Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 39 - Berdamai


__ADS_3

Tengah malam ketika Charlos dan Catherine tertidur pulas, beda pula keadaan di rumah Nathan


Naomi terus menangis dalam tidurnya memanggil manggil sang opa, badannya sangat panas sekali


Nathan yang menjaganya semalaman, karena ia tak mau mengganggu istrinya yang sedang hamil


Karena tak tega melihat putrinya yang terus memanggil sang opa sambil berteriak histeris tapi matanya tertutup, jam satu malam Nathan mengambil keputusan merekam Naomi agar bisa menunjukkan pada istrinya besok tentang kondisi anaknya, setelah itu ia menelpon sang ayah


"Pa.. Malam..." sapa Nathan setelah terhubung dengan sang ayah


"Ya Niel, ada apa? ada masalah?" tanyanya khawatir sekali, tak biasanya putranya menelpon di tengah malam


"kenapa Niel pa" terdengar suara flora dibelakang Antonio


"Pa.. maaf mengganggu, Naomi tadi demam tinggi, sekarang agak reda tapi dia terus menangis mencari papa, demamnya tadi 39 derajat tapi Niel sudah mengompres , memberi penurun demam juga. Tapi sampai sekarang masih mengigau mencari papa, Niel meras..."


"papa datang sekarang" Antonio langsung memutuskan sambungan ponselnya sepihak sebelum sang putra selesai bicara


tiga puluh menit kemudian Antonio tiba bersama flora , saat Nathan membuka pintu mereka langsung menerobos masuk


"mana cucuku" tanya Antonio dengan wajah khawatir , Nathan menatapnya datar dan naik ke tangga setelah menutup pintu utama


Antonio dan Flora dengan cepat mengikutinya lalu Nathan membuka pintu kamar Naomi yang masih mengigau memanggil Antonio, iahanya mengenakan celana pendek, keningnya masih di kompres susternya .


"Sayang, opa disini" Antonio langsung memeluk tubuh kecil itu dengan sedih, flora memeriksa demamnya


"Sudah tidak panas , tapi masih hangat, masih terus mengigau" ucap flora tak kalah sedih


Antonio menggendong tubuh kecil yang tampak lebih kurusan dengan penuh kasih sayang


"Sayang, tenanglah, opa disini.. jangan sakit lagi ya. ayo lekas sembuh main dengan opa" bisik Antonio pelan, perlahan Naomi membuka matanya , ia langsung memeluk erat sang opa dan menangis


"Opa jangan pergi jauh jauh lagi, Naomi mau sama opa" pekiknya, Antonio mengusap punggungnya dan menatap tajam putranya


"Dia Tiap hari mencari papa, Niel bilang papa ada meeting di Amerika" jawab Nathan pelan sambil mengusap tengkuknya , flora langsung mencubit perutnya sangat keras sampai Nathan berteriak


"Sakit ma... aduh lepas ma" pekiknya


"Anak durhaka, berbohong pada anakmu yang mencari kami" omel flora dengan suara berbisik


"Maaf ma, tapi lepas dulu, Niel tak tau harus menjawab apa lagi" Nathan membela diri


"Jangan ribut didepan anak anak" tegur Antonio pelan tapi sangat tegas membuat istrinya melepaskan cubitannya

__ADS_1


"Sayang, opa sudah pulang , ga akan pergi jauh lagi, sayang cepat sembuh ya" Antonio menyeka air mata Naomi sambil mengecup kening dan pipinya , Naomi mengangguk


"Opa akan tidur bersama Naomi, besok saat bangun opa akan tetap disamping Naomi. Jadi sayang harus lekas sembuh supaya kita bisa jalan jalan dan beli mainan lagi ya" Naomi mengangguk , flora memberinya sebotol dot berisi susu soya hangat, tak lama Naomi tertidur pulas dalam gendongan sang opa


"Gara gara kalian berdua , cucuku jadi korbannya" marah flora pada suami dan putranya dengan suara sangat pelan , keduanya hanya diam


"Joyce bagaimana keadaannya?" tanya flora


"Joyce kurang sehat ma, ia bedrest belum bisa turun dari ranjang, putra kami sering berulah didalam sana, Niel minta cuti kerja dulu sementara waktu"


"Kenapa tidak memberitau mama , Joyce bedrest hah? kamu anggap mama ini apa? orang lain akan mengira mama mengabaikan menantu dan cucu mama! mama salah apa sebenarnya?" tanya flora sambil menangis , Nathan langsung memeluk ibunya


"Maafkan Niel ma, Niel sungguh bingung sekali, Niel sayang papa mama, sayang anak anak, sayang Joyce , Niel tak mau ada masalah begini tapi Niel di posisi sulit sekali" Nathan meneteskan airmatanya


"Papa yang minta maaf, papa yang salah sehingga keadaan menjadi rumit begini, maafkan papa ya" ucap Antonio tulus


"Kita lihat Joyce, tidak ada alasan" ucap flora tegas , Nathan mengangguk dan membawa dua orang tuanya menuju lantai satu kekamarnya


Flora dan Antonio terkejut melihat Joyce yang terbaring lemah dengan infus di tangannya , Flora langsung menangis dan memeluk Joyce , Antonio berada disampingnya menatap menantunya yang tidak dalam keadaan baik. Joyce perlahan membuka matanya


"Maafkan mama, mama membangunkanmu sayang" ucap flora dengan wajah sangat sedih


"Ma... " sapa Joyce terkejut , ia mencoba mengumpulkan kesadarannya , ia melihat wajah ayah mertuanya, wajahnya berubah datar seketika "Pa..." sapanya seraya menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat


"Joyce, maafkan papa, sungguh papa minta maaf, mau memaafkan papa? tolonglah jangan pisahkan papa dari cucu papa , itu hukuman yang mengerikan buat papa" Antonio tak sengaja meneteskan airmata membuat Joyce terenyuh dan menyesal sekali , ia mengangguk


"Joyce yang minta maaf pa" Antonio memeluk Joyce , keduanya menangis dan saling meminta maaf


"Sudah jangan menangis lagi, kasihan bayimu" ucap Antonio dan menyeka airmata menantunya


Nathan merasa batu didadanya hilang seketika , nafasnya plong melihat keluarganya sudah saling memaafkan dan berdamai


"Sayang, lihat ini" Nathan menunjukkan video Naomi menangis semalaman mencari sang opa. Joyce kembali menangis


"Maafkan aku meminta papa datang, Naomi demam karena rindu papa" ucap Nathan "kenapa tidak memberitahuku Naomi demam, aku yang minta maaf kak, bawa aku melihat Naomi" pintanya


"Naomi sudah tidak demam dan sudah tidur tadi digendong papa, ia sudah tenang. Kamu tidurlah , besok kami bawa Naomi ke kamar ini" saran flora hati hati , Nathan dan Antonio ikut membujuknya , akhirnya Joyce setuju dan kembali berbaring


Keluarga itu telah berdamai, Naomi tidur bersama Opa omanya , Nathan memeluk dengan lega sang istriyang sudah memejamkan matanya lebih dulu


\=\=\=\=\=\=


Paginya

__ADS_1


Jam 06:00


Ruang makan sudah dipenuhi suara Naomi , Flora yang sedang menyiapkan sarapan dengan dua pelayan , tertawa mendengar celotehan sang cucu


Nathan menggendong sang istri ke ruang makan "Pagi pa.. ma.. " sapa Nathan dan Joyce


"Pagi" jawab flora dan Antonio dengan ceria


"Pagi papi mami" sapa NAW


"Pagi sayang" jawab Joyce dan Nathan


keluarga itu makan dengan tenang, usai makan flora meminta pelayan menyajikan puding dan buah buat keluarganya


"Opa bilang kalau ada yang nakal harus di hukum, Dede bayi nakal membuat mami sakit, opa harus menghukumnya waktu lahir nanti, opa harus menyuruhnya berenang 10 lap seperti opa menghukum kakak " ucap Naomi, membuat semua tertawa


"Adik bayi setelah lima tahun baru boleh di hukum" ucap flora menjelaskan perlahan alasannya , Naomi mengangguk


"Kalau begitu nanti Naomi catat dulu nakalnya, waktu Dede bayi usia 5 tahun baru di hukum pelan pelan" Antonio dan Nathan tertawa keras mendengar ucapan Naomi


"Akuntan yang baik" ucap Antonio , flora dan Joyce tertawa mendengar ucapan Antonio


"Berarti kalau Naomi nakal juga harus di huku" tanya Joyce yang wajahnya masih sangat pucat


"Kata opa, tak boleh menghukum Naomi, karena Naomi kesayangan opa, kalau ada yang menghukum Naomi, opa akan menghukumya" jawab Naomi bangga


"Sayang itu hanya berlaku untuk orang luar, bukan untuk keluarga" flora kembali menjelaskan mengenai hukuman pada keluarga dan orang luar dengan bahasa yang mudah di pahami anak anak


Naomi adalah anak yang cerdas dan pengertian karena sang ibu dan sang Oma selalu memberitau sesuatu dengan bahasa yang mudah di cerna anak anak


"Kalau sudah ada adik bayi, apa opa akan sayang pada Naomi?" tanyanya dengan wajah tiba tiba muram


"Ada tiga kakak, apakah opa menyayangi Naomi selama ini?" Antonio bertanya balik, Naomi langsung mengangguk


"Biarpun bertambah lima adik bayi lagi, opa akan sama , selalu menyayangi Naomi" ucap Antonio dengan tegas tapi suara pelan sambil mengusap usap kepala Naomi, Naomi langsung memeluk sang opa dan mengecup pipinya


"Opa , Naomi mau jalan jalan" rengek Naomi


"Kita akan jalan jalan saat Naomi sudah sembuh, jadi Naomi harus lekas sembuh" jawab Antonio, ia menatap bola mata naomi , Naomi mengangguk pasrah


Charlos dan Antonio adalah orang yang penyayang pada keluarga, terutama pada Naomi, tapi ada perbedaan dari mereka dalam cara menyayangi Naomi


Bila Charlos ingin menolak sesuatu yang diminta Naomi, ia akan mengalihkan ke hal lain , bila Antonio menolak.. ia akan menatap bola mata cucunya itu agar cucunya tau ia tak bisa di bantah

__ADS_1


Hal ini selalu membuat Naomi cenderung menyukai Charlos tapi ia juga menyayangi Antonio


__ADS_2