
Sudah sebulan sejak kepindahan Nathan, Flora menjadi sangat pendiam, ia hanya bicara seperlunya dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar terutama saat suaminya bekerja.
Hingga sore itu Charlos yang sedang duduk dikantor Peter kebetulan bertemu dengan Antonio
"Kenapa kesini?" tanya Charlos , Antonio menunjukkan setumpuk berkas yang langsung ia letakkan di meja Peter, Peter memeriksa dokumen itu sementara Antonio langsung duduk di sofa di seberang Charlos
"Semua sudah lengkap, saya akan segera mengurusnya" ucap Peter , Antonio mengangguk
"Untuk apa semua disini?" sebuah suara menyapa mereka lalu duduk disamping Charlos
"Bede -bah, kamu untuk apa kesini?" umpat Peter pada Daniel yang baru tiba
"Menemui bede -bah ini" tunjuk Daniel pada Charlos , mereka semua tertawa kecuali Antonio
"Kenapa muram bro" tanya Daniel pada Antonio , diluar jam kerja mereka tidak menggunakan panggilan formal terutama setelah semua mulai mengurangi aktifitas kantor
"Dia membuat anakku dan cucuku kabur" ledek Charlos, kini semua menatap Antonio datar, Antonio hanya diam tanpa expresi
"Sebenarnya apa masalahnya? Joyce anak baik, ia bahkan belum pernah melawan orangtuanya" tanya Daniel
Antonio menjelaskan masalah yang terjadi, Charlos dan dua sahabatnya menggeleng
"Joyce sedang hamil, kamu menghardiknya seperti itu , tentu saja ia merasa sensitive" ucap Peter yang sudah bergabung duduk di sofa
"Kalau putriku yang kau hardik, aku akan memukulmu" umpat Daniel yang sangat protective pada putrinya
"Aku menghardik Niel, bukan Joyce" tegas Antonio
"Sama saja, sama sama turun dan sama sama terlambat sarapan" balas Daniel sengit
"Sudah , jangan berdebat, ia tak punya anak perempuan jadi tidak tau cara menyikapi anak perempuan, kalian harus memakluminya" potong Peter
"Aku tidak mau ikut campur urusan putriku , karena ia sudah menikah, kecuali kalian menyakiti fisik dan mentalnya, aku akan membunuh kalian" ucap Charlos tenang "Lagipula ia sudah mendapat hukuman atas sikap keras kepalanya, dia kehilangan senyuman cucunya"
Daniel mengangguk puas, Antonio menatapnya dingin tanpa mengeluarkan suara
"Anak perempuan berbeda dengan anak laki laki, jiwa dan hatinya sangat halus sekali" ucap Daniel, Charlos mengangguk "Bayangkan saja kalau Naomi di hardik seseorang, apa yang akan kamu lakukan bro?"
"Kupastikan aku akan menghabisinya" tegas Antonio
"Kenapa? karena kamu menyayanginya ? kenapa kamu membedakan perlakuanmu pada Naomi dari cucu lainnya? semua cucumu juga" tanya Daniel
"Naomi perempuan, ia mahluk lemah, kalau laki laki harus kuat" jawab Antonio tegas
"Begitu pula denganku bro, sejak aku tau aku memiliki putri, aku terus menerus belajar dan belajar memahami putriku, agar ia selalu dekat denganku, agar ia selalu paham ada ayahnya yang selalu menjadi sandarannya. bahkan sampai hari ini aku masih belajar dan belajar" Charlos menjelaskan perlahan
"Sebagai orangtua jika kita melukai anak anak kita, mereka yang kita didik dengan baik tidak akan menyakiti kita, tapi mereka memilih menghindari perselisihan dengan menjauh atau terpisah dari kita , konsekuensi untuk kita adalah kesepian" imbuh charlos
"Aku setuju" ucap Peter dan Daniel bersamaan
__ADS_1
"Kamu tidak rindu Naomi? aku sabtu baru membawanya ke Mall berbelanja dan makan makan" ledek Charlos
"Gila kalau tidak rindu anak sehebat naomi, istriku bahkan mendiamkan aku sudah sebulan" omel Antonio , yang lain langsung tertawa
"Catherine memiliki sifat yang keras, sekali kita melukainya, ia akan menyimpannya didalam hatinya, meskipun dia akan selalu sopan dan berbakti, tapi ia sudah membangun jarak sebagai benteng pertahanan , tidak bisa kembali seperti semula. begitu muncul luka baru, ia akan segera menjauh. Itu menurun pada Joyce, dulu aku sudah mengingatkan pada Niel"
"Aku bisa memintanya berbaikan denganmu, ia akan menurut padaku, tapi kedepannya ia akan membangun jarak denganmu terlebih denganku karena aku memaksanya berbaikan denganmu. Terutama kondisinya saat ini sedang hamil dan sangat sensitive"
"Kenapa dia tak mewarisi sifatmu bro" tanya Daniel sambil tertawa
"Wanita tidak memiliki dada selapang kita bro" jawab Charlos
"Ya tapi wanita memiliki dada sebesar melon" imbuh Peter asal membuat semua melemparnya dengan bantal sofa sambil tertawa
"Isi otakmu seputar disana sana" ledek Daniel , mereka pun tertawa bersama
*****
Sorenya saat pulang ke rumah, Charlos melihat istrinya sedang membuat cookies yang di pisah beberapa toples , istrinya mengenakan celana pendek dan baju model Sabrina menampilkan kulit seputih susu dan lekukan tubuhnya, Darah Charlos sontak menggelegak menggelegak
"Sedang apa humm?" tanya Charlos sambil memeluk istrinya dari belakang
"Sudah pulang hubby? aku membuat cookies untuk N4, yang kotak pink punya Naomi, itu lebih manis. yang kotak lain tidak manis, mereka tak menyukainya" jawab cathie , Charlos mengangguk dan mengecup pipi istrinya
"Tadi aku bertemu dengan Antonio" Charlos menceritakan masalah Antonio dengan Joyce , Cathie tertegun
"Tapi tidak bisa membiarkan putri kita menjauhi mertuanya, kamu harus cari solusi sayang, sifatnya sama denganmu, hanya kamu yang bisa mencairkan hatinya" bisik charlos , tangannya mulai gerayangan di lampu kembar istrinya
"Hushh nakal" cathie menepuk pelan tangan suaminya yang mer emas lampu kembarnya
"Nakal pada istri itu pahala" bisik charlos menggigit kecil telinga istrinya
"Sudah dad. agggg" cathie malah terbuai pada perilaku suaminya yang masih sangat ganas di usia separuh baya itu, mungkin karena kedisiplinan sang suami berolah raga dan pola makan sehat
"Tadi malam sudah dad. agg"
"Sudah berganti hari, yang sudah berlalu biarlah berlalu" bisik charlos
"Aku selesaikan sebentar, aggg" pekik cathie ketika tangan nakal itu masuk ke dalam roknya dan merogoh sesuatu di bawah sana
"Basah sayang" bisik charlos mulai menggerakkan jarinya didalam sana , dengan cepat tangan cathie membereskan cookies untuk cucunya . setelah selesai Charlos mengangkat tubuh kecil itu ke kamarnya
"Dad aku mandi dulu" rengek cathie
"Untuk apa mandi kalau nanti harus berkeringat?" goda Charlos , cathie memukulnya pelan,
Charlos tertawa sambil menaikkan baju istrinya ke atas, ia menyusu sambil memberi tanpa kepemilikan di lampu kembar istrinya, cathie juga sudah menyerah pasrah , Charlos segera melepaskan seluruh yang mereka kenakan sampai tak berbenang lagi dan memulai permainan mereka
"Berbalik lah, aku ingin dari belakang" pinta Charlos seraya mengangkat tubuh istrinya , lalu mendorong senapannya yang berukuran extra large itu kesawah basah milik istrinya
__ADS_1
"agggggg" pekik cathie kencang saat merasa nikmat yang luar biasa , Charlos mulai menggerakkan pinggulnya perlahan , makin lama makin cepat . satu jam lebih mereka bertarung dengan aneka gaya, berakhir dengan pekikan suara keduanya saat ledakan terindah mereka keluarkan dirahim Catherine, charlos mengecup pipi istrinya
"Terima kasih sayang, sungguh nikmat sekali" bisik charlos, cathie mengangguk , Charlos menariknya dalam pelukannya sampai nafas mereka yang tersengal normal kembali
"Kamu puas sayang?" bisik charlos , cathie mengangguk "aku mencintaimu" imbuh charlos
"i love you too" jawab cathie , membuat Charlos terkejut dan menatap istrinya, istrinya menatapnya sambil tersenyum mengangguk
pasalnya sejak mereka kenal sampai saat ini, ini pertama kali dia mendengar istrinya mengatakan mencintainya
"Kamu mencintaiku?" tanya Charlos , cathie langsung memukulnya "auuu. aku hanya tanya. tapi sejak kapan?" pekik Charlos sambil mengusap usap lampu kembar istrinya
"Sejak pertama aku mendengarmu bernyanyi, aku sudah menyukaimu, tapi karena mama bilang jangan menyukai pria yang kamu temui di Club', jadi aku berusaha menekan perasaanku dan melupakanmu" jawab cathie malu, Charlos menatap bola matanya penuh tanya
"Sampai kamu menjebakku ke Singapore, aku merasa dilindungi, di jaga, dikasihi, di utamakan , merasa aman dan sangat nyaman , aku memiliki perasaan tidak ingin jauh darimu, tapi ketika pulang sahabatku bilang kalian para tuan muda hanya bersenang senang dengan kami, jadi aku berusaha menganggap semua hanya mimpi sambil menekan perasaanku"
"Untunglah aku yang mudah menyerah ini bertemu denganmu yang pemaksa, sehingga kita masih bersama hingga sekarang, aku mulai terbiasa dengan sifat pemaksamu, jadi tiap kali kamu tidak menghubungiku, aku selalu berpikir kamu bosan padaku, lagi lagi aku harus mencoba menekan semua perasaan padamu dan mencoba melupakanmu"
"Kalaj rindu kenapa selalu mempertahankan gengsi dengan tidak pernah mau menghubungiku duluan."
"Aku tidak pernah menghubungimu bukan karena gengsi atau ego, tapi aku tak mau mengganggu kegiatan dan pekerjaanmu, bagiku kalau memang sayang, di saat senggang pasti akulah yang pertama terpikirkan olehmu dad" jawab cathie
"Saat di KTV masalah Yerico, itu aku sangat luka dan terpukul sekali , disaat minta ijin tidur kamu malah bersama wanita lain. aku merasa putus asa sekali , berusaha melupakanmu, tapi tak bisa, aku sangat merindukanmu, aku sangat tersiksa, aapalagi saat hamil, anak kita yang sudah tiada itu seperti tiap hari ingin dikunjungi daddynya, aku amat tersiksa"
"Kenapa tidak menghidupkan ponselmu? aku tiap hari menghubungimu , menatap ponselku, berpikir kapan pesanku terkirim" tanya Charlos
"Takut terluka, akhirnya hampir gila karena berusaha mengendalikan rasa rinduku padamu, disana aku sadar aku sangat mencintaimu, aku berusaha mengendalikan diri semaksimal mungkin, setiap hari malah terbayang sentuhanmu , kepalaku selalu pusink"
"Kenapa tidak memberitahuku kalau hamil?" tanya Charlos "Dari dulu aku berharap kamu segera hamil, tapi kamu selalu menolak, selalu menggunakan pil kontrasepsi"
"Waktu itu Charlotte aman segera ke Sydney, sebelum berangkat selama dua bulanan dia minta tidur denganku di kamarku, tau sendiri sifatnya suka mengacak isi kamar, aku takut ketahuan menyimpan Pill kontrasepsi, jadi aku membuangnya dan kelupaan membeli lagi , akhir akhir sebelum ribut kamu hampir setiap hari datang ke kantor dan memaksa untuk menyentuhku, malah kebablasan"
"Saat itu ketiga temanku selalu bergantian menunjukkan hasil gigitan wanita mereka, aku pria normal, pasti terpikirkan kesana, kalau tidak ke kantormu, kemana aku harus pergi?" tanya Charlos
"Kamar mandi" jawab cathie asal
"Tidak Sudi, punya istri cantik dengan tubuh seindah ini, aku tidak Sudi bermain solo. Aku lebih memilih meniduri istriku meskipun saat itu belum sah di mata hukum. Aku sangat terpukul anak yang kutunggu tunggu tiba tiba tiada sebelum aku tau, tapi aku yakin kamu lebih terpukul, daripada membiarkanmu menjalani kesulitan hatimu sendirian, aku lebih memilih segera menikahimu meski harus memaksa , setidaknya aku tiap hari di sampingmu melewati masa sulitmu"
"Saat awal menikah, aku amat sangat bahagia, tiap pulang ada istri cantikku menemaniku tiap malam , hidupku serasa sempurna sekali, bekerja dan berkeluarga.. dan kini aku lebih merasa sempurna"
"Istriku memberi anak anak yang hebat, saat mereka dewasa aku bangga dengan prestasi mereka , saat pulang aku bisa bersama istriku yang indah ini, bisa menikmati malam panas dengan istrimu"
"agggg" pekik Catherine , karena tangan suaminya kembali bermain main di bawah sana, sambil menyusu dengan sangat rakus seolah takut kehabisan
"Pelanlah, tak ada yang berebut denganmu, anakmu sudah besar" ucap cathie "Tak bisa, ini indah sayang" jawab Charlos
mereka mengulangi olahraga mereka sampai berkali kali, sampai cathie tak mampu membuka matanya lagi
"Terima kasih sayang" bisik charlos sambil memeluk istrinya dan mereka berangkat ke alam mimpi bersama sama
__ADS_1