
Nathan menghampiri putrinya dan mengecup pipinya, sang putri tak bergeming sama sekali, Nathan melirik layar laptopnya, ternyata sang putri sedang membalas email dari calon client yang mau menggunakan jasa program putra putranya, nathan tertawa tanpa suara
"Kami akan makan malam di rumah, Oma sudah memasak untuk kami, papi pergilah bersama mami, opa , Oma" ucap Noah tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya, Nathan melirik laptop Noah, ternyata sedang mengaudit data keuangan Winston Hospital dan Wellington Hospital
"Sudah jangan ganggu mereka, kita pergi saja" ajak flora yang tau benar cucunya kalau sudah bekerja , sangat tidak suka diganggu
"Ingat minum Juice dan air putih kalian , jangan sampai saat Oma pulang, belum habis, Oma akan mengunci pintu ini sebulan" ancam flora , cucunya hanya mengangkat jempol kiri mereka . ancaman paling menyeramkan yang paling mereka takuti dari sang oma
Joyce dan Nathan tertawa kecil mendengar ancaman Flora yang paling memperhatikan kesehatan anak anak itu, terlihat di samping empat anak kembar itu ada empat buah rak dorong kecil, diatasnya masing masing ada sebotol besar fresh Orange Juice, air mineral, seporsi kecil buah buahan
Setelah flora meninggalkan pesan pada pelayan, mereka langsung berangkat ke resto Thai milik Wellington.
"Mau makan apa sayang?' tanya Nathan "apa saja kak" jawab Joyce pelan
"Tomyam?" tanya Nathan "aku makan apapun " jawab Joyce , Nathan mengangguk dan memesan beberapa makanan kesukaan orangtua dan istrinya
"Kamu ingin makan sesuatu? katakan Joyce, papa mama akan sediakan" tanya Antonio , Joyce menggeleng
"Kalau ngidam makanan, katakan pada mama, mama masak untukmu" imbuh flora
"Hamil kali ini, tidak memilih makanan pa. ma.. mungkin belum, hanya terus mengantuk, apalagi selesai makan, mata mulai mengantuk" terang Joyce
"Mau aku ambilkan cuti untukmu sayang?" tanya Nathan hati hati , Joyce tersenyum dan menggeleng
"Atau sementara stop tindakan, cukup praktek dan konsultasi dulu" tanya Nathan
"Jangan kak, aku sedang butuh uang" tolak Joyce cepat, tapi ia langsung menutup mulutnya
ucapan Joyce membuat semua orang menatapnya penuh tanya
"Sejak kapan kamu butuh uang sayang? butuh berapa? biar mama transfer kalau suamimu tidak mau memberikan uang padamu" tanya flora menatap menantunya
"Ehm lupakan saja, itu makanan sudah tiba, ayo kita makan" ajak Joyce mengalihkan pembicaraan
Antonio menatap putranya penuh tanya, putranya balas menatap sang ayah dengan artian dia tak tau untuk apa istrinya butuh uang.
setelah selesai makan, Antonio membayar bill, meski restoran milik sendiri, ia tetap membayar sebagai bentuk kedisiplinan dan diterapkan pada seluruh keluarganya . bisnis adalah bisnis, keluarga adalah keluarga.
sementara Joyce, sudah tertidur ketika baru memasuki mobil, menempuh sepuluh menit perjalanan mereka tiba di rumah, Nathan mengangkat tubuh kecil istrinya kekamar , setelah menyelimuti istrinya ia memeriksa brankas di balik lemari besar dalam walk in closet.
tiga puluh menit kemudian Nathan menghadap kedua orangtuanya di ruang keluarga , ibunya menatapnya tajam
"Kamu tidak memberi uang pada istrimu?" Todong flora
"Sejak awal kami menikah, Niel sudah memberikan kartu kehidupan dan black card lain pada Joyce , setelah sejumlah drama penolakan, akhirnya ia terima tapi cuma disimpan di brankas, belum pernah ada pesan transaksi kartu yang masuk ke ponsel Niel"
"Sejak gadis , Joyce selalu mendaftar dua rekening ke hospital, satu untuk gaji pokoknya sebagai dokter , satu lagi sebagai penerimaan biaya tindakan, therapi, bonus, thr dan lainnya. jadi dia punya dua ATM, satu ATM dia simpan di brankas, satu ATM biasa untuk gaji pokoknya selalu dibawa didompetnya, uang tunai di dompetnya paling banyak lima ratus ribu rupiah, alasannya selain tak butuh uang karena semua sudah tersedia, juga supaya aman , bila dirampok atau di curi hanya kehilangan lima ratus ribu, lagipula di ponsel ada internet banking, tiap pagi Niel selalu mengisi dompetnya tapi di keluarkan lagi dan disimpan di brankas juga tiap hari"
__ADS_1
"Yang membuat bingung, barusan Niel periksa dompet Joyce, didalamnya ada uang tunai lima jutaan dan ada dua ATM, bagi seorang Joyce , lima juta sudah jumlah yang sangat besar. tak mungkin ia bawa bawa kalau tidak ada keperluan apalagi sampai membawa black card" terang Niel
penjelasan awal Nathan tidak membuat orangtuanya heran, karena menantunya memang begitu, yang mengherankan adalah pernyataan terakhir putra mereka
Seorang Joyce adalah anak yang sederhana dan humble, meski sejak kecil hidupnya bergelimang harta tapi dia tidak Hedon
sampai detik ini pun, untuk memenuhi performanya sebagai seorang
- Menantu Wellington
- Putri tunggal Winston
- Dokter spesialist jantung terkenal tingkat internasional
- Owner beberapa perusahaan besar
Flora, Fenny, Catherine, dan cintamilah yang membelikan aneka branded ternama dunia untuk Joyce
"Apa yang di beli istrimu? dia tak pernah membeli apapun? apa dia mengalami masalah? pemerasan misalnya?" tanya flora
"Siapa yang berani? aku akan menghabisinya" ucap Nathan dan Antonio bersamaan
"Jadi untuk apa? Joyce tidak punya musuh juga" gumam flora , dia prianya hanya menggeleng tanda tidak tau
"Niel akan memeriksanya" putus Nathan "Kalau untuk belanja biarkan saja, tapi kalau ada masalah Niel akan menyelesaikannya diam diam, Joyce sedang hamil, Niel tak mau ada masalah"
saat Nathan memasuki kamarnya, istrinya baru selesai membersihkan diri dari kamar mandi. Nathan mengecup keningnya lalu mengusap perutnya kemudian masuk ke toilet membersihkan diri
usai mandi masih mengenakan bathroop ia melihat istrinya tampak kebingungan mencari sesuatu di dalam tasnya, karena tidak ketemu, Joyce mengambil tas kerja, mengambil buku resep dan menuliskan sesuatu lalu mengambil dompetnya, Nathan tau apa yang akan dilakukan istrinya
"Mencari ini?" tanya Nathan menunjukkan toples kecil berisi Pill tidur milik istrinya
"Ah ya, aku baru saja mau ke apotik karena ku kira hilang, berikan padaku kak" Joyce maju mau menyambar obatnya tapi Nathan mengangkat tangannya ke atas dan meletakkan di atas lemari
"Bumil tidak boleh meminum obat itu" tegas Nathan dengan suara pelan
"Aku harus minum itu supaya bisa tidur kak, dosis rendah dan sesuai anjuran dokter obgyn" protes Joyce
Nathan langsung menyeringai, ia mengangkat tubuh kecil itu ke ranjang mewah mereka, lalu mengukung tubuh istrinya di bawahnya
"Sayang, aku mampu membuatmu tertidur karena kelelahan, tidak perlu obat itu" bisik Nathan lalu Mel umat bibir kecil itu, istrinya meronta
"Kak sudah, aku tak mau, aku tak mau" ia mendorong tubuh kekar yang tak bergeming itu, tapi nathan turun dan menyusu dengan rakus
"kak.. aku.. agggg " Joyce merasa tubuhnya sangat lemah, ia menjambak rambut suaminya dan menekan ke lampunya yang seolah hendak tumpah , apalagi sejak kehamilannya membuat ukuran semakin bertambah lagi
"Sepertinya semakin besar ya sayang" bisik Nathan saat istrinya sudah tidak meronta malah menikmati perbuatannya, Joyce mengangguk
__ADS_1
"Tambah berapa sayang?" tanya Nathan lalu kembali menyusu dengan rakus
"38 B menjadi D" jawab Joyce pelan
"Aku menyukainya" bisik Nathan mesra "Dulu sangat suka sekali, sekarang semakin sangat suka sekali" ucapan Nathan membuat Joyce melayang layang
"Besar sekali, indah sekali sayang" puji Nathan sambil terus menikmati lampu kembar kesukaannya
"Ulahmu" omel Joyce ditengahnya Rin -tihannya karena Nathan sedang turun kebawah mengecup dan memainkan sawah basahnya
"Aku menyukainya jadi bagaimana?" goda Nathan disela kegiatan favorotenya, ia mulai memasukkan senapannya karena sawah istrinya sudah cukup basah
"aggg kak" pekik Joyce
Joyce memiliki karakter pendiam dan dingin, wajahnya selalu datar. Tapi bila Nathan sudah memulai olahraga panas. suara Rin -tihan, raca -uan , pekikan, teriakan sang istri akan terdengar dari awal sampai akhir olahraga, Nathan begitu menyukainya karena membuatnya semakin semangat menyenangkan sang istri
"Indah sekali sayang, kamu nikmat sekali" raca -uan Nathan kian parau karena sudah mendekat ledakan
"i cum sayang" teriak Nathan juga Joyce akhirnya keduanya terkapar . Nathan memeluk Joyce dan mengucapkan terima kasih. sebuah ritual yang selalu di ucapkan Nathan tiap kali mereka selesai olahraga
Joyce sudah memejamkan matanya karena kelelahan usai olah raga satu setengah jam itu. ia bahkan tak mampu bergerak lagi, Nathan mengecup pipi istrinya saat mendengar dengkuran halus istrinya, lalu menyusul sang istri ke alam mimpi
jam empat pagi, Joyce mengeluarkan seluruh isi perutnya, ia berusaha mengurangi suara supaya tidak mengganggu suaminya, setelah muntah ia segera membersihkan diri , karena masih pagi sekali, ia kembali berbaring di ranjang , tapi ia tergoda dengan tubuh indah suaminya yang tidak tertutup apapun hanya selembar selimut mereka , itupun hanya menutupi pinggang ke bawah
Nathan terbangun karena sentuhan di senjatanya, tapi ia tidak langsung membuka matanya, ia berusaha mengumpulkan nyawanya dulu. Setelah sadar istrinya sedang memperlakukan senjatanya seperti es krim, Nathan tersenyum tipis dengan tetap memejamkan matanya
"Kenapa besar sekali" gumam Joyce sambil memijat pipinya yang terasa pegal, lalu kembali menikmati es krim suaminya . setelah puas bermain disana , ia mengangkat gaun tidurnya lalu menduduki senapan suaminya yang sudah berdiri tegak secara perlahan, mulai bergerak dengan memegang ponsel sebagai pedomannya. meski masih kaku ia berusaha mencari kesenangannya sendiri
karena dia juga bingung dan tak tau harus bagaimana, Nathan merasa kasihan, ia pura pura menggosok matanya
"Sayang, bergeraklah" ucap Nathan pelan "aku tak tau cara kelanjutannya, disini tak ada" ucap Joyce murung
"Mau di atas sayang?" Joyce menggeleng "Aku cape kak" Nathan tersenyum dan mengangguk
dengan cekatan , Nathan membalikkan posisi mereka dengan istrinya direbahkan di bawah , dia yang memegang kendali olah raga, Nathan mulai memompa sang istri perlahan, sekitar 15 menit kemudian, ia meminta sang istri berbalik, ia menyerang sang istri dari belakang secara perlahan. teriakan Joyce memenuhi kamar kedap suara itu. berbagai gaya di lakukan Nathan, membuat ia dan istrimya terkapar puas karena ulahnya , tak lupa ia ucapkan terima kasih pada sang istri
"Aku senang sekali dibangunkan dengan cara seperti ini sayang, sungguh ini adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku, aku ingin tiap hari dibangunkan dengan cara seperti ini" bisik Nathan , wajah Joyce merona, ia menyembunyikan wajahnya didada kekar sang suami
"Aku tak pernah seperti ini, entah kenapa tadi pagi begitu" jawab Joyce malu "biasanya ngidamnya makananz entah kenapa ini..
"
"Anakku ingin di jenguk papinya, sebagai seorang mami, harus memenuhi kemauan anak kita, itu disebut perubahan hormon" terang Nathan dengan bahasa formal supaya istrinya tidak terlalu malu
"Mom, papi senang sekali dibangunkan dengan cara seperti tadi, seringlah membangunkan dengan cara indah itu, papi akan sangat semangat kerja mencari uang buat mom dan Dede bayi" bisik Nathan mesra di telinga sang istri yang masih memejamkan mata
"Masih boleh menjenguk bayiku?" tanya Nathan ditelinga Joyce, iaenggigit kecil telinga istrinya, Joyce mengangguk, Nathan kembali mengulangi olah raga mereka sekali lagi
__ADS_1