Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
bab 5 - Amarah Charlos


__ADS_3

"Celyn kita mandi ya, kita tidak bisa melakukannya saat sadar kau akan menyalahkan aku, kau akan membenciku"


"tidak akan kak" jawab Joyce


"Kamu memanggilku celyn berarti kamu tunanganku, hanya tunanganku memanggilku begitu, aku adalah milikmu, kita akan menikah, bantu aku kak" rengek Joyce sambil terus memainkan senapan Nathan bahkan memasukkan ke mulutnya


Nathan menggeram, ia mulai terlena "tolong aku kak" rengek Joyce mulai menangis


"Baiklah, kuharap besok kamu jangan membenciku" ucap Nathan yang sudah menghidupkan cctv di kamarnya , termasuk perekam suara sejak mereka masuk ke apartemen tadi


Nathan mengangkat tubuh mungil tanpa busana yang tengah berlutut memohon dikakinya itu ke ranjang, ia mulai menyesap bibir mungil itu , sampai terjadi perang mulut diantara keduanya


setelah hampir kehabisan nafas, Nathan melepaskan pertarungan mulut itu, perlahan ia turun , mengusap halus lampu kembar berukuran besar milik Joyce, dan menyesapnya lembut


agggggg pekik Joyce , ia menjambak rambut Nathan dan menekan lebih dalam ke lampunya , Nathan yang puas menikmati lampu kembar ukuran besar itu segera turun kebawah memberi pelayanan terbaik di sawah Joyce , lidahnya bermain dibawah sana sampai Joyce mengeluarkan ledakan, ia masih melanjutkan kegiatannya , dengan tak sabar, Joyce menarik tubuh besar itu naik ke atasnya


"ayo kak, masukkan, aku tak kuat lagi, kumohon" Joyce kembali menangis


"Kamu yakin celyn? tidak membenciku atau menuduhku mencari kesempatan besok saat kamu sadar?"


"ya kak, aku yang meminta, jadi tak akan menyalahkan mu, kita akan segera menikah bukan." Nathan mengangguk


"lakukan kak" rengek Joyce


dengan ragu Nathan memposisikan senjatanya ke arah sawah Joyce , saat kepala senapan bersentuhan dengan pintu sawahnya Joyce yang tak sabaran langsung menekan pinggang Nathan, agar melesak masuk kedalam


beberapa waktu berlalu, senapan itu sudah masuk sepenuhnya kedalam akibat tarikan Joyce


"sakit kak, sakit sekali" tangisan Joyce kembali menetes , Nathan merasa iba


"Sudah, kita berhenti, aku tak mampu melihatmu kesakitan celyn"


"No... bergerak kak" rengeknya sambil menangis


Nathan tak tega melihat keadaan Joyce, ia mulai memompa perlahan, tangisan Joyce berubah menjadi racauan , semakin lama racauannya semakin hebat dan ia meledak


malam itu entah berapa kali Nathan melepaskan benihnya di rahim Joyce, mereka bermain sampai pagi .


"Terima kasih menjadikan aku yang pertama sayang" bisik Nathan, Joyce mengangguk dengan mata terpejam , ia tertidur kelelahan, Nathan memeluknya dan ikut tertidur


paginya Joyce membuka matanya perlahan, akhirnya ia melompat terkejut karena itu bukan kamarnya, tak ada siapapun disampingnya, ada bercak darah di sprei putih itu, sawahnya terasa sedikit nyeri

__ADS_1


Perlahan ia mengumpulkan nyawanya untuk mengingat kembali kejadian tadi malam , ia mengingat bagaimana ia memaksa Nathan memasukinya, ia sungguh malu sekali . dari keseluruhan hal yang ia coba ingat. hanya satu hal yang tak dia ingat, bahwa Nathan adalah tunangannya


Dengan penuh rasa Malu, menyesal, marah pada diri sendiri, Joyce lari kekamar mandi, dibawah guyuran shower ia meneteskan airmatanya


setelah membersihkan diri, ia mengenakan pakaian yang sudah disediakan oleh Nathan , sepasang blazer putih dengan baju turtleneck warna hitam sebagai dalaman guna menutupi leher, lengan, dada Joyce yang penuh bekas gigitan Nathan.


setelah mengenakan pakaiannya, Joyce segera keluar dari unit nathan dan pulang ke rumah menggunakan taxi online yang sudah dia pesan tadi


dalam perjalanan, Cleo menghubunginya dengan cemas


"Aku di perjalanan pulang, aku baik baik saja" jawab Joyce tenang


"Kemana dokter Nathan membawamu tadi malam?" tanya Cleo, ia sendiri hanya ingat Nathan membawa Joyce tapi tak ingat cerita lainnya


"Dia membawaku ke apartemennya lalu meletakkan aku di bath up, dalam rendaman air dingin semalaman, lalu ia pulang, tadi saat aku bangun aku sendirian dan setelah mandi kini aku dalam perjalanan pulang" jawab Joyce tenang menjelaskan kejadian tadi malam , Cleo menghembuskan nafas lega


"Kamu berhentilah di cafe 36, aku akan kesana, aku akan mengantarmu pulang sebelum orangtua mu membunuhku bila tidak pulang bersamamu"


"Baiklah sampai jumpa di cafe 36" Joyce memutuskan sambungan ponselnya , ponselnya kembali berdering , Joyce mengangkatnya


"lagi dimana?" tanya Nathan membuat Joyce tertegun sejenak .


"Perjalanan pulang, aku di taxol saat ini, akan pulang bersama sepupuku Cleo sebentar lagi" jawab Joyce dingin


"Baiklah, kabari aku saat sudah tiba" ucap Nathan , Joyce malah langsung memutuskan sambungan ponselnya


Setelah joyce memutuskan sambungan ponsel, Nathan bergegas pulang ke rumahnya menemui sang ayah


"Pa, Niel mau bicara. penting" ucap Nathan dengan wajah serius


"Kita ke ruangan kerja " ajak Antonio


"Tadi malam Joyce ke Club' dengan sepupunya, ada yang meletakkan obat di minumannya, Niel mau membawanya berendam, ternyata pengaruh obat cukup kuat sehingga Joyce kelepasan kontrol, Niel sudah menolak tapi Joyce menangis, Niel tak tega jadi kami melakukan kesalahan, mohon nikahkan kami, Niel akan tanggung jawab pa"


" kau menodai putrinya" antonio mengusap wajahnya kasar "Charlos dan putranya akan membunuhmu nak" imbuhnya


"Niel siap pa" jawab Nathan tegas


"Kau satu satunya penerus Wellington, kau gila?" tanya Antonio , ia mondar mandir berpikir dengan sebatang rokok di sudut bibirnya


"Sekarang panggil Georgio, minta dia ambil cctv club dan selidiki siapa pelakunya , kita serahkan pada Charlos agar dia tidak begitu murka" titah Antonio, Nathan langsung menjalankan perintah ayahnya

__ADS_1


Dalam waktu beberapa jam, Georgio telah mengirimkan via email video rekaman kejadian di Club' yang menimpa Joyce


Antonio dan Nathan sangat murka melihat siapa pelakunya . "Aku akan menghabisi wanita ular itu" Nathan langsung beranjak menuju pintu keluar


"Duduk" bentak Antonio , Nathan langsung berbalik dan duduk kembali


"Urusan patty biar nanti belakangan, sekarang kita temui Charlos dulu, papa akan bicara padanya, kamu harus ikut" Nathan mengangguk penuh keyakinan


\=\=\=\=\=\=\=\=


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


"Brengsek kamu, beraninya menggauli putriku hah!?" teriak Charlos marah, dua bogem mentah mendarat di wajah Nathan


Antonio hanya bisa memejamkan matanya, karena meskipun bukan sepenuhnya salah sang putra tetap saja sang putra bersalah


"Charlos , Putraku salah, aku menyerahkan nyawanya padamu, cuma tolong sedikit bersikap adil padaku, apakah kamu akan membunuh putraku dan membiarkan pelaku sebenarnya lolos" tanya Antonio pelan yang membuat Charlos tersadar, ia menatap Antonio dengan marah


Antonio menyerahkan flashdisk pada Charlos , Charlos mengambil flashdisk dan memasang di laptopnya


"Siapa gadis ini?" tanya Charlos


"Patricia , patty panggilannya, putri supirku Christoper" jawab Antonio


"Christoper?" tanya Charlos menatap tajam pada


Antonio menunjukkan sosmed Christoper , setelah Charlos mengenali Christoper ia semakin murka


"Aku akan membunuhmu Christoper" teriak Charlos marah, ia membanting asbak di mejanya ke dinding


"kamu mengenalnya?" tanya Antonio


"dulu dia hampir menodai istriku, dan putrinya memimoin ganknha membuli putriku disekolah, opa memberinya pelajaran dengan membekukan bisnisnya"


"kau tau sendiri luka diwajah Joyce saat dia kecil, niel!! itu perbuatan patty!!" teriak charlos


Antonio dan Nathan sangat terkejut sekali mendengar keterangan Charlos


"ternyata sejak kecil wanita itu sudah berbisa" gumam Nathan mengepalkan tangannya

__ADS_1


__ADS_2