
"Kita keruang keluarga" ajak Nathan pada ketiga putranya, sambil menarik pinggang istrinya . berlima segera menaiki tangga menuju private family room dilantai dua
"Kamu yang menjelaskan pada papi, Nobert" titah Nathan
"kemarin Nobert dan Naomi sedang sangat bosan, karena tidak ada kerjaan kami bermain laptop mommy"
"Disana Nobert melihat data email rumah sakit, iseng Nobert membukanya sambil memeriksa, ternyata banyak kejanggalan"
"Nobert memutuskan mengaudit keseluruhan data ternyata ada tikus liat didalam sana, setelah mengumpulkan data dan bukti lengkap, Nobert menemui uncle Jovi dan membahas masalah ini, karena mommy sama sekali tidak memahami bisnis, benar saja ada kecurangan nominal besar selama belasan tahun ini"
"Jadi kami menyamakan jadwal Daddy jova, uncle Jovi, mommy ke Paris untuk pertemuan bisnis mereka. disinilah kami sekarang" tutup Nobert
"Mereka laki laki, kenapa tidak menyelesaikan masalah mereka sendiri, kenapa harus melibatkan kamu dan ibumu yang wanita lemah?" tanya Nathan dengan wajah datar
"kenapa harus melibatkan mommy ?" beo Nobert, Nathan mengangguk
"Seluruh Westin International Hospital di dunia ini adalah warisan dari lau lau yeye Winston untuk mommy, mommy owner sekaligus komdir nya, kalau tidak melibatkan mommy jadi harus melibatkan siapa?' tanya Nobert bingung
"Dan justru karena aku, Daddy jova, uncle Jovi laki laki , maka kami menemani mommy mengurus masalah ini, letak masalahnya apa Pi?"
Nathan sedikit terkejut mendengar ucapan putranya, selama ini ia tau Winston adalah keluarga Sultan, tapi ia tidak tau menau dan tidak pernah mau tau tentang harta istrinya.
sebagai pria sejati dia hanya menjalani prinsipnya yaitu memenuhi kebutuhan istrinya dan menafkahi keluarganya. sisanya dia tak peduli
ditambah istrinya yang nota benenya tuan putri di keluarga lamanya, yang tidak tau menau tentang bisnis, sejak dulu Nathan tidak pernah mau membahas bisnis agar istrinya tidak pusink
kali ini istrinya harus menghadapi dunia bisnis sampai harus mengandalkan keluarga Winston karena ketidak mampuan Joyce.. tentu saja Nathan keberatan , ia yang harus melindungi istrinya dan aset istrinya meski ia tak mau tau harta istrinya
"Baiklah, Maaf sebelumnya papi tidak tau itu milik mommy, sekarang papi sudah tau, tidak pantas kalau masalah mommy harus mengandalkan paman pamanmu."
__ADS_1
"Papi tidak mau tau harta mommymu tapi itu adalah aset kalian kelak, jadi Besok papi akan menyelesaikannya untuk mommymu" terang Nathan, tiga putranya mengangguk
"Mana berkasnya? berikan pada papi" titah Nathan cepat
ia segera duduk di meja kerja di sudut ruangan keluarga pribadi itu sambil menunggu putra ketiganya mengambil berkas
dulu saat Noah dan Nathan kecil , flora takut mereka terjatuh jadi membuat ruang keluarga dengan tiga kasur besar agar mereka bebas bermain tanpa terbentur atau terluka di tiap rumah mereka termasuk yang diparis ini .
saat mereka sedikit lebih besar mereka sibuk dengan gadget mereka di ruang kerja mereka, mereka idak menggunakan ruangan itu lagi. tapi flora tetap meminta pelayan membersihkan . kini bisa di pakai kembali oleh cucunya yang tiba tiba bertambah.
Nobert membuka laptop ibunya, memberitau sang ayah lokasi rahasia penyimpanan dokumen penting itu, karena dua saudaranya penasaran, Nobert meminta sang ayah mengkloning data sang ibu di laptop sang ayah.
setelah ayahnya mengkloning ke laptop ayahnya sendiri , Nobert membuka data sang ibu untuk di pelajari dua kakak kembarnya
"Aku bersih bersih sebentar" pamit Joyce, Nathan menurunkan kacamatanya lalu tersenyum dan mengangguk , Joyce segera beranjak menuju conecting door yang terhubung dengan kamar Nathan.
setelah kepergian sang istri, Nathan kembali fokus pada data yang disusun anaknya di laptop, dalam hati ia memuji kehebatan sang anak dalam membuat data keuangan yang sangat jelas dan mudah di analisa.
merasa tak paham, ia pun mulai bosan, ia mengambil iPad dan mempelajari tentang inovasi metode pengobatan terbaru dokter terawan sambil berbaring di salah satu dari tiga kasur di ranjang itu
sesekali Nathan melirik sang istri dan tiga putranya , tak lama ia memanggil Nobert
"Nobert papi sudah sangat memahami file ini, smua ucapan mu benar, papi ada membuat sedikit revisi dan tambahan di bagian ini, dan ini" Nathan menunjukkan pada tiga putranya , mereka mengangguk tanda paham "mereka menutupi selisih uang sebenarnya dari kolom ini, dan data fake di kolom ini" tutup nathan
"Kalian tidurlah, papi sudah selesai, papi hanya membaca ulang"
tiga putranya berlari memeluk Joyce "Papi kami mau tidur dengan mommy disini malam ini" mereka menatap Joyce dengan tatapan memelas
Joyce menatap Nathan dengan tatapan penuh pengharapan , akhirnya dengan berat hati Nathan mengangguk
__ADS_1
"Baiklah, hanya malam ini"
"Horeee" pekik Noel
"Mommy ditengah, Noah di kanan mommy, Noel di kiri mommy, baru Nobert di kiri Noel, papi di kiri Nobert" Noah mulai mengkordinir adiknya
"Tidak, mommy istri papi, kalian tidur bertiga, mommy tidur dengan papi" tolak Nathan dengan wajah datar
"Mom" panggil Noel sambil memeluk Joyce, Joyce kembali menatap Nathan
dengan cepat Nathan mematikan laptop, mematikan Lampu utama, lalu langsung tidur disamping istrinya
"Papi curang , papi rebutan dengan anak sendiri" protes Noel, Nathan memeluk erat sang istri tanpa mau mengalah sampai Joyce menegurnya, akhirnya ia pindah ke ranjang paling ujung sendirian
setelah setengah jam semua sudah tidur pulas, Nathan menelpon sang ayah, mereka bertemu di balkon lantai dua, Nathan menceritakan masalah istrinya kepada sang ayah.
"George ada kemungkinan akan melakukan kekerasan jika sudah melewati batas kesabarannya untuk menutupi rasa malunya pa" ucap Nathan
"Hahaha bagaimana bisa penjahat kecil seperti dia mau memukul nyonya muda Wellington" ucap Antonio tertawa sinis
"Besok papa akan menambahkan pengawalan untuk Joyce dan tiga cucu papa , kamu harus selalu siaga menjaga keluargamu juga" pesan Antonio, Nathan mengangguk
"Pa, pamannya George memiliki saham kosong 5% dari buyut Winston dulu , George selalu mengancam Joyce dengan itu. dan mengancam akan meminta investor menarik dana" Antonio terbahak bahak
"Niel tidak pusink, itu mudah saja, tapi Joyce bukan pebisnis, mendengar kalimat itu pasti akan ketakutan "
"Besok saat sarapan papa akan memberi pengertian padanya. 5% bisa kita beli detik ini juga. jika investor tau Joyce menantu Wellington, mereka akan melipat gandakan berkali lipat dana mereka. belum lagi jika Charlos hadir, investor baru akan sengaja membuang uang cuma cuma hanya supaya bisa memiliki hub bisnis dengan Charlos" ucap Antonio sambil tertawa .
"Kamu fokus keselamatan anak istrimu dalam pertemuan besok, sisanya papa yang urus, besok papa hadir jam 7:30 di WIH"
__ADS_1
pembicaraan di tutup , mereka kembali ke kamar masing masing.
Nathan mengangkat tubuh kecil istri nya kesampingnya lalu menyusu dengan rakus, kebiasaan tiap malam sebelum mereka berpisah dulu. hanya menyusu tidak lebih karena besok mereka akan perang otak dengan musuh