
Senin pagi
Keluarga Wellington sudah berkumpul di ruang makan, setelah sarapan mereka selesai Flora angkat suara
"Joyce , kamu sedang mengandung , jangan kelelahan , kasihan tubuhmu kalau dipaksakan bekerja , jika merasa lelah, istirahatlah"
"Iya ma" jawab Joyce sopan
ketika sampai di ruangan prakteknya, seorang suster baru, memberikan laporan data pasien untuk lima hari kedepan, Joyce mempelajari sesaat, lalu tersenyum melihat nama seorang pasien
"Kenapa hanya lima belas pasien hari ini?" tanya Joyce pada asisten barunya itu
"Mungkin karena Dokter baru saja memulai praktek kembali" jawab suster itu
"Siapa nama anda suster?" tanya Joyce lagi
"Serena, Dokter"
"Baiklah, ayo kita mulai antrian suster Serena"
Joyce memulai pemeriksaan pada pasien, ada beberapa harus segera dilakukan tindakan. Setelah memberikan penjelasan detail , Joyce menuliskan surat pengantar pada pasiennya
salah satu yang membuat Joyce selalu di cari oleh para pasien adalah kesabarannya dalam konsultasi , dan jawaban serta penjelasannya selalu memuaskan bagi pasien
Tak terasa jam 12 tiba, pintu ruangan di ketuk, dua ibunya masuk keruangan saat Serena membukakan pintu
"Kenapa anak mommy kembali bekerja, daddymu marah sekali pada suamimu" sosor Catherine sebelum Joyce sempat menyapa
"Shallom Ma.. Mom.. " ucap Joyce dengan wajah datar mengingatkan sang ibu
__ADS_1
"Shallom" jawab flora tersenyum
"Maaf.. Shallom" ucap cathie malu , lalu melanjutkan Omelannya, ia langsung mencubit lengan Joyce begitu tiba di hadapan Joyce
"Aduh mom, sakit.." ringis Joyce , flora terkejut
"Cath jangan begitu, bicara baik baik saja" ucap flora mengingatkan
"Ma... Mom.. sayang.. shall... " sapa Nathan yang baru tiba di ruangan, ia juga terkejut istrinya sedang meringis di cubit mertuanya
"Ampun mom, lepasin mom.." pekik Joyce
"Anak nakal, susah sekali di nasehatin, sana hadapi daddymu yang mengamuk itu"
"Sudah Cath, sudah.." flora berusaha melepaskan tangan cathie dari lengan Joyce
"Jangan di bela anak nakal ini kak" omel cathie setelah flora berhasil melepaskan cubitannya ,
"Sudahlah, ini rumah sakit, nanti wibawa mereka berdua hilang" tegur flora membuat Catherine mencebik
"Ayo kita makan" ajak flora lalu keempat orang itu segera bergegas ke cafe milik Jordi di rumah sakit itu
"Wow wow wow, kakak cantikku cumback" sambut Jordi yang memang tiap senin datang ke rumah sakit tersebut untuk memeriksa data keuangan, stock sekaligus briefing karyawannya . Ditambah ia tengah meminta koki menyiapkan makan siang sehat harian dengan nutrisi khusus bumil untuk kakaknya yang sudah kembali bekerja,
"Kakak sudah tau , tadi kakak ipar dan mommy jadi sasaran amukan Daddy karena kakak bekerja dalam keadaan hamil?" tanya Jordi memasang wajah kocak
"Ibumu bahkan sudah mencubit lengan kakakmu sampai lebam" flora yang menjawab
"Mana?" tanya Jordi yang tertawa tapi tawanya hilang saat melihat lebam di lengan kakaknya yang sedang hamil itu, ia menatap datar pada ibunya
__ADS_1
"Dad pasti marah kalau melihat ini mom, apalagi angin dan kuku Fenny"
"Biarkan saja, ayo kita makan" jawab cathie cuek padahal ia juga terkejut , ia baru menyadari lengan putrinya lebam karena perbuatannya , bisa dipastikan ia akan di marahi saat pulang nanti kalau keluarganya tau apa yang ia lakukan
Flora dan cathie mengeluarkan kemasan makanan sehat yang mereka bawa dari rumah , berlima mereka makan dengan tenang, usai makan mereka berbincang sejenak
"Kami akan ke mall sehabis dari sini, Joyce mau ikut?" tanya flora
"Tidak ma, Joyce sejak tadi mengantuk, sisa tigaa pasien lagi, setelah itu Joyce ingin tidur sebentar sambil menunggu kak Nathan selesai"
"Kenapa pasiennya banyak sekali?" tanya flora menatap menantunya
"Mereka sakit kak, sakit tidak bisa di rencanakan" cathie yang menjawab, flora mengangguk
"Kamu gantikan Joyce, biar Joyce tidur" titah flora pada Nathan, Nathan mengangguk
"Pasien akan kecewa kalau Joyce tidak di ruangan, mereka datang memang apoinment dengan Joyce ma" Joyce mencoba menerangkan
"Kalau begitu mudah saja, kakak duduk di ruangan biar kakak ipar yang memeriksa sekaligus melayani konsul" celutuk Jordi , Nathan mengangguk kini semua menatap Joyce, Joyce mengangguk
Jangan tanya kenapa Nathaniel bisa menggantikan tugas Joycelyn, karena saat Joycelyn kabur membawa sepasang anaknya, selama lima tahun itu Nathaniel mengambil study spesialis jantung agar bisa mengikuti acara acara medis seputar kesehatan jantung agar bisa terhubung dengan sang istri , dan karena ke jeniusannya , Nathan menyelesaikan studynya dalam masa yang sangat singkat dan meraih titel spesialist jantungnya berpredikat Summa cum laude
Nathan menemani Joyce kembali ke ruangannya, Serena segera melanjutkan daftar antrian pasien
Pasien pertama sudah selesai, ia keluar dengan sangat puas sekali, lanjutan pasien kedua adalah pria berusia 47 tahun masuk, Ia merasa sangat kecewa sekali karena bukan Joyce yang konsultasi dengannya
"Selamat Siang Tuan Wijaya, Bagaimana perasaan anda hari ini? apa yang anda rasakan?" tanya Nathan , ia sangat kesal sekali karena pasien itu terus menatap sang istri yang duduk di kursi sandaran disampingnya
"Siang Tuan Wijaya, ini dokter Wellington, beliau suami saya, dia spesialist bedah paling terkenal di Italia , lalu mengambil spesialist Jantung seperti saya, pengalaman dan jam terbangnya lebih lama dari saya, ijinkan beliau memeriksa anda ya" ucap Joyce lembut, suara Joyce penuh kedamaian di telinga pasiennya yang langsung menurut
__ADS_1
Tak lama Nathan dan pasien terlibat percakapan yang membuat keduanya serasa akrab, mereka membahas tahap tahap pengobatan untuk pasien tersebut
meskipun kesal, Nathan adalah dokter senior yang bisa membawa diri dan membuat pasien merasa nyaman, ia sangat profesional, Joyce diam diam belajar banyak dari cara kerja sang suami