Akhir Airmata Dokter Joyce

Akhir Airmata Dokter Joyce
Bab 3- first kiss


__ADS_3

Jumat


Sejak perdebatan dengan Nathan, Semakin hari Joyce semakin dingin berada di Rumah Sakit itu. Aura menyeramkan selalu memancar dari tubuh kecil mungilnya. Setiap kali hampir berpapasan atau melihat Nathan dari jarak jauh, Joyce pasti segera menghindar


tepat jam 16:00


Joyce keluar dari ruangannya, Gerald dan Cleo yang sedang menunggu di kursi tunggu depan ruangannya langsung berdiri.


Gerald langsung merentangkan tangan pada Joyce, tanpa basa basi gadis itu melompat dalam pelukan Gerald, Cleo menatap keduanya dengan tatapan datar


"Kamu dokter disini kalau kamu lupa" tegur Cleo


"Apa salahnya aku memeluk kakakku?" tanya Joyce sambil tertawa


"Kamu mengemudi?" tanya Gerald


"Tidak, tadi pagi kuku Feny mengantarku" jawabnya, Gerald mengangguk dan memeluknya sampai ke parkiran


"Ayo makan di sun plaza" ajak Gerald


"Aku mau makan beef steak di bell Mondo saja kak" rengek Joyce, Gerald mengangguk


"Woi kalian melupakan aku" omel Cleo sambil mencebik, Gerald tertawa sambil sebelah tangannya memeluk Cleo


Tiga pemuda pemudi itu sama sekali tidak menyadari atau tepatnya tidak peduli sudah menjadi pusat perhatian netizen sejak tadi


Perawat, pasien, cs, resepsionis , office boy bahkan Nathan pun ikut menatap interaksi mereka bertiga sejak awal tadi


"Itu kekasih dokter Joyce rupanya" netizen 1


"Bukan, kau tak mendengar dokter Joyce bilang itu kakaknya" netizen 2


"Yang disampingnya kan Cleopatra, model ternama dunia, kenapa mereka bisa bersama" netizen 3


"Mungkin mereka segitiga cinta" netizen 1


suara gosip mulai menyebar diseluruh penjuru rumah sakit, Nathan menatap mereka bertiga sampai mobil mereka menghilang dari pandangan mata


"Dokter akan pulang? boleh saya menumpang?" tanya Clara genit


"Saya akan menjemput tunangan saya" jawab Nathan dingin sambil meninggalkan Clara sendirian , Clara menghentakkan kakinya karena kesal diabaikan Nathan


"Hah, dokter Nathan sudah bertunangan?" beo Clara yang Baru sadar, ia segera mengejar Nathan yang sedang masuk ke pintu mobilnya


"Dokter benarkah anda telah bertunangan?' tanya Clara , Nathan menunjukkan cincin berlian di jari manisnya, lalu menutup pintu mobilnya dan melaju menuju restoran bell Mondo

__ADS_1


sampai di bell Mondo ia mengambil posisi duduk disudut , tak jauh dari meja Joyce agar bisa melihat kearah Joyce


sejak awal datang sampai satu jam berikutnya ia melihat Joyce terus tertawa ceria dengan Gerald dan Cleo, sesekali Gerald mengusap rambut Joyce atau mengecup keningnya


Hingga tak lama Joyce berjalan ke arah kamar mandi ia ikut melangkah ke kamar mandi menunggu Joyce keluar


badannya menghalangi tubuh Joyce yang ingin kembali ke mejanya


"Dokter Nathan, dapatkan anda bergeser sedikit" ucapnya dingin


"Dokter Joyce dapatkah Anda memikirkan bagaimana perasaan tunangan anda bila mengetahui anda di sentuh, di cium pria lain?" tanya Nathan balik dengan nada tak kalah dingin


"Tunanganku? Kurasa dia tidak peduli sama sekali" gumam Joyce yang masih bisa didengar oleh Nathan


Nathan meraih tengkuk Joyce lalu Mel -umat bibir mungil itu dan menyesap manisnya, Joyce membeku. tak lama Nathan melepasnya, mengusap bibir bengkak itu dengan ibu jarinya lalu melangkah masuk ke kamar mandi


"Dokter baji -ngan kau mengambil ciuman pertamaku, kau jahat, aku membencimu" pekik Joyce dari depan pintu kamar mandi, tapi tak lama suaranya sudah menghilang.


Nathan sangat bahagia menjadi orang pertama yang menikmati bibir mungil itu. ia menyeringai sesaat lalu segera memikirkan hal lain yang lebih penting


saat ia keluar dari kamar mandi, Joyce sudah tidak ada di mejanya. Nathan menyentuh bibirnya sesaat, masih terasa kelembutan bibir gadis itu tadi.


Nathan segera pulang ke rumah, sang ibu menyambutnya "Kenapa terlambat? kamu tidak berenang?" tanya sang ibu


"Tidak ma, tadi ada urusan" jawab Nathan sambil mengecup kening ibunya


"Suruh saja satpam mengusirnya" jawab Nathan malas, ia segera naik ke kamar membersihkan diri , usai mandi ia menatap wajah tampannya di cermin, lalu mengarah ke bibirnya sendiri.


Nathan meraba bibirnya sendiri sambil tersenyum puas , terbayang wajah penuh amarah gadis kecil itu , bisa dibayangkan besok gadis itu pasti akan semakin menghindarinya atau memberi tatapan makin dingin padanya atau malah menamparnya . Nathan menunggu moment itu.


Setelah ia berpakaian, ART mengetuk pintu kamarnya, Nathan segera membuka pintu


"Tuan Muda dipanggil Nyonya besar kebawah, sebentar lagi Tuan Besar akan pulang tapi Nona Patty masih dibawah, Nyonya takut tuan besar akan marah karena acara makan malam terganggu" Lapor sang ART


"Baiklah saya segera turun" jawab Nathan setelah menghembuskan nafas kasar "Tolong panggilkan satpam ke bawah tangga"


Saat menuruni tangga, terdengar suara wanita yang di buat buat semanja mungkin memanggilnya.


"Kak Nathan..."


Nathan menatapnya tajam "Ada apa?" tanyanya dingin


gadis itu berlari hendak memeluk Nathan, Nathan melirik petugas keamanan , dengan cepat petugas keamanan berdiri di depan Nathan sehingga Patricia memeluk satpam tanpa sengaja


"Hei apa yang kau lakukan , petugas sia -lan, minggir kau" pekiknya marah, ia lepas kendali sehingga sifat aslinya langsung keluar dihadapan Nathan dan ibunya. tapi ia segera tersadar . Ia kembali menyesuaikan warna wajahnya dibuat semanja mungkin

__ADS_1


"Kak..." ia kembali mau menghampiri Nathan yang masih di ujung tangga


"Wait... tetap disana..." titah Nathan dengan intonasi tinggi membuat patty terkejut dan berhenti "katakan ada apa"


"Aku membawa makanan untuk makan malam , ayo kita makan malam bersama kak, aku sudah lama menunggumu" jawabnya manja dibuat buat


"Jam makan malam segera tiba, aku dan ayahku sangat menghargai masakan ibuku , kamu membawa makanan disaat ibuku telah memasak untukku dan ayahku sangatlah tidak pantas" ucap Nathan pedas , patty pias seketika


"Sebentar lagi ayahku akan pulang, kami terbiasa makan malam keluarga, dan tidak nyaman ada orang lain diantara kami, jadi saya harap anda segera pulang, jangan lupa bawa kembali makanan yang anda bawa agar tidak melukai perasaan ibu saya" titah Nathan tegas, Nathan memberi kode pada ART, ART segera membawa rantang dan bungkusan diserahkan pada patty


"Tapi kak, bolehkah aku ikut makan malam bersama kalian?" tanya patty


"Aku tidak suka mengulangi ucapanku" jawab Nathan dengan nada meninggi


patty menatap Mama Flora "Auntie boleh ya, please" sementara Flora hanya diam dengan muka datarnya.


"Pak Udin, tolong bantu nona ini keluar, sepertinya ia tak tau pintu keluar" titah Nathan


"Baik Tuan Muda" satpam itu segera menghampiri patty


"Jangan sentuh aku" bentak patty


"Pulanglah, ayahku tidak nyaman ada orang lain disini saat jam makan" usir nathan lagi.


akhirnya dengan kecewa dan kesal, patty berjalan ke arah pintu utama


"Oh ya... " ucap Nathan membuat patty tersenyum dan berbalik menghadap Nathan


"Lain kali panggil saya Tuan Muda , dan panggil ibu saya Nyonya besar, sadari batasan anda. Bahkan ayah anda memanggil saya Tuan Muda dan memanggil ibu saya Nyonya besar" tegas Nathan lalu segera berjalan kearah sang ibu


patty benar benar malu, dia bergegas ke pintu utama "nona makanan anda" ucap ART


"Kalau dia tidak membawa pulang, bawalah kebelakang, bibi bisa memakannya, bagikan juga pada pak Udin nanti" titah Nathan


ucapan Nathan membuat emosi patty sudah sampai diujung ubun karena makanan yang ia pesan di restoran ternama diberikan Nathan pada para pekerja dirumahnya


Sampai dipagar, patty memesan taxi online, sambil menunggu, pak Udin menasehati patty


"nak patty, tuan muda sudah bertunangan, tak lama lagi mereka akan menikah, carilah pria baik yang mencintaimu, level tuan muda tidak sama dengan kita nak, golongan kita tidak pantas untuk beliau" nasehat pak Udin


"nak? siapa anakmu hah? siapa yang satu golongan denganmu? kastamu terlalu rendah, jangan samakan kasta kita" bentak patty marah


"Percayalah, ayahmu sudah sangat beruntung bisa menjadi supir di keluarga ini, jangan karena sedikit kesalahan , ayahmu malah kehilangan mata pencahariannya" nasehat pak Udin lagi


"Kalau bukan karena keluarga Joyce itu, sampai sekarang aku masih menikmati hidup mewahku. semua gara gara dia , hidupku menjadi menderita" omel patty

__ADS_1


"aku harus berhasil menjadi nyonya muda Wellingston supaya bisa hidup mewah" teriaknya sambil mengepalkan tangannya lalu naik ke taxi online yang sudah datang menjemputnya


pak Udin menatap iba pada Patty ia hanya mampu menggeleng kepalanya


__ADS_2