Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 36 - Perselisihan pertama Mertua dengan Menantu


__ADS_3

Nathan yang kejatuhan Jackpot dari istrinya, segera membersihkan diri, lalu menampung air hangat untuk istrinya .


"Sayang, ayo mandi" ajak Nathan sambil mengecup pipi istrinya yang sudah dalam gendongannya


"Ngantuk kak" rengek Joyce malah menyembunyikan wajahnya di dada suaminya, Nathan tertawa


"Mandi dan sarapan dulu baru lanjut tidur , aku tak mau anak kita berulah sampai menyusahkan mommynya karena kelaparan" bisik Nathan tapi Joyce tak bergeming padahal mereka sudah didepan bathup


"Bangun atau aku memakanmu lagi" bisik Nathan, Joyce langsung membuka matanya dengan lebar dan minta di turunkan , Nathan tertawa sambil keluar dari kamar mandi


"Pagi pa.. ma..." sapa Nathan dan Joyce ketika tiba di lantai satu


"Pagi, Niel kamu melewatkan sarapan dengan anak anak" tegur Antonio dengan wajah dingin, ia selalu meminta seluruh keluarga menyempatkan sarapan bersama sebagai waktu berkumpul dengan keluarga , raut wajah Joyce langsung berubah


"Tadi badan Joyce lemas, seperti ucapan Joyce kemarin, bawaan bayinya membuatnya terus ingin berbaring Pi" jawab Nathan melihat sang istri tak enak hati


"Baiklah, special case, cepat sarapan jangan sampai cucu papa kelaparan didalam sana" imbuh flora cepat , ia tau bumil sangat sensitive


"Makanlah yang banyak" ucap Nathan pada sang istri yang sedang mengambilkan makanan untuknya , Joyce mengambil sepotong roti yang di oles margarine dengan segelas susu bumil.


"Makan nasi, bubur atau yang lain ya?" tanya Nathan


"Sudah kenyang kak, nanti malah muntah kalau dipaksa" jawab Joyce


setelah sarapan, Joyce kembali kekamar, diam diam ia mengirim pesan pada ibunya , tak lama ibunya datang menjemputnya


setelah berpamitan pada keluarga Wellington, cathie membawa Joyce ke rumahnya, Joyce tidak memberitau apapun , ia hanya lebih banyak diam. hal ini membuat cathie khawatir dan memberi tau suaminya melalui pesan chat.

__ADS_1


Charlos yang tengah bermain golf langsung pulang ke rumah, menyambut kedatangan putrinya . Joyce duduk disofa bersender pada sang ayah


"Dad , bolehkah Joyce tinggal disini sampai melahirkan?" tanya Joyce "Entah kenapa Joyce sangat kangen dan ingin rebahan terus di kamar Joyce" imbuhnya


Charlos menatap mata putrinya yang masih bersandar dalam pelukannya , Joyce mengalihkan tatapannya membuat sang ayah berpikir sesaat, Sementara Catherine hanya diam tak mau memberi komentar


Joyce adalah buah hati suaminya dan tidak bisa diganggu gugat, segala hal yang membuat putrinya terluka sedikit saja , suaminya tak akan bisa menolerir. Jadi daripada terjadi keributan , Catherine memilih menjadi pendengar sampai keduanya membutuhkan pendapatnya


"Sayang, ini adalah rumahmu, milikmu, sejak rumah ini Daddy bangun atas permintaan mommymu, mommy sudah membuat pernyataan rumah ini milikmu, sampai rumah ini di beli oleh lau yeye, lau yeye ikut menyatakan rumah ini milikmu, jadi sayang bebas tinggal disini"


"Tapi karena sayang sudah menikah, maka sampaikan baik baik pada suamimu, kalau ia mengabulkan maka sayang bisa tinggal, tapi kalau ia tak mengabulkan, jadilah istri yang patuh pada suami, carilah solusi yang baik untuk kebahagiaan kalian dan anak anak"


putus Charlos hati hati, ia memang tak pernah mampu menolak semua permintaan putrinya, tapi saat ini putrinya sedang hamil dan sudah memiliki suami, keputusan berada ditangan sang suami , sangat tidak bijaksana mengabulkan permintaan sang putri seperti saat masih belum menikah dulu


Joyce hanya diam dan memasang wajah sedih , Charlos tidak menanyakan penyebabnya karena itu masalah rumah tangga anaknya


"Baiklah anak mommy mau makan apa? Kita habiskan uang daddymu untuk makan makan mewah ya" ajak Catherine, Joyce langsung tertawa, Charlos memasang wajah datar


"Hey aku sudah miskin sekarang, kalian lebih kaya dariku" protes Charlos


"Jangan kira aku tak tau, hubby memiliki saham di tempat kak Daniel, kak Jack, kak Peter" ledek Catherine "Bahkan aku tau kalian bulan lalu membelikan kalung berlian berliontin Disney untuk Naomi" Charlos langsung pias


"Tenang saja, jangan sampai aku tau uangmu untuk bermain wanita, aku akan.... " Catherine menjeda ucapannya


"Katakan mencari suami baru, aku akan mengurungmu dan mencabut kebebasanmu" ucap Charlos dengan suara berat , matanya menatap tajam sang istri , Catherine terbahak bahak


"Daddy sudah tua masih pencemburu" omel Joyce

__ADS_1


"Wajib, karena selain memiliki wajah sangat cantik, sejak masih gadis mommymu memiliki sifat unik yang selalu membuat dad darah tinggi" omel Charlos sambil mengambil kunci mobilnya


"Ceritakan dad" rengek Joyce, Catherine hanya tertawa melihat suaminya mencebik , mereka senang melihat tawa Joyce sudah kembali


"Sambil jalan akan pelan pelan dad ceritakan, ayo kasih makan calon cucu Daddy dulu" ajak Charlos langsung meraih pinggang dua wanitanya


" siang dad, mom... wah... Yang mau keluar makan, tidak berniat mengajakku?" tanya sebuah suara bariton yang melangkah mendekati mereka


Joyce menghentikan tawanya, wajahnya kembali datar, ada luka di bola matanya, Nathan yang baru tiba bisa melihat luka itu , begitupun dengan Charlos


"Menantu yang baik, ijinkan kami meminjam istrimu sebentar, dua wanita ini katanya mau memakan makanan mewah untuk membuat Daddy bangkrut" sambut Charlos sambil tertawa , Nathan ikut tertawa


"Baiklah, kalian pergilah, bawakan makan siang untukku saat kembali nanti" pinta Nathan


"Ehmm.. kak, kami akan pulang agak telat, aku takut kakak kelaparan" ucap Joyce pelan "Apa mau aku buatkan sesuatu dulu sebelum berangkat?"


"Aku baru selesai makan, belum lapar, bersenang senanglah, saat kembali nanti bawakan aku makan malam" ralat Nathan sambil mengecup kening istrinya , istrinya mengangguk lalu mereka bertiga segera keluar


Nathan mengusap wajahnya kasar , ia tau istrinya tersinggung dengan teguran ayahnya yang sangat disiplin, dalam hal ini, istrinya dan ayahnya tidak salah, dialah yang bersalah .


Tapi melihat dari luka di mata istrinya, mungkin masalah ini tak akan mudah selesai begitu saja, dia harus berpikir keras agar masalah ini bisa segera selesai


"Pa sepertinya menantu kita tersinggung" bisik flora yang menatap keberangkatan mobil Charlos dari balkon kamarnya


"Papa menegur Niel, bukan Joyce" jawab Antonio dengan wajah datar , Antonio masih mempertahankan egonya


"Semoga semua baik baik saja" gumam flora

__ADS_1


__ADS_2