Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 16 - Menyadap ponsel istri


__ADS_3

"Bergeserlah kak" Joyce menepis tangan besar suaminya yang memeluk perutnya


Nathan langsung menggeser tangannya ke lampu kembar sang istri, satu tangannya menyelinap masuk dari bagian leher pakaian istrinya


"kak .." pekik Joyce


"kamu yang memintaku bergeser, aku menurutimu" jawab Nathan semakin gencar mengusap ke puncak lampu kembar istrinya yang serasa hendak tumpah sejak kehamilannya, Joyce meronta ronta


"Kasihan anak kita, jangan meronta" bisik Nathan sambil menggigit kecil telinga istrinya, Joyce segera memaksa berdiri dan ia berhasil , Nathan langsung berdiri juga


"Baiklah, duduklah, mari kita bicara" ucap Nathan dengan menghela nafas kasar


"sayang dengar baik baik ... patty hampir saja membunuhmu putri tunggal keluarga Winston, menantu satu satunya keluarga Wellington, dia juga hampir membunuh anak kita, calon penerus keluarga Wellington"


"Jika aku melepaskannya maka papa dan Daddy akan membunuhku, belum lagi konsekuensi lain, besok lusa orang akan mudah melukai wanita di keluarga Winston dan Wellington, apa kamu paham dampaknya? aku memiliki tanggung jawab besar atas kamu dan anak kita pada kedua keluarga"


Nathan menjelaskan dengan sabar dan suara pelan supaya istrinya mau memahami keadaan yang akan terjadi.


Joyce diam, ucapan suaminya ada benarnya, ayahnya dan saudaranya tidak akan melepaskan Nathan kalau Nathan melepaskan patty, belum lagi ayah mertuanya yang nota bene ketua mafia paling terkenal di itally pasti marah besar pada suaminya.


"Baiklah, mari kita tidur" ucap Joyce pelan, ia melangkah kembali ke ranjangnya


Nathan menghela nafas lega, tapi ia belajar sesuatu hal yang berharga bahwa kalau mau bicara dengan istrinya harus dengan pelan dan penjelasan yang bisa di terima . hal yang sering dilakukan oleh ayah mertuanya sehingga istrinya selalu mematuhi ayah mertuanya itu.


Nathan menyelimuti sang istri sampai ke leher, lalu bergabung dengan sang istri dalam selimut tebal itu. tangannya memeluk dan mengusap perut sang istri. perlahan mulai naik mengusap lampu kembar sang istri


tapi sang istri tak bergeming, hanya ada nafas teratur dari hidung sang istri, Nathan tersenyum melihat wajah cantik yang polos dan damai milik istrinya .


Nathan perlahan melepas sang istri, ia berjalan perlahan, mengambil ponsel istrinya dan ponselnya lalu keluar kamar

__ADS_1


ia menuju balkon untuk memeriksa panggilan di ponselnya , dari kedua ayahnya, untung saja tadi Nathan sempat meninggalkan pesan chat pada kedua ayahnya itu bahwa Joyce baik baik saja, ia sedang menidurkan Joyce yang kelelahan dan sedang manja . Bila tidak mungkin dua ayahnya itu sudah menyerbu rumahnya sejak tadi.


Nathan melakukan panggilan video pada dua ayahnya secara conference dari aplikasi hijau, hanya dua kali deringan keduanya sudah terhubung


"Niel bagaimana Joyce" tanya keduanya bersamaan


"Apa kau gila membawa istrimu yang sedang hamil besar ke keramaian seperti pasar malam" umpat Antonio marah


"Pa.. Dad.. Niel minta maaf, Niel melihat mood Joyce tidak begitu baik, jadi mencoba mengajaknya ke tempat yang tak pernah dikunjungi, disana Joyce sangat bahagia sekali"


"Sebelum kami pergi, Niel sudah meminta banyak pengawal berjaga disana supaya Joyce di kondisi aman, termasuk saat patty hendak menabrak Joyce yang langsung di Sparing Pengawal wanita, bahkan ia tak punya kesempatan mendekat pada Joyce"


"Setelah dilumpuhkan, ia mencoba menyerbu ke arah Joyce , tapi disekeliling Joyce sudah ada belasan pengawal, dia tak akan bisa mendekat sama sekali" terang Nathan


"Niel hanya kesal makanya sengaja maju meninggalkan barikade pengawal untuk menghajarnya, biar seperti pahlawan juga didepan Joyce" candanya agar kedua ayahnya tidak terlalu khawatir


"Anak langka, masih bisa tertawa setelah insiden itu, papa pastikan wanita itu tidak bernafas lagi, beraninya dia menyentuh menantu dan calon cucuku" Antonio masih mengomel


"Malam ini pastikan dia sudah bunuh diri bro" ucap Charlos yang daritadi diam


"Aman, tunggu saja beritanya" ucap Antonio


"Jaga istrimu baik baik Niel" pesan Antonio lalu mereka mengakhiri panggilan mereka


Nathan yang masih penasaran tadi pagi sang istri komunikasi dengan siapa segera memeriksa ponsel istrinya, tak lupa ia melakukan koneksi GPS pada ponsel sang istri


dia melihat tidak sampai 30 kontak di ponsel istrinya, tidak ada pesan chat atau pesan text berarti disana , hanya pesan keluarga memintanya menjaga kesehatan.


ada satu nama mengganggu Nathan yaitu MY ONE, Nathan yang sangat cemburu segera menyimpan nomor itu dalam ponselnya dan melakukan penyadapan di ponsel istrinya agar kegiatan selular istrinya selalu terhubung dengannya

__ADS_1


setelah kegiatan otak atik ponsel istrinya selesai, Nathan kembali ke kamar dan bergabung dengan sang istri.


tengah malam Joyce terbangun, ia merasa tak nyaman karena bayinya terus menendangnya, Joyce menggeliat sambil meringis, ia mencoba bangkit untuk duduk tapi Nathan terbangun


"kenapa sayang" tanya Nathan dengan suara serak


"anakmu terus menendang ku, maaf kalau mengganggu tidurmu"


"Kemarilah, biar aku bicara dengan mereka" Nathan menepuk bantal disampingnya , Joyce segera berbaring, Nathan memasukkan tangannya dari bawah terusan satin yang di kenakan Joyce , agar tangannya bisa skin to skin dengan perut sang istri


"Kesayangan papi, jangan nakal didalam, kasihan mami kalian, tenanglah, ada papi menjaga kalian disini" bisiknya sambil mengecup perut buncit itu


sepuluh menit Nathan bicara dengan bayinya, bayinya tampak tenang , Joyce juga sudah terlihat nyaman , dan mulai memejamkan matanya lalu nafasnya mulai teratur tapi pa -ha putih mulus itu membuat darah panas Nathan menggelegak kembali, ia pelan pelan melepaskan pakaiannya sepenuhnya, lalu perlahan melepaskan pembungkus sawah istrinya lalu mulai mengecup pelan disana , bermain main disana , menurunkan tali spaghety di bahu istrinya ke lengannya , lampu kembar yang tanpa penyangga itu tampak menantang Nathan, Nathan langsung menyusu dengan lembut awalnya , tapi lama lama menjadi rakus seperti orang kehausan.


puas bermain main, Nathan mengarahkan senapannya ke arah sawah indah sang istri yang sudah basah dan memasukinya


Joyce yang merasa geli dan ada guncangan perlahan membuka matanya sedikit, ia melihat suaminya ada di atasnya, bagian sawahnya terasa penuh.


"Kak, aku ngantuk sekali" rengeknya mendorong tubuh kekar diatasnya


"Tidurlah, biar aku yang bekerja supaya kamu tidak kelelahan" bisik Nathan sambil menggigit telinga istrinya pelan , Joyce menggeliat


"Besok saja kak, jangan ganggu aku" rengeknya lagi


"anakku minta di kunjungi papinya" bujuk Nathan , ia tak mau membuat istrinya tak nyaman, tapi ia tak berhenti memompa sang istri dengan perlahan "please sayang" ia menyesap bibir kecil itu . Joyce melingkarkan tangannya di leher Nathan, lalu membalas serangan mulutnya, mereka segera terlibat perang mulut yang makin panas


olah raga mereka berakhir dengan terkapar ya Joyce karena kelelahan setelah meneriakkan nama Nathan , Nathan sendiri segera ambruk di samping istrinya


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu" bisik Nathan, Joyce hanya mengangguk tanpa membuka matanya. Nathan membersihkan sawah sang istri dengan tissue basah dan kekamar mandi membersihkan diri lalu tidur sambil memeluk sang istri yang tak berbusana

__ADS_1


__ADS_2