
Setelah mengurus istrinya, Nathan turun menemui orangtua dan anaknya
"Lain kali jangan bawa istrimu naik motor, bahaya" tegur Antonio dengan wajah dingin
"Maaf tapi tadi keinginan bayi kami, Niel tak bisa menolak pa" ucap Nathan
"Ada yang mau papi bicarakan, kita ke ruang keluarga" ajak Nathan dan enam orang itu mengikuti Nathan
"Bulan depan rangka rumah kita disebelah sudah selesai, tinggal mengurus interior saja, dan lantai enam adalah kantor kalian, kalian memilik banyak uang, kalian harus membeli sendiri isi lantai enam" tegas Nathan "Setelah mami melahirkan , ada kemungkinan kita bisa pindah rumah"
flora melotot dan hendak protes, tapi Antonio menariknya untuk diam, flora pun diam menatap anaknya
"Papi akan menyediakan seseorang yang mengurus management kalian, Naomi menjadi sekretaris kalian. Tapi kalian butuh Aspri yang membantu kalian untuk banyak hal. Kalian bisa minta opa mencari kandidatnya"
Antonio mengangguk "Papa ada tiga kandidat , sudah lama terpikir memanggil mereka membantu cucu papa yang selalu sibuk, tapi karena kalian tidak meminta, papa tidak mau ikut campur" jawab Antonio, semua menatap sang opa
"Dave Colleman, Supir pribadi papa di kantor London dulu , sudah meninggal karena kanker usus sekitar 13 tahun lalu, meninggalkan putranya Dawson Colleman yang usianya 11 tahun. Papa melihat dia anak Genius, papa membiayai studynya dan melatihnya di CN, setelah itu dia menjadi Aspri bayangan papa. Papa akan menghadirkannya. Usianya 24 tahun" Nathan mengangguk
__ADS_1
"Leophard Lewis, Anak seorang pekerja bangunan yang meninggal karena kecelakaan mobil, sebelas tahun lalu papa bertemu di emperan toko Amsterdam saat musim dingin. Malam itu terjadi banyak hal membuat papa melihat dia anak Genius, papa membiayai study nya lalu melatihnya di CN, dia salah satu Pengacara dan Aspri bayangan papa. Usianya 20 Tahun" Nathan kembali mengangguk karena ia percaya ayahnya tak akan mencelakakan cucunya sendiri
"Ada satu anak perempuan bernama Luciana Xaxier berusia sebelas tahun, ia anak genius, enam tahun lalu papa menemuinya di pantai asuhan di San fransisco, lalu papa membiayai study khususnya juga membayar orang tua asuh untuk merawatnya. kini dia sudah menyelesaikan study S1 nya, dia bisa dijadikan sekretaris WW Corp, kemahiran komunikasi, manner, performa, bela diri dan Managementnya sangat baik. Dia bisa banyak bahasa , tapi dia tidak bisa bahasa Indonesia" terang Antonio
"Hadirkan saja pa" pinta Nathan, Antonio mengangguk
"Satu lagi , rumah sakit mommy dan papi, hanya dokter yang bisa menjadi pemimpin, salah satu dari kalian kalau ada yang mau menjadi dokter bisa mengajukan diri disaat kalian menginginkan, tapi ingat.. tidak ada paksaan, kalian dibebaskan memilih apa pendidikan yang kalian suka"
"Dokter Noah yang akan memimpin, itu cita cita Noah sejak kecil Pi" jawab Noah , Nathan mengangguk
"Jalani sesuai kesukaanmu, kalau merasa tidak berkenan, silahkan memilih plan B , study yang paling kamu cintai" tegas Nathan , Noah mengacungkan jempol
"Baiklah, sekarang silahkan bersihkan diri dan lanjutkan aktifitas kalian, papi mau melihat keadaan mami, Noah di perut mami ada calon adikmu, kalau adikmu nakal di dalam sana mami kalian akan kepayahan, kamu harus memperhatikan tiga adikmu supaya tidak mengganggu mami ya" pesan Nathan, Noah mengacungkan jempolnya
Nathan segera naik ke kamarnya untuk membersihkan diri sekalian memeriksa keadaan istrinya yang tengah tertidur , usai mandi nathan mengecup kening sang istri, istrinya tampak menggeliat dan membuka matanya perlahan, Nathan tersenyum
"Sudah bangun? " tanyanya lembut , Joyce yang masih mengumpulkan nyawanya mengangguk dan kembali menggeliat
__ADS_1
"aku sudah menampung air hangat untukmu, kalau sudah fokus, mandilah dulu. bumil tak baik mandi kemalaman" ucap Nathan mengusap puncak kepala Joyce
tak lama Joyce duduk dan mengangguk, ia beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri, usai mandi ia mengenakan bathroob ke walk in closet, ia mengenakan terusan sederhana dengan tali spaghety dengan lingkar dada agak rendah, Nathan meneguk ludahnya kasar
"Gantilah pakaianmu, sebelum aku memakanmu sekarang" ucap Nathan dengan suara berat, Joyce segera berbalik menuju walk in closet sambil mencebik
"Dasar mesum" gerutunya sangat pelan
"Mesum pada istri itu pahala" jawab Nathan membuat Joyce mempercepat langkahnya menuju walk in closet
dalam sepuluh menit Joyce keluar, ia mengenakan kaus putih dan celana panjang berbahan satin longgar warna hitam, tampak sangat mewah dibalik kesederhanaannya itu
"Sayang, aku mau mengajakmu makan, tapi kamu cantik sekali, aku tak Sudi pria lain memandang kecantikan mu" Joyce menatap datar suaminya , Nathan tertawa lalu mengajak istrinya turun ke ruang keluarga
Ruang keluarga sepi melompong, tak ada siapapun disana, Nathan menggandeng Joyce ke ruang kerja anaknya di halaman belakang. Ruangan yang sangat mewah yang didesign Antonio dan belum pernah dimasuki Joyce.
Benar saja anggota keluarganya ada disana,
__ADS_1
"ayo anak anak kita makan di resto Thai" ajak Nathan tapi semua anaknya seolah autis, mereka sedang fokus sekali pada laptop lengkap dengan wajah dingin mereka