bila tuan wellington yang mengelola dana kami, saya akan investasi semaximal mungkin ke WIH" teriak pengusaha nomor satu dari New York disusul komen positive pengusaha lainnya
"Terima kasih dukungan semuanya pada keluarga Wellington dan Winston" ucap Antonio
"Baiklah, rapat hari ini selesai, kedepannya silahkan komunikasi dengan Tuan Muda Wellington dan istrinya" Tutup Charlos , semua saling bersalaman dan mulai meninggalkan ruangan hingga tersisa dua keluarga itu berserta Aspri dan pengawal mereka
"Papi, ada meeting" ucap Noel sambil mengangkat laptopnya dan membukanya di meja panjang meeting tadi
"Papi, meeting dengan laptop Naomi dulu, Naomi mau bicara dengan Alicia" pinta Naomi dengan wajah memelas
Karena tak tega menolak permintaan sang anak, Nathan mengangguk,
"bantu adikmu terhubung dengan Alicia.. Nobert" titah Nathan
Dua keluarga besar itu duduk rapi di ruangan meeting membiarkan Naomi sendirian menghubungi Alicia
"Hi Alicia, selamat siang" Sapa Naomi sambil tersenyum dan melambaikan tangan saat melihat wajah Alicia dan ayahnya
"Hi anak haram, untuk apa menghubungiku? ayahmu akan mengadakan meeting dengan orang terhebat di Italia" ledek Alicia "Anak haram sepertimu pasti tidak mengenal orang hebat"
ucapan sinis Alicia membuat semua pendengar sangat marah, Charlos dan Antonio langsung berdiri tapi di tahan oleh Nathan dengan gelengan karena posisi mereka di belakang laptop naomi
"Naomi, kamu tidak boleh kasar, tidak boleh menyebutku anak haram, aku punya dua ayah, satu Daddy jova satu papi Nathan" ucap Naomi dengan suara yang menggemaskan bagi dua keluarga yang sedang mengepalkan tangan mereka itu , emosi mereka agak tertahan sedikit
"Kamu memang anak haram, jova bukan daddymu, dia pacar gelap mamimu, wajahmu tak mirip dengan mami daddymu. kamu harus malu" ledek Alicia lagi
__ADS_1
"Tidak, bukan. daddyku bukan pacar gelap mamiku. Daddy ku adalah orang baik" bela Naomi dengan segenap kemampuannya berpikir dan bicara sesuai anak seusianya
"Alicia, kalian adalah teman, kalau teman harus saling menyayangi dan tidak saling mengejek ya sayang" Joyce sudah berdiri di belakang Joyce mencoba menasehati Alicia
"Hei diamlah, kau siapa mau mengatur anakku, apa yang dikatakan anakku adalah benar, sebaiknya kamu dan anak harammu jangan komunikasi dengan kami lagi, kami tidak mau reputasi kami jatuh karena orang lain mengira kita saling mengenal" hardik Adam, ayah Alicia
seluruh isi ruangan meeting semakin memanas, Flora tak mampu menahan amarahnya lagi
"Niel kamu akan membiarkan orang menghina cucuku hah?" ucapnya sambil menangis "Papa juga" dia memukuli suaminya yang semakin marah
Nathan tak tahan melihat anak istrinya dihina ditambah ibunya menangis , dia langsung berdiri dan berjalan dengan tenang ke arah Naomi, ia menggendong dan memangku Naomi di paha kirinya sambil menghadap laptop , satu tangannya memeluk pinggang istrinya yang masih berdiri untuk duduk di paha kanannya
"Selamat siang Mr Adam, kebetulan sekali sepuluh menit lagi jadwal kita meeting, bagaimana kalau kita mulai sekarang saja, apakah boleh?" tanya Nathan dingin
Adam yang terkejut segera mengangguk "Tentu , tentu bisa Tuan Muda Wellington" , ia mencoba menurunkan Alicia dari pangkuannya
"Tunggu.. Biarkan putri anda tetap disana" titah Nathan dengan suara semakin dingin , Adam tak jadi menurunkan putrinya dari pangkuannya
"Halo Alicia" sapa Nathan
"Hallo Tuan Muda Wellington" jawab Alicia ramah dan sopan setelah sang ayah membisikkan sesuatu padanya
"Alicia apakah kamu tau apa pengertian anak haram?" tanya Nathan , Alicia mengangguk
"Anak yang tak punya ayah" jawab Alicia dengan tatapan sinis pada Naomi , Nathan mengangguk
"Alicia paham pengertian pacar gelap?" tanya Nathan lagi. Alicia mengangguk
"Kekasih yang tidak menikah tapi tinggal bersama dan membuat malu" jawabnya dengan tatapan meledek pada Naomi
"Tentu saja Naomi yang anak haram dan mommynya yang punya pacar gelap"
"Siapa yang memberitahumu nak?" tanya Nathan
"Daddy dan mommy ku yang bilang aku tak boleh berteman dengan anak haram seperti Naomi dan tidak boleh bicara pada wanita nakal yang hidup bersama pacar gelapnya seperti mommy Naomi"
"Mommy ku bukan wanita nakal, kamu boleh menghinaku tapi tidak boleh menghina momyku" teriak Naomi marah, matanya berkaca kaca
"Diamlah anak haram, jangan berteriak pada putriku" hardik Adam
"Kau yang diam, tidak ada siapapun di dunia ini boleh menghardik putriku, kau kira siapa hah? kamu silahkan tunggu urusanku dengan anakmu selesai , baru aku mengurusmu" bentak Nathan dengar suara menggelegar setelah menutup telinga putrinya terlebih dulu dengan tangannya dan memeluknya
Adam hampir pingsan mendengar ucapan Nathan, tadinya ia kira Nathan salah satu kekasih mommy Naomi , badannya gemetaran, Alicia terkejut dan memeluk sang ayah
"Alicia, dengar baik baik" titah Nathan , Adam segera mengarahkan Alicia ke kamera layar laptopnya
"Naomi adalah kembar empat, ia memiliki tiga kakak laki laki, Nathan mengarahkan laptop ke arah tiga putranya " Adam bisa melihat siapa saja disana , keringatnya semakin deras mengucur
Jova, Jovi, Jordi , Jordan, Chen Hao, terutama Antonio dan charlos , ada pula Cintami, flora, Catherine dan feny, para pengusaha terkemuka yang wajahnya selalu berada di tabloid, internet, berita dan berbagai media dunia tengah memasang wajah dingin ke kamera laptop
"Naomi adalah kesayangan semua orang disana" Nathan kembali memutar laptop menghadap kearahnya
"Lihat baik baik, Wajah kami sama persis, karena Naomi adalah putri saya satu satunya, Naomi bukan anak haram, apa Alicia paham?" tanya Nathan, Alicia mengangguk
"Ini papiku, aku bukan anak haram, jadi kamu sudah bisa berteman denganku Alicia" ucap Naomi polos, semua di ruangan itu menatap takjub pada Naomi
__ADS_1
"Aku ingin menggelitikinya" omel Jordan
"Aku ingin menciumnya sampai menangis" imbuh Jordi
"Namanya anak anak, hatinya penuh kasih dan tidak paham dendam" ujar Cintami lembut , semua mengangguk
"Dan Alicia... Jova adalah kakak kandung dari mommynya Naomi, Saya adalah ayah kandung naomi, suami dari mommynya naomi. sama seperti Daddy mommy alicia. apa Alicia paham?" Alicia mengangguk
"Sekarang sebagai anak baik, Alicia harus minta maaf pada Naomi karena sudah salah menuduhnya" titah Nathan tegas, Alicia mengangguk
"Naomi, maafkan aku, maukah berteman denganku lagi?" tanya Alicia, Cintami menahan tawanya
"Tentu, nanti kita bermain kalau aku sudah pulang ke New york ya" jawab Alicia dengan wajah menggemaskan
"Sekarang biarkan saya bicara dengan Daddy mu Alicia pergilah bermain" pinta Nathan , Alicia segera berpamitan sopan dan segera menghilang dari kamera
"Sayang, Bermainlah bersama kakak kakakmu" ucap Nathan lembut sambil mengecup pipi gembul Naomi , Naomi mengangguk lalu mencium pipi Nathan .
Charlos menjulurkan tangan pada Naomi, Naomi langsung masuk ke gendongan Charlos. Setelah itu Naomi sudah pergi bersama cintami dan Catherine ke ruangan lain
"Kini giliran mu " Ucap Nathan dingin saat Naomi sudah benar benar menghilang dari ruangan , ia memeluk pinggang sang istri
"Sayang, orang ini yang memarahimu?" tanya Nathan , Joyce hanya diam
"Hubby, sudahlah... " bisik Joyce ditelinga nathan
"Tidak bisa sudah, ada orang menindas istriku, aku tak akan membiarkannya" tegas Nathan dengan suara rendah, ia tak mau Joyce depresi seperti masa lalu karena intonasi tinggi suaranya
Joyce langsung diam , ia tak mau menyela keputusan suami karena itu didikan manner dan etika dari keluarganya .
"Tuan Muda maafkan saya, saya tidak tau Dokter Joyce istri anda"
"Kalau bukan istri saya berarti anda bebas menindas dan menghina orang?" hardik Nathan dengan suara menggelegar "Kau tunggu saja kehancuranmu!!!"
Joyce yang jaraknya terlalu dekat dengan Nathan, sangat shock mendengar suara sang suami. wajahnya pias
"Sayang, aku bukan marah padamu, maafkan aku mengejutkanmu" Nathan lekas memeluk sang istri
"Aku membawa Joyce, kamu selesaikan urusanmu dengan bede -bah itu, jangan maafkan dia" ucap Charlos sambil meraih tubuh kecil itu dari pangkuan Nathan
"Baik dad, terima kasih" ucap Nathan sopan "sayang bersama Daddy dulu, nanti aku susul ya" ucap Nathan mengusap kepala sang istri, Joyce hanya diam
"Lanjutkan urusanmu, dad bawa Joyce ke dalam" Charlos segera berlalu saat Nathan mengangguk
" one, two , three" panggilnya , tiga putranya langsung berdiri disampingnya
"Hafal wajah orang ini, hancurkan perusahaannya dan semua yang ia miliki tanpa sisa. pastikan dia bangkrut malam ini" titah Nathan tegas , berbanding terbalik dengan sikapnya pada Naomi
"Laksanakan dad" jawab ketiganya serempak
"Jangan Tuan Muda Wellington, maafkan aku" teriak Adam memohon
"Pergilah ke ne -raka" ucap Nathan sambil mengacungkan jari tengah dan beranjak dari kursinya mencari istrinya
"Rasakan akibatnya menyakiti wanita kami" ledek Noah dan mematikan laptop Naomi
__ADS_1
tak sampai malam, bersama empat pamannya, sikembar meratakan semua harta Adam, ia bangkrut seketika