Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
bab 42 - masa lalu 2


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Sambil tersenyum Cintami berpamitan naik ke atas, ia masuk ke kamarnya dan menangis tersedu sedu, ia merasa hatinya terluka atas perlakuan Winston dan mulai berpikir apakah pernikahan ini adalah pilihan yang salah


setelah puas menangis, Cintami segera ke kamar mandi membersihkan diri, ia merendam tubuh dengan air hangat, banyak bekas gigitan suaminya di tubuhnya itu. yang terasa perih adalah ujung lampu kembar sebelah kirinya juga bagian sawahnya, tapi sesudah berendam dengan aroma therapi, rasa perih sudah menghilang. hanya perih di hatinya yang masih terasa bahkan makin sakit setiap ia mengingatnya


usai mandi Cintami berbaring dan memejamkan matanya yang sangat bengkak, hatinya lelah sekali. ia kembali menangis mengingat perbuatan suaminya tadi. ia menangis sampai tertidur


Tepat jam tujuh malam, pelayan membangunkannya dengan menekan bell pintu kamarnya cukup lama


"Ada apa?" tanya Cintami dari balik pintu


"Waktunya makan malam nyonya" ucap sang pelayan


"Aku sedang tak enak badan, maukah kamu membawakan makan malam ku ke kamar?" tanya Cintami sopan, ia selalu menghargai semua manusia apapun statusnya


"Baik nyonya" jawab pelayan sopan lalu turun menyiapkan makan malam untuk Cintami


"Mana nyonya?" tanya Winston


"Nyonya sedang tidak enak badan dan meminta makanan dibawa ke kamar Tuan besar"


"Bagaimana keadaan nyonya?"


"Ehmm maaf saya tidak tau, tapi mata nyonya bengkak seperti habis menangis lama, mungkin beliau merindukan tuan nona kecil" jawab pelayan itu , Winston mengangguk lalu melanjutkan makan malamnya , sang pelayan naik ke atas menyiapkan makan malam Cintami


Esok paginya Cintami masih meminta sarapan diantar ke kamarnya, ia menghindari Winston, sampai ia mendengar mobil Winston keluar barulah ia turun dan bersiap keluar


Cintami keluar dengan mata bengkak, efek menangis semalaman , ia sudah berusaha mengompres tapi masih bengkak jadi ia mengenakan kacamata hitam


setelah melakukan perawatan seharian di salon, tepat pukul empat ia sudah di rumah karena mantan mertuanya selalu pulang jam enam


Cintami menyiapkan makan malam Winston. tepat jam enam Winston pulang dari kantor, dan bergegas mandi lalu kembali ke ruang makan.


Cintami turun makan malam bersama sang mantan mertua yang tampak segar seusai mandi, mereka makan malam tanpa suara, selesai makan malam Cintami berpamitan istirahat


"Aku kembali kekamar dulu Pi, tubuhku kurang sehat" ucapnya lembut sambil tersenyum lalu berbalik kekamarnya


Winston bisa melihat mata istrinya bengkak bekas menangis, ada luka di bola matanya, ia sungguh salut dengan kedewasaan sang istri , ia mulai paham kenapa dulu sang putra memaksa memilih menikahi Cintami


wanita yang berusaha keras menghindari pertengkaran meskipun ia sendiri harus terluka , ia masih berusaha menyimpan lukanya sendirian


Winston juga tau istrinya menghindarinya sejak kemarin , dan ia tak nyaman dengan keadaan itu

__ADS_1


seminggu berlalu , Cintami hanya turun saat sarapan dan makan malam , sisanya ia langsung kembali kekamar, Winston tak ada kesempatan bicara dengan sang istri sama sekali .


hingga Sabtu itu, Winston libur, usai sarapan tadi istrinya sudah kembali kekamarnya. Tepat jam sepuluh Winston melihat Cintami turun dari tangga mengenakan kemeja putih lengan sampai siku dan rok jeans berwarna biru muda yang panjangnya sejengkal di atas lutut


"Mau kemana?" tanya Winston dengan suara berat


"Pi .. aku ijin keluar sebentar, mau membeli keperluan" ijin Cintami lembut sambil tersenyum


"Ini Sabtu, tak bisakah kamu belanja di hari biasa?" tanya Winston membuat Cintami tersenyum "Baiklah, aku belanja lusa, kalau begitu aku kembali dulu ke kamar beristirahat ya Pi" pamit Cintami


"Cinta" panggil Winston, Cintami berhenti dan menatap mantan mertuanya "Ya Pi"


"Kita pindah hari ini, semua barang sudah di sediakan disana, cukup bawa barang penting saja. kita berangkat jam dua belas nanti, setelah makan siang kita pulang kesana "


Cintami tertegun sesaat , lalu mengangguk"Baiklah Pi, aku bersiap dulu" pamitnya dan segera ke kamarnya , Winston hanya menatap tubuh sek -si itu menaiki tangga


Jam dua siang Cintami , dibantu pelayan sudah selesai membenahi barang barangnya , ia segera membersihkan diri. usai mandi dia berbaring di ranjang empuknya dan memejamkan mata, tak terasa ia tertidur


tapi rasanya belum lama tidur, ada yang mengganggunya , Cintami perlahan membuka matanya, baju terusan satin bertali spaghetynya sudah terangkat naik keatas, mantan mertuanya tengah menyusu di lampu kembarnya


"Sudah bangun?" tanya Winston tanpa melepaskan kegiatannya


"Pa .. aku sedikit lelah, lain hari ya pa" ucap Cintami lembut sambil mengusap pangkal lengan suaminya dan berusaha mundur untuk memisahkan asetnya dari mulut Winston tapi Winston menahan punggungnya


Winston mengukung tubuh istrinya dan menatap bola matanya "Mau sampai kapan menghindar ?" tanyanya lagi, mulutnya mau meraup bibir tipis itu tapi Cintami berpaling


"Lain hari ya Pi" pintanya lagi dengan lembut , ia tersenyum


"Jika hatimu terluka, tak perlu memaksa diri tersenyum untuk membahagiakan orang lain cinta"


Cintami meneteskan air matanya perlahan karena ia tak menyangka sang suami mengetahui hatinya tidak baik baik saja


"Aku minta maaf" bisik Winston sambil menyeka airmata istrinya , Cintami mengangguk


"Aku kemarin marah karena aku cemburu melihatmu cantik sekali dan berpakaian terbuka, aku tak Sudi pria lain melihat keindahan istriku, kamu milikku, hanya milikku, ini milikku, ini juga" Winston mengusap lampu kembar sang istri juga sawahnya


kini Cintami paham, kemarin suaminya berubah sikap bukan karena bosan padanya tapi , suaminya cemburu , Winston menarik tubuh langsing itu kedalam pelukannya


"Aku sangat mudah cemburu, apalagi istriku masih muda dan secantik ini" bisiknya jujur


"Kita sudah dewasa, ada apa apa sebaiknya kita bicarakan secara terbuka dan jujur, jadi tidak ada kesalah pahaman dan mis komunikasi, lain kali kalau papi cemburu, katakan baik baik, aku akan berubah" ucap Cintami sambil mengusap lengan suaminya

__ADS_1


"Maafkan aku" ucap Winston


"Kemarin kita seminggu tak bertemu, Sabtu papi bilang , besoknya mau menagih jatah seharian . jadi saat pelayan mengatakan papi akan menjemputmu, aku sengaja berpakaian begitu"


"Dengan pakaian itu, kalau papi haus, papi cukup menurunkan sedikit bajuku, papi sudah bisa minum susu, kalau bazoka raksasa papi itu ingin dipijat, papi cukup mengangkat rokku, karena aku bahkan tidak mengenakan penghalang, aku mencoba menjadi istri yang mampu menyenangkan suami, supaya suamiku tidak di lirik wanita nakal diluar sana , tak kusangka malah membuat suamiku salah paham dan cemburu" terang Cintami pelan membuat Winston merasa bersalah


"Allice , Dia dulu menjebak aku dengan obat, sehingga ia mengandung, papi terpaksa menikahinya untuk bertanggung jawab, ketika keluarga tau papi menikahinya, papi di usir dari rumah dan semua fasilitas di cabut keluarga, papi keluar rumah dan hidup susah bersamanya"


"Karena ia mengandung keturunan Winston, ibuku masih membantu memberi biaya dua juta perbulan dan catering tiga kali sehari untuk kami berdua"


"Impian utama Allice adalah menjadi nyonya di keluarga Winston harus musnah, tapi dia mencoba menggunakan anak kembar kami untuk menjadi akses masuknya ke keluarga Winston"


"Tapi lagi lagi impiannya harus musnah ketika ayahku memberi dua pilihan, saat anak kami lahir kami yang menafkahi atau orangtuaku, kalau kami maka orangtuaku akan memutuskan garis keturunan dengan anak kembar kami, tapi bila orangtuaku yang menafkahi maka kami tidak bisa berkomunikasi lagi dengan anak kami, orangtuaku akan membawanya ke luar negeri, jika mereka dewasa dan mencari kami maka akan dicoret dari penerus tapi jika tidak berhubungan dengan kami maka akan di pilih jadi penerus Winston"


"Sejak keputusan ayahku disampaikan, sifat aslinya keluar, ia selalu keluar malam dengan temannya dan mabuk mabukan, aku berusaha keras menghalangi mengingat anak kembar kami, hingga akhirnya ia terjatuh dalam keadaan mabuk, sehingga harus di operasi Caesar . satu anak kami tidak bisa diselamatkan, almarhum suamimu Charles berhasil diselamatkan dengan perawatan intensive dengan biaya sangat mahal"


"Charles dikembalikan kepada kami setelah melewati masa kritis, tapi Allice tidak mau merawatnya , ia setiap hari keluar mabuk dengan selingkuhannya dan pesta narkoba hingga suatu hari ia mengalami kecelakaan mobil saat pergi ke puncak dengan selingkuhannya"


"Setelah ia meninggal, aku belajar banyak, orangtuaku memintaku pulang karena Charles sering sakit sakitan, dimasa kehamilan ibunya tidak menjalani hidup sehat, ibuku merawatnya dengan baik"


"jadi masa laluku tidak memiliki kehidupan yang melibatkan perasaan, sampai aku bersamamu entah kenapa aku mudah sekali cemburu, bahkan aku mengabaikan niat baikmu membuatku senang, maafkan aku" ucap Winston, Cintami mengangguk


Winston meraup bibir tipis yang sudah dua Minggu tidak dapat ia rasakan manisnya , Cintami membalasnya, olahraga panas itu mereka ulangi sampai menjelang subuh dan hanya dijeda saat makan malam tiba , pasangan pengantin baru itu seolah melupakan segalanya , mereka mencari kebahagiaan mereka sendiri


"Pi ... sudah.. aku tak kuat lagi Pi... masih ada hari esok" rengek Cintami saat suaminya sudah hendak menaikinya lagi "Dasar suami mesum, kuat sekali tenaganya" omel Cintami , Winston tertawa


"Sekali lagi ya, besok Minggu, hari libur, aku akan memanjatimu seharian, tak perlu mengenakan apapun besok" ucap Winston sambil tertawa , Cintami mencebik tapi merenggangkan pahanya agar suaminya bisa memasukinya lagi


sebagai istri , kewajibannya memberi pelayanan bagi suami agar suaminya betah di rumah , jadi Cintami berusaha agar sang suami terus menempel padanya dengan memberi apa yang suaminya mau , lagipula ia sangat menikmati perlakuan Winston yang sangat dewasa dan tau cara memanjakannya


Setelah permainan terakhir berakhir, Winston tidur memeluk istrinya


cintami bangun saat matahari sudah tinggi , ia melihat waktu sudah pukul delapan, perlahan ia menggeser lengan besar suaminya dari pinggangnya sambil memundurkan tubuhnya agar puncak lampu kembarnya bisa terlepas dari mulut sang suami, tapi dengan nakal Winston malah memeluknya makin erat dan menyesap rakus puncak lampu kembar itu


"Pi.. aku ingin mandi, sungguh aku tak tahan" pinta Cintami, akhirnya Winston melepaskannya dengan berat hati dan membiarkannya mandi


Saat Cintami berendam, Winston masuk ke toilet, ia membersihkan diri dengan standing shower , usai mandi ia mendatangi istrinya


"Jangan mulai Pi, aku lapar sekali sampai gemetaran, habis mandi kita makan dulu" ucap Cintami, Winston tertawa dan mengangguk


"Ayo kita makan" ajak Winston saat istrinya sudah selesai mandi. ia kembali ke kamarnya melalui conecting door dan keruang makan melalui pintu kamarnya sendiri

__ADS_1


Cintami melepaskan sprei dan selimut yang mereka gunakan semalaman lalu memasukkannya ke dalam laundry bag. ia segera turun setelah meminta pelayan membersihkan kamarnya


__ADS_2